
Siapa yang tidak marah melihat Putrinya sedang diculik saat ini. Tentu Zen salah satunya. Dirinya bisa dikatakan sangat amat murka saat ini dengan kejadian yang terjadi kepada sosok yang sudah dirinya anggap sebagai Putrinya sendiri, yang mengalami sebuah penculikan oleh beberapa orang.
Memang Kileni bukan putri kandung dari Zen, namun Zen dan Istri-istrinya bisa dikatakan sudah menganggap gadis kecil itu sebagai putri mereka, sehingga rasa tanggung jawab mereka sebagai orang tua tentu harus bisa mereka berikan kepada gadis kecil tersebut, salah satunya adalah dengan melindungi dari apapun yang terjadi kepadanya.
Hingga Zen yang menanamkan sebuah aura khusus kepada gadis kecil itu merasakan bahwa dirinya mengalami sebuah masalah.
Maka dari itu, sedang asik dirinya memakan makanan yang sudah disediakan olehnya dengan pihak Shinto, Zen tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya dan meninggalkan semua sosok Dewa Shinto yang kebingungan dengan kepergiannya.
Dan disinilah dirinya berada, ditengah-tengah lalu lintas yang padat atau bisa dikatakan berada tepat disebuah markah jalan, dan saat ini sedang menunggu dengan tenang kedatangan pihak yang berani-beraninya mencari masalah dengan Putrinya.
"Baiklah, pastikan bahwa Kileni akan aman dulu, baru aku memberi mereka pelajaran" Hingga Zen yang sudah berdiri ditengah-tengah jalan yang padat itu, sudah bersiap memulai aksinya kepada pihak-pihak yang seharusnya tidak mereka singgung keberadaannya.
Zen memang masih memakai mode kamuflasenya untuk berada pada garis putih dari pembatas jalan tempatnya berada. Hingga dirinya bisa melihat sebuah mobil Van berwarna hitam saat ini mulai melaju cukup kencang menuju kearah tempat dimana dirinya berada saat ini.
Melihat kedatangannya, saat ini Zen yang berada di tengah jalan raya yang padat itu, mulai berpindah tempat menuju kearah jalur jalan yang akan dilalui oleh mobil Van hitam tersebut. Hingga akhirnya disaat mobil itu semakin mendekat, Zen mulai mengeluarkan aura hitamnya.
Dengan cepat aura hitam itu mulai melesat kearah mobil yang semakin mendekat kearah dirinya itu, hingga aura tersebut langsung membungkus tubuh Kileni yang berada di dalamnya. Hingga barulah Zen saat ini mulai berdiri dengan tegak ditempatnya, disaat dirinya sudah memastikan Kileni akan aman.
__ADS_1
Mobil itu tentu saja terus melesat, tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Namun disaat mobil itu sedang asik melaju, tiba-tiba saja mobil itu seakan menabrak sesuatu yang keras diperjalanan mereka dan membuat mobil itu langsung oleng dibuatnya hingga terlihat mulai hilang kendali.
Selanjutnya, mobil itu mulai berbelok kearah keluar dari jalan yang dirinya lalui dan saat ini mulai terperosok menuju kearah bagian pembatas jalan, yang saat ini langsung membuat mobil mereka remuk disaat menabraknya. Dan begitulah Zen saat ini menatap kejadian itu dengan tenang ditempatnya.
"Hmm... selesai juga" gumam Zen yang mengambil langkah cepat untuk menghampiri kendaraan tersebut.
Tentu jalanan yang padat membuat beberapa pihak mulai memperhatikan kejadian itu. Bahkan saat ini beberapa pihak ingin melihat kondisi kendaraan yang baru saja mengalami kecelakaan tersebut. Maka dari itu, Zen saat ini harus bergerak dengan cepat untuk segera menyelesaikan semua hal yang sudah dirinya lakukan itu.
"Ayah!" hingga Kileni yang terlihat panik dan sedang menangis itu, langsung merasa sangat senang melihat keberadaan Ayahnya yang menjemput dirinya.
Zen memang dengan bergegas langsung membuka pintu mobil dengan paksa dan saat ini langsung mengambil Kileni yang terlihat baik-baik saja ditempatnya itu. Hingga akhirnya, Zen saat ini sudah berhasil membawa gadis kecil itu kedalam pelukannya dan bisa dikatakan dirinya berhasil untuk menyelamatkan dirinya.
