Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Mencari Yang Pertama


__ADS_3

Vero akhirnya sudah mendarat dengan selamat di kota tujuannya. Dengan turun dari pesawat pribadi milik suaminya yang dirinya gunakan menuju ke wilayah ini, saat ini dirinya bersama Loa bersiap untuk keluar dari wilayah yang bisa dikatakan sangat amat panas tersebut.


Sebuah mobil mewah sudah menyambut kedatangan Vero di sana. Dengan disambut oleh seorang wanita yang sudah mengenakan pakaian formal berwarna hitamnya yang khas, saat ini Vero yang baru saja turun dari pesawat yang ditumpanginya langsung menuju ke kendaraan yang menjemputnya tersebut.


Tentu malaikat maut yang bertugas di wilayah ini yang menjemput dirinya sendiri ditempat ini. Dengan membukakan pintu mobil mewah yang menjemput kedatangan Istri Tuannya itu, akhirnya Vero yang saat ini baru turun dari pesawat yang dirinya tumpangi tadi langsung masuk kedalam mobil tersebut.


"Hahh... tahu begini aku berpergian menggunakan kabut hitam saja" ucap Vero yang merasa perjalanan yang dirinya lakukan cukuplah melelahkan.


Memang kondisi tempat dimana Vero berada memang sangat amat panas. Maka dari itu, dirinya cukup menyesal untuk berpergian dengan cara yang normal seperti yang dirinya lakukan tadi, dan harus melalui perjalanan yang sangat melelahkan bagi dirinya itu.


"Bukankah saya sudah menawarkan untuk berpergian menggunakan kabut, Nyonya?" dan begitulah tanggapan yang diberikan oleh Loa kepadanya, disaat mobil yang mereka tumpangi itu mulai melaju dan keluar dari area bandara tempat dimana Vero mendarat tadi.


"Ya... tapi tetap saja, akan sangat mencurigakan bahwa tiba-tiba saja diriku berada di wilayah ini dalam sekejap" hingga begitulah jawaban dari Vero yang memang berniat untuk bertindak secara hati-hati, walaupun dirinya bisa dikatakan sudah menjadi Istri dari seorang yang bisa dianggap bukanlah seorang manusia.


Tentu Loa sudah menyarankan kepergian mereka menuju Jakarta digunakan menggunakan kabut teleportasi. Namun sayangnya, seperti yang diketahui ada banyak mata yang saat ini memperhatikan Vero dan dirinya tidak bisa dengan asal menggunakan kekuatan bawahan milik suaminya secara bebas seperti keinginannya.


Tentu beberapa pihak saat ini mulai mengawasi keberadaanya dan juga sosoknya yang semakin terkenal dikalangan semua orang, membuatnya harus bertindak secara hati-hati karena dirinya yang sudah menjadi bahan perhatian publik saat ini.


Para saingan bisnisnya juga dengan ketat mengawasi dirinya, karena sosoknya yang sudah berubah menjadi lebih besar namanya, akibat perbuatannya yang bergabung dengan perusahaan terbesar di dunia ini. Maka dari itu, Vero berusaha dengan keras untuk memperhatikan tindakannya agar tidak membongkar rahasia dari dirinya dan suaminya.


"Ya... Tuan Zen juga sangat baik menyembunyikan sosoknya dan berbaur dengan manusia pada umumnya, Nyonya. Bahkan dirinya sangat jarang menggunakan kekuatannya, kecuali memang sangat terdesak" balas Amel yang akhirnya ikut dalam percakapan tersebut.


"Memang. Aku juga belajar banyak dari dirinya. Apalagi selama ini dirinya tidak pernah ketahuan menggunakan kekuatannya. Padahal sosoknya sering diikuti oleh beberapa orang, termasuk beberapa saingan bisnisku hingga saat ini" balas Vero yang menyahuti perkataan wanita yang sedang sibuk mengemudikan kendaraan yang mereka tumpangi itu.


"Begitulah nasib orang kaya, Nyonya. Apalagi kita seakan bersaing satu sama lainnya. Bahkan sosok saya yang hingga saat ini masih belum memunculkan diri saya dimuka umum, malah terus dicoba untuk dicari keberadaannya oleh beberapa pihak" Dan begitulah balasan dari Amel yang kembali membalas perkataan dari Vero.


Memang persaingan bisnis menjadi hal yang lumrah terjadi dan dilakukan oleh beberapa pihak di dunia ini. Apalagi status Vero yang bisa dikatakan semakin besar sosoknya, memancing beberapa pihak untuk mulai mengawasi gerak-gerik dirinya.


Mereka mungkin tidak akan melakukan hal buruk kepada dirinya secara langsung, tetapi mereka seakan mencari cela agar bisa menjatuhkan dirinya, atau mereka mungkin akan memanfaatkan sesuatu yang mereka temukan itu untuk mengancam sosok Vero.

