
Kileni merasa sangat amat bahagia setelah seharian menghabiskan waktu dengan sosok yang dirinya anggap sebagai Ayahnya. Hal tersebut bisa dilihat dari senyum yang terus muncul pada wajahnya yang imut itu, apalagi sesekali dirinya sampai tertawa dengan riang disaat menghabiskan waktunya dengan Zen.
Sebagai gadis kecil yang tidak pernah sama sekali mendapatkan sebuah perasaan hangat dari Ayah kandungnya sendiri, membuat Kileni merasa sangat bahagia karena bisa merasakan memiliki seorang Ayah yang sangat perhatian kepada dirinya, walaupun hanya sehari saja dirinya merasakan semua hal tersebut.
Tentu saja apa yang dialami oleh dirinya hari ini untuk menikmati waktunya bersama Ayahnya sudah cukup bagi dirinya. Apalagi dirinya masih punya kesempatan lagi Karena Ayahnya sudah berjanji akan sering menemani dirinya kemanapun dirinya mau dikemudian hari.
"Terima kasih telah menjaga Putri saya seharian, Tuan Zen" ucap Alice dengan tulus, apalagi setelah melihat ekspresi bahagia Putrinya saat dirinya sudah berada di gendongannya.
Saat ini sudah cukup waktu bagi Zen untuk menemani gadis kecil itu, apalagi memang hari sudah sangat malam dan waktu yang dijanjikan oleh dirinya dan Ibunya juga sudah berakhir dalam menjaga sosok Kileni sedari pagi. Jadi, saat ini Zen mulai mengantarkan kembali Kileni menuju kediamannya sendiri yang dimana Ibu kandungnya sudah menunggunya di sana.
"Ya... kalau begitu aku kembali dulu" ucap Zen yang saat ini meraih tangan Kelly dan menggenggamnya dengan erat sebelum dirinya akan beranjak dari sana.
Zen dan Kelly memang masih bersama-sama setelah kejadian kencan mereka bersama Kileni tadi. Hingga Kelly merasa tidak ingin terpisah lagi dengan sosok Zen, sehingga dirinya mengikuti keberadaan Zen hingga ditempat ini yang sedang mengantarkan kembali Kileni untuk pulang.
Melihat perilaku mereka memang langsung mengejutkan Alice. Apalagi dirinya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka berdua, karena bisa terlihat mereka bertingkah sebagai sebuah pasangan saat ini. Tentu siapa yang tidak bingung melihat hal tersebut, apalagi Alice mengetahui bahwa Zen sudah mempunyai seorang Istri.
Bahkan setahunya wanita yang saat ini terlihat malu-malu diperlakukan seperti itu oleh Zen, merupakan mantan sekretaris dari Istrinya yang saat ini menjabat sebagai wakilnya pada Perusahaannya. Jadi, fantasi liar dari Alice bisa dikatakan mulai muncul di kepalanya disaat melihat kejadian tersebut.
Tentu dirinya hanya memendam saja apa yang dirinya pikirkan itu di dalam benaknya. Apalagi dirinya tidak ingin ikut campur dengan masalah kedua orang tersebut, karena yang terpenting baginya Putrinya sudah kembali dengan selamat dan terlihat bahagia saat ini.
"Kalau begitu, Ayah pergi dulu, Gadis Pengganggu" ucap Zen yang saat ini berpamitan kepada Kileni.
"Sampai jumpa lagi Ayah, Tante Kelly. Dan jangan lupa titipkan salam Kileni pada Mama Vero" ucap gadis kecil itu yang mulai melambaikan tangannya kepada Zen, untuk melepaskan kepergiannya dari sana.
Gadis pengganggu itulah panggilan akrab Zen kepada gadis kecil yang menganggap dirinya sebagai Ayahnya. Tentu panggilan itu terkesan cukup negatif untuk didengar, namun Kileni sangat senang dengan nama panggilan tersebut sehingga dirinya membiarkan saja Ayahnya itu memanggilnya seperti itu.
Jadi, Kileni bisa dikatakan sangat bahagia dengan panggilan baru yang disematkan kepadanya, dan saat ini mulai melambaikan tangannya kepada Ayahnya yang sudah beranjak dari sana, setelah Kelly sebelumnya juga sudah berpamitan kepadanya dan mereka berdua dengan perlahan mulai menjauh dari pandangan Ibu dan anak tersebut.
"Kileni sangat amat Bahagia hari ini, Ibu" dan begitulah bagaimana Kileni yang sudah dibawa masuk kedalam kediamannya oleh Ibunya, dsn mulai membuka pembicaraan mereka untuk memberitahukan kesehariannya yang menyenangkan tadi bersama Ayahnya Zen.
