Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Kecurigaan


__ADS_3

Zen masih duduk dengan tenang pada tempat duduknya dan saat ini mencoba untuk menjawab semua pertanyaan yang diberikan kepadanya dari seorang polisi wanita yang merupakan Santi dan saat ini wanita tersebut sedang duduk dihadapannya.


“Tetapi bukankah aku diselidiki tentang kasus hilangnya Ayah dari Angel? Mengapa aku harus menjawab pertanyaan tentang sebuah kasus yang terjadi disebuah pusat perbelanjaan?” tanya Zen kemudian yang bingung dengan arah pemeriksaan yang dilakukan oleh Santi.


Dalam surat yang diterima oleh Zen, dirinya memang akan diperiksa sebagai saksi untuk kasus tentang hilangnya Ayah dari Angel yang menghilang. Karena polisi beranggapan bahwa Ayah Angel sedang bersembunyi karena dirinya mengetahui pelaku pembantaian yang terjadi oleh kelompok yang diikutinya.


“Benar, tetapi karena saya ikut menyelidiki kasus tentang pembantaian di Pusat Perbelanjaan itu, jadi saya sekalian bertanya kepada anda. Apalagi salah satu korban pernah ribut dengan anda sebelum pembantaian itu terjadi” balas Santi kemudian.


Mendengar penjelasan Santi, Zen hanya mengangguk saja mendengar alasan yang diberikan olehnya. Namun dirinya sangat tahu, bahwa saat ini wanita didepannya sedang mencurigainya. Apalagi dua buah kasus terjadi setelah korban-korban itu bertemu dan mencari masalah dengan Zen.


“Baiklah...” balas Zen yang menerima alasan yang diberikan oleh Santi.


Akhirnya Santi mulai mengeluarkan berkas yang berbeda, yang dimana Santi memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikannya tentang kasus yang terjadi pada basemen dari pusat perbelanjaan dan kembali bertanya tentang hilangnya Ayah dari Angel.


“Lalu, bisakah saya tahu tentang pertengkaran yang terjadi antara anda dan pria ini?” tanya Santi sambil menunjukan sebuah foto dari seseorang yang dahulu ingin membeli Angel dari Ayahnya.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Santi, Zen mulai menjelaskan penyebab pertengkarannya yang terjadi saat dirinya hendak merayakan ulang tahun dari Angel dengan makan-makan dan menyebabkan dirinya berkelahi di sana dengan anak buah dari pria yang potretnya ditunjukan kepada Zen.


“Begitulah yang terjadi” kata Zen yang mengakhiri kisahnya itu.


“Lalu apakah anda tidak mempunyai informasi apapun tentang kemana mereka pergi dan mungkin keberadaan mereka?” tanya Santi kembali.


“Setelah aku mengalahkan mereka, mereka semua melarikan diri dan aku hanya melihat pria yang ingin membeli Angel memasuki sebuah mobil sedangkan yang lainnya melarikan diri entah kemana” balas Zen.


Memang ketiga orang yang Zen buat pingsan saat pertarungan yang dirinya lakukan dahulu, sengaja Zen bawa kedalam mansion tempat dirinya membantai pasukan dari pria yang ingin membeli Angel dan membunuh mereka bersama dengan seluruh orang yang ada di sana untuk menghilangkan bukti keterlibatannya.

__ADS_1


“Lalu, apakah anda mengetahui tentang orang ini?” tanya Santi kemudian sambil menunjukkan sebuah foto seorang pria kembali kepada Zen.


Zen melihat foto itu dengan teliti dan menemukan sebuah foto pria yang tentu saja dia kenal, karena pria tersebut merupakan orang yang menyuruh beberapa suruhannya untuk menculik Angel dan hendak memperkosanya.


“Aku tidak mengenalnya” balas Zen.


Tentu perkataan Zen membuat Santi sangat terkejut karena perkataannya itu tidak mengandung sebuah kebohongan dari kalimat yang diucapkannya. Apalagi, pernyataannya saat ini sangat berbanding terbalik dengan fakta yang ditemukan Santi saat mencoba mengintrogasi Angel.


“Benarkah, coba anda perhatikan lagi” Ucap Santi yang kembali melihat ekspresi Zen secara detail untuk mencari kebenaran tentang perkataannya.


“Hm... aku benar-benar tidak mengenalnya” jawab Zen kembali.


Angel memang menjalani pemeriksaannya sebagai saksi kemarin, dan dirinya diperiksa oleh Santi ditempat ini. Tentu saja Santi menanyakan dirinya juga tentang pria yang saat ini dia tunjukan fotonya kepada Zen.


Namun anehnya, dirinya bisa merasakan kebohongan dari Angel saat dirinya menanyakan tentang orang yang hampir memperkosanya itu, karena memang Angel sengaja berbohong karena itu merupakan perintah dari Zen sebelumnya.


