Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Kamu Siapa?


__ADS_3

Hari ini merupakan hari terakhir Zen berada di negara ini. Dengan memutuskan untuk menginap satu malam lagi setelah dirinya selesai melakukan peperangan dan melakukan pertemuan dengan dua orang pihak, Zen terpaksa memutuskan menunda kepulangannya semalam, dan pagi ini dirinya sudah bersiap untuk kembali.


Freya juga bisa dikatakan yang menjadi alasannya Zen tidak bisa langsung kembali menuju Indonesia, sehingga dirinya memutuskan bermalam saja pada saat itu hingga akhirnya dirinya akan kembali keesokan paginya. Hingga akhirnya hari dirinya kembali akhirnya tiba dan dirinya sudah bersiap-siap untuk kepulangannya.


"Hmmm... itu sepertinya suara sirine dari peperangan yang akan terjadi di wilayah ini" ucap Zen yang saat ini akan beranjak dari tempatnya berada, namun bisa didengar berbagai suara sirine saat ini bisa didengar ditempatnya berada saat ini.


Memang peperangan yang saat ini akan terjadi tidak bisa dihalangi oleh siapapun. Apalagi pihak pemilik kekuatan tidak boleh ikut campur sama sekali jika peperangan yang sedang terjadi itu memang merupakan peperangan antara manusia. Jadi, saat ini Zen hanya bisa membiarkan jalannya peperangan tersebut dan tidak bisa melakukan apapun.


Walaupun peperangan itu ada kaitannya dengan apa yang dilakukan Loki pada wilayah Negara yang memutuskan untuk memulai peperangan, tetapi tetap saja saat ini semuanya sudah berbeda dan Zen tidak bisa ikut campur kembali bahkan jika adiknya memaksa untuk membuat dirinya menghalangi peperangan yang mulai terjadi itu.


Maka dari itu peperangan yang akan terjadi nanti, bisa dipastikan akan tetap terlaksana dan Zen hanya bisa memperhatikan saja jalannya peperangan itu, agar bisa diselesaikan dengan cepat. Apalagi menurutnya jalannya peperangan itu tidak akan berjalan lama, karena keberadaan Loki yang menghasut beberapa pihak untuk berperang sudah tewas sepenuhnya.


"Kalau begitu, mulai sekarang aku akan fokus mencari keberadaan ras Elf yang ingin kita cari itu, Sayang" ucap Freya yang juga akan berpisah dengan Zen ditempat ini.


Zen bisa dikatakan harus menemukan orang yang paling dicintai oleh adiknya itu, karena sepertinya dirinya membawa sesuatu yang seharusnya berada ditangan Zen saat ini. Maka dari itu, dengan bantuan Freya yang bisa dikatakan sangat bertekad untuk menemukannya, membuat Zen merasa tertolong untuk mencari keberadaannya.


Seluruh bawahan Zen yang menyebar di seluruh Dunia, bahkan Zen sudah meminta bantuan adik-adiknya untuk menemukannya, hingga saat ini belum mampu untuk menemukan sosok tersebut. Maka dari itu, jika ada pihak kuat yang akan membantu, membuat Zen merasa tenang dan mungkin akan semakin mudah menemukannya.


"Ya... kabari saja jika kamu menemukan sesuatu" Dan begitulah ucapan dari Zen yang saat ini mulai berpisah dengan wanita yang menemani dirinya selama berada di negara ini.


Zen memang merasa senang membuat wanita itu bahagia selama dirinya berada ditempat ini. Apalagi dirinya sudah meminta izin terhadap Vero, dan Istrinya itu mengizinkannya menghabiskan waktu berdua dengan Freya, dengan catatan memang mereka tidak melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya untuk dilakukan.


Vero memang tidak mau Zen asal melakukan tindakan yang sembarangan kepada sembarang wanita. Dan juga, Zen harus mematuhi tata cara untuk melanjutkan berkah yang akan dirinya dapat jika ingin melanjutkan menuju ke jenjang yang serius dengan Freya.


