Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Menghadiri Undangan


__ADS_3

Pada malam harinya, Vero yang saat ini sudah berdandan sangat cantik dan elegan akan bersiap untuk menuju kesebuah acara yang akan dihadirinya. Bahkan sosoknya yang anggun itu terlihat sangat amat sempurna, setelah dirinya juga mendapatkan perubahan pada bentuk seluruh tubuhnya yang sudah berubah karena menikahi Zen.


Tentu setelah roda kehidupannya dihentikan, masa pertumbuhan Vero mulai berhenti. Masalahnya bukan hanya berhenti saja, tetapi bisa dikatakan perubahan tubuhnya termasuk wajahnya mulai berubah menjadi bentuk paling sempurna dari dirinya dan membuat sosoknya sangat sempurna dalam berbagai hal.


Maka dari itu, pantulan dirinya yang saat ini sedang memperhatikan penampilannya didepan cermin, membuat Vero tersenyum bahagia, karena dirinya tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi dalam hal yang menyangkut tentang tubuhnya. Karena saat ini bisa dikatakan dirinya berada dalam wujud dirinya yang paling sempurna.


Bahkan dirinya tidak perlu mengkhawatirkan apapun seperti halnya takut gemuk, mengalami penyakit bahkan hal sepele seperti tumbuhnya jerawat pada wajahnya, karena hal itu tidak akan pernah terjadi lagi karena kondisi tubuhnya, akibat penghentian roda kehidupannya disaat menikahi sosok suaminya.


Maka dari itu, dengan penampilannya yang sempurna itu, Vero sangat amat bahagia karena saat ini dirinya mempunyai semua hal yang diinginkan oleh para wanita di seluruh dunia ini, dan dirinya tidak perlu melakukan apapun lagi dalam mencoba mendapatkannya.


"Maaf mengganggu waktu anda, Nyonya Vero. Tetapi jemputan anda sudah siap" dan begitulah ucapan Loa yang berdandan tidak kalah cantiknya dengan Vero, yang dimana saat ini dirinya menjemput sosok Istri atasannya yang sedang mengagumi sosoknya saat ini.


"Baiklah. Kalau begitu, ayo berangkat" ucap Vero yang sudah berpenampilan sempurna itu, yang mulai beranjak dari tempatnya dan akan berangkat bersama asistennya itu menuju kesebuah tempat.


Saat ini Vero akan menghadiri rangkaian acara yang harus dirinya lakukan di kota ini. Salah satunya pertemuan antara pebisnis dalam acara amal yang diselenggarakan pada almamater tempat dirinya berkuliah dulu. Vero memutuskan untuk menghadiri undangan tersebut, karena memang dirinya diundang untuk menjadi salah satu tamu kehormatan di sana.


Apalagi sebagai pengusaha yang sudah dianggap sukses dan dirinya juga hadir sebagai seorang almamater, membuat Vero mau tidak mau harus ikut serta dalam acara yang akan dirinya hadiri nanti, karena tuntutan kewajiban yang sepertinya harus dirinya lakukan.


Bersama asistennya Loa yang memang akan selalu berada disisinya untuk menjaga keberadaannya, akhirnya mereka berdua mulai beranjak dari apartemen tempat mereka tinggal selama berada di kota ini, dan akan menuju ketempat acara yang mengundang dirinya akan berlangsung.


"Bukankah jika aku berpenampilan seperti ini dan menunjukkannya kepada suamiku, dirinya akan sangat senang Loa?" ucap Vero yang saat ini menyempatkan diri menanyakan tentang penampilannya kepada asistennya itu.


"Tentu saja, Nyonya. Penampilan anda yang sangat sempurna ini, bisa dikatakan dapat membuat Tuan Zen akan sangat senang melihatnya" balas Loa yang menjawab perkataan dari atasannya tersebut.


Mendengar pujian dari asistennya, tentu membuat Vero merasa senang. Apalagi dirinya juga sangat penasaran dengan tanggapan suaminya atas penampilannya saat ini. Apalagi gaun yang dirinya kenakan saat ini, didesain secara khusus oleh salah satu saudarinya dan terlihat sangatlah anggun dikenakan oleh dirinya.


Dan juga, cukup jarang Vero menunjukan sosoknya yang sempurna seperti ini dihadapan suaminya. Jadi, dirinya sangat amat penasaran dengan tanggapan dari orang yang paling dirinya cintai itu, jika melihat sosoknya saat ini yang bisa dikatakan sangatlah sempurna.


"Begitu ya... Sepertinya, aku harus mengirimkan foto diriku saat ini kepada Suamiku kalau begitu" ucap Vero yang memang sudah berniat untuk mencoba menggoda suaminya dengan penampilannya saat ini.

