
Sangkalan demi sangkalan mulai terus terdengar keluar dari mulut Zen. Tentu dirinya tetap teguh pada pendiriannya sedari tadi, yang menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan semua hal yang sudah dituduhkan kepada dirinya oleh para penyelidik didepannya.
Bahkan tingkah para penyidik yang seakan mengintimidasi dirinya, sama sekali tidak berpengaruh terhadap Zen yang masih dengan tenang duduk ditempatnya saat ini. Bahkan Zen masih dengan tenang duduk ditempatnya dengan posisi yang sangat amat santai.
Berbagai ancaman digunakan pada penyidik yang sedang memeriksanya agar membuat Zen mengaku. Namun sayangnya, Zen tetap bersikeras bahwa dirinya tidak melakukannya, dan menyangkal semua tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Bahkan dirinya tetap bersikeras foto dirinya yang saat ini ditunjukan didepan matanya sama sekali bukan dirinya, yang membuat penyidik dihadapannya meradang, karena foto itu sangatlah jelas menunjukan rupa Zen yang memang mereka curigai sebagai pelaku utama dari Permasalahan ini.
Dan perdebatan panas itu terus terjadi, hingga pintu ruangan dari ruang interogasi tersebut mulai diketuk menandakan bahwa ada sebuah pihak yang ingin masuk kedalam ruang interogasi tersebut. Hingga sosok yang saat ini tidak disangka kedatangannya datang ke sana mulai masuk kedalam ruangan tersebut.
Seorang sosok yang mengenakan pakaian formal dan terlihat sangat cantik dengan balutan pakaian yang dirinya kenakan, saat ini mulai memasuki ruangan tersebut dan keberadaannya cukup mengejutkan bagi semua pihak yang berada di sana saat melihat kedatangannya ke tempat ini.
"Santi?"
"Komandan?"
Dan begitulah ucapan Zen dan para penyidik yang berada didalam ruang yang sama dengannya, atas kemunculan Santi yang saat ini tidak sedang berpakaian seragam, dan malah mengenakan pakaian formal khas kantoran dan mulai duduk tepat disebelah Zen yang saat ini masih menatap kedatangannya ketempat ini.
"Maafkan aku, tetapi diriku bukan Komandan kalian lagi, karena aku baru saja mengundurkan diri. Saat ini aku merupakan seorang pengacara bagi klienku saat ini" ucap Santi yang saat ini sambil menyerahkan sebuah kartu nama kepada kedua penyidik yang berada didepannya.
Santi memang langsung mengakhiri masa jabatannya hari ini juga. Dengan dirinya yang sudah lulus dari tes advokat dan berhasil bekerja pada sebuah firma hukum yang besar, saat ini dipastikan Santi sudah beralih profesi sepenuhnya dan Zen merupakan klien pertamanya yang akan dirinya bela dan bebaskan dari semua tuduhan yang dirinya terima.
__ADS_1
Setelah rencana pengunduran diri dari Santi pada instansi tempatnya bekerja, Santi langsung mengikuti ujian advokat untuk membuatnya menjadi seorang pengacara. Tentu pemikiran Santi saat dirinya sudah tidak bekerja lagi, adalah dirinya akan menjadi seorang pengacara untuk membela kebenaran yang selama ini dirinya junjung sangat tinggi selama ini.
Apalagi Instansinya sudah terlihat tidak mampu memuaskan hasratnya dalam menegakkan keadilan. Maka dari itu dirinya lebih memilih mundur dan saat ini Santi akan membela kebenaran melalui caranya sendiri yaitu menjadi seorang pengacara agar dirinya bisa membela keadilan bagi beberapa pihak yang membutuhkan keadilan.
"Black Label?" dan begitulah mantan bawahan Santi terkejut, setelah dirinya membaca nama Firma hukum tempat dimana Santi bekerja.
Black Label merupakan nama Firma hukum terbesar di dunia ini. Label hukum ini bisa dikatakan salah satu anak perusahaan dari Darkness Company yang bergerak pada Firma hukum. Tentu semua pihak cukup terkejut melihat Komandan Polisi dari Kota ini sudah berlatih sepenuhnya menjadi seorang pengacara dan bekerja pada firma hukum terbesar di dunia ini.
"Ya... Saya memang sudah diterima beberapa hari yang lalu. Tetapi, saya baru mulai bekerja sekarang, karena saya baru mengundurkan diri dari posisi yang saya tepati selama ini" balas Santi yang saat ini mulai mengeluarkan berbagai hal untuk mempersiapkan pembelaannya terhadap Zen.
Zen disisi lain cukup terkejut melihat perubahan wanita yang saat ini duduk disebelahnya. Apalagi dirinya saat ini bekerja pada sebuah perusahaan yang dipimpin oleh Lucifer secara langsung. Jadi besar kemungkinan, dirinya sedikit mengerti dengan status dari Zen yang sebenarnya, karena dirinya sudah bekerja pada salah satu perusahaan miliknya.
