Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Setelah 'Itu'


__ADS_3

Pagi hari akhirnya mulai menyambut pasangan yang masih nyaman di tempat tidur mereka hingga saat ini. Padahal, sinar matahari yang semakin meninggi itu bisa dikatakan sudah mulai semakin terang, tetapi tetap saja cahayanya masih belum mampu mengganggu tidur dari dua pasangan tersebut.


Hal itu bisa dikatakan wajar, karena bisa dikatakan mereka melakukan kegiatan yang mereka lakukan tadi malam sampai sangat larut bahkan menjelang pagi. Maka dari itu, pilihan ternyaman dari kegiatan mereka pagi ini, adalah tetap berada di atas tempat tidur tempat mereka berada saat ini.


Walau begitu, tentu saja akhirnya kenyamanan salah satu dari mereka harus terganggu, karena saat ini sang wanita yang mulai terbangun terlebih dahulu. Tentu karena bisa dikatakan rasa lapar yang mengganggunya sehingga dirinya mulai bangun terlebih dahulu, dari suami yang setia menyediakan lengannya untuk menjadi bantal pada kepalanya.


"Selamat pagi, Suamiku" begitulah kalimat pertama pada pagi hari ini, yang berasal dari Vero yang mulai menatap wajah suaminya yang bisa dikatakan sangat tampan.


Sebuah senyum langsung terukir pada wajah dari Vero saat menatap rupa suaminya. Apalagi disaat dirinya membuka matanya tadi, wajah suaminya sendirilah yang dirinya lihat pertama kali. Maka dari itu, Vero yang saat ini masih menikmati melihat ketampanan wajah suaminya, yang masih terlelap dengan nyaman ditempatnya.


Keadaan mereka berdua bisa dikatakan masih sama-sama telanjang. Maka dari itu Vero sedikit menarik selimut yang dirinya gunakan, untuk menutup tubuh polosnya yang belum mengenakan apapun setelah kegiatan panas mereka tadi malam.


Sambil menatap rupa suaminya yang masih terlelap, Vero hanya mulai tersenyum melihatnya dan mulai mengingat dengan jelas kejadian tadi malam yang sangat panas menurutnya. Apalagi, bisa dikatakan mereka sama-sama puas melakukannya dan membuat Vero sedikit lega dengan semua hal yang sudah terjadi.


"Bukankah kamu lapar? Kenapa kamu malah menatap wajahku?'" Namun sedang asik menatap wajah tampan suaminya, Vero dikejutkan dengan Zen yang tiba-tiba saja mulai berbicara sesuatu kepadanya.


Bisa dikatakan Zen sudah terbangun sedari tadi. Namun karena kepala Istrinya masih berada di lengannya, membuat Zen akhirnya tidak melakukan apapun agar tidak membuat Istrinya itu terganggu dengan tidurnya. Maka dari itu, Zen yang menyadari bahwa Istrinya sudah bangun langsung berpura-pura tertidur kembali.


Tentu pada awalnya dirinya melakukan hal yang sama dengan Vero. Yang dimana bisa dikatakan dirinya cukup senang memperhatikan rupa Istrinya itu yang sedang terlelap ditempatnya. Maka dari itu, dirinya ingin menggodanya kembali disaat dirinya mulai terbangun dan berpura-pura tertidur saat menyadari dirinya mulai bangun dari tidurnya.


"Kamu sudah bangun?" ucap Vero yang terkejut melihat suaminya yang mulai membuka matanya dan menatapnya saat ini.


Zen tidak menjawab perkataan Istrinya, karena mereka saling bertatapan saat ini. Namun sesaat kemudian, Zen akhirnya mulai menarik tubuh Vero dan mulai memeluknya dengan erat dan mereka bisa dikatakan saling berpelukan di atas tempat tidur mereka saat ini.


"Apakah kamu lapar?" tanya Zen kepada Vero yang saat ini berada di pelukannya.


Namun bukannya menjawab, Vero yang masih merasa nyaman pada pelukan suaminya hanya mengangguk menjawab perkataannya itu. Apalagi, Vero bisa dikatakan sudah sangat candu dengan kegiatan Zen yang sedang memeluknya, hingga akhirnya dirinya lebih mementingkan merasakan dekapan hangat dari suaminya saja.


Dengan perasaan yang sangat hangat dan membuat dirinya sangat nyaman, Vero juga mulai membalas pelukan suaminya itu dengan sangat erat, hingga akhirnya dirinya bisa merasakan kulit tubuh polos suaminya sudah menempel dengan tubuhnya yang juga dengan keadaan polos saat ini.


