Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Penasaran


__ADS_3

Pada sebuah ruangan yang bisa dikatakan sangat mewah, saat ini dua orang pria sedang melakukan sebuah pertemuan. Dengan disuguhkan berbagai hidangan ringan untuk menemani pertemuan mereka, saat ini mereka berdua mulai mendiskusikan sesuatu.


“Silahkan dinikmati, Tuan Ramiel” ucap pria yang berada di seberangnya, saat menawarkan semua makanan yang baru saja terhidang di atas meja tempat mereka berada.


“Terima kasih, Alfred” balas pria itu ramah, dan saat ini mulai menyicipi berbagai makanan ringan yang sudah disuguhkan kepada dirinya.


Alfred sang pemimpin malaikat maut dan bawahan langsung dari Zen, saat ini sedang menyambut salah satu Heavenly Sins yang saat ini bertamu pada kediaman milik Tuannya. Tentu sebagai salah satu adik dari Tuannya, Alfred akan menyambut pria itu dengan sangat ramah.


Walaupun awalanya dirinya cukup kebingungan dengan kedatangan adik sepupu dari Tuannya itu secara tiba-tiba, tetapi tetap saja Alfred harus menyambut kedatangannya dengan sangat hangat. Apalagi, setelah dirinya mendengar maksud kedatangan adik sepupu Tuannya itu, yang datang untuk menanyakan tentang kondisi dari Tuannya.


“Kudengar, kamu tidak memperbolehkan Kakakku untuk menggunakan hartanya?” tanya pria bernama Ramiel itu, setelah dirinya meminum segelas teh yang dihidangkan kepadanya.


Pria yang bernama Ramiel, memang sengaja datang ketempat ini untuk menanyakan keputusan yang diambil oleh bawahan Kakaknya itu yang menurutnya sangat kelewatan. Tentu dirinya ingin mengetahui mengapa para bawahan Kakaknya, melarang dirinya menikmati harta yang seharusnya merupakan milik Kakaknya.


“Maafkan saya, Tuan Ramiel. Bukannya kami menghalangi Tuan Zen menggunakan hartanya, tetapi hanya membatasinya saja” balas Alfred kemudian.


“Hm... lalu apa alasannya kamu melakukan hal tersebut?” tanya Ramiel kembali, yang membuat Alfred bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan kepada dirinya.


“Tuan Ramiel tidak diberitahu oleh Tuan Uriel tentang permasalahan ini?” tanya Alfred kemudian.


Tentu pertanyaan yang dilontarkan oleh Ramiel membuat Alfred sangat kebingungan. Karena memang, seluruh status Tuannya seharusnya sudah diketahui oleh seluruh keluarganya. Jadi, Alfred sangat bingung, mengapa pria yang berada dihadapannya akan menanyakan pertanyaan seputar kehidupan dari Zen yang seakan baru diketahui oleh dirinya.


“Kak Uriel? Tentu saja aku tidak mendengar apapun dari dirinya. Karena memang aku langsung datang ketempat ini, setelah Kak Uriel berkata bahwa dirimu melarang Kak Zen untuk menggunakan hartanya. Jadi, aku tidak sempat mendengar penjelasannya” balas Ramiel kemudian.


Ramiel sendiri merupakan salah satu Heavenly Sins yaitu Kindness atau Kebaikan Hati. Dirinya memang cukup terkejut saat mengetahui bahwa Kakaknya yang paling dirinya cintai, yang keberadaannya tidak diketahui akhirnya sudah kembali.


Tetapi setelah dirinya merasakan senang atas kabar tentang kemunculan Kakaknya itu, dirinya kembali mendapati sebuah kabar bahwa bawahannya saat ini tidak memperbolehkan Kakaknya untuk mempergunakan hartanya, dan harus menyembunyikan statusnya dari khalayak umum.


Jadi, kedatangan Ramiel menuju kediaman Kakaknya saat ini, untuk menanyakan secara langsung mengapa bawahan Kakaknya itu, berani-beraninya membuat peraturan seperti itu kepada dirinya. Karena mungkin, saat ini Kakaknya menjalani kehidupan yang sangat tidak layak dan sedang kesusahan.


“Hmm... Jadi begitu. Kalau begitu biar saya jelaskan alasannya, Tuan Ramiel” ucap Alfred kemudian.

__ADS_1


Tentu Alfred langsung menjelaskan alasan mengapa status dari Zen harus disembunyikan. Termasuk tentang kekacauan yang sedang dicoba halangi olehnya, dan tidak ingin perkara pada neraka tentang para wanita menggunakan status Zen untuk kepentingan mereka akan terulang kembali.


