Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Mencoba Pasrah


__ADS_3

Zen memang pada awalnya sedang berbaring ditempat dimana dirinya sering berada, jika berada pada ruangan milik Vero pada perusahannya. Sofa yang selalu menjadi tempatnya untuk bersantai, saat ini masih menjadi pilihan utamanya sebagai tempat dirinya bersantai ditempat tersebut.


Dengan berbagai cemilan yang sudah disediakan oleh Vero, tempat tersebut menjadi tempat yang sangat sempurna bagi Zen untuk bersantai. Apalagi perubahan sikap Vero yang mulai baik kepada dirinya, semakin membuat Zen cukup betah berada ditempat dimana dirinya berada saat ini.


Namun sayangnya, waktunya yang cukup menyenangkan itu mulai terganggu setelah Zen mulai merasakan aura negatif yang terdapat disekitar area perusahaan milik Vero. Apalagi aura negatif itu bisa dikatakan cukup berbahaya bagi Zen yang saat ini sedang merasakannya.


“Vero, aku ingin keluar sebentar.” Ucap Zen yang tiba-tiba bangun dari tempatnya bersantai, dan tiba-tiba juga langsung berpamitan kepada Vero untuk beranjak dari ruangannya.


Tentu tindakan Zen yang bisa dikatakan sangat tiba-tiba itu membuat Vero cukup terkejut melihatnya. Namun karena memang terlihat bahwa Zen seakan ingin menyelesaikan sebuah urusan, Vero mempersilahkan pria yang sudah dirinya anggap sebagai suaminya itu untuk beranjak dari ruangannya.


Zen hanya tersenyum saja setelah mendapatkan jawaban yang positif atas permintaannya, dan membuat Zen akhirnya mulai beranjak dari ruangan tempatnya berada dan menuju kearah aura negatif yang dirinya rasakan dan mencari asal atau pihak yang mengeluarkan aura tersebut.


Dengan langkahnya santai, saat ini dirinya memutuskan untuk langsung menuju kesebuah pihak, yang secara tersembunyi mencoba memata-matai pergerakan Vero beserta orang-orang terdekatnya. Tetapi sebelum itu, Zen saat ini mulai memperhatikan sejenak beberapa pihak tersebut, untuk mencari tahu siapa sebenarnya mereka.


“Hahh... siapa lagi para kecoa ini?” ucap Zen yang sebenarnya cukup bingung, mengapa masih banyak pihak yang ingin mencari masalah dengan Vero.


Karena memang, setelah dirinya memperhatikan beberapa pihak yang mempunyai niat jahat tersebut, Zen merasakan bahwa mereka adalah kelompok baru yang ingin mencari masalah dengan Vero. Maka dari itu, Zen saat ini mulai pusing menghadapinya, karena sepertinya semakin banyak semut yang tertarik dengan sosok Vero.


Memang dirinya bisa merasakan niat dari aura negatif mereka saat ini. Apalagi bisa dibilang aura yang mereka keluarkan langsung tertuju kepada Vero dan terlihat mereka seakan sedang mencari masalah dengan wanita tersebut.


Maka dari itu, dirinya mulai memikirkan sebuah cara agar pihak-pihak itu harus beranjak dari tempat ini, agar tidak membahayakan Vero, yang masih tidak mengetahui sebuah bahaya yang saat ini sedang mengintai keberadaan dirinya.


"Baiklah, mari beraksi" ucap Zen, yang akhirnya memutuskan untuk menuju kearah salah satu pihak yang mempunyai niat jahat kepada sosok Vero itu.


Sambil menghela nafasnya, Zen dengan kemampuan mengendap-endap miliknya mulai mendekat kearah pihak tersebut. Apalagi dengan kemampuannya yang bisa dikatakan sangat hebat itu, dirinya mampu mendekat kearah mereka tanpa terdeteksi oleh salah satu dari pihak yang sedang mengintai tersebut.


“Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Zen dengan sopan, kepada beberapa pihak yang sepertinya sedang melakukan tugasnya dengan sangat fokus.

__ADS_1


Tentu pihak yang saat ini sedang mengintai dengan fokus area perusahaan Vero, cukup terkejut mendengar sebuah suara dari arah belakang mereka. Apalagi, bisa dikatakan mereka melakukan tindakan mereka secara profesional dan tidak mungkin ada pihak yang terang-terangan saat ini muncul didekat dimana mereka sedang melakukan pengintaian saat ini.