__ADS_1
Kileni yang masih menunjukan perasaan senangnya setelah diajak berjalan-jalan seharian memang sangat membuat Alice sangat penasaran dengan apa yang membuatnya menjadi sebahagia itu. Maka dari itu, Alice ingin mengorek semua informasi tentang apa yang putrinya lakukan, karena dirinya tidak pernah melihat putrinya berperilaku seperti itu.
"Benarkah, lalu coba jelaskan kepada Ibu apa yang sebenarnya terjadi?" hingga Alice yang sudah menutup pintu kediamannya setelah mereka berdua masuk kedalamnya, juga sudah mempunyai banyak pertanyaan kepada Putrinya tentang kesehariannya tadi.
*****
Disisi lain, kedua pasangan yang terlihat seperti kekasih saat ini mulai menuju kesebuah kediaman. Dengan wanita yang masih menyesuaikan perilakunya setelah status hubungannya dengan pria yang bersamanya mulai berubah, saat ini mereka berdua memutuskan untuk menghadap kepada Ibu dari wanita tersebut.
Zen memang memutuskan untuk tidak menyembunyikan lebih lama tentang rahasia dirinya dan khususnya Ibunya. Karena seperti yang diketahui, Lenneth pernah bercerita kepada Zen bahwa putrinya sempat mencaritahu jati dirinya yang sebenarnya kepada Lenneth secara langsung.
Tentu setelah Ibunya sadar sepenuhnya, rasa keingintahuan Kelly terhadap sosok Ayahnya semakin membesar. Masalahnya, Ibunya belum siap menceritakannya secara langsung kepada dirinya, karena rahasia itu mungkin akan melukai dirinya karena seperti yang diketahui Kelly bisa dianggap sebagai anak haram.
Maka dari itu, Zen ingin menunjukkan secara langsung hubungannya Kelly kepada Lenneth, agar wanita itu tidak khawatir lagi dengan semua rahasia yang sudah dirinya simpan dan dapat memberitahukannya secara terbuka kepada Putrinya secara langsung.
Apalagi saat ini Zen dipastikan akan selalu berada di samping Putrinya untuk melindungi dirinya menghadapi semua hal yang akan terjadi. Termasuk permasalahan jati dirinya yang sebenarnya, yang mungkin akan menjadi masalah dikemudian hari atas jati dirinya tersebut.
"Kamu tidak merasa gugup, Zen?" dan begitulah ucapan Kelly yang dimana mereka sudah memasuki pekarangan kediamannya, namun sosok Zen masih bersikap santai seperti biasa.
Kelly tentu saja sangat gugup karena dirinya akan memperkenalkan kekasihnya kepada Ibunya. Walaupun memang Ibunya sudah merestui dirinya memiliki hubungan dengan Zen, tetap saja dirinya sedikit takut terjadi sesuatu disaat memperkenalkan hubungan mereka didepan dirinya.
Namun anehnya tidak seperti dirinya yang terlihat sangat gugup, Zen saat ini terlihat sangat santai bahkan bersikap seperti biasa saja dengan apa yang akan mereka lakukan nanti. Tentu hal itu membuat Kelly kebingungan, karena menurutnya tindakan Zen itu terlalu santai sehingga membuatnya semakin gugup dibuatnya.
Karena setahunya, biasanya para pria juga akan gugup disaat bertemu dengan orang tua sang kekasih disaat ingin menemui mereka. Namun sayangnya, Zen bukankah pria biasa, karena dirinya tidak akan gugup terhadap siapapun, apalagi masalah tentang hubungan yang saat ini akan dirinya jelaskan kepada salah satu mantan bawahan adik kandungnya sendiri.
"Lalu, apakah kamu berniat aku gugup dan membatalkan niat kita untuk bertemu Ibumu?" tanya Zen balik kepada kekasihnya tersebut.
"T-tentu saja tidak Zen. Aku hanya khawatir saja. Kalau begitu, ayo kita bertemu dengan Ibuku" ucap Kelly yang saat ini mulai berinisiatif untuk memimpin Zen memasuki kediamannya.
Tidak seperti biasnya Kelly saat ini mulai menekan bel kediamannya sendiri. Tentu karena dirinya gugup, membuat wanita itu seakan ingin bertamu pada kediaman tempat tinggalnya sendiri, karena seharusnya dirinya tinggal memasuki saja kediaman tersebut, karena tempat tinggal yang mereka datangi itu merupakan kediamannya sendiri.
__ADS_1
Zen sendiri hanya diam saja melihat tingkah laku dari Kelly yang terlihat sangat gugup itu, hingga pintu kediaman yang menjadi tempat tinggal Kelly itu mulai terbuka dan memunculkan sosok Lenneth yang saat ini langsung tersenyum bahagia melihat kedatangan mereka berdua.
