Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Disitulah Berada


__ADS_3

Seorang Elf tidak sengaja merasakan rasa ketakutan dari wanita yang dirinya rawat selama ini. Maka dari itu dengan tubuhnya yang terlihat lemah itu, wanita Elf itu dengan bergegas mengambil busur dan beberapa anak panah miliknya dan langsung ingin membantu pihak yang dirinya rasakan sedang mengalami sebuah masalah.


Axillia itulah nama Elf tersebut yang saat ini menggunakan kekuatan-kekuatan terakhirnya dan mencoba untuk membidik sosok yang bisa dikatakan mengeluarkan aura negatif dari tubuhnya. Panah yang dirinya tembakkan tentu melesat dengan cepat mengarah menuju sosok yang mengganggu wanita yang dirawatnya itu.


Dengan menambahkan kekuatan khusus dari Rasnya sendiri, membuat panah yang ditembakkan oleh Axillia sangatlah mematikan jika mengenai sosok yang diincarnya. Namun sayangnya, apa yang dirinya lakukan itu sia-sia karena anak panah yang dirinya tembakan itu malah berhasil ditanggap oleh target yang dirinya incar tersebut.


"Uhukkk~" hingga suara batuk saat mulai terdengar dari tempat dimana dirinya berada, setelah Axillia mulai merasakan efek samping dari apa yang sedang dirinya lakukan.


Namun dirinya mulai menghiraukan apa yang akan dirinya alami. Dengan meraih satu lagi anak panahnya, dirinya langsung membidik lagi orang yang diincarnya sekali lagi. Tentu pihak itu kembali menghindari serangannya hingga dirinya memutuskan untuk memborbardir tergetnya tersebut menggunakan panah yang dirinya tembakan.


Namun naas, semakin sering dirinya menggunakan kekuatannya untuk menyerang sosok targetnya tersebut, semakin melemah juga kondisi tubuhnya. Hingga matanya perlahan mulai kabur dan tidak fokus hingga dirinya langsung ambruk dibawah lantai karena tubuhnya yang sudah melemah sepenuhnya.


Tentu dirinya masih sadar, namun saat ini tubuhnya sepenuhnya sangat lemas setelah menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkan sosok yang ingin dirinya selamatkan tadi. Dan begitulah bagaimana kondisinya mulai memburuk setelah dirinya melakukan hal tersebut.


Memang Axillia masih terus berusaha untuk membantu wanita yang diri yang rawat itu agar tidak terjadi apa-apa dengannya. Namun apa mau dikata, tubuhnya saat ini sudah sangat lemah sepenuhnya dan tidak bisa melakukan apapun lagi untuk membantu wanita tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian, dirinya merasakan bahwa wanita yang dirinya rawat sedari kecil itu malah membawa pihak yang diserangnya ketempat dimana dirinya berada. Merasakannya, tentu langsung membuat dirinya kembali bersiap menyerang sosok yang akan mendatangi dirinya tersebut.


Apalagi dirinya mengira bahwa wanita yang dirinya rawat itu sedang diancam dan dirinya disuruh untuk membawanya ketempat ini. Maka dari itu, wanita Elf yang terlihat sangat lemah itu menggenggam kembali busur dan kanannya dan langsung menargetkan kearah pintu dari kediaman yang ditinggalinya.


Dengan menggunakan kekuatan terakhirnya, Axillia berharap bahwa serangan ini bisa membunuh sosok tersebut, karena bisa dikatakan dirinya tidak tahu apa yang harus dirinya lakukan jika serangan tersebut kembali meleset, karena bisa dikatakan tubuhnya akan langsung lemah sepenuhnya setelah serangan itu.


Hingga panah yang dirinya tembakkan setelah target yang dirinya incar itu muncul pada balik pintu kediaman yang terbuka itu tepat sasaran. Namun sayangnya, panah yang dirinya tembakkan itu berhasil ditangkap sekali lagi dari target incarannya dan bisa dilihat dirinya langsung mematahkan panah yang berhasil dirinya tangkap itu.

