Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Dewa Diserang


__ADS_3

Sebuah cipratan darah saat ini mulai mendarat tempat pada sebuah tanah yang sangat tandus dan terlihat sedikit hancur kondisinya. Tentu dengan kondisi tersebut, bisa dipastikan sedang terjadi sebuah pertarungan besar terjadi di sana karena memang kondisi dari wilayah disekitar tempat itu bisa dikatakan sangat berantakan.


Seorang Dewa yang saat ini menggunakan senjata yang dimilikinya, masih berusaha bertahan dengan berbagai serangan yang saat ini mengarah kearah dirinya. Apalagi bisa dilihat beberapa pihak memang mencoba untuk menyerangnya bahkan bisa dilihat dengan jelas bahwa mereka berniat menghabisi dirinya ditempat ini.


Dan begitulah bagaimana serangan bertubi-tubi mulai kembali menghampiri dirinya, dan membuat Dewa tersebut terlihat kewalahan disaat mencoba menghalau berbagai serangan yang saat ini mendatangi dirinya, dan bisa dikatakan serangan-serangan itu sangat amat membahayakan bagi dirinya jika terkena.


"Menyerahkan Dewa Vidar. Ikutlah dengan damai bersama kami" ucap seorang Dewa yang memang saat ini sedang mengincar Dewa bernama Vidar tersebut.


"Apa maksudmu Dewa Hades? Mengapa kamu melakukan semua ini?" tanya Dewa bernama Vidar itu yang tidak mengerti jalan pikiran dari Dewa yang membawa seluruh bawahannya untuk menyerang dirinya.


Vidar merupakan salah satu Dewa dari Faksi Nordik. Salah satu keturunan Dewa Odin tersebut bisa dikatakan sedang diincar oleh beberapa pihak yang mencegat keberadaan dirinya, dan saat ini seakan mencoba memaksakan kehendak mereka kepada dirinya untuk mengikuti permintaan mereka.


Hingga akhirnya seluruh petinggi dari kelompok bernama Anomanex beserta dengan Hades, saat ini mulai menekan dirinya sehingga sosoknya mulai terpojok, dan saat ini bisa dikatakan dirinya sudah tidak berdaya dengan semua serangan yang diarahkan kepada dirinya, karena saat ini dirinya merasa tidak mampu untuk menghalau semua serangan mereka.


"Sialan lebih baik aku mati, daripada aku harus tunduk kepada kali-" Namun belumlah dirinya menyelesaikan kalimatnya, sebuah tusukan pedang saat ini langsung menembus dadanya dan langsung membuat dirinya tak sadarkan diri.


Memang Dewa akan sangat susah untuk mati. Jadi walaupun saat ini sebuah pedang sudah menusuk bagian dada dari Dewa bernama Vidar itu, tetapi bisa dipastikan dirinya belum tewas dan dirinya hanya tak sadarkan diri saja karena organ tubuh utamanya saat ini sudah tertusuk sebuah pedang.


"Cepat bawa dirinya. Jangan sampai pihak Nordik yang lainnya akan menyadari perbuatan kita" ucap Hades yang memerintahkan bawahannya untuk dengan segera membawa hasil buruan mereka untuk beranjak dari sana.

__ADS_1


Tentu anak buahnya dengan segera mengikuti perintahnya dan saat ini dengan segera membawa Dewa yang sudah tak berdaya itu pergi dari sana. Hingga saat ini ditempat yang kacau itu hanya tersisa Hades dan beberapa bawahannya saja yang berada disana, untuk mendiskusikan langkah mereka selanjutnya.


"Maaf Tuan, tetapi kami mendapatkan laporan bahwa aura pelacak yang kita tanam pada Leluhur Phoenix yang kita incar sudah menghilang dari dirinya. Bahkan beberapa pihak yang kita tugaskan mengincar dirinya bisa dikatakan tewas sepenuhnya" ucap salah satu bawahannya yang saat ini melaporkan tentang kondisi mereka.


"Cih... kenapa kalian sangat tidak becus. Apa aku harus turun tangan juga untuk mengatasi permasalahan kalian? Apalagi penyerangan kalian terhadap Dewa Hachiman bisa dikatakan gagal" ucap Hades yang merasa marah karena ketidakbecusan bawahannya.


Dua mangsa dari Hades bisa dikatakan lepas saat ini. Apalagi dirinya juga dikejar waktu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepada dirinya. Maka dari itu, dirinya merasa kesal dengan para bawahannya yang sepertinya sangat tidak kompeten dalam menjalankan tugas mereka, dalam menangkap dua target yang sudah mereka incar sebelumnya.


