
Zen hanya menatap saja sebuah tubuh yang sudah dia belah dengan rapi menggunakan auranya sudah tergeletak di tanah. Sebenarnya dirinya tidak ingin menggunakan kekuatannya untuk saat ini tetapi sepertinya dirinya terpaksa untuk menggunakannya.
Menurutnya akan lama berurusan dengan mereka jika dirinya menahan kekuatannya, karena memang mahluk yang sedang dirinya lawan tidak akan mati jika dirinya menggunakan serangan biasa.
Akhirnya karena mahluk yang datang kearahnya tadi mempunyai niat menyerangnya, Zen mulai mengeluarkan sedikit saja kekuatannya untuk melawan mahluk tersebut, namun baru saja Zen menggunakan sedikit auranya, mahluk tersebut sudah terbelah dan tewas dihadapannya.
“Dasar sampah” ucap Zen yang mulai melangkah maju ketempat pertarungan dimana Bari dan beberapa manusia setengah vampire berada.
Terkejut tentu saja. Itulah yang dirasakan oleh semua manusia setengah vampire yang sedang melawan Bari tadi. Sebenarnya mereka sempat mengapresiasi tentang keputusan rekannya tadi yang hendak menyerang Zen.
Namun apa yang mereka bayangkan malah sebaliknya. Rekannya tadi seakan mati hanya karena ditatap oleh Zen, karena memang mereka hanya melihat Zen hanya diam saja ditempatnya, tetapi rekannya itu sudah terbelah menjadi dua bagian yang sempurna.
“Sial, siapa dirinya sebenarnya?” gumam pria yang bernama Black yang saat ini sedang berdiri di atas atap dari mansion yang dijaganya untuk memperhatikan pertarungan yang sedang terjadi.
Memang dirinya memutuskan untuk tidak ikut campur dalam pertarungan tersebut, karena menurutnya semua anak buahnya bisa menyelesaikannya. Namun apa yang dia lihat tadi membuatnya sangat terkejut.
Awalnya dia sangat terkejut bahwa Bari sang malaikat maut bisa mengimbangi pertarungannya dengan para bawahannya. Namun yang lebih membuatnya terkejut adalah tindakan dari Zen yang membunuh salah satu anak buahnya seperti membunuh seekor serangga.
“Cih... apa yang harus aku lak-”
Namun perkataan Black itu terhenti, setelah dirinya menyaksikan Zen sedang menatapnya dan menunjukan senyum menyeramkan miliknya. Entah apa yang terjadi, tetapi Black yang sedang ditatap oleh Zen langsung gemetar ketakutan karena merasakan intimidasi yang diberikan oleh tatapan tersebut.
Karena merasa nyawanya terancam, tentu Black memutuskan untuk melarikan diri karena memang saat ini firasatnya mengatakan jika dirinya terus berada ditempat ini, dirinya akan mati karena dibunuh oleh pria yang sedang menatapnya itu.
Disisi lain, Zen hanya tersenyum saja melihat kepergian pria yang ditatapnya tadi, karena memang itulah rencananya. Yaitu membiarkan seorang hewan yang ketakutan kembali menuju sarangnya.
“Mengapa kamu sangat lama menghabisi mereka Bari” ucap Zen yang saat ini langsung memutuskan kepala dari dua orang musuh yang menghalangi jalannya.
__ADS_1
Teror, itulah yang kembali dirasakan oleh beberapa orang yang ingin menghalangi dan melawan Zen dan Bari, karena dua rekannya itu mati seketika tanpa Zen menggerakkan tubuhnya. Tentu saja mereka ingin melarikan diri, namun aura hitam mulai menjerat mereka satu persatu dan langsung menghabisi nyawa mereka saat itu juga.
“Aku hanya pemanasan tuan. Lagipula bukankah anda ingin memancing pria yang baru saja kabur tadi bukan?” balas Bari setelah semua musuh yang dilawannya sudah tergeletak tak bernyawa.
“Ya... pastikan dirinya melarikan diri dari sini Bari. Bukalah barier buatanmu sementara dan biarkan dirinya pergi, karena aku sudah menanamkan kegelapan kepadanya” balas Zen yang mulai beranjak dari tempat itu untuk memasuki mansion besar didepannya.
“Baik tuan” balas Bari kemudian yang langsung mengikuti langkah dari Zen.
Disisi lain, suasana sunyi sudah mulai dirasakan oleh seorang pria gendut berkulit sangat pucat didalam kamarnya. Awalnya dirinya cukup penasaran dengan siapa yang sedang menyerang kediamannya, namun sepertinya anak buahnya sudah menyelesaikan tugas mereka dengan baik.
“Baiklah, mari kita lanjutkan permainan kita sayang” balas pria itu yang hendak menaiki tempat tidurnya yang sudah terdapat seorang wanita yang tidak menggunakan busana diatasnya.
