Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Diketahui


__ADS_3

Tentu kabar kecelakaan dari Vero mulai tersebar dengan luas dengan sangat amat cepat. Bahkan saat ini beberapa pihak sudah mulai menyaksikan kabar tersebut diberbagai stasiun televisi yang menayangkan berita yang sedang dialami oleh Vero tersebut.


Memang Zen tidak sempat untuk membersihkan tempat dirinya bertarung tadi, karena beberapa pihak sudah datang menuju lokasi tempat dirinya disergap tadi. Jadi, mau tidak mau dirinya mengubah kejadian tersebut menjadi sebuah kecelakaan lalulintas biasa.


Dengan bantuan Amel, tentu permasalahan itu dengan mudah terselesaikan, dan saat ini kejadian kecelakaan lah yang terlhat seperti sedang dialami oleh Vero pada kejadian yang mereka alami tadi. Tetapi siapa yang menyangka, bahwa kabar kecelakaan dari Vero saat ini menjadi sebuah berita yang sangat besar.


“Cih... apakah ponselnya rusak karena kecelakaan tersebut?” ucap Kelly kemudian, yang mencoba menghubungi sahabatnya dan hingga saat ini tidak berhasil tersambung kepada dirinya.


Memang dalam berita yang sedang ditampilkan pada semua media, apa yang terjadi memang hanya sebatas para korban sudah dibawa kesebuah rumah sakit saja. Jadi, Kelly belum mengetahui kabar lebih lanjut tentang kondisi sahabatnya itu dan suaminya.


Bahkan dirinya sudah menghubungi berbagai pihak terkait untuk menanyakan tentang keadaan mereka. Namun tetap saja hasilnya nihil. Karena hingga saat ini sebuah kabar yang menyatakan Zen dan Vero baik-baik saja, belum sampai di telinganya.


“Akhirnya kamu mengangkatnya, Vero. Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Kelly kemudian, yang merasa lega karena berhasil menghubungi sahabatnya, yang dirinya sudah mencoba menghubungi berkali-kali dan baru saja dirinya terima panggilannya.


Tentu rasa khawatir yang teramat sangat, membuat Kelly melakukan hal tersebut. Bahkan dirinya mulai membatalkan berbagai pertemuan yang seharusnya dirinya selesaikan, karena dirinya sangat mengkhawatirkan keadaan sahabatnya.


“Aku tidak apa-apa, Kel. Diriku hanya mengalami luka-luka lecet saja” balas Vero kemudian, yang mencoba menenangkan sahabatnya yang terlihat khawatir tersebut.


“Lalu, bagaimana dengan Zen?” tanya Kelly kemudian.


“Dia juga baik-baik saja. Bahkan saat ini dirinya sedang menyantap makanannya dengan lahap, seperti biasa” balas Vero kemudian.


Mendengar kabar bahwa kedua orang itu baik-baik saja, tentu membuat Kelly meras lega. Apalagi banyak pihak menanyakan tentang kondisi dari Vero kepadanya, seperti Bibi Leni dan Anabelle yang sudah mengetahui kabar kecelakaannya itu dari berbagai media yang mereka saksikan.


Bahkan Kelly langsung berusaha dengan keras mencari tahu keadaan Vero, karena memang Bibi Leni terlihat sangat amat panik mendengar kabar tentang kecelakaan yang dialami oleh dirinya.


“Memangnya apa yang terjadi, Ver. Bagaimana bisa kalian mengalami kecelakaan?” tanya Kelly kemudian.


“Ada yang mencoba melawan arus saat kami berada di perjalanan, sehingga kami bisa saling bertabrakan satu sama lainnya. Untung saja, Zen langsung membanting kemudinya keluar jalur, sehingga kami bisa selamat” balas Vero kemudian.


Memang Zen sudah menyuruh Vero untuk menyembunyikan tentang penyerangan yang mereka alami tadi. Tentu karena memang urusan tersebut akan sangat merepotkan, jika memang mereka menjelaskan semua apa yang mereka alami tadi kepada beberapa pihak.

__ADS_1


Tentu Vero menolak dengan tegas usulan dari Zen itu pada awalnya. Karena dirinya ingin dalang dari kejadian itu harus ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Namun Zen kembali meyakinkannya, bahwa hal itu akan sangat percuma saja.