"Maafkan kami, Tuan. Bisa dikatakan kekuatan kami belum mampu untuk melaksanakan perintah Anda sepenuhnya" Balas bawahannya itu.


Memang mereka hanya manusia yang mempunyai kekuatan karena memiliki darah dari setengah dari pemilik kekuatan, mahluk mistik, dan para manusia setengah Dewa. Tentu mereka tidak akan sanggup melawan seorang Dewa yang notabennya kekuatan besar yang ada di dunia ini. Maka dari itu, mereka cukup kesusahan untuk melaksanakan perintah dari Hades tersebut.


"Sudahlah. Kalau begitu mari kita incar terget selanjutnya" ucap Hades yang bersiap untuk menjalankan rencananya.


"Dewi kecantikan, Aphrodite" ucap Hades yang akhirnya membawa seluruh pasukannya dan bersiap mengincar mangsa mereka selanjutnya.


Hades dan bawahannya akhirnya mulai menghilang saat ini, meninggalkan kekacauan bekas peperangan ditempat tersebut. Hingga beberapa waktu setelah mereka sudah beranjak dari sana, seorang Dewa akhirnya tiba ditempat kejadian terjadinya sebuah peperangan yang terjadi disana.


"Sialan, jejak dari Dewa Vadir berakhir disini" ucap Dewa itu yang saat ini sampai terlebih dahulu, setelah dirinya mendapatkan pesan darurat dari rekan Dewanya tersebut.

__ADS_1


"Heimdal, apa yang kamu temukan?" hingga seorang Dewa yang membawa sebuah palu petir ditangannya saat ini juga ikut muncul pada tempat tersebut.


Memang banyak pihak yang saat ini mendapatkan pesan dari Dewa Vadir yang memang panggilannya itu bisa dikatakan direspon sangat amat terlambat. Karena bisa dikatakan saat ini dirinya sudah dibawa oleh para musuh yang mengincar keberadaannya tadi yang sudah mengalahkan dirinya.


"Aku kehilangan jejaknya, Thor" balas Heimdal yang saat ini tidak bisa menemukan lagi jejak Dewa yang mengirimkan panggilan kepada mereka itu.


Bisa dikatakan mereka berdua sudah memastikan apa yang sebenarnya sudah terjadi ditempat ini tadi. Karena bisa dilihat bekas pertempuran yang terjadi ditempat ini, sudah sangat cukup untuk menggambarkan apa yang sebenarnya sudah terjadi pada wilayah yang terlihat sudah sangat kacau terebut.


Namun masalahnya, siapa sebenarnya pihak yang berani-beraninya mencari masalah dengan membuat kacau wilayah ini dan menyerang para Dewa. Dan hal itulah yang harus mereka selidiki, karena permalasahan ini bisa dikatakan sangat amat besar karena rekan mereka bisa dikatakan berhasil dikalahkan sudah diculik saat ini.


"Mari kita laporkan permalasahan ini kepada, Dewa Odin" Balas Heimdal yang memang menemui jalan buntu atas permasalahan ini.


Jejak rekannya bisa dikatakan mulai menghilang, dan saat ini mereka seakan menemui jalan buntu disaat mencoba mencari keberadaannya. Maka dari itu, satu-satunya langkah yang harus mereka ambil selanjutnya adalah melaporkan permalasahan ini kepada pihak yang memimpin keberadaan mereka.


Apalagi bisa dipastikan ada sesuatu yang besar akan terjadi, karena saat Ini seorang Dewa sudah diserang dan mereka tidak boleh hanya tinggal diam untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena takutnya permalasahan ini akan memburuk dan akan menyebabkan sebuah bencana kedepannya.


"Tapi, mari kita kumpulkan bukti terlebih dahulu" balas Thor, karena bisa dikatakan mereka harus memeriksa tempat ini terlebih dahulu sebelum mereka melaporkan semua ini kepada Odin.


Heimdal tentu menyetujui perkataan Thor hingga mereka mulai memeriksa keadaan sekitar. Memang ada beberapa bukti penting yang bisa mereka temukan disana, yaitu bercak darah dari Dewa Vadir yang menghilang, termasuk darah beberapa pihak yang mereka perkirakan sebagai pihak yang menyerang Vadir.

__ADS_1


Maka dari itu, mereka akan mengumpulkan semua bukti itu agar mereka bisa menyerahkannya kepada pihak yang mampu mengidentifikasi apa yang mereka temukan itu, dan menemukan beberapa informasi dari apa yang mereka temukan itu agar mereka bisa menyelidikinya lebih lanjut.


"Baiklah, ayo kita laporkan ini semua"


__ADS_2