Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Menerang


__ADS_3

Hilangnya beberapa orang yang memiliki darah yang langkah, ternyata tidak terjadi di Negara Indonesia saja. Beberapa kasus juga ditemukan pada sebuah Negara yang bentuk pemerintahannya merupakan sebuah kerajaan, yang saat ini juga sangat dihebohkan dengan kasus tersebut.


Bahkan pemerintahannya saat ini mencoba sebisa mungkin untuk menekan kabar dari kasus tersebut, agar tidak menyebar dengan luas kabarnya dan tidak membuat penduduk mereka tidak termakan dengan sebuah ketakutan saat mendengar kabar tersebut.


Apalagi Para Dewa yang saat ini merupakan pemimpin wilayah tersebut juga tidak tinggal diam. Karena saat ini mereka juga sudah melakukan sebuah pertemuan untuk mendiskusikan permasalahan tersebut, karena dipastikan kejadian aneh ini disebabkan oleh pihak yang mempunyai kekuatan.


“Ya... ini ulah para Vampire”


Dan ternyata, apa yang mereka perkirakan itu ternyata benar adanya. Karena seorang Dewa saat ini sedang menyeret seorang Vampire, yang dimana kondisinya bisa dikatakan sudah sangat buruk dan membawanya masuk kedalam ruang rapat yang dipenuhi oleh para Dewa Shinto saat ini.


Dengan menyeretnya memasuki sebuah ruangan yang dipenuhi oleh beberapa rekan sesama Dewa, Dewa tersebut mulai melemparkan Vampire tersebut ketengah area ruangan tersebut, dan menunjukan keberadaannya kepada semua pihak yang berada didalamnya.


“Dari mana kamu menangkap Vampire ini, Hachiman?” tanya Izanagi saat melihat kedatangan Dewa tersebut.


“Saat dirinya mencoba menculik salah satu manusia tadi, Tuan Izanagi. Maka dari itu aku langsung meringkusnya. Tentu aku sudah menginterogasi dirinya terlebih dahulu, namun seperti yang kalian lihat sendiri, dirinya lebih memilih menjadi babak belur seperti itu” ucap Dewa yang bernama Hachiman terebut.


Memang nasib sial sudah menanti Vampire yang sedang tertangkap itu, setelah dirinya tidak sengaja ditemukan oleh salah satu Dewa Shinto saat sedang beraksi. Tentu apa yang dirinya lakukan itu langsung dihalangi oleh Dewa tersebut, dan membuatnya sudah berada ditempat yang dipenuhi oleh para Dewa saat ini.


“Ebisu, cepat cari informasi darinya” perintah Izanami kemudian, yang menyuruh salah satu Dewa Shinto untuk mencari informasi dari Vampire tersebut.


Ebisu yang berada didalam ruangan itu, tentu langsung mendekat kearah Vampire yang dibawa rekannya tadi dan langsung menyentuh kepalanya. Tentu saat ini dirinya akan menggunakan kekuatannya, untuk mencari tahu informasi yang terdapat didalam kepala dari Vampire tersebut.


Apalagi mereka yang berada didalam ruangan tersebut, juga sudah sangat penasaran dengan apa yang kembali direncanakan oleh para Vampire. Apalagi kejadian yang mereka perbuat saat ini cukuplah aneh bagi pada Dewa Shinto, karena mereka tidak tahu sebenarnya apa yang sudah direncanakan oleh mereka, yang membuat mereka mulai menculik beberapa pihak.


“Cih... sialan” ucap Ebisu kemudian yang langsung menjauhi tubuh Vampire yang terluka sangat parah tersebut, setelah apa yang sedang dirinya lakukan ternyata gagal.


Memang dirinya sengaja untuk menjauh dari tubuh Vampire yang sudah tak berdaya itu, karena didalam otak dari Vampire tersebut sudah terpasang sebuah mantra untuk meledakan kepalanya, jika ada orang yang memaksa untuk memasuki kepalanya dan mencari sebuah informasi didalamnya.


Dan begitulah sebuah kejadian yang dimana Vampire yang mengenaskan itu kepalanya mulai meledak. Apalagi saat ini beberapa bagian kepala dan otaknya sudah menyebar kemana-mana atas ledakan tersebut. Bahkan tubuhnya yang tidak ikut meledak, juga mulai terkapar tak bernyawa dilantai pada tempatnya berada tadi.


“Hahh... memang sangat susah mencari informasi dari mereka” ucap salah satu Dewa, yang saat ini melihat mayat dari Vampire yang tergeletak dengan kondisi mengenaskan itu.


“Aku tidak tahu apa yang sedang mereka rencanakan. Tetapi menurutku, apa yang mereka lakukan saat ini, bukanlah sesuatu yang bagus” balas salah satu Dewa lagi.