Tetapi yang dirinya tidak tahu, bagian luar dari tempat dirinya berada saat ini bisa dibilang sudah hancur. Tetapi karena sebuah nafsu sudah menguasainya, dirinya tidak memperdulikan kondisi kediamannya dan memilih melanjutkan aktifitasnya saat ini.
“D-Datanglah tuan” begitulah balas wanita itu yang menyambut pria gendut itu untuk datang kearahnya dengan perasaan yang terpaksa.
“Semoga pria bejat itu tidak terlalu kasar kepada Nia” gumam salah satu wanita yang terkurung didalam salah satu sel yang berada di sana.
Namun saat hendak menyentuh bagian berharga yang berbentuk bulat dari wanta itu, semua orang yang berada didalam kamar itu sangat terkejut dengan sebuah suara keras, setelah seseorang berhasil membobol pintu kamar tempat mereka berada.
Setelah pintu kamar itu hancur, suasana yang kelam langsung memasukinya yang dimana suasana itu mengikuti dua orang dengan setelan hitam memasuki tempat itu dengan perlahan.
“Ho... seorang Vampire berdarah murni berada ditempat ini” gumam Zen yang menatap seorang pria gendut sedang menindih seorang gadis remaja di atas kasurnya.
“Siapa kalian!” teriak pria itu yang mulai mengeluarkan aura menyeramkannya.
Berbeda dengan manusia setengah Vampire, Vampire yang asli atau berdarah murni akan berubah menjadi semacam monster jika mereka ingin menyerang karena itulah wujud asli mereka, yang dimana wujud tersebut dikenal dengan sebutan True Vampire.
__ADS_1
Wujudnya itu memang masih menyerupai tubuh manusia, tetapi perawakannya sangat berbeda dengan manusia. Mirip seperti kelelawar berbentuk manusia jika bisa dideskripsikan, jika orang awam melihatnya.
Pria yang sudah berubah menjadi wujud true vampirenya tersebut, mulai berdiri dihadapan Zen dan Bari dan bersiap untuk menghabisi orang yang berani-beraninya menyerang kediamannya dan mengganggu kesenangannya.
“Biarkan aku yang menghabisi pria ini Bari” balas Zen kemudian yang langsung melangkah mendekat kearah pria yang mengeluarkan aura menyeramkannya itu.
Pria yang sudah berubah menjadi wujud aslinya itu memang bisa merasakan bahwa salah satu dari mereka merupakan seorang malaikat maut. Namun anehnya, pria yang sedang mendekat kearahnya saat ini, tidak bisa diidentifikasi olehnya, karena vampire itu tidak mengenal aura yang dikeluarkan oleh pria yang sedang mendekat kearahnya.
Namun menurutnya, karena memang pria itu ingin mengantarkan nyawanya, tentu saja dirinya harus dilayani dengan baik. Dengan mengeluarkan kekuatannya yang maksimal, Vampire tersebut langsung melesat kearah Zen dengan kecepatan yang sangat amat cepat.
“Dasar sampah” gumam Zen kemudian yang tiba-tiba saja langsung menangkap kepala dari pria yang akan menyerangnya.
“D-Dia bisa melihatku” balas pria itu yang terkejut, karena Zen berhasil menangkap dirinya yang sudah menggunakan kecepatan yang sangat maksimal untuk menyerangnya.
“Jadi benarkah kamu adalah dalang yang menyuruh orang untuk menghancurkan kediamanku?” ucap Zen yang merembeskan kekuatannya sedikit kearah pria yang kepalanya saat ini berada di genggamannya.
“A-Anda pria yang bernama Z-Zen?” balas pria itu yang gemetaran karena merasakan aura yang menyeramkan dari Zen.
Walaupun auranya juga sangat menyeramkan, tetapi aura pria tersebut tidak bisa menghalau aura menyeramkan milik Zen. Bahkan pria itu saat ini merasakan teror yang sangat menyeramkan dari Zen, walaupun Zen saat ini hanya mengeluarkan sedikit saja auranya.
“Maafkan saya tuan, S-Saya tidak akan meng-”
Namun sebelum perkataannya selesai, salah satu tangan dari Zen yang masih belum dia gunakan, saat ini langsung menembus tubuh dari vampire tersebut dan dengan cepat menarik keluar jantung dari pria yang saat ini sangat terkejut dengan apa yang dilakukan olehnya.
“J-Jantungku” gumam pria itu yang melihat jantungnya sudah berada digenggaman dari Zen.
Memang Vampire berdarah murni tidak akan mati walaupun jantungnya sudah terpisah dari tubuhnya. Namun berbeda jika jantung yang sudah tidak berada ditubuhnya itu akan dihancurkan oleh seseorang, seperti apa yang akan dilakukan oleh Zen saat ini.
__ADS_1
“Sampai jumpa di Neraka, Sampah”