__ADS_1


Percakapan dirinya dan Loa akhirnya membuat perjalanan mereka seakan tidak terasa. Karena saat ini, mereka berdua sudah tiba pada sebuah lokasi perhelatan acara yang dihadiri oleh Vero, yang dimana beberapa pihak sudah terlihat mulai datang memenuhi tempat tersebut.


Memang berbagai kalangan pebisnis yang diundang secara khusus saat ini sudah datang ketempat ini satu persatu. Hingga akhirnya, kerumunan beberapa pihak yang turut hadir pada acara tersebut, mulai teralihkan perhatian mereka menuju sosok Vero yang sudah turun dari kendaraan yang ditumpanginya bersama Loa.


Kedua gadis yang terlihat sangat amat cantik itu, saat ini sudah berjalan berdampingan dengan sangat anggun dan akan memasuki venue acara yang akan berlangsung itu. Tidak ada halangan yang berarti atas kemunculan Vero ketempat ini, karena bisa dikatakan dirinya disambut sangat hangat oleh beberapa orang saat ini.


Dengan langkahnya yang terlihat anggun dan ditemani dengan sosok yang tak kalah cantiknya, akhirnya pandangan beberapa pihak seakan tidak pernah berpaling dari mereka, sebelum akhirnya sosok Vero dan Loa mulai menghilang dari sudut pandangan mereka, setelah mereka berdua memasuki tempat itu semakin dalam.


"Hmm... sepertinya perlakuan mereka sangat berbeda kepada diriku" gumam Vero yang memperhatikan beberapa pihak yang berada di sana.


Memang sosok Vero yang notabennya seorang konglomerat seakan dianggap musuh oleh mereka dahulu, karena dirinya tidak mempunyai koalisi dengan beberapa pihak yang lainnya. Maka dari itu, beberapa pihak yang memang tidak sekaya dirinya dahulu tetap menganggapnya remeh karena kondisi dirinya pada saat itu.


Para pihak-pihak yang sok Kaya dan memang tidak sekaya Vero, bisa dikatakan seakan berani terhadapnya karena mereka menjalin kerja sama dengan para konglomerat yang notabennya lebih kaya dari dirinya. Jadi dengan keberhasilan mereka atas kerja sama itu, membuat sosok Vero seakan dianggap sepele oleh mereka.


Vero juga masih dengan jelas mengingat pihak-pihak yang pernah mengejeknya dahulu. Bahkan mereka pernah hampir mengusir dirinya dan Zen disaat mereka menghadiri sebuah acara di kota Marlet Economic Night, yang dimana tindakan mereka dihentikan oleh Alfred yang juga hadir dalam acara tersebut.


Maka dari itu, Vero sudah tidak terpengaruh lagi dengan tampang-tampang munafik mereka, yang saat ini sepertinya menantikan kerja sama yang bisa mereka lakukan terhadapnya. Apalagi beberapa dari mereka bisa dilihat seakan siap untuk langsung memulai sebuah perbincangan tehadap dirinya, karena statusnya saat ini yang sudah berbeda dari sebelumnya.


"Selamat datang, Nyonya Vero. Selama menikmati acara yang akan berlangsung nanti" dan begitulah sambutan hangat yang diterima olehnya, disaat Vero dan asistennya mulai dipersilahkan masuk dalam acara yang akan berlangsung itu.


Banyak pengusaha terkenal yang saat ini memang datang ke sana. Termasuk para konglomerat ternama juga hadir. Namun setelah Vero melihat keberadaan mereka satu-persatu, dirinya menemukan sesuatu yang aneh, karena saat ini mereka seakan sedang serius mendiskusikan sesuatu sambil menatap ponsel mereka masing-masing.


Tentu Vero tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi Loa yang melihat keadaan itu dengan cepat langsung mencari tahu. Hingga setelah dirinya mencari tahu apa yang terjadi dan membuat seisi ruangan itu terlihat heboh, barulah dirinya memberitahukan kepada sosok Vero yang masih tenang ditempatnya melihat semua itu.


"Nyonya Vero" hingga panggilan asistennya yang saat ini menunjukkan ponselnya yang sudah membuka portal berita, saat ini mulai diperhatikan oleh Vero.


Vero yang sangat penasaran tentu langsung melihat apa yang sebenarnya terjadi. Hingga sebuah berita yang bisa dikatakan cukup menggemparkan bisa dirinya baca, dari sebuah platform berita yang saat ini sedang muncul pada layar ponsel milik bawahan suaminya itu.


Siapa yang tidak terkejut dengan pemberitaan yang terjadi tersebut. Termasuk Vero yang notabennya memang cukup mempunyai beberapa masalah dengan pihak yang saat ini namanya tertera dalam pemberitaan yang sedang menghebohkan kabarnya saat ini.