__ADS_1


Mereka semua langsung setuju, tentang apa yang dikatakan salah satu Dewa yang baru saja mengutarakan opininya itu. Jadi mereka saat ini diharuskan untuk bisa mencari tahu, rencana apa yang sedang direncanakan oleh para Vampire saat ini.


“Berapa orang rakyat kita yang sudah diculik oleh mereka?” tanya Izanagi kembali.


“Untuk Jepang sendiri, sekitar 90 orang, Ayah” balas Dewa bernama Susano, untuk menjawab pertanyaan Ayahnya.


Walaupun jumlahnya termasuk sedikit dari total jumlah penduduk yang berada di kerajaan yang dipimpin olehnya, tetap saja hal itu tidak boleh dibiarkan terjadi kembali. Jadi, Izanagi langsung mengutus beberapa Dewa untuk memperketat penjagaan dari wilayah yang dijaga oleh mereka.


“Dan juga, beritahu juga pada seluruh faksi dewa yang lainnya. Karena aku tidak ingin ada bencana yang akan timbul karena sikap abai mereka” kata Izanagi kepada seluruh pihak yang berada di ruangan tersebut.


“Lalu, apa yang harus kita lakukan dalam mencari informasi tentang apa yang diperbuat oleh para Vampire yang sedang berkeliaran itu, Suamiku?” tanya Izanami kemudian.


Memang mereka saat ini hanya merencanakan bagaimana caranya, untuk mencegah sebuah bencana yang sepertinya akan dilakukan oleh Para Vampire. Namun mereka belum mempunyai rencana bagaimana seharusnya mereka mencari tahu apa yang sedang dilakukan oleh para Vampire tersebut.


Apalagi memang mereka tidak memiliki petunjuk sama sekali, dalam menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Seperti yang diketahui, saat Dewa bernama Ebisu tadi menggunakan kekuatannya, kepala dari Vampire yang dirinya coba korek informasinya langsung meledak. Jadi, mereka tidak mendapatkan petunjuk satupun atas rencana mereka saat ini.


“Bagaimana jika aku menemui salah satu Deadly Sins itu, Ayah?”


“Apa maksudmu Amaterasu? Kamu ingin memajukan pertemuan dirimu dengan pihak yang mungkin bisa membunuhmu?” ucap Tsukoyomi yang langsung menyahuti perkataan dari Amaterasu.


“Benar kata Tsukoyomi, Putriku. Ini bukanlah waktu yang tepat untuk berurusan dengannya” balas Ayahnya kemudian.


“Aku tahu Ayah. Tetapi sepertinya kita bisa meminta bantuan kepadanya, terhadap sesuatu yang sedang kita hadapi saat ini” balas Amaterasu kemudian.


Rencana untuk mendekati Zen, memang sudah direncanakan oleh pihak Dewa Shinto. Apalagi selain mereka meminta kembali pedang Ame no Ohabari, mereka ingin menjalin kerja sama dengan dirinya menyangkut permasalah para Vampire.


Apalagi menurut Amaterasu, Zen bisa menemukan markas Vampire dengan mudah, dan mungkin akan sangat membantu jika dirinya bersedia bekerja sama dengan mereka. Karena memang akhir-akhir ini pergerakan para Vampire sudah semakin tidak bisa diprediksi, termasuk tentang penculikan yang mereka lakukan.


Tentu semua pihak setuju dengan ide yang diberikan oleh Amaterasu saat itu, karena mereka juga yakin Zen bisa melakukan semua itu. Tetapi masalahnya, mendekati dirinya sekarang, bukanlah pilihan yang tepat untuk saat ini, menurut beberapa dari mereka.


“Tapi apakah kamu yakin Putriku, bahwa dirinya bersedia bekerja sama dengan kita? Bukankah rencana darimu itu, sebenarnya akan mendekati dirinya secara perlahan?” tanya Izanami kemudian.


“Memang, Ibu. Tetapi saat ini kita harus segera bergerak cepat sebelum keadaan semakin parah kedepannya. Jadi, aku mengusulkan agar diriku langsung menemui dirinya secara langsung” balas Amaterasu.

__ADS_1


Tentu perkataannya saat ini kembali mendapat penolakan dari beberapa pihak yang berada di sana, karena memang mereka belum mengetahui dengan pasti sifat dari Zen. Apalagi rencana dari Amaterasu itu cukup membahayakan bagi dirinya, menurut beberapa pihak yang berada di sana.