Tentu beberapa pihak yang memegang senjata dan berani menggunakannya didepan umum, pasti akan memiliki koneksi dengan pihak kepolisian menurut penuturan Zen. Jadi, Vero mulai berubah pikiran saat ini, karena apa yang dikatakan oleh Zen ada benarnya.


“Syukurlah kalau begitu, karena yang terpenting kalian baik-baik saja” ucap Kelly kemudian.


Sebenarnya masih banyak yang membuat Vero bingung dengan kasus yang terjadi kepadanya tadi. Karena memang pihak kepolisian yang mendatangi dirinya tadi, memang menanggap bahwa kasus ini merupakan kasus kecelakaan biasa dan korban dari pihak yang menyerang mereka bisa dikatakan menghilang.


Masalahnya, tidak mungkin bahwa tempat dimana Vero yang dinyatakan kecelakaan tadi tidak ditemukan bekas pertempuran bersenjata yang terjadi di sana. Bahkan pihak kepolisian seakan tidak menyinggung permasalahan tersebut, saat dirinya sedang ditanyai tentang kronologi dari kecelakaan yang dialaminya tadi.


Maka dari itu, Vero menganggap bahwa perkataan Zen merupakan kebenaran. Karena apa yang mereka lakukan tadi, seakan sedang menyembunyikan sebuah kebenaran yang dialami oleh Zen dan Vero tadi. Namun yang tidak diketahui oleh Vero, bahwa pihak kepolisian benar-benar tidak menemukan bukti tentang terjadinya sebuah pertempuran senjata ditempat itu.


“Kurasa, mereka adalah salah satu antek dari para penjahat itu. Karena saat ini mereka seakan menyembunyikan kejadian yang terjadi pada tempat tersebut.” Dan begitulah alasan yang diberikan Zen, yang membuat Vero terkecoh dengan perkataannya.


Tentu Zen tidak akan mengatakan bahwa dirinya menggunakan kekuatannya, untuk melenyapkan bukti penyerangan yang terjadi di sana bukan. Jadi, saat ini dirinya mencoba membuat sebuah kronologi palsu untuk menipu Vero atas kejadian yang mereka lakukan tadi.


Memang karena wanita itu saat ini seakan percaya saja dengan perkataan Zen, jadi cukup mudah meyakinkannya. Dan membuat akhirnya Vero sepakat menanggap apa yang terjadi dengan dirinya merupakan sebuah kecelakaan, dan memutuskan untuk menyembunyikan kejadian yang sebenarnya mereka alami tadi.


“Kamu tidak perlu mengkhawatirkan keadaan perusahaan milikmu, Ver. Kamu cukup yakin saja dengan hasil kerjaku, sehingga dirimu dapat segera pulih dari apa yang dirimu alami. Jadi, kamu tidak perlu khawatir dan fokus saja dalam proses pemulihan dirimu” balas Kelly kemudian.


“Tentu saja aku mempercayaimu, Kel. Tetapi aku hanya menanyakan kabar dari perusahaan milikku saja” balas Vero.


“Semua masih aman terkendali. Walaupun masalah sponsor cukup merepotkan untuk diselesaikan, tetapi aku akan berusaha untuk menggantikan keberadaan dirimu untuk mencari sponsor” Kata Kelly kemudian.


“Ah... untuk masalah sponsor kamu bisa tenang, Kel. Karena kita berhasil menjalin kerja sama menguntungkan dengan salah satu perusahaan yang sangat amat besar” ucap Vero, yang saat ini langsung memberikan sebuah berita baik kepada sahabatnya itu.


Memang pertemuan Vero dan Bram yang mereka lakukan tadi, bisa dikatakan sangat sukses. Bram melalui anak perusahaannya yang membuat berbagai perhiasan mewah, memutuskan untuk mensponsori projek yang sedang dikerjakan oleh Vero.


Bahkan, dirinya berani membiayai 30% dari total anggaran yang akan dikeluarkan oleh Vero. Jadi, bisa dikatakan permasalahan sponsor yang menjadi momok yang dihadapi oleh rumah produksi milik Vero yang akan mengerjakan projek miliknya, bisa dikatakan sudah terselesaikan.


