Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Pembahasan


__ADS_3

Berita tentang hilangnya seorang Vampire saat melakukan tugasnya, membuat sebuah pihak saat ini kebingungan. Dirinya memang pergi untuk mengejar seseorang, yang berniat melarikan diri dari jeratan yang mereka berikan kepada wanita yang melarikan diri tersebut.


Apalagi orang yang seharusnya dikejar oleh Vampire yang keberadaannya saat ini bak ditelan bumi, merupakan sosok yang penting bagi jalannya rencana mereka di negara ini, yang dimana pendahulu mereka yang melakukan tugas mereka di negara ini sudah tewas tak tersisa.


“Sialan, apakah kamu tahu kemana perginya wanita itu!” teriak seorang pemimpin baru pihak Vampire yang ingin menguasai kembali wilayah ini, yang meneriaki bawahannya karena dirinya sedang kesal saat ini.


Tentu mereka kembali membangun sebuah markas tersembunyi pada negara Indonesia, dikarenakan markas lama mereka sudah hancur dan rata dengan tanah. Tentu mereka tidak akan membangun markas mereka ditempat yang lama, karena tempat itu sudah diketahui oleh beberapa pihak.


Apalagi markas mereka saat ini lebih tersembunyi, dan beberapa Vampire yang menjalani tugas mereka ditempat ini kekuatannya jauh lebih besar dari para Vampire yang sebelumnya sudah musnah, akibat ulah yang mereka yakini dilakukan oleh para Dewa Shinto.


“Itu dia Tuan, saat ini kami tidak tahu pasti keberadaannya, apalagi aura yang kita tanamkan didalam dirinya juga seakan menghilang dari tubuhnya” ucap bawahannya sekali lagi.


Tentu mendengar perkataan bawahannya, saat ini pemimpin mereka cukup bingung mengapa bisa terjadi seperti itu. Bahkan saat ini mereka bingung dimana lagi mencari keberadaan wanita tersebut, yang saat ini juga keberadaannya sudah menghilang dari pantauan mereka.


“Apakah dirinya tidak pernah muncul dimuka umum, apakah dirinya tidak menggunakan ATM miliknya, dan apakah dirinya tidak menggunakan ponselnya dan menghubungi teman dekatnya?” tanya pemimpin mereka kembali.


“Maafkan kami Tuan. Tetapi sepertinya wanita itu sudah memprediksi bagaimana cara kita melacak dirinya, dan dirinya tidak pernah melakukan apapun yang membuat keberadaan dirinya ketahuan” ucap bawahannya kembali.


“Lalu, bukankah Vampire yang sudah mati itu, mengikuti wanita tersebut tadi malam bukan? Lalu apakah dirinya tidak memberitahu dirinya akan pergi kemana?” tanya pemimpin mereka kembali.


“Sekali lagi maafkan kami Tuan, karena memang Vampire yang mengejarnya tidak memberikan informasi apapun kepada kami, saat dirinya memutuskan untuk mengejar wanita tersebut” balas bawahannya.


Tentu wanita yang mereka sedang bicarakan sedari tadi, merupakan wanita yang Zen selamatkan tempo hari. Wanita itu ternyata merupakan seorang boneka yang selama ini dikendalikan oleh pihak Vampire, sebelum dirinya memutuskan untuk melarikan diri.


Kehilangan wanita itu, tentu akan membuat mereka kerepotan saat ini. Apalagi posisi wanita tersebut di negara ini cukup menguntungkan bagi mereka, jika memang dirinya masih berada digenggaman mereka untuk dikendalikan sepenuhnya.


Memang sudah berbagai cara mereka gunakan untuk menemukannya. Namun sayangnya apa yang mereka lakukan itu sia-sia. Tetapi yang paling aneh menurut mereka, bahwa wanita itu bisa menghilangkan aura yang mereka tanamkan didalam dirinya.


