
Zen dan Axillia saat ini memang sedang mengawasi seorang wanita yang memang terlihat sangat amat bersemangat melakukan hal baru yang tidak pernah dirinya lakukan selama ini. Wajar memang wanita itu berperilaku seperti itu, jadi Zen dan Axillia mulai mengawasi keberadaannya saja saat ini.
Freya, yang merupakan seorang Dewi yang saat ini memang diawasi oleh Zen bersama istrinya. Karena memang setelah Axillia berhasil menyelesaikan permalasahan aura pemikat yang dialami oleh dirinya, wanita itu dengan bergegas meminta Zen dan Axillia menemaninya menuju kota terdekat untuk mencoba kehidupan barunya.
Sangat bahagia memang perilaku yang ditunjukan oleh Freya saat ini. Apalagi dirinya tidak perlu takut lagi keberadaannya membuat keadaan dari tempat yang akan dirinya kunjungi akan menjadi kekacauan. Maka dari itu, dengan tidak ada perasaan takut lagi, saat ini Freya dengan leluasa mencoba untuk menikmati apa yang selama ini tidak pernah dirinya lakukan.
"S-saya mau yang ini" ucap Freya kaku, karena ini pertama kali dirinya mencoba membeli sebuah eskrim sendiri pada sebuah kedai eskrim.
Memang dirinya ditemani oleh Zen, namun Freya mencoba untuk melakukan sendiri apa yang ingin dirinya inginkan. Apalagi dirinya ingin mencoba sesuatu yang selama ini sama sekali tidak bisa dirinya lakukan, dan saat ini dirinya diberi kesempatan untuk melakukannya untuk pertama kalinya.
Terlihat kaku memang percakapan yang dirinya lakukan terhadap pegawai yang saat ini melayani dirinya dengan ramah. Apalagi ini pertama kali dirinya bercengkrama dengan banyak pihak secara sekaligus. Dan juga perasaan penuh semangat masih dirinya rasakan agar dirinya saat ini bisa melakukannya semua hal yang ingin dirinya lakukan.
"Sepertinya dirinya akan baik-baik saja" balas Zen yang berada tidak jauh dari sosok Freya yang mencoba membeli eskrim untuk pertama kalinya.
"Memang dirinya akan baik-baik saja. Namun sepertinya kamu yang akan terlihat kerepotan untuk kedepannya, Zen" ucap Axillia kepada suaminya itu.
"Kerepotan, memangnya kenapa aku akan repot?" balas Zen yang menjawab perkataan Axillia yang memang berdiri sejajar dengan dirinya sambil memperhatikan keberadaan Freya.
"Kamu sudah memunculkan berkah awal dari berkah ikatan dari semua Dewi utama dari setiap faksi Dewa. Bukankah itu akan merepotkan?" tanya Axillia yang saat ini menjelaskan tengang status Zen saat ini.
Seperti yang diketahui, status hubungan Zen tentang permasalahan percintaan sudah berkembang. Karena dirinya bisa dikatakan sudah menambahkan beberapa pihak kedalam hubungan yang menjadi dasar dari para pemilik kuasa untuk dapat memiliki hubungan dengan beberapa wanita.
__ADS_1
Terutama tiga Dewi utama dari masing-masing faksi Dewa pada dunia ini. Untuk Faksi Shinto tentu ada Amaterasu yang memang merupakan Dewi ternama dari faksi tersebut. Lalu kemudian Freya, Dewi dari faksi Nordik, walaupun memang status Dewinya bukanlah yang terlalu utama karena keadaannya selama ini.
Tapi yang paling mengejutkan, Zen ternyata sudah mengembangkan berkah ikatan dirinya dengan Dewi paling berpengaruh pada Faksi Olimpus yaitu Aphrodite. Apalagi Aphrodite dikenal sebagai Dewi yang sangat amat susah untuk ditaklukkan hatinya, bahkan Zeus saja sampai menyerah mencoba untuk menaklukannya.
Jadi, bisa dipastikan akan ada beberapa keributan nantinya disaat dirinya akan mengembangkan perasaannya kepada ketiga Dewi tersebut nantinya. Maka dari itu, Axillia sudah membayangkan bagaimana kerepotan suaminya disaat dirinya akan menjadikan ketiga wanita itu menjadi Istrinya.
"Aku tidak akan kerepotan. Karena aku hanya tinggal mengembangkan hubungan dengan mereka saja. Tapi kamu tahu sendiri kan, ada yang lebih merepotkan dari itu semua?" balas Zen dan langsung membuat Axillia paham dengan maksud perkataan Suaminya itu.