Dengan 50% dari pihak StarFlix, lalu 30% dari anak perusahaan dari perusahaan milik Bram dan dirinya menanggung 20% sisanya, membuat projek miliknya itu dipastikan akan bisa dirinya wujudkan, karena anggarannya sudah tersedia sepenuhnya.

__ADS_1


“Benarkah?” tanya Kelly yang ikut senang dengan kabar yang baru saja dirinya dengar itu.


“Ya. Bahkan kita akan menandatangani kontrak tersebut, saat aku kembali menuju kota Marlet nanti” balas Vero kemudian.


Dengan kerja sama yang dilakukan olehnya, dipastikan kemalangan yang dialami oleh Vero saat ini, membuatnya mendapatkan sebuah titik terang tentang dari apa yang sedang dirinya alami hingga saat ini. Bahkan dirinya langsung merasa bersyukur karena sekali lagi dirinya bisa keluar dari jeratan kehancuran yang dialami olehnya.


Bahkan dirinya seakan tidak takut dengan apapun lagi, termasuk jika ada beberapa pihak yang menyerang dirinya seperti apa yang dirinya alami tadi. Karena memang dirinya mempunyai seorang bodyguard yang mampu melindunginya.


Maka dari itu, dirinya merasa inilah masa dimana dirinya akan kembali meroket, karena beberapa pihak masih bersedia membatu keadaanya, termasuk seorang pria yang selalu keberadaannya dan juga sahabat baiknya yang dipastikan akan selalu berada disampingnya untuk membantunya


“Baiklah kalau begitu. Lalu, kapan dirimu akan kembali pulang?” tanya Kelly kemudian.


“Kemungkinan besok, karena malam ini aku harus menginap di rumah sakit tempat aku dirawat, karena belum mendapatkan sebuah izin untuk meninggalkan tempat ini” balas Vero.


“Begitu ya. Kalau begitu, kamu berisitirahat lah, agar kondisimu cepat pulih” kata Kelly kemudian, yang memutuskan untuk menyudahi percakapannya dengan sahabatnya itu, agar dirinya bisa beristirahat dan memulihkan kondisinya.


“Baiklah. Terima kasih, Kel.” Ucap Vero kemudian, yang sangat mengapresiasi kekhawatiran dari sahabatnya itu, yang selalu ada untuk dirinya.


“Ya.. sama-sama. Kalau begitu, aku akan menghubungi dirimu lagi besok. Dan titipkan salamku kepada suamimu.” Kata Kelly kemudian, yang ingin menyudahi panggilannya itu.


“Ya, aku akan memberitahukannya” balas Vero kemudian.


Cukup lega memang Kelly akhirnya mengetahui kondisi sahabatnya baik-baik saja. Bahkan yang terpenting, Zen yang juga sangat dikhawatirkan keadaannya juga baik-baik saja. Jadi, Kelly sudah merasa tenang, dengan keadaan mereka dan memutuskan menyudahi panggilan yang dirinya lakukan itu.


“Oke kalau begitu, dan juga tolong kabari Bibi Leni, karena dirinya sangat mengkhawatirkan kondisi dirimu” Ucap Kelly sebelum dirinya mengakhiri panggilannya itu.


Vero hanya menyahuti dengan positif perkataan sahabatnya itu, sebelum dirinya mengakhiri panggilannya. Dan setelah dirinya melakukannya, saat ini pandangannya sudah kembali menuju Zen yang saat ini masih dengan lahap memakan makanannya.


Memang pria itu sebenarnya banyak sekali membeli makanan tadi. Walaupun apa yang dirinya berikan kepada Vero untuk disantap olehnya bisa dikatakan cukup banyak, tetapi ternyata makanan yang dirinya beli tadi ternyata masihlah banyak.


Dan saat ini, pria itu sedang mencoba menghabiskannya, sambil menunggu Vero menyelesaikan panggilannya. Tentu melihat Zen yang masih melahap makanannya dan dirinya dipastikan tidak akan peduli dengan apapun disekitarnya, Vero memutuskan untuk menghubungi Bibinya untuk memberitahukan keadaannya saat ini.

__ADS_1


“Nona Vero, apakah kamu baik-baik saja?”


__ADS_2