Maka dari itu, mereka saat ini mulai sedikit frustasi, karena sepertinya mereka terpaksa harus mengehentikan sementara beberapa operasi mereka di negara ini. Apalagi sosok wanita itu sangatlah penting bagi mereka dalam misi mereka untuk menguasai negara ini.

__ADS_1


“Cih... Perusahaannya sangat amat penting bagi diri kita. Apalagi saat ini kita harus mengembalikan kerugian yang kita alami, akibat hancurnya markas ras kita yang berada di negara ini” ucap pemimpin mereka.


“Lalu, apa yang harus kita lakukan saat ini Tuan?” tanya bawahannya kembali.


“Tentu saja, temukan dirinya!” teriak pemimpin mereka, yang mulai memerintahkan seluruh anak buahnya untuk terus mencari keberadaan wanita tersebut sampai ketemu.


Memang sebagian besar rencana mereka, saat ini membutuhkan sebuah andil dari salah satu perusahaan terbesar di negara ini. Apalagi perusahaan yang dipimpin oleh wanita yang melarikan diri itu, memang mengkhususkan dirinya dalam bisnis bidang perbankan.


Jadi, cukup rumit juga jika mereka tidak menggunakan perusahaan, yang dipimpin oleh seorang wanita yang keberadaannya sudah tidak bisa mereka temukan saat ini. Apalagi, mereka tidak bisa seenaknya ikut campur dalam menguasai perusahaan tersebut, jika keberadaan mereka tidak ingin diketahui.


“Hahh... lalu apa yang harus aku laporkan dengan Tuan Draco saat ini?” ucap pria yang saat ini sudah ditinggalkan bawahannya, karena semua bawahannya saat ini langsung fokus untuk mencari keberadaan wanita yang mereka harus temukan keberadaannya itu.


Disisi lain, pada sebuah tempat tersembunyi lainnya. Seorang pria saat ini sedang duduk ditempatnya dan mulai mengikuti pertemuan yang sedang dilangsungkan ditempat tersebut. Tentu sebagai pemimpin, dirinya saat ini mulai mengarahkan pertemuan itu dan memulainya.


“Kita tidak bisa tinggal diam Tuan Draco. Jika hal ini kembali terjadi, dipastikan rencana kita tidak akan pernah terlaksana” ucap salah satu orang yang berada didalam pertemuan tersebut, kepada pemimpin dari pertemuan ini.


Pemimpin pertemuan ini yang bernama Draco itu, merupakan seorang pemimpin Ras Vampire di dunia ini. Dirinya ditunjuk sebagai pemimpin dari ras Vampire, dikarena memang sepak terjangnya dalam menyelesaikan berbagai rencana Vampire bisa dikatakan selalu sukses.


Namun ada sesuatu hal yang membuat dirinya tidak terlalu disukai oleh beberapa pihak dari kaumnya, termasuk kaum yang berseberangan pandangan perihal kepemimpinan dengan dirinya. Yaitu dirinya sangat berhati-hati dalam melakukan rencananya.


“Tetapi, hal ini tidak bisa dibiarkan Draco” ucap seorang Vampire paru baya, yang ikut menyahuti perdebatan yang sedang berlangsung tersebut.


“Aku tahu Tetua. Tapi kita harus memikirkan secara matang rencana kita, jika memang kita akan menyerang pihak Shinto” ucapnya sekali lagi.


Tentu sebenarnya tindakan Vampire bernama Draco itu sudah cukup bagus saat ini. Namun karena beberapa pihak memang sudah terlanjur tidak suka dengan pemimpin mereka. Mau tidak mau mereka mulai menyudutkannya dengan berbagai hal, untuk membuat pemimpin mereka itu terlihat tidak kompeten.


“Mengapa kamu tidak setuju saja dengan perkataan para bawahanmu, Draco?” ucap seseorang, yang saat ini menyahuti perdebatan yang sedang berlangsung itu.


Berbeda dengan tanggapan yang selalu Draco ungkapkan dengan kesabaran. Saat pria yang baru saja berbicara itu mengatakan sesuatu, langsung membuat Draco merasa emosi dibuatnya. Karena memang pria itu selalu saja ikut campur dengan keadaan kelompok yang dipimpin olehnya.