Zen juga memusnahkan barang tajam yang bisa ditemukan pada kendaraan tersebut, barulah dirinya mengajak sosok Kileni beranjak dari sana disaat Zen sudah melakukan apapun yang dirinya inginkan. Hingga akhirnya disaat dirinya menjauh, barulah banyak pihak saat ini berbondong-bondong melihat kendaraan yang kecelakaan tersebut.
"Matilah" dan begitulah gumaman kecil dari Zen setelah dirinya sudah menjauh dari kendaraan yang rusak itu, dan saat ini dirinya mulai menjentikkan jarinya.
Suara menjentikkan jari Zen itu mulai disusul dengan suara api yang mulai membara dan mulai melahap kendaraan yang baru saja kecelakaan tersebut. Tentu semua pihak yang ingin melihat kondisi kendaraan itu dan ingin menyelamatkan pihak yang berada didalamnya langsung mengurungkan niat mereka untuk melakukannya.
__ADS_1
Karena saat ini api yang membakar kendaraan itu semakin besar intensitasnya dan mulai membakar dengan perlahan mobil yang sudah hancur itu. Didalamnya, saat ini beberapa pihak yang pingsan karena tabrakan yang mereka alami tentu sangat terkejut melihat bara api yang membara dari mobil ayng dikendarai oleh mereka.
Hingga akhirnya mereka tentu saja ingin berusaha keluar dari sana. Namun naas, tubuh mereka seakan terjebak dengan sabuk pengaman yang mereka gunakan dan saat ini mereka tidak bisa melepaskannya. Tentu karena pengunci dari sabuk pengaman itu sudah rusak membuat mereka terjebak dari dalamnya.
Dan yang lebih mengenaskannya lagi, mereka tidak menemukan apapun yang dapat membuat mereka terlepas dari sabuk pengaman yang mereka gunakan saat ini. Hingga bara api saat ini mulai mendekat kearah mereka dan dengan perlahan mulai melahap tubuh mereka yang sedang terjebak dan tidak bisa untuk keluar itu.
"Baiklah, mari kita musnahkan dalang dari pihak yang melakukan ini semua kepadamu" hingga Zen yang melihat itu semua, saat ini mulai beranjak bersama Kileni dari tempat tersebut.
Disisi lain, Alice tentu saja panik saat ini. Apalagi sambungan ponselnya mulai terputus di saat melihat mobil yang ditumpangi putrinya saat ini terlihat sedang kecelakaan. Tentu dirinya bingung atas apa yang harus dirinya lakukan, hingga nama seorang pria tentu langsung terlintas pada benaknya.
Alice tentu akan langsung menghubungi pria tersebut dan meminta bantuan kepadanya. Bahkan dirinya akan menawarkan apapun agar bisa putrinya itu selamat dari penculikan yang dirinya alami. Namun naas, disaat dirinya akan menghubungi pria tersebut, asisten pribadinya saat ini mulai membuka pintu ruangannya dan mempersilahkan masuk beberapa pihak kedalam ruangannya.
"Silahkan masuk, Tuan Ian" ucap asistennya itu kepada pria tersebut.
Aneh memang sikapnya, karena memang Alice memerintahkan bahwa dirinya tidak ingi diganggu oleh siapapun untuk saat ini. Hingga Alice menyadari bahwa asistennya itu ternyata merupakan pihak yang memang sedang mengkhianati dirinya, karena terlihat dirinya sangat menghormati sosok yang dirinya suruh masuk itu, seakan dirinya bekerja dengan dirinya.
"Apa yang kamu lakukan?" dan begitulah Alice yang merasa sangat amat tak berdaya melihat semua kejadian yang dirinya alami.
__ADS_1
Semua pihak yang memasuki ruangannya saat ini menatapnya dengan tatapan jahat mereka, dan saat ini mereka menunjukan senyum menjijikan itu kepada Alice. Bahkan Alice merasa sudah tak berdaya saat ini, dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi itu semua, karena bisa dilihat sendiri dirinya sudah kalah sepenuhnya.
"Lalu, bagaimana tawaranku, Alice? Apakah kamu mau menjadi Istri ketiga dariku?"