Tentu Vero langsung mewanti-wanti Zen untuk menahan diri, karena dirinya juga tahu bahwa Freya juga termasuk wanita yang memiliki aura kebahagiaan yang keluar dari tubuhnya dan aura tersebut sangat berguna bagi Suaminya.


Apalagi dirinya sudah mengetahui dengan jelas apa yang dialami oleh suaminya disaat melawan para Ras Giant, sehingga Vero memberikan kesempatan memulihkan kekuatan Suaminya dengan menyenangkan Freya, tetapi Vero terus mengingatkan suaminya itu untuk tidak melewati batasnya dalam berhubungan dengan Freya.


"Kalau begitu, sampai jumpa lagi, Sayang" Hingga Freya akhirnya akan mulai beranjak dari tempat mereka berada, karena Zen juga akan beranjak dari sana untuk kembali menuju tempat tinggalnya yang sebenarnya.


Dengan memeluk Zen dengan erat sebelum dirinya sudah beranjak, akhirnya Zen sudah melihat wanita itu melesat dengan cepat menghilang dari pandangannya saat ini. Hingga akhirnya Zen yang sudah ditinggalkan mulai keluar dari kediaman yang dirinya tinggali di negara ini.


"Selamat Pagi, Tuan" Hingga Mick saat ini mulai menyambut sosok Zen yang mulai keluar dari kediamannya.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah meminta tambahan personel malaikat maut yang akan membantumu, Mick?" tanya Zen kepada bawahannya itu, karena wilayah yang diawasinya merupakan wilayah perang saat ini.


"Sudah, Tuan. Mungkin mereka akan datang sebentar lagi" balas Mick yang membalas perkataan Zen kepadanya itu.


Memang dibutuhkan beberapa malaikat maut tambahan jika terjadi sebuah kekacauan yang akan merenggut nyawa banyak pihak sekaligus. Apalagi seperti yang diketahui korban dari peperangan yang akan terjadi nanti akan sangat banyak jumlahnya.


Jadi, Zen memastikan bahwa bawahannya itu sudah meminta bantuan agar dirinya dan beberapa Malaikat Maut yang memang berada dan mengawasi negara ini, tidak terlalu kerepotan dalam mengatasi permalasahan pengantaran nyawa dari pihak yang tewas nantinya dalam peperangan tersebut.


"Lalu, bagaimana di Neraka? Apakah situasi disana sudah terkendali?" tanya Zen kembali kepada bawahannya tersebut.


Memang Zen yang merupakan pengawas kematian juga harus mengetahui secara pasti kesiapan dari bawahannya dalam menghadapi permasalahan ini. Maka dari itu, dirinya juga ingin memeriksa bahwa seluruh bawahannya itu siap dan mampu mengatasi semua kejadian yang akan terjadi nanti.


Maka tidak heran, dirinya mulai menanyakan berbagai hal kepada bawahannya itu, karena saat ini mereka akan menghadapi situasi yang khusus. Dan saat ini Zen berharap mereka bisa melakukan pekerjaan mereka dengan baik, agar tidak ada permasalahan yang terjadi nantinya.


"Dari informasi yang saya terima, Tuan Alfred sendiri yang saat ini menjadi bala bantuan dari pihak yang akan mengadili Jiwa seseorang yang tewas nanti, Tuan" balas bawahannya itu yang membuat Zen hanya mengangguk mendengar jawabannya.


Tentu bukan hanya malaikat maut yang akan mengantarkan nyawa pihak yang tewas saja yang harus bersiaga. Karena saat ini tempat pengadilan dari jiwa-jiwa yang tewas juga harus ditambah personelnya. Apalagi tidak sembarangan pihak yang bisa menjadi pengadil para Jiwa yang akan tewas tersebut.