Tetapi tetap saja, Zen akhirnya mulai meraih gagang telfon yang berada di samping tempat tidurnya. Dengan menghubungi room service dari hotel miliknya ini, dirinya mulai memesan berbagai hidangan untuk makanan yang akan dirinya santap dengan Istrinya.

__ADS_1


Tentu Zen lebih memilih untuk memesan makanan saat ini, karena dirinya juga masih ingin menikmati memeluk wanita yang sangat dirinya cintai, bahkan mereka seakan tidak melepaskan pelukan mereka sampai benar-benar makanan yang mereka pesan sudah tiba dikamar mereka saat ini.


"Ayo bangun, sepertinya makanan kita sudah disajikan di ruang tamu" ucap Zen kepada Istrinya yang masih nyaman pada pelukannya.


Bisa dikatakan kamar yang mereka tinggali pada hotel milik Zen ini, merupakan kamar termewah. Apalagi banyak ruangan yang terdapat pada kamar hotel yang mereka sewa saat ini. Jadi, Zen tidak takut menyuruh room service untuk langsung masuk ke kamarnya dan menaruh makanan yang sudah dirinya pesan pada ruang tamu dari kamar yang ditinggalinya.


Maka dari itu setelah dirinya sudah mendengar bahwa makanan yang sudah dirinya pesan sudah tiba dan diantarkan kedalam kamarnya, akhirnya Zen mulai membangunkan Istrinya agar mereka mulai menyantap makanan yang sudah dipesan oleh Zen tadi.


"Tapi aku masih ingin seperti ini" ucap Vero yang masih mengeratkan pelukannya pada tubuh Zen dan tidak ingin melepaskannya.


"Kita bisa melanjutkannya nanti. Ayo bangun, bukankah kita akan mengunjungi berbagai tempat yang belum sempat kita kunjungi kemarin?" Bujuk Zen agar Istrinya itu mulai menghentikan kegiatannya yang sedang memeluk dirinya saat ini.


Bukannya Zen sudah bosan dengan tindakan mereka, tetapi dirinya harus menepati janji kepada Istrinya untuk membawanya menuju berbagai tempat yang indah dalam bulan madu mereka saat ini. Jadi dengan terpaksa, dirinya harus memaksa Vero untuk segera memulai aktivitas mereka saat ini.


Apalagi mereka tidak mungkin menghabiskan waktu mereka hanya berada didalam kamar seharian. Tentu hal itu juga akan sangat menyenangkan, namun bagi Zen menunjukan berbagai tempat yang indah dan bisa menghabiskan waktunya hanya berdua dengan Istrinya mengunjungi tempat-tempat itu lebih menyenangkan.


Dan juga, kapan lagi mereka bisa menikmati waktu untuk berpergian dengan bebas hanya berdua saja. Karena bisa dikatakan saat mereka sudah kembali pada kehidupan mereka masing-masing, mereka akan disibukkan dengan berbagai hal yang membuat mereka akan sangat jarang dalam melakukan kegiatan ini.


Dan tanpa aba-aba, Zen langsung menyingkap selimut yang mereka gunakan, dan menunjukan tubuh polos mereka berdua yang memang belum menggunakan pakaian sama sekali setelah kejadian tadi malam yang mereka lakukan.


Dengan tubuh telanjangnya, Zen saat ini mulai bangkit dari tempat tidurnya terlebih dahulu, dan langsung meraih sosok Istrinya yang juga tidak mengenakan apapun pada tubuhnya dan menggendongnya dengan posisi bridal dan membawanya menuju kamar mandi dari kamar tempat mereka berada.


Perlakuan mengejutkan dari Zen tentu membuat Vero terkejut. Bahkan didalam gendongan dari Zen, Vero mulai menyembunyikan wajahnya yang merasa malu pada dada bidang milik suaminya, karena dirinya tidak menyangka Zen secara tiba-tiba langsung menuruti perkataannya.


Tentu tubuhnya yang terlihat polos saat ini yang membuatnya seperti itu, hingga akhirnya Zen sudah menurunkannya tepat didepan sebuah bathtub dan meletakan tubuh polos Istrinya didalamnya agar wanita itu mulai bersiap untuk memulai hari mereka.


"Mengapa kamu merasa malu? Bukankah aku sudah menikmati seluruhnya bagian tubuhmu tadi malam?" ucap Zen dan semakin membuat Vero semakin memerah mendengar perkataannya.


"Cih... dasar suami mesum!" teriak Vero yang melemparkan dirinya botol sabun yang terletak disebelah bathtub yang disediakan oleh pihak hotel tempat mereka menginap kepada Zen.


Zen hanya tersenyum melihat tingkah Istrinya itu, dan mulai berjalan kearah lemari yang menyimpan Baju Mandi yang berada di sana. Tentu Zen langsung menyerahkan satu kepada Vero agar Istrinya itu mulai menutup tubuhnya yang polos itu dan masih cukup malu menunjukannya kepada suaminya.