__ADS_1


Maka dari itu, Vero harus berhati-hati dalam bersikap mulai saat ini, dan terus mengkonsultasikan perilakunya itu kepada semua pihak yang berada disisinya, agar keberadaannya bisa tetap aman dan tidak akan terjebak dengan semua hal yang nanti mungkin akan mencoba membuat dirinya jatuh.


"Lalu, yang aku dengar Suamiku memberikan tugas khusus untuk dirimu untuk mengawasi seorang wanita?" hingga akhirnya Vero mulai membalas perkataan bawahan suaminya itu, yang memang dikenal sebagai penjaga sosok yang dianggap sebagai calon Istri pertama dari Zen yang berada ditempat ini.


"Benar Nyonya Vero. Saya bertugas untuk mengawasi secara langsung Nona Angel yang sedang berkuliah ditempat ini" Balasnya menjawab perkataan dari Vero.


Sudah sangat diketahui, bahwa sosok Angel digadang-gadang oleh semua pihak akan menjadi Istri pertama dari Zen. Apalagi seluruh keluarga Zen sudah mengenal sosoknya dan sudah berharap banyak bahwa hubungan itu memang akan terjadi, sebelum sosok Vero muncul dan menjadi Istri pertama Zen.


Bahkan beberapa adik-adik Zen memang pernah mengunjungi dirinya dengan kedok untuk mengunjungi universitas tempatnya berkuliah, karena bisa dikatakan universitas itu merupakan universitas terbesar di Negara ini, jadi wajar alasan itu digunakan oleh adik-adik Zen untuk melihat keadaannya.


Jadi jangan heran, bahwa Alfred atas persetujuan Tuannya langsung memerintahkan seorang malaikat maut yang bertugas di wilayah tempat Angel berada untuk mengawasinya. Maka dari itu, bisa dikatakan keberadaan wanita itu bisa dikatakan aman karena seorang malaikat maut sendiri yang saat ini mengawasi keberadaannya.


"Hmm... kalau begitu, atur pertemuan diriku dengan dirinya, oke" ucap Vero yang seakan memberi perintah, karena memang dirinya ingin menemui wanita yang menjadi pihak yang pertama kali berhasil mengeluarkan aura kebahagiaan untuk Suaminya.


Bisa dikatakan selain dirinya akan melaksanakan perjalanan bisnis menuju wilayah ini, Vero juga akan melihat sosok Angel dan akan memperhatikan kepribadiannya sebelum dirinya menerima wanita itu menjadi saudarinya. Jadi, disaat dirinya masih ditempat ini, Vero berusaha menyelesaikan semua urusannya ditempat ini.


Termasuk dirinya yang akan bertemu dengan Angel sudah dirinya rencanakan sebelumnya, dan membuatnya akan menyelesaikan semua rencana yang sudah dirinya buat disaat dirinya berada di kota ini, dan akan menyelesaikan semuanya sekaligus.


Siapa yang tidak terkejut mendengar kenyataan tersebut. Apalagi Vero yang memang menganggap bahwa perkataan bawahannya itu sangat mustahil terjadi, karena aura kebahagiaan dari gadis tersebut setahunya masihlah ada didalam dirinya dan masih bisa dirasakan oleh suaminya.


Jadi Vero cukup kebingungan dengan fakta yang baru saja dirinya dengar itu, karena menurutnya hal itu tidaklah benar dan dirinya ingin memastikan lagi apakah perkataan yang keluar dari mulut Amel itu benar adanya atau tidak.


"Bisa dipastikan Nona Angel sangat mencintai Tuan Zen, Nyonya. Tetapi ada sesuatu yang saat ini dialami oleh dirinya dan membuatnya seakan tidak mencintai sosok Tuan Zen lagi, bahkan dirinya saat ini sudah mempunyai seorang pacar" balas Amel kembali yang membuat Vero mulai mengerutkan keningnya saat mendengarkan perkataannya.


Sebuah kenyataan kembali saat ini bisa didengar oleh Vero, yang memang bisa dikatakan sangat amat mengejutkan. Walaupun dirinya masih belum mengerti sama sekali maksud perkataan bawahan suaminya itu, tetapi bisa dikatakan hal itu sangatlah mengejutkan.


"Memangnya, apa yang terjadi terhadap dirinya?" hingga Vero akhirnya mulai menanyakan maksud perkataan dari Amel atas perkataannya tersebut.


Amel langsung menjelaskan duduk perkara tentang apa yang dialami oleh Angel. Tentu Vero dan Loa saat ini mulai mendengarkan perkataannya dengan tenang, sambil mencoba memahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi kepada wanita tersebut.

__ADS_1


Namun ternyata kenyataan yang dirinya dengar dari Amel itu langsung membuatnya sangat amat terkejut mendengarnya. Bahkan Vero tidak menyangka bahwa hal itu dialami oleh wanita yang mungkin akan menjadi saudarinya kelak.