Permalasahan tengang Titan memang menjadi permalasahan serius saat ini. Karena memang keberadaannya yang akan bangkit membuat semua pihak yang mengetahui kebangkitannya mulai was-was. Apalagi sampai saat ini belum ada pihak yang mengetahui keberadaan sosok yang dalam membangkitkan keberadaanya itu.
"Tapi jika kekuatanmu dan adikmu dikerahkan, semua itu bisa terselesaikan bukan?" ucap Axillia yang memahami betul seberapa kuat suaminya dan saudara-saudaranya.
"Memang. Tetapi bukan itu yang aku risaukan, melainkan keberadaan yang membangkitkan para Titan tersebut" Balas Zen kemudian.
Maka dari itu, hal pertama yang dirinya pastikan adalah tidak ada lagi diantara dirinya dan adik-adiknya akan tewas atas pertempuran yang akan mereka lakukan nantinya. Karena jika hal itu terjadi, semua pihak akan mulai kerepotan menghadapi sebuah sosok yang kekuatannya akan melebihi mereka nantinya.
Apalagi keberadaan Axillia harus selalu aman nantinya, karena dipastikan apa yang dikandung oleh dirinya akan menjadi bahan incaran juga dari pihak tersebut, karena apa yang dikandung oleh Axillia merupakan para Deadly Sin baru yang akan menjadi penyeimbang dunia ini dan dapat melemahkan sosok tersebut.
"Aku berhasil" hingga perbincangan serius yang dilakukan oleh Zen dan Axillia mulai berhenti disaat Freya akhirnya menghampiri mereka setelah selesai membeli eskrim.
"Lalu, kamu mau kemana lagi?" tanya Zen yang saat ini melihat ekspresi Freya yang terlihat bahagia.
__ADS_1
"Aku ingin berkeliling dan ingin menikmati berbaur dengan para manusia" balas Freya bersemangat yang saat ini mulai menggandeng tangan Zen dan bersiap beranjak dari sana.
Zen hanya tersenyum saja mendengar perkataannya. Axillia juga sama, sehingga mereka bertiga mulai keluar dari kedai eskrim tersebut dan saat ini mulai mengajak sosok yang sama sekali tidak pernah bercengkrama dengan para manusia itu berkeliling dan menikmati harinya yang bisa melakukan apapun yang ingin dirinya mau.
"Kalau begitu ayo ki-" namun belumlah Zen menyelesaikan kalimatnya, saat ini sebuah kejadian tidak terduga mulai terjadi.
Sebuah getaran sebuah gempa bumi cukup besar bisa dirinya rasakan ditempat dimana dirinya berada. Tidak terlalu besar memang kekuatannya namun hal itu membuat panik beberapa pihak yang saat ini mulai berhamburan keluar dari dalam setiap gedung tempat mereka berada, karena goncangan gempa tersebut.
Cukup lama juga durasinya hingga akhirnya semua pihak mulai tenang, karena dengan perlahan gempa itu mulai berhenti sepenuhnya. Apalagi gempa itu cukup membuat panik sehingga beberapa pihak masih terlihat berusaha menenangkan dirinya akibat guncangan yang terjadi itu.
"Maafkan aku Freya, sepertinya jalan-jalanmu harus tertunda" ucap Zen yang saat ini memang mulai merasakan sesuatu.
Memang kejadian gempa bumi ini bukan merupakan tindakan alam yang wajar. Karena Zen tahu dengan pasti tentang apa yang terjadi, dan saat ini dirinya ingin dengan segera menyelidikinya. Apalagi gempa tadi menandakan bahwa saat ini ada sesuatu yang terjadi dan menyebabkan gempa bumi itu mulai mengguncang berbagai wilayah.
"Kalau begitu, ayo kita kembali menuju kediaman kita dahulu" balas Zen yang menggandeng sosok Axillia dan Freya untuk beranjak dari sana.
Zen harus berusaha menghentikan sesuatu yang akan terjadi itu. Apalagi gempa tadi sudah menandakan bahwa sesuatu akan terjadi dan membuat keadaan dunia ini akan kacau jika tidak dengan segera diselesaikan. Maka dari itu, dirinya pertama-tama harus mengamankan semua Istrinya terlebih dahulu sebelum dirinya melakukan aksinya.
"Dan perintahkan semua saudarimu, Axillia. Agar mereka langsung pulang menuju kediaman kita apapun yang terjadi." perintah Zen kepada Istrinya itu.
Axillia tentu langsung mengiyakan perintah suaminya. Karena situasi saat ini bisa dikatakan cukup gawat saat ini. Sehingga saat ini Zen akan mengamankan terlebih dahulu orang-orang yang penting bagi dirinya, barulah dirinya memulai aksinya dalam menyelesaikan permalasahan yang sedang terjadi itu bersama saudara-saudaranya nanti.
__ADS_1
"Baiklah, suamiku"