__ADS_1


Tubuh Axillia langsung lemas karena kekuatannya sudah habis sepenuhnya. Apalagi dirinya hampir tidak memiliki kekuatan untuk memarahi wanita yang dirawatnya sedari kecil itu karena membawa pihak yang membahayakan mereka itu datang ketempat ini.


Hingga akhirnya, sosok pria berwajah tampan dan tidak asing bagi Axillia mulai muncul memenuhi pandangannya yang membuatnya bisa bernafas lega. Apalagi dirinya sangat amat ketakutan tadi jika memang ada pihak jahat yang memang sedang mengincar dirinya dan wanita yang dirinya lindungi itu.


"Cih... Elf bodoh. Apakah kemampuanmu sudah tumpul sehingga tidak bisa membedakan mana musuh dan mana rekan" dan begitulah ucapan yang dirinya dengar dari sosok yang mendekati dirinya tersebut.


Axillia akhirnya menyadari siapa yang menemukan dirinya saat ini. Yaitu seorang Deadly Sins terakhir yang masih hidup dan saat ini langsung membantu dirinya setelah Axillia mengenali dirinya. Ada rasa bersyukur dan ketakutan saat pria itu menemukannya, tetapi Axillia sangat senang bahwa dirinya bisa melihat kembali sosok yang sangat dirinya rindukan itu.


Tatapan Axillia terus menatap sosok yang saat ini membantunya itu. Bahkan dirinya tidak memperdulikan kondisinya dan malah terus menatap sosok yang saat ini mulai membaringkan tubuhnya di atas sebuah sofa dan mulai memeriksa keadaannya.


Namun sepertinya Axillia malah sangat menikmati pemandangan itu dan sampai tidak sadar bahwa dirinya sama sekali tidak membantu situasi yang sedang dirinya alami saat ini, hingga sebuah sentilan pada keningnya langsung menyadarkan dirinya dari lamunannya.


"Mengapa kamu malah diam dan menatapku? Apakah kamu benar-benar ingin mati?" ucap Zen yang saat ini memang tidak bisa melakukan apapun untuk membuat kondisi wanita Elf yang dirinya bantu itu lebih baik, karena Zen tidak mengetahui penyebab wanita itu menjadi seperti ini.


Axillia yang akhirnya sadar dari lamunannya akhirnya mulai menyadari, bahwa saat ini dirinya belum melepaskan beberapa artefak yang menyembunyikan keberadaannya, terutama menyembunyikan kondisi tubuhnya yang memang sengaja dirinya sembunyikan dari banyak pihak.


"Sial... tubuhmu sudah digerogoti oleh sifat kegelapan" ucap Zen yang memperhatikan apa yang terjadi kepada Axillia.


Ada sebuah inang yang ditemukan oleh Zen didalam tubuh Axillia yang memang membuatnya mengalami kejadian seperti itu. Maka dari itu, Zen harus mengurung dan menyegel kembali keenam inang tersebut agar Aura kegelapan tersebut tidak menyebar dan malah memperburuk keadaan dari Axillia.


Dan begitulah saat ini Zen langsung merobek pakaian dari Axillia pada bagian perutnya dan saat ini langsung memulai aksinya untuk menyembuhkannya. Apalagi dirinya harus dengan segera menyelesaikannya sehingga wanita itu tidak mengalami sesuatu yang lebih buruk karena aura negatif tersebut semakin menggerogoti dirinya.


"Ini akan sakit, jadi bertahanlah" ucap Zen yang saat ini sudah siap untuk menyembuhkan kondisi dari wanita tersebut.

__ADS_1


Zen dengan perlahan mulai mengendalikan Aura-aura kegelapan yang menggerogoti tubuh dari Axillia. Namun disaat dirinya melakukan itu semua, dirinya menyadari bahwa aura terasa sangatlah akrab baginya. Bahkan bisa dikatakan aura tersebut seakan tidak menolak disaat Zen mencoba mengendalikan mereka saat ini.