__ADS_1


Tentu Vero saat ini cukup prihatin dengan pemberitaan tersebut, karena memang kemalangan seseorang bukanlah sesuatu yang baik untuk disyukuri. Hingga sebuah kenyataan baru dari pemberitaan itu semakin mengejutkan Vero, yang dimana kenyataan tersebut mulai diberitahukan kepadanya oleh asistennya Loa.


"Tuan Zen sendirilah yang melakukan semua ini, Nyonya" dan begitulah ucapan Loa yang menjelaskan kejadian yang saat ini membuat heboh seisi ruangan tersebut.


Siapa yang tidak terkejut melihat berita tentang kediaman dari seorang konglomerat yang terbakar. Bahkan banyak korban yang berjatuhan atas kasus kebakaran tersebut, dan hanya menyisakan satu korban selamat dari keluarga konglomerat yang mengalami sebuah musibah tersebut.


Namun yang lebih membuat Vero terkejut, ternyata semua itu merupakan perbuatan Suaminya. Tentu dirinya tidak mengetahui mengapa suaminya melakukan hal yang sangat keji itu. Tetapi Vero tetap yakin, bahwa Suaminya itu tidak akan melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas.


Jadi dirinya hanya menunggu saja untuk penjelasan dari apa yang sebenarnya terjadi oleh suaminya itu nanti, disaat Vero akan bertanya apa yang membuat suaminya itu melakukan sesuatu seperti itu. Apalagi dirinya yakin, Zen tidak sembarangan dalam melakukan sesuatu.


Maka dari itu, Vero mulai berusaha untuk menghilangkan perasaan terkejutnya dan saat ini mulai berusaha untuk tetap tenang agar dirinya bisa menikmati acara yang akan berlangsung sebentar lagi dan sudah dihadiri olehnya, walaupun bisa dikatakan dirinya tidak akan bisa menikmati apa yang terjadi ditempat ini sepenuhnya.


"Hahh... apa lagi yang dirinya perbuat saat ini" dan begitulah gumaman Vero yang saat ini menyerahkan kembali ponsel milik asistennya tersebut kepadanya.


Vero saat ini lebih memilih mengikuti acara yang sedang berlangsung saat ini. Apalagi beberapa pihak saat ini mulai mengajaknya berbincang, untuk mendiskusikan berbagai hal kepada dirinya. Tentu sebagai pihak yang ramah, Vero mulai mengikuti percakapan tersebut dengan senang hati.


Walaupun didalam hatinya dirinya sering mengumpat kepada pihak-pihak munafik yang sepertinya mencoba menyanjungnya, tetapi sebagai sosok dengan perilaku yang dikenal sangat baik hati dan tidak sombong, Vero saat ini memperlakukan mereka dengan baik.


Banyak pihak saat ini bisa dikatakan mendekati sosok Vero, karena memang statusnya di mata para pebisnis bisa dikatakan mulai berubah sepenuhnya. Maka dari itu, mereka saat ini sedang mencoba mendekatinya dan mungkin mencoba peruntungan mereka untuk mendiskusikan kerja sama dengan sosok Vero.


"Hahh... sangat melelahkan disaat mencoba bermain peran di depan mereka, Loa" dan begitulah ucapan dari Vero yang bisa dikatakan mulai terbebas sementara dari beberapa pihak yang mengajaknya berbincang.


"Sabarlah, Nyonya. Untung saja Anda belum secara resmi menjadi pemilik Darkness Company. Kalau tidak, mungkin anda akan dikerumuni seperti segerombolan semut yang memuja ratu mereka oleh para pihak-pihak yang mengetahui identitas anda yang sebenarnya." Balas Loa yang masih setia menemani sosok Vero saat ini.


Memang baru saja dirinya dikenal sebagai pihak yang memimpin beberapa perusahaan miliknya yang berada pada naungan Darkness Company, membuat beberapa pihak mendekati dirinya. Termasuk salah satunya pihak yang seperti sepasang kekasih yang saat ini sedang mendekat kearahnya.


Melihatnya Vero hanya mulai tenang ditempatnya saat ini dan menunggu kedatangan mereka saja yang sedang mendekat kearahnya. Apalagi niat awal Vero datang ketempat ini memang salah satunya ingin bertemu salah satu pihak yang saat ini mulai mendekat kearah dirinya.


Dengan senyum menjijikan yang bisa dilihat oleh Vero saat sang pria dari pasangan yang mendekati dirinya itu semakin mendekat kearahnya, pasangan itu akhirnya tiba didekat dimana Vero dan Loa berada, dan saat ini Vero seakan bersikap normal dengan kedatangan mereka berdua ditempat dimana dirinya berada saat ini.

__ADS_1


"Halo Nyonya Veronica, perkenalkan saya Brian Reynaldi, dan ini kekasih saya Angela Kell."


__ADS_2