Ramiel juga mendengarnya dengan perlahan, hingga akhirnya dirinya paham mengapa bawahan Kakaknya itu melakukan hal tersebut. Apalagi dari perkataan yang dirinya lontarkan, bahwa Kakaknya juga setuju untuk melakukannya. Jadi, dirinya mulai menerima alasan yang diberikan oleh bawahan Kakaknya itu kepadanya saat ini.


“Hm... Jadi Begitu. Lalu, bagaimana kehidupan Kak Zen sekarang?” tanya Ramiel kembali, yang sangat penasaran dengan kehidupan Kakaknya, yang baru terbangun dari tidur panjangnya dan mulai menjalani kehidupannya di dunia ini.


Ramiel sendiri memang baru saja pulang dari mengasingkan diri bersama keluarganya. Jadi, dirinya baru mendapatkan kabar tentang Zen. Bahkan dirinya sangat terkejut mendengar kabar tersebut, dan tidak sabar untuk bertemu dengan Kakaknya itu.


Apalagi, dirinya memang berniat memamerkan kehidupan berkeluarga miliknya kepada Kakaknya, karena dirinya tahu Kakak sepupunya itu sedari dulu menginginkan hidup dengan keluarga utuh yang bahagia. Jadi, dirinya ingin menunjukan keluarganya yang bahagia kepada Zen secara langsung.


Tetapi sepertinya rencananya itu harus dirinya tunda, karena memang Kakaknya sedang melakukan sesuatu untuk mencegah kehancuran dunia. Apalagi dirinya harus membuktikan bahwa wanita yang dinikahinya saat ini, memang pantas untuk bersanding menjadi Istrinya.


“Untung saja, wanita yang dirinya nikahi selalu bersikap baik dengan Tuan Zen, Tuan” balas Alfred dan membuat Ramiel mengangguk. Namun, dirinya mulai menyadari sesuatu, saat bawahan Kakaknya itu berkata demikian.


“Tunggu, bukankah itu sudah membuktikan bahwa wanita itu tidak memandang Kak Zen dengan statusnya. Karena katamu dirinya selalu memperlakukan Kakak Zen dengan baik?” tanya Ramiel kembali.


“Benar, Tuan Ramiel. Tetapi dirinya hanya menganggap Tuan Zen, hanya sebagai seorang yang bekerja untuknya saja. Bukan sebagai suaminya, Tuan” balas Alfred yang melanjutkan penjelasannya.


Rumiel akhirnya paham sekarang. Apalagi dirinya juga tidak mau asal membuat Kakaknya itu menunjukan statusnya kepada orang yang tidak tepat. Karena memang kekacauan akan kembali terjadi, jika dirinya melakukan hal tersebut.


“Tunggu, apakah Kak Zen mengetahui tentang berkah sebuah ikatan?” tanya Ramiel, yang saat ini mulai menyadari sesuatu.


Dan hal inilah yang membuat Ramiel cukup bingung. Karena memang, jika Kakaknya akan mengetahui tentang berkah yang baru saja dirinya katakan itu sepenuhnya, dipastikan Kakaknya itu akan sesegera mungkin mencoba untuk mencuri hati dari Istri yang dirinya nikahi itu.


“Tuan Zen hanya mengetahui tentang tahap awal dari berkah tersebut, Tuan” balas Alfred kemudian.


“Maksudmu, tentang aura kebahagiaan yang dirinya dapatkan dari seseorang yang memujanya?” tanya Ramiel kembali dan mendapatkan anggukan dari Alfred kemudian.


Mendengar itu, Ramiel entah mengapa langsung tertawa karena dirinya merasa lucu dengan perilaku dari bawahan Kakaknya itu. Dirinya bingung mengapa bawahan kakaknya tidak menjelaskan secara langsung tentang berkah tersebut kepada Zen.


Karena memang, berkah yang sedang mereka bicarakan itu merupakan sebuah berkah yang dapat menentukan kelangsungan mereka untuk hidup di dunia ini. Apalagi jika mereka akan menghadapi beberapa ancaman yang memenuhi dunia tempat dimana mereka tinggal saat ini.

__ADS_1


“Mengapa kamu tidak menjelaskannya? Apakah kamu sengaja melakukan hal itu?” tanya Ramiel kemudian, yang sangat kebingungan dengan perilaku dari bawahan Kakaknya itu.


“ Bukan seperti itu, Tuan Ramiel. Karena memang, Tuan Uriel yang melarang kami untuk memberitahukannya kepada Tuan Zen. Karena dirinya berkata, dirinya ingin melihat Tuan Zen menemukan berkah itu sendiri, Tuan” balas Alfred.