Bisa dilihat sepasang pria dan wanita yang dengan jelas menunjukan hubungan mereka dengan perilaku yang ditunjukan didepan Lenneth saat ini, tentu membuat dirinya sudah bisa menebak apa yang sudah terjadi diantara mereka berdua, apalagi kedua pasangan itu terlihat saling bergandengan tangan dengan mesra saat bertemu dengannya.
Siapa yang tidak senang saat ini, melihat Putrinya berhasil mendapatkan sosok yang sangat dirinya cintai, dan juga sosok yang harus dirinya layani sudah mendapatkan kembali seseorang untuk melengkapi kekuatan yang ingin dibangunnya di dunia ini.
Maka dari itu, dirinya langsung tersenyum senang menyambut kedatangan mereka berdua yang sepertinya sudah mengembangkan sebuah hubungan yang baru, dan mungkin mereka datang bersama-sama ketempat ini untuk menjelaskan dengan seksama tentang apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua.
"Kenapa kalian harus menekan bel untuk masuk kediaman ini?" dan begitulah ucapan Lenneth yang mulai mempersilahkan Putrinya dan Zen memasuki kediaman tempat tinggalnya.
Mendengar perkataan Ibunya, Kelly barulah meratapi kebodohannya yang menekan bel pada kediamannya sendiri. Hingga akhirnya, dirinya sudah mengajak Zen untuk masuk kedalam kediaman dirinya dan mengajaknya untuk duduk di atas sofa ruang tamu dari kediaman ini, yang dimana Ibunya juga sudah menunggu mereka di sana.
Tentu kegugupan yang dirinya rasakan saat ini seakan membuat dirinya tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan dirinya langsung diam terpaku dihadapan Ibunya, padahal saat ini dengan sangat jelas Ibunya sudah menunjukan sebuah ekspresi untuk meminta penjelasan tentang apa yang terjadi kepada mereka berdua.
"Lalu, apakah saya sudah bisa melayani anda kembali, Tuan Zen" Hingga sebuah kalimat yang dilontarkan oleh Lenneth cukup membuat Kelly yang sudah mendaratkan bokongnya di atas sebuah sofa cukup terkejut.
"Bukankah sudah aku bilang, kamu tidak perlu melayani diriku lagi. Apalagi aku akan menikahi Putrimu nanti" Dan begitulah balasan Zen yang ternyata malah menyahuti perkataan aneh dari Ibunya yang semakin membuat Kelly kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Bagi Kelly, percakapan mereka cukup membingungkan bagi dirinya. Apalagi selain terkejut mendengar perkataan mereka, Kelly juga bingung dengan arah pembicaraan mereka yang sangat amat aneh tersebut. Maka dari itu, dirinya saat ini seakan terus saling menatap kepada kedua orang tersebut, yang kali ini percakapan mereka semakin aneh menurutnya.
Kegugupannya seakan menghilang setelah mendengar percakapan aneh mereka. Apalagi Kelly sama sekali tidak mengerti tentang apa yang sebenarnya sedang mereka bicarakan, dan saat ini langsung membuatnya kebingungan melihat mereka berdua sedang melakukan percakapan yang menurutnya aneh tersebut.
"Tapi, Tuan..." ucap Lenneth yang sekali lagi ditolak mentah-mentah oleh Zen permintaannya.
"Sudahlah, kita bersikap seperti biasa saja. Apalagi bukankah kamu sudah menikmati kehidupanmu yang seperti ini?" ucap Zen sekali lagi, yang dimana dirinya memang tidak membutuhkan seorang pelayan yang berasal dari kaum manusia saat ini.
Seperti yang diketahui, Lenneth terus memaksa untuk melayani Zen hanya karena warisan turun-temurun dari keluarganya yang harus dirinya tepati. Maka dari itu, dirinya bersikeras untuk menjadi pelayan dari Zen yang notabennya Kakak dari pihak yang sangat berjasa bagi keluarganya selama ini.
Namun seperti yang diketahui, Zen sama sekali sudah tidak membutuhkan sebuah pelayan dari seorang manusia lagi. Karena dirinya bisa mengurus apapun yang dirinya mau dibantu oleh bawahannya sendiri. Apalagi jika dirinya membutuhkan sesuatu yang berurusan dengan pihak manusia, Zen sudah mempunyai Istri yang dapat membantunya.
__ADS_1
Jadi, dirinya akan terus menolak permintaan Lenneth, apalagi dirinya tidak akan tega untuk menjadikan wanita itu seorang pelayan, padahal nantinya anak kandungnya sendiri akan menjadi Istrinya dan akan sangat aneh jika disaat mereka menikah kelak, Kelly akan melihat Ibunya menjadi pelayannya.
"Tunggu, sebenarnya apa yang sedang kalian perbincangkan, Ibu?"