Tentu potret beberapa orang selanjutnya merupakan tiga orang yang menculik Angel dan Zen kembali menyangkal bahwa dirinya mengenal orang-orang tersebut dan membuat Santi kembali kebingungan, karena fakta yang dia lihat saat ini sangat berbeda dengan apa yang dia lihat saat bertanya kepada Angel kemarin.


Tetapi karena dirinya merasakan bahwa Zen ada sangkut pautnya dengan kasus ini, Santi memutuskan untuk memberikan sebuah pertanyaan yang akan memojokkan Zen dan akan melihat reaksinya saat dirinya membalas perkataannya.


“Maafkan saya tuan Zen, bukannya saya mencurigai dirimu, tetapi dari dua kasus yang sedang saya selidiki, dua kasus itu terjadi saat korban dari kasus tersebut sedang bermasalah dengan anda. Jadi saat ini saya sangat mencurigai anda sebagai salah satu orang yang melakukan itu semua” jelas Santi.


Bukan tanpa alasan Santi berkata seperti itu. Dari penyelidikan yang dia lakukan kepada Angel dan Zen, dirinya menemukan sebuah fakta yang menyatakan permasalahan pembantaian yang sedang dia selidiki memang bermula setelah orang-orang itu bermasalah dengan Angel.


Setelah itu, Zen yang diketahui sangat dekat dengan Angel tentu saja menolongnya dan pertolongan itu mengakibatkan beberapa keributan. Memang keributan itu berakhir, namun pelaku yang melakukan keributan tersebut, entah mengapa malah meninggal setelah mereka selesai berurusan dengan Zen.

__ADS_1


“Hah? Apa maksud anda nona Santi?” tanya Zen sambil menunjukan raut wajah kebingungannya dengan perkataan yang dilontarkan kepadanya oleh Santi.


“Seperti yang saya katakan sebelumnya, anda dicurigai karena kedua korban dari kasus tersebut meninggal setelah mencari masalah dengan anda” balas Santi.


“Bukankah itu hanya kebetulan semata?” balas Zen.


“Benar, tetapi mengapa bisa dua orang yang mencari masalah dengan anda, sesaat kemudian malah meninggal dengan keadaan mengenaskan” ucap Santi kembali.


“Mana saya tahu. Dan juga bukankah saya dipanggil sebagai saksi, tetapi mengapa saya malah disudutkan seakan-akan saya merupakan tersangka dari kasus yang anda selidiki?” tanya Zen kemudian.


“Maafkan saya Tuan Zen, tetapi itu hanya kecurigaan saya. Lagipula saya hanya bertanya karena memang kebetulan yang anda alami sangat aneh menurut saya” balas Santi.


“Benarkah sangat aneh? Bagi saya itu biasa saja. Dan juga, jika anda mencurigai saya sebagai tersangka dalam kasus anda, bukankah anda tahu dimana tempat tinggal saya saat ini?” tanya Zen kepada Santi yang masih menatapnya penuh curiga.


“Tentu saja, anda tinggal di Apartemen Elit Palm Suite bukan?” balas Santi.


“Benar. Dan dari pernyataan anda sebelumnya, anda mengatakan korban yang mencari masalah dengan saya meninggal beberapa jam setelah berurusan dengan saya bukan?” tanya Zen dan membuat Santi kembali mengangguk dan mengikuti terus arah pembicaraan dari Zen.


“Jadi, bukankah anda bisa memeriksa keberadaan saya melalui kamera pengawas yang terdapat pada gedung Apartemen saya. Bahkan kamera pengawas ada pada lift, koridor unit apartemen saya, bahkan diruang tamu dari apartemen saya” balas Zen yang memberikan alibinya.


Tentu perkataan Zen itu membuat Santi kembali bungkam. Karena saat ini memang dirinya sengaja menyerang Zen seolah-olah dia merupakan tersangkanya untuk melihat ekspresi dirinya dalam menjawab tuduhan yang Santi lontarkan.


Namun dirinya tidak menyangka bahwa Zen menggunakan sebuah Alibi yang jika memang terbukti bahwa Alibinya benar, semua kasus yang sedang dia selidiki dan membuat Zen merupakan orang yang paling dirinya curigai akan membuatnya tidak bersalah.


Memang Santi belum sama sekali memeriksa dan mengecek keberadaan Zen karena dirinya sangat percaya diri bahwa Zen merupakan tersangka dari kasus yang dirinya sedang selidiki. Namun saat ini keadaan berbalik kepadanya karena dirinya merasakan bahwa Zen mengatakan perkataannya tanpa ada satu kata yang menyiratkan bahwa dirinya merupakan seorang tersangka dari kasus yang sedang dia selidiki.

__ADS_1


“Ho... dirinya masih belum mempercayai kepekaannya ya...”


__ADS_2