Adik-adik sepupu Zen juga terlihat sudah bersiap juga, karena memang mereka akan mengawasi situasi Surga nantinya. Apalagi peperangan pasti ada korban yang tidak bersalah, dan para Heavenly Sins sudah menambah personel pada tempat tersebut untuk mengadili pihak-pihak yang akan menuju surga nantinya.


"Baiklah. Karena semuanya sudah aman dan terkendali, kalau begitu buatkan kabut teleportasi untukku" dan begitulah ucapan Zen dan mendapatkan anggukan dari Mick yang langsung menindak lanjuti perkataan atasannya itu.


Dan begitulah bagaimana munculnya sebuah kabut teleportasi yang saat ini sudah dibuat oleh Mick, dan saat ini Zen yang sudah tidak sabar untuk kembali dan bertemu dengan Istrinya mulai memasukinya, setelah Mick memastikan kabut teleportasi yang dirinya ciptakan itu sudah rampung sepenuhnya.


"Ingat, kalau kamu butuh sesuatu atas menangani permasalahan jiwa dari peperangan yang sedang terjadi nanti, kamu bisa menghubungiku secara langsung" Dan begitulah ucapan Zen sebelum dirinya memasuki kabut hitam tersebut dan akan melewatinya.


"Baiklah Tuan. Jika ada masalah, saya akan langsung menghubungi anda secara langsung" Balas Mick yang sudah membungkuk sambil mengantarkan kepergian Tuannya tersebut.


Disisi lain, saat ini Vero sudah menyaksikan pemberitaan yang sedang terjadi yang dimana pihak Korea Utara saat ini mulai menyerang Korea Selatan. Tentu ini menjadi pembuka babak baru dari ketegangan yang terjadi diantara kedua negara tersebut.


Namun dirinya tentu saja tidaklah terlalu memperdulikan peperangan yang sedang terjadi dan sudah dimulai tersebut. Karena saat ini dirinya lebih memilih untuk menantikan kabar dari Suaminya yang berjanji untuk kembali hari ini juga, namun hingga saat ini keberadaannya tidak kunjung muncul.


Hingga akhirnya suara ketukan dari kediamannya mulai terdengar dan saat ini dirinya mulai teralihkan dengan suara tersebut. Tentu dirinya berharap ketukan itu memang disebabkan oleh suaminya, namun dirinya tahu Zen akan langsung masuk menuju kediamannya dan tidak akan mengetuk pintu sebelum dirinya akan memasukinya.

__ADS_1


"Loa, coba lihat siapa yang bertamu pada kediamanku saat ini" ucap Vero yang menyuruh asistennya yang tinggal bersamanya dan memang sedang bersama dengannya menantikan kepulangan dari Zen, untuk memeriksa siapa yang sudah bertamu pada kediaman mereka.


Loa yang mendengar perintah atasannya tentu langsung melaksanakan perintahnya, hingga akhirnya dibalik pintu kediaman yang dibukakan oleh Loa, terlihat seorang pria asing saat ini sedang ingin bertamu pada kediaman Istri dari Tuannya.


Namun disaat dirinya membuka pintu kediaman Tuannya yang harus dirinya layani itu, bisa dikatakan Loa tidak mendapatkan impresi yang baik dari sosok yang bertamu itu, apalagi tatapan yang diberikan oleh pria itu kepadanya, membuat Loa seakan ingin langsung membunuh pria tersebut secara langsung.


"Maaf, anda sedang mencari siapa?" hingga akhirnya Loa mulai menyapa pihak itu yang terlihat cukup terpana melihat sosok dirinya muncul dari balik pintu yang baru saja dirinya bukakan.


Memang seluruh malaikat maut akan bertampang sangat cantik dan tampan. Jadi cukup wajar jika beberapa pihak yang melihat mereka seakan tersihir dengan ketampanan dan kecantikan mereka. Namun Loa bisa merasakan ada yang lain dari tatapan yang dirasakan oleh dirinya atas pria yang bertamu itu.