__ADS_1


Walaupun memang melihatnya saja melihat Zen senang, tetapi kesenangan itu haruslah dirinya akhiri sebelum rencana yang mereka rencanakan akan benar-benar tidak akan terlaksana. Apalagi bisa dikatakan apa yang dilihat oleh Zen saat ini sangat amat menggoda menurut dirinya.


"Pakailah, lalu cepat basuh wajahmu dan kita mulai sarapan" ucap Zen sambil mengenakan baju mandinya, sebelum dirinya keluar dari kamar mandi tempat dirinya membawa Istrinya kedalamnya.


Waktu akhirnya mulai berlalu, yang dimana Vero yang sudah membasuh wajahnya sudah keluar dari kamar mandi dan mengenakan baju mandi yang diberikan oleh suaminya tadi. Namun ada yang aneh dari tingkahnya saat ini, karena sepertinya wanita itu seperti kesulitan berjalan saat ini.


Langkahnya yang aneh itu tentu membuat Zen sedikit tertawa melihat kelakuannya. Hingga akhirnya perbuatan suaminya itu membuat Vero mulai mengambil beberapa barang yang berada disekitarnya dan melemparkannya kepada suaminya itu agar dirinya bisa berhenti menertawakan dirinya.


"Ini karena kelakuanmu yang sangat mesum tadi malam, Zen" ucap Vero yang menjelaskan mengapa dirinya bisa seperti itu, namun tetap saja dirinya mulai melemparkan berbagai barang kepada Zen yang terus mengejek dirinya.


Kegiatan mereka tadi malam merupakan kegiatan Vero yang pertama kalinya dalam melakukan hubungan tersebut. Namun, karena mereka berdua merasa bersemangat, mereka sampai tidak sadar melakukannya hingga sangat amat larut.


Dan hasilnya Vero berjalan seperti seekor pinguin saat ini, akibat kegiatan panas mereka tadi malam dan membuatnya sedikit tidak nyaman dengan perilaku yang dirinya lakukan saat ini. Namun, dirinya tidak mempermasalahkannya, karena bisa dikatakan dirinya juga sangat menikmati kegiatan dirinya bersama suaminya tadi malam.


"Tenanglah. Ini coba kamu pegang kaleng minuman ini" ucap Zen yang menyerahkan sekaleng minuman bersoda kepada Vero, agar wanita itu menghentikan tindakannya.


Melihat suaminya yang sudah tidak tertawa lagi dan sudah membujuknya untuk tenang, akhirnya Vero sudah menghentikan tindakannya yang mulai melemparkan berbagai barang kepada suaminya, karena pria itu mengejek dirinya sedari tadi.


Namun Vero cukup bingung dengan sikap suaminya yang memberikannya minuman bersoda kepadanya saat ini, karena Vero tidak akan mungkin meminum minuman seperti itu disaat dirinya baru bangun. Tetapi tetap saja, dirinya mulai menerima kaleng soda yang belum terbuka itu dari Suaminya dan mulai menggenggamnya.


"Lalu, coba kamu remas kaleng itu. Jangan menggunakan seluruh kekuatanmu, gunakan sedikit saja" ucap Zen dan membuat Vero bingung dengan perintahnya.


Tetapi Vero mulai mengikuti perkataan Suaminya, hingga akhirnya tindakan yang dirinya lakukan itu membuatnya sangat terkejut. Kaleng soda yang masih tersegel itu, seakan remuk dengan mudah ditangannya, bahkan dirinya tidak menggunakan sepenuhnya kekuatan pada genggamannya itu.


Bahkan saat ini cairan yang berada didalamnya mulai muncrat kemana-mana setelah Vero berhasil meremukkan kaleng soda yang masih tersegel tersebut. Dengan langsung melepaskan kaleng yang sudah remuk ditangannya itu, Vero langsung menatap suaminya yang berada didepannya untuk menanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya.


"Bagaimana? Itulah yang kamu hasilkan dari kegiatan kita tadi malam" ucap Zen yang membuat Vero sangat takjub dengan apa yang dirinya lakukan saat ini.


Bisa dikatakan hubungan yang dilakukan mereka berdua tadi malam membuat Vero mendapatkan sebuah keuntungan. Karena bisa dilihat, kekuatan tubuhnya saat ini seakan lebih kuat dari manusia pada umumnya. Bahkan dirinya bisa meremukkan sekaleng minuman bersoda hanya menggunakan sedikit kekuatannya.


"B-Bagaimana bisa, Zen?"

__ADS_1


__ADS_2