__ADS_1


Bahkan pria yang baru saja berbicara itu, seakan tidak menghormati seluruh orang yang berada di ruangan ini, karena terlihat bahwa sikapnya saja saat ini sangatlah tidak sopan. Bisa terlihat bahwa saat ini Kakinya dirinya naikan keatas meja, dan dengan terang-terangan melecehkan seorang gadis Vampire yang merupakan pelayan ditempat ini.


“Benar apa yang dikatakan Tuan Loki, Draco. Kita harus mengambil tindakan saat ini juga” balas seorang kembali.


“Aku bilang, kita tidak boleh gegabah mengambil keputusan!” teriaknya yang merasa kesal. Karena dirinya merasa, perkataannya tidak didengar oleh beberapa pihak yang berada di ruangan ini, padahal dirinya merupakan pemimpin mereka.


Tentu suasana didalam ruangan itu tiba-tiba sunyi setelah Draco berteriak. Apalagi saat dirinya berteriak tadi, pria bernama Draco itu juga mengeluarkan aura kekuatannya, yang hingga saat ini tidak ada yang bisa menandinginya.


“Apakah kalian tahu, bahwa pedang Ame no Ohabari hilang, karena kalian mengambil keputusan secara tergesa-gesa?!” teriak Draco kembali, yang menunjukan kemarahannya.


Pusaka yang berharga yang dimiliki oleh mereka hilang karena kecerobohan beberapa pihak, yang menyerahkan pedang itu hanya karena saran dari seseorang. Dan hal itu juga, yang membuat kekuatan tempur mereka bisa dikatakan berkurang saat ini.


Apalagi artefak pembunuh Dewa yang berada di dunia ini sangatlah langkah, dan sangat susah ditemukan. Jadi saat tahu bahwa salah satu artefak pembunuh Dewa hilang dari tangannya, membuat Draco cukup emosi saat ini.


“Hei... tenanglah... itu hanya sebuah pedang. Jadi kamu tidak perlu meributkannya” ucap pria yang merupakan Dewa Loki yang menyambung perkataan dari Draco tersebut.


Namun setelah dirinya mengatakan perkataan seperti itu, Draco saat ini langsung menatap pria itu dengan tatapan yang tajam. Namun Loki tidak terintimidasi dengan sikap dari Draco tersebut, dan dirinya hanya memberikan sebuah senyuman saja kepadanya.


“Tuan Loki, kalau boleh diriku tahu, dirimu saat ini berada di pihak siapa?” tanya Draco kemudian, sambil menatap dengan tajam Dewa yang terlihat masih menunjukan senyum menawannya saat ini.


“Tentu aku berada di pihak kalian. Bukankah beberapa rencana kalian berhasil karena campur tanganku selama ini?” tanya Loki kemudian, yang merasa sangat bingung dengan perkataan yang dilontarkan Draco kepadanya.


“Tetapi sepertinya, kamu hanya memanfaatkan organisasi kami untuk memperoleh kesenanganmu” tuduh Draco, yang merasa bahwa itulah yang sedang dilakukan Loki pada kelompok yang dipimpinnya saat ini.


Mendengar itu, Loki menjawab perkataannya dengan hanya tersenyum saja, setelah mendapatkan perkataan seperti itu. Tentu apa yang dirinya lakukan saat ini, adalah untuk kesenangan pribadinya. Namun bukan itu saja alasan dirinya melakukan semua itu.


Karena memang ada sebuah alasan lagi, dan hal itu tentu dirinya tidak bisa ungkapkan. Maka dari itu, Loki yang mendapatkan tuduhan dari Draco itu, mulai mengambil sebuah gelas berisi Wine dan mulai meminumnya sebelum menjawab perkataan dari Draco.


“Tenanglah, bagaimana jika aku mempunyai rencana untuk menggulingkan pihak Shinto saat ini.”

__ADS_1


__ADS_2