Karena bisa dibilang Loa bisa merasakan jejak aura negatif berbentuk nafsu yang keluar dari dirinya, yang membuat Loa seakan ingin langsung menghajar pria yang saat ini dengan terang-terangan menatapnya dengan tatapan yang terlihat menunjukkan rasa nafsunya setelah melihat sosok Loa ditempat ini.


"Ah... maafkan aku. Tetapi bukankah kediaman ini merupakan kediaman Veronica Safira?" tanya pihak itu yang akhirnya mulai mengatakan maksudnya kedatangannya ketempat ini, setelah sebelumnya masih terpana dengan memperhatikan kecantikan dari Loa.


"Memang ini merupakan kediamannya. Lalu, ada perlu apa dirimu mencarinya?" tanya Loa yang ketus, karena memang dirinya sudah merasakan gelagat yang tidak baik dari pihak tersebut.


Tentu melihatnya membuat Loa seakan ingin langsung mengusirnya bahkan ingin langsung mengantarkan jiwanya menuju Neraka. Namun dirinya harus bersabar, karena bisa dikatakan Neraka juga dalam keadaan genting saat ini, karena terjadinya sebuah peperangan yang sedang berlangsung pada bagian bumi yang lain.


"Saya temannya semasa kuliah. Bahkan bisa dibilang mantan pacarnya. Jadi saya ingin mengunjungi dirinya saat ini" ucap Pria itu sekali lagi yang akhirnya menjelaskan tentang mengapa dirinya ingin bertemu Vero.


Mendengarnya Loa merasa tidak ingin memperdulikan keadaan Neraka lagi untuk saat ini. Apalagi setelah dirinya berucap seperti itu, Loa dengan jelas bisa merasakan ada intensi negatif dari perkataannya dan dipastikan intensi tersebut akan dirinya arahkan kepada sosok Istri dari Tuannya tersebut.


Namun sepertinya nyawanya masih tertolong saat ini, karena Nyonya yang harus dirinya layani itu malah menyusul sosoknya yang saat ini sedang menyambut tamu yang bisa dikatakan tidak diundang tersebut. Tentu kedatangan Vero semakin membuat pria yang datang bertamu itu semakin terpana dengan kemunculan dirinya.


Apalagi sosok Vero bisa dikatakan terlihat semakin cantik dan sangat berbeda dari sosoknya yang dulu pernah dirinya pacari. Sehingga dirinya semakin bersemangat dalam menjalankan aksinya untuk melakukan sesuatu terhadap sosok Vero yang baru muncul dihadapannya tersebut.


"Halo Vero, lama tidak berj-"


"Kamu sudah kembali, Suamiku?" Namun belumlah pria itu menyelesaikan kalimatnya yang ingin menyapa Vero, saat ini terlihat bahwa wanita itu malah berlari keluar dari kediamannya dan mulai melewati keberadaannya.


Vero dengan bersemangat saat ini langsung memeluk sosok Suaminya yang beberapa hari ini sedang pergi menyelesaikan beberapa permasalahan. Bahkan Zen juga membalas pelukan wanita itu, hingga mereka mulai saling melepaskan pelukan mereka dan Zen mulai mencium kening dari wanita yang sangat dirinya cintai itu.


Pria yang saat ini bertamu pada kediaman Vero cukup terkejut melihat pemandangan tersebut. Hingga akhirnya kedua sosok yang terlihat mesra itu mulai mendekat kearahnya dan saat ini seakan mulai melewati sosoknya saja, seakan tidak memperdulikan keberadaannya yang berada di sana.

__ADS_1


Namun barulah selangkah mereka melewati dirinya, saat ini kedua pasangan itu mulai berhenti dan saat ini memperhatikan pria yang masih tercengang dengan keberadaan pasangan tersebut. Apalagi, Zen sangat penasaran, siapa sosok pria yang berani-beraninya mengeluarkan aura negatif yang ditujukan kepada Istrinya.


"Kamu siapa?"


__ADS_2