Dan juga, pada awalnya persetujuan yang diberikan oleh Izanagi dan Izanami dahulu kepada Amaterasu untuk berurusan dengan Zen, mereka berikan karena mereka menyuruh Amaterasu mendekati dirinya secara perlahan. Jadi, saat ini mereka tentu saja menolak kembali rencana yang dirinya lontarkan tersebut.


“Begini saja. Karena aku juga ditugaskan untuk menjaga beberapa wilayah. Bagaimana jika aku menjaga wilayah Indonesia dari apa yang dilakukan para Vampire, dan mungkin bisa mendekati pria itu secara perlahan?” usul Amaterasu kemudian.


Amaterasu sebenarnya cukup percaya diri bisa mengajak Zen bekerja sama. Karena dirinya memang pernah bertemu dengan Zen secara langsung dan melihat sikap yang dirinya tunjukan kepadanya. Apalagi, sikap Zen sangat berbeda dari para Deadly Sins yang lain dan Amaterasu yakin dirinya mau mendengarkannya.


Jadi, dirinya cukup bersikeras untuk meminta bantuan pria tersebut, karena menurutnya dirinya bisa diajak kerja sama. Tetapi berbeda dengan rekan Dewanya yang lain, karena mereka masih mengkhawatirkan tentang keberadaan Zen yang merupakan Deadly Sins dan membawa sebuah senjata berbahaya yang berada ditangannya.


“Bukankah Kagutsuchi yang akan menjaga wilayah Indonesia, mengapa tidak menyuruh dirinya saja untuk mendekati Deadly Sins tersebut?” balas salah satu Dewa kembali.


“Ya... dan Kagutsuchi dipastikan akan langsung menyatakan perang dengan dirinya” balas salah satu Dewa kemudian.


Tentu perkataan Dewa itu ada benarnya, karena Dewa bernama Kagutsuchi itu terkenal dengan sifatnya yang gampang emosi dan tidak sabaran. Jadi, jika mereka mengirimnya, lalu Zen salah bicara dan menyinggungnya, maka akan dipastikan sebuah peperangan langsung terjadi saat itu juga.


“Apakah dirimu yakin Putriku, dengan usulan darimu itu?” tanya Izanagi kembali, yang memastikan keseriusan putrinya tentang keputusan yang dirinya ambil.


“Percaya padaku Ayah. Akan aku pastikan menyelesaikan tugas ini, tanpa terjadi sesuatu yang membuat nyawaku terancam” balasnya percaya diri.


Walaupun beberapa diantara mereka masih tidak setuju dengan keputusan dari Amaterasu. Tetapi saat ini mereka dihadapkan dengan sebuah rencana jahat yang harus mereka selesaikan dengan cepat, sebelum rencana itu mulai terlaksana dan membuat bencana.


Jadi, mereka akhirnya setuju dengan usulan yang dikatakan Amaterasu, dan dirinya saat ini akan bertugas untuk menjaga wilayah Indonesia termasuk mencoba untuk mendekati Zen dan meminta bantuannya. Tentu Amaterasu cukup puas dengan usulannya yang diterima itu, dan dirinya memastikan bahwa rencananya akan berhasil.


“Maafkan mengganggu pertemuan yang dilakukan ditempat ini, Yang Mulia. Tetapi saat ini ada utusan dari Dewa Nordik, yang ingin bertemu dengan anda” Kata salah satu pelayan yang memasuki ruang pertemuan tersebut.


Mendengar itu, semua pihak yang berada di sana cukup kebingungan mengapa seorang utusan dari Faksi Dewa Nordik datang jauh-jauh ketempat ini. Walaupun memang mereka sudah mempunyai hipotesa masing-masing, tetapi tetap saja mereka harus mendengarkan apa yang diinginkan pihak tersebut.


"Hmmm... Apa mungkin perihal pergerakan para Vampire?" Gumam Izanagi, setelah mendengar perkataan pelayannya itu. "Kalau begitu, suruh dirinya masuk" perintah Izanagi kemudian, agar pelayan tersebut membawa pihak tersebut untuk masuk kedalam ruangan yang dipenuhi para Dewa Shinto itu.


Tentu mereka masih belum mengetahui dengan pasti mengapa pihak Nordik mengirimkan utusannya kepada mereka saat ini. Hingga akhirnya Izanagi mempersilahkan pelayannya untuk mempersilahkan utusan itu untuk masuk kedalam pertemuan ini dan menjelaskan maksud kedatangannya.


“Maafkan saya karena mengganggu pertemuan kalian, Para Dewa Shinto yang budiman. Saya disini memberikan kabar, bahwa Dewa Nordik memutuskan untuk mengeluarkan Dewa Loki dari anggota Dewa mereka dan menjadikan dirinya sebagai buronan mulai saat ini”

__ADS_1


__ADS_2