Maka dari itu, aura tersebut dengan senang hati menuruti kemauan Zen dan tidak melawan disaat Zen akan mengendalikan mereka, yang saat ini akan mengurung kembali keberadaan mereka dan menyegel mereka pada tempat yang dimana inang mereka tertanam pada tubuh dari Axillia.


Tetapi walaupun Zen dengan mudah mengendalikannya, suara teriakan saat ini mulai terdengar dari mulut Axillia yang merasakan rasa sakit yang sangat menyiksa. Apalagi Zen saat ini mulai membersihkan seluruh tubuhnya agar aura kegelapan yang selama ini menjadi kanker bagi dirinya itu mulai lenyap pada tubuhnya.


Maka dari itu, proses yang dilakukan Zen sangat amat menyakitkan, karena Aura-aura tersebut merupakan sumber penyakit yang menyerang bagian-bagian Fital dari tubuh Axillia dan saat ini dirinya coba disembuhkan oleh Zen dengan menghilangkan aura-aura tersebut dan kembali dalam wujud inang mereka yang sebenarnya.


"Sedikit lagi..." ucap Zen penuh konsentrasi karena sedikit lagi apa yang dirinya lakukan itu akan sepenuhnya selesai.


Wanita yang mengajak Zen ketempat ini juga memegang dengan erat tangan dari Axillia dan mencoba menguatkan dirinya. Apalagi saat ini Axillia terlihat sangat amat tersiksa dengan apa yang dilakukan oleh Zen kepadanya dan terlihat perbuatannya itu belum kunjung usai juga.


Bisa dilihat kulit dari Axillia yang sebelumnya menggelap, perlahan-lahan mulai kembali memutih dan mulus seperti kulit para Elf pada umumnya, setelah beberapa aura yang ditekan oleh Zen, berhasil dirinya hilangkan dari berbagai tempat pada tubuh dari Axillia.


Hingga suara teriakan semakin keras disaat Zen akan mengakhiri prosesnya, karena Zen saat ini ingin menyegel inang dari aura tersebut, apalagi proses tersebut sangatlah menyakitkan karena Zen sedang menyegel aura tersebut pada area yang sangat menyakitkan bagi para wanita.


Teriakan Axillia juga semakin keras dibuatnya atas kejadian itu, hingga akhirnya Zen saat ini langsung menekan aura tersebut sepenuhnya tepat pada bagian sekitar perut dari Axillia. karena inang dari aura tersebut berasal dari sana dan langung mengakhiri prosesnya.


"Hahh.... akhirnya selesai ju-" namun setelah Zen menyelesaikan apa yang dirinya lakukan itu dan hendak merayakannya, Zen baru menyadari sesuatu saat dirinya sudah menyegel aura negatif itu kembali.


Teriakan Axillia juga mulai terhenti, karena Zen sudah menyelesaikan penyembuhannya. Hingga saat ini energi alam yang sebelumnya sangat susah diserap oleh Axillia mulai mengalir deras kedalam tubuhnya. Tentu dengan mengalirnya aliran energi yang diserapnya, tubuh Axillia yang sebelumnya terlihat lemah dan tak berdaya mulai pulih sepenuhnya.


Tubuhnya seakan kembali seperti semula dan Axillia akhirnya bisa merasakan bahwa dirinya sudah sembuh sepenuhnya. Apalagi tidak ada halangan lagi untuk tubuhnya untuk terus menyerap berbagai energi yang saat ini memasuki dirinya dan perlahan mencoba mengembalikan kondisinya.

__ADS_1


Namun disaat dirinya mulai merasa perasaan yang lega, tatapannya saat ini mulai mengarah kearah Zen yang memang sedang menatap area perutnya, setelah dirinya berhasil memulihkan dirinya yang digerogoti oleh aura kegelapan tadi.


"Mengapa kamu malah menaruhnya pada rahimmu?"


__ADS_2