Bahkan bisa dikatakan, mereka tidak bisa melihat kedatangan pihak tersebut dan saat ini sudah berada didekat mereka. Maka dari itu, mereka cukup terkejut saat ini melihat kedatangannya, dan langsung menunjukan sikap waspada dengan kedatangannya.


“Siapa ka... tunggu, kamu suami dari pemilik perusahaan ini bukan?” ucap pihak yang ditegur oleh Zen, dan saat ini dirinya mulai mengenali sosok pihak yang sedang menatapnya dengan tatapan kebingungan kepada mereka.


Namun belumlah Zen menjawab pertanyaan mereka, dirinya saat ini malah ditodong oleh pihak yang dirinya tegur itu menggunakan sebuah senjata api berjenis pistol. Tentu karena Zen saat ini sedang mencoba berperan sebagai manusia pada umumnya, Zen berusaha mengangkat tangannya yang menyatakan bahwa dirinya sedang menyerah.


Walaupun bisa dilihat dari raut wajahnya yang datar itu, bahwa Zen melakukan tindakannya tidak dengan sepenuh hati, tetapi Zen bisa melihat raut wajah kegirangan dari pihak yang saat ini sedang menodongkan dirinya menggunakan sebuah senjata api saat ini.


Karena memang, misi yang diterima dari pihak yang mengintai perusaan milik Vero, yaitu selain mengawasi gerak-gerik dari Vero. Pihak yang menyewa mereka ingin mereka setidaknya menculik orang-orang terdekat dari pihak yang sedang mereka awasi.


Tentu Zen merupakan salah satunya. Maka dari itu, pihak yang saat ini sedang menodong Zen merasa sangat senang, karena dipastikan dirinya akan mendapatkan sebuah bonus yang sangat besar karena berhasil mendapatkan salah satu orang terdekat dari pihak yang dirinya awasi.


“Diam dan jangan berontak. Jika kamu melakukannya, peluruku akan langsung menembus kepalamu” ucap pria yang sedang menodong Zen saat ini, saat rekan yang bersamanya sedang mengikat tubuh dari Zen.


Memang Zen masih diam ditempatnya dan hanya mengikuti skenario yang saat ini sedang dirinya lakukan. Karena memang, rencana Zen ingin menjauhkan beberapa pihak yang berbahaya bagi keberadaan Vero agar mereka bisa menjauh dari dirinya.


Jadi, Zen lebih baik memutuskan untuk mengumpulkan mereka pada sebuah tempat yang sama dan akan menghabisi mereka secara langsung, tanpa harus mencari keberadaan beberapa orang yang memang sedang terpisah satu sama lainnya, dalam rencana jahat yang sedang mereka lakukan kepada Vero.


Tentu dengan membuat dirinya seakan diculik, membuat apa yang dirinya inginkan itu bisa terlaksana. Karena hal itu sudah terbukti, bahwa beberapa pihak lain yang juga sedang mengintai perusahaan Vero mulai mundur, setelah sosok Zen berhasil mereka amankan.


“Setidaknya, jika kalian ingin menculik seseorang, gunakanlah kendaraan yang cukup luas” ucap Zen yang saat ini harus duduk berdesak-desakan dengan para komplotan penculik yang saat ini sedang menculik dirinya.


“Diam!” namun bukanlah jawaban menyenangkan yang diterima oleh Zen, namun pria yang duduk disebelah kirinya saat ini mulai berteriak dengan keras kepadanya.


Zen hanya menghela nafasnya saja mendapatkan perlakuan seperti itu, karena memang dirinya memutuskan untuk bersabar untuk membantai semua pihak yang saat ini memang benar-benar sedang mencari masalah dengan dirinya.

__ADS_1


Apalagi, bukan hanya ingin menjauhkan beberapa pihak yang berniat jahat kepada Vero untuk menjauh dari keberadaanya. Seperti yang diketahui dirinya juga malas untuk mengusut dalang dari orang-orang yang melakukan hal tersebut kepada Vero.


Karena memang Zen sangat tahu, pihak yang saat ini bertugas mengawasi gerak-gerik Vero dan saat ini sedang menculik dirinya, hanya merupakan seorang antek yang disuruh oleh seorang pihak, untuk melakukan hal diperintahkan kepada mereka.