"Lalu, kenapa kamu menyembunyikan semua ini dari kami?" tanya Vero kembali, yang saat ini menanyakan alasan Amel yang baru menjelaskan semua hal itu.


"Karena pada awalnya saya mengira dirinya akan baik-baik saja Nyonya. Namun nyatanya keadaannya semakin parah, sehingga saya baru memberitahukannya kepada anda saat ini. Apalagi pada awalnya saya sudah berjanji kepada Nona Angel untuk tidak memberitahukan kepada siapapun tentang permasalahannya." balas Amel yang merasa bersalah saat ini.


Tindakan Amel tidak salah sebenarnya, karena dirinya hanya mengikuti pihak yang menyuruhnya. Jadi, pada awalnya dirinya bimbang melaporkan semua hal yang terjadi terhadap Angel, karena terlihat sepertinya dirinya baik-baik saja. Maka dari itu dirinya hanya mengikuti kemauannya saja, untuk menyembunyikannya.


Namun sayangnya, Amel melihat ternyata semakin parah perilaku dari Angel dan membuat Amel memutuskan untuk melanggar janjinya pada wanita yang akan menjadi atasannya itu dan juga sahabatnya, dengan memberitahukannya secara langsung apa yang Angel alami kepada Vero.


"Cih... Tetap saja, atur pertemuanku dengan dirinya, Amel. Aku ingin tahu secara langsung apa yang ada didalam otaknya dengan mengambil keputusan seperti itu" ucap Vero yang sudah memutuskan sesuatu dalam menyikapi permasalahan dari Angel.


"Baiklah Nyonya Vero. Lalu, apakah saya akan mengaturnya malam ini juga?" tanya Amel kembali kepada Vero saat ini.


"Carikan aku waktu kosong untuk besok, jangan malam ini. Lagipula, kita harus menghadiri sebuah acara amal nanti malam bukan?" Balas Vero yang memutuskan untuk bertemu dengan gadis tersebut dilain hari.


Memang jadwal dari Vero bisa dikatakan cukup padat di kota ini. Jadi, dirinya harus mengatur jadwalnya dengan sangat baik agar dirinya bisa menyelesaikan urusannya ditempat ini dengan cepat. Apalagi dirinya juga tidak ingin berlama-lama berada di kota ini, karena dirinya sudah merindukan sosok Suaminya beserta Kileni yang sudah dirinya anggap sebagai Putrinya.


Maka dari itu, walaupun dirinya ingin menyelesaikan permasalahan dengan Angel dengan cepat, tetapi jadwalnya sudah sangat penuh hari ini dan dirinya harus menyelesaikan semua hal yang sudah dirinya rencanakan sesuai rencana, agar apa yang dirinya lakukan tidak kacau dan malah membuat dirinya tidak akan sempat menyelesaikan semuanya dengan tepat waktu.


"Sepertinya anda bisa menemuinya malam ini juga, Nyonya. Karena pacar dari Nona Angel bisa dipastikan akan menghadiri acara tersebut, dan kemungkinan besar dirinya mengajak Nona Angel untuk menghadiri acara tersebut" balas Amel yang kembali menyahuti perkataan Vero.


"Benarkah, memang siapa pacarnya?" tanya Vero penasaran tentang identitas dari pria yang menjadi dalang dari apa yang dialami oleh Angel itu.


Tentu jika pria yang menjadi pacar Angel bisa diundang pada acara yang akan dihadiri oleh Vero nanti, bisa dikatakan dirinya mungkin akan mengenalnya. Karena bisa dikatakan acara amal yang diselenggarakan tersebut memang mengundang tamu-tamu khusus dari pihak pebisnis yang ada di negara ini.


"Pacarnya merupakan Putra dari Tuan Abra Reynaldi, Nyonya. Maka dari itu, bisa dipastikan putranya akan hadir didalam acara tersebut" balas Amel yang menjawab perkataan dari Vero.


Siapa yang tidak mengenal Abra Reynaldi. Seorang pebisnis yang cukup terkenal dan juga sebagai rektor pada sebuah universitas tersebar di negara ini. Jadi tentu saja Vero sedikit mengenal tentang sosoknya, apalagi disaat Vero kuliah di universitas tersebut, pria itu bisa dikatakan merupakan dosennya.

__ADS_1


Vero juga menghadiri acara amal yang mengundangnya itu karena memang dirinya merupakan almamater universitas yang saat ini mengundang dirinya itu. Jadi, bisa dipastikan Vero langsung mengenal pria yang disebutkan oleh Amel kepadanya tadi.


"Hmm... kalau begitu, kamu tidak perlu untuk mengatur pertemuanku dengan dirinya. Karena mungkin aku ingin melihatnya sendiri, apakah benar wanita itu mengambil sebuah keputusan yang tepat"


__ADS_2