Santi hanya mengangguk saja mendengar perkataan mantan bawahannya itu. Hingga dirinya mulai menyerahkan sebuah flashdisk kepada mereka berdua. Tentu pada penyelidik yang berada di sana cukup kebingungan apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh mantan komandannya itu, hingga mereka mulai meriah Flashdisk yang diserahkan kepada mereka oleh Santi.
"Didalamnya, ada bukti yang menyatakan Klien saya yang sedang menghabiskan waktu dengan calon Istrinya yang baru, tepat dengan keterangan hari dan waktu yang sama dari kejadian yang terjadi dan dituduhkan kepada klien saya" ucap Santi.
Penyidik yang mendengar hal itu, tentu langsung membukakan matanya karena Santi mulai menunjukkan alibi dari apa yang dikatakan Zen kepada mereka tadi. Tentu mereka mulai melihat isi dari Flashdisk tersebut dan mencoba membenarkan apa yang sedang dikatakan oleh Santi tadi yang memberikan mereka sebuah bukti.
Didalam Flashdisk tersebut memang benar bahwa ada sebuah bukti berupa rekaman pengawas dari sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota ini dengan keterangan hari dan waktu yang sudah tertera pada rekaman tersebut. Hingga bisa dilihat dengan jelas bahwa benar apa yang dikatakan Zen sedari tadi tentang pembelaannya.
Seorang pria saat ini bisa dilihat sedang bersama seorang wanita dan seorang anak kecil sedang berkeliling pusat perbelanjaan. Tentu terlihat sangat jelas bahwa sosok tersebut merupakan Zen yang memang terekam dengan jelas pada video yang sedang mereka saksikan tersebut.
__ADS_1
Bahkan bisa dilihat waktu yang mereka prediksi sebagai waktu kejadian yang terjadi pada sebuah keluarga konglomerat akhirnya datang, tetapi sosok Zen bisa dilihat dengan jelas memang masih ada didalam pusat perbelanjaan tersebut.
Walaupun waktu kejadian tersebut bisa terlihat Zen memasuki sebuah toilet dari pusat perbelanjaan tersebut, namun beberapa saat kemudian dirinya memang keluar dari sana dan tidak menunjukan bahwa memang Zen beranjak dari area tersebut dan melakukan sesuatu yang janggal.
Cukup memakan waktu memang keberadaannya yang berada didalam toilet yang dirinya masuki tadi, namun hal itu tetap membuktikan bahwa Zen masih berada di pusat perbelanjaan tersebut disaat kejadian pembantai sebuah keluarga konglomerat terjadi.
"Kalau kalian masih tidak percaya dengan rekaman yang sudah saya bawa, kalian bisa memeriksanya sendiri pada pusat perbelanjaan dimana klien saya berada pada saat itu" ucap Santi yang selesai melakukan pembelaannya.
Sangat jelas terlihat bahwa alibi Zen sangat bisa dibuktikan kebenarannya. Apalagi tidak ada bukti bahwa Zen beranjak dari pusat perbelanjaan dan langsung pergi menuju wilayah kediaman dari konglomerat yang sudah dimusnahkan itu.
Apalagi jarak dari pusat perbelanjaan dengan kediaman tersebut sangatlah jauh dan sangat tidak mungkin Zen melakukan perjalanan di sana dalam kurun waktu beberapa detik saja, jika memang tuduhan itu terus berlanjut dan membuat dirinya masih dicurigai hingga saat ini.
Bahkan bisa dilihat baju yang dikenakan pada kedua sosok yang terlihat pada dua buah bukti yang para penyelidik terima itu dan pada dua tempat yang berbeda itu terlihat berbeda. Jadi tambah sangat tidak mungkin bahwa Zen berada pada ditempat tersebut atau bisa dikatakan sangat tidak mungkin Zen berada pada dua tempat yang sama.
"Lalu, kami sudah bisa keluar sekarang, bukan?" tanya Santi kemudian karena menurutnya bukti yang dirinya berikan itu sudah sangat mampu membuat Zen merupakan pihak yang tidak bersalah.
"Maafkan saya Nona Santi. Tetapi kami harus membuktikan keaslian dari bukti yang anda berikan. Jadi, mohon untuk bersb-" namun belumlah sang penyidik itu menyelesaikan perkataannya, seorang petugas kepolisian mulai memasuki ruangan interogasi tempat dimana Zen berada saat ini.
Tentu pria itu langsung mendekat kearah seorang penyidik yang berada di sana. Hingga dirinya mulai membisikkan sesuatu kepada penyidik tersebut dan membuat penyidik yang mendengarkan perkataan petugas yang baru masuk kedalam ruangan interogasi itu, mulai mengerutkan keningnya mendengar semua perkataan petugas tersebut.
"B-Baiklah. Kalian berdua sudah bisa keluar dari sini"
__ADS_1