Jadi, daripada Zen akan membuang waktu untuk mencari dalang dari perbuatan yang dirinya terima, lebih baik dirinya mengikuti permainan mereka dan merekalah sendiri yang akan membawa Zen menuju kearah otak dari pelaku utama yang akan dibantai Zen sebentar lagi.


“Kalau begitu, setidaknya bisakah kalian memberikanku sebuah cemilan” ucap Zen sekali lagi, yang mulai rewel atas perlakuan yang dirinya terima saat ini.


Disisi lain, seorang pria saat ini baru saja mendapatkan laporan bahwa beberapa pihak yang sudah dirinya bayar sangat mahal, berhasil melaksanakan tugas mereka dengan baik dan berhasil menculik sosok orang yang sangat penting bagi Vero.


Hingga akhirnya pihak yang dirinya tunggu kedatangannya pada tempat dirinya berada saat ini, sudah muncul dengan kondisi tubuhnya yang mulai terikat sepenuhnya. Bahkan dirinya saat ini mulai diseret untuk mendekat kearah pria yang sangat senang dengan hasil kerja bawahannya itu.


“Hahahaha.... aku tidak menyangka. Bahwa kalian bisa mendapatkan suami dari Vero, untuk berada di hadapanku” ucap pria itu yang merasa senang dengan sosok Zen yang saat ini berada ditempat dimana dirinya berada saat ini.


“Cih... bisakah kalian cepat menyelesaikannya” ucap Zen yang kesal, dan tidak menghiraukan perkataan dari pria yang saat ini menatapnya dengan tatapan yang sangat jelas membenci dirinya.


Tentu Zen saat ini membiarkan mereka merasa senang dahulu, karena menganggap bahwa rencana mereka seakan sudah berhasil. Karena Zen ingin melihat, betapa frustasinya mereka nanti, bahwa sebenarnya merekalah yang saat ini sedang dipermainkan dengan pihak yang masih menanggapi situasinya dengan tenang.


Apalagi saat ini seluruh tubuh Zen mulai diikat pada sebuah kursi untuk melaksanakan rencana mereka selanjutnya, yang akan membuat kesepakatan dengan Vero karena mereka berhasil menyelesaikan rencana awal yang sudah mereka lakukan, yaitu menculik sosok terdekat dari Vero.


Tentu pria yang menjadi otak dari penculikan Zen, akan menggunakan dirinya untuk mengancam sosok Vero, agar keinginannya bisa dikabulkan. Apalagi, sosok Vero bisa dikatakan tidak seperti dulu, yang dimana Vero saat ini sudah membentuk sebuah perasaan kepada Zen dan dipastikan apa yang mereka rencanakan itu akan berhasil nanti.


“Hmm... Aku tidak menyangka, wanita yang sangat sempurna seperti Vero, bisa menikah dengan sosok yang merupakan bawahan dari dirinya sendiri” ejek pria itu, yang saat ini mulai mendekat kearah sosok Zen yang sedang terikat ditempatnya.


Ya, pria itu merupakan Indra. Seorang yang selalu mengganggu ketenangan Vero, dan berusaha mendapatkan dirinya dan kekayaannya. Dengan menggunakan rencana yang saat ini dirinya lakukan, tentu dirinya berharap kali ini Vero akan takluk kepadanya.


Apalagi rasa frustasi karena tidak bisa mendapatkannya, membuat Indra semakin memutar otak untuk bisa memiliki dirinya. Karena bisa dikatakan apa yang dirinya lakukan untuk mendapatkan Vero dan juga perusahaannya bisa dikatakan selalu gagal, dan akhirnya dirinya memutuskan untuk menggunakan cara yang selama ini tidak ingin dirinya gunakan.

__ADS_1


Dirinya saat ini sudah melakukan tindakan kriminal untuk dapat mendapatkan apa yang dirinya inginkan, dari wanita yang selama ini memang sosoknya dirinya incar sejak lama. Apalagi dirinya harus melanjutkan rencananya, karena bisa dikatakan dirinya juga harus melakukan hal ini untuk menyelamatkan dirinya.


“Kalau begitu, biarkan aku menghubungi Vero, dan aku ingin melihat bagaimana dirinya akan memohon kepadaku, untuk bisa menyelamatkan dirimu”


__ADS_2