“Ah... benar juga keputusan Kakakku itu. Jika Kak Zen mengetahuinya, dipastikan dirinya langsung membuat kerajaan Harem miliknya kembali di dunia ini” kata Ramiel yang mulai membayangkan jika Kakaknya itu mengetahui sepenuhnya berkah itu, dan langsung membuatnya tertawa membayangkannya.


Memang berkah yang sering Zen coba keluarkan dari beberapa wanita yang dibuatnya bahagia, merupakan sebuah tahap awal dari sebuah berkah yang sangat amat menguntungkan bagi pihak Deadly maupun Heavenly Sins, yang sampai sekarang belum diketahui sepenuhnya oleh Zen.


Berkah yang merupakan hukum dunia yang tidak bisa diganggu gugat itu, merupakan salah satu keuntungan yang dimiliki oleh para Deadly dan Heavenly Sins saat tinggal di dunia ini. Jadi, seharusnya Zen akan diberitahu tentang berkah ekslusif untuk mereka itu secara langsung.


Namun Ramiel bisa mengerti keputusan yang diambil oleh beberapa Kakak kandungnya, karena memang mereka harus berhati-hati membuat Kakaknya itu memahami sepenuhnya berkah yang bisa dirinya dapatkan itu, agar tidak menghancurkan dunia ini.


“Benar Tuan. Dan juga, Tuan Pride sudah melarang informasi tersebut untuk tersebar kepada seluruh saudara kandungnya” ucap Alfred melanjutkan.


“Ya... Kamu benar. Aku mengingatnya dengan jelas, saat Kak Pride menyuruh kami tidak boleh mengatakan secara langsung tentang berkah itu, kepada saudara sepupu kami” balas Ramiel kemudian.


Alasannya sangat sederhana, mengapa mereka mengambil tindakan tersebut. Karena memang, selain keuntungan yang mereka dapatkan dari berkah tersebut, dipastikan ada sebuah kerugian yang akan mengikutinya. Yaitu, berkah itu akan disalah gunakan jika diketahui oleh saudara kandung dari Zen.


Tentu para Heavenly Sins akan menggunakan berkah itu secara bijak untuk keuntungan mereka. Namun tidak dengan para Deadly Sins. Karena dipastikan mereka akan bertindak berlebihan, dan bahkan akan menghancurkan dunia ini hanya untuk mendapatkan berkah yang sangat amat kuat tersebut.


“Ya, bahkan Tuan Pride sampai memaksa untuk tidak menggunakan berkah tersebut, untuk kepentingannya sendiri. Karena dirinya ingin menyembunyikannya dari seluruh keluarganya” ucap Alfred yang langsung merasa sedih, mengingat tentang pengorbanan yang dilakukan oleh salah satu Tuannya itu.


“Ah... betapa malangnya dirinya. Pasti dirinya menahan kelakuannya itu, apalagi yang aku tahu dirinya mempunyai seorang wanita yang sangat dirinya cintai bukan?” ucap Ramiel kemudian, yang tiba-tiba merasa kasihan dengan Kakaknya tersebut.


Memang setelah kepergian Zen yang hilang entah kemana. Sebagai adik yang tingkatnya dibawah Zen, membuat Pride memutuskan untuk mengambil alih kepemimpinan atas seluruh saudaranya, untuk memimpin mereka dalam tinggal dengan damai di dunia ini.


Tentu dirinya sudah melakukan semua hal untuk melindungi dan menjaga seluruh adiknya. Namun sayangnya, semuanya itu gagal, bahkan dirinya sendiri juga sampai ikut terbawa dalam naluri sifatnya sama seperti seluruh saudaranya.


Sifat negatif yang sangat susah untuk dihilangkan pada diri seluruh keluarganya, membuat Pride memutuskan untuk menyembunyikan sebuah berkah yang jika diketahui oleh seluruh adiknya, akan dipastikan membuat hancur dunia ini.


Jadi, dirinya dengan terpaksa mengorbankan semua hal yang dirinya miliki, untuk mencegah hal tersebut untuk terjadi, termasuk merelakan orang yang sangat amat dicintai oleh dirinya. Hingga akhirnya, dirinya dan seluruh adiknya, tidak kuasa menahan sifat negatif mereka dan membuat mereka tewas saat tinggal di dunia ini.

__ADS_1


“Maksud anda, Nona Axillia?” tanya Alfred kemudian, yang menyebutkan nama seseorang yang sangat amat dicintai oleh Pride, dan membuatnya harus merelakan wanita tersebut untuk melindungi seluruh keluarganya.


“Ya, sang wanita Elf. Lalu, apakah kamu tahu dimana keberadaannya sekarang?”


__ADS_2