
Sebuah kediaman mewah yang didalamnya terdapat sebuah keluarga yang sangat harmonis, memang menjadi pemandangan yang hangat pada area tersebut. Kediaman itu saat ini terlihat sangat sibuk, karena memang hari ini mereka akan menerima sebuah tamu yang sangat amat penting yang akan mendatangi kediaman mereka.
Seorang gadis berusia remaja saat ini juga mulai membantu para pekerja yang menghias kediamannya agar rapi. Dengan senyum diwajahnya, dirinya dengan tekun melakukan semua pekerjaan yang ditugaskan kepada dirinya dengan baik.
“Kana, pergilah bersiap karena Tuan Belphegor akan tiba sebentar lagi” ucap seorang wanita yang umurnya lebih tua dari gadis remaja yang ceria itu.
“B-Baik Ibu” balas gadis remaja yang dipanggil Kana oleh wanita yang merupakan Ibunya itu dan langsung naik keatas kamarnya, walaupun dirinya merasa sangat terganggu dengan nama yang disebutkan oleh Ibunya tadi.
Memang kedatangan orang yang dipanggil Belphegor atau bisa dikenal dengan penguasa neraka sangat dinantikan kedatangannya oleh keluarganya, apalagi memang penguasa neraka itu ingin meminta sesuatu kepada Ayahnya.
Tentu permintaan sang penguasa Neraka akan disambut baik oleh Ayahnya yang merupakan pemimpin dari kaum Rubah berekor sembilan yang tinggal di Neraka. Karena memang kedatangan dirinya akan mengangkat martabat dari kaumnya.
Kana sudah bersiap dan berdandan dengan cantik untuk menyambut tamu yang akan datang menuju kediamannya. Memang ini pertama kalinya dirinya bertemu dan melihat sang penguasa Neraka secara langsung, yang hingga saat ini dirinya hanya kenal melalui berbagai rumor tentang dirinya.
“Sang Penguasa Neraka, Yang Mulia Belphegor sudah tiba!” teriak seorang prajurit yang merupakan malaikat maut, setelah sebuah portal kabut yang membawa penguasa Neraka itu sudah tiba.
“Hahh... mengapa aku sangat membenci mendengar namaku sendiri Alfred?” ucap pria yang baru saja muncul dari balik kabut hitam yang baru saja muncul diarea tersebut.
“Saya bisa mencarikan nama yang bagus untuk anda Tuan, jika anda menginginkannya” balas Alfred kemudian.
“Ya.. Ya.. carilah nama dengan makna yang bagus dan gampang disebutkan” ucap pemimpin neraka itu dan mulai berjalan menuju kediaman dari pemimpin kaum rubah berekor sembilan.
Para penduduk yang mendiami area rubah saat ini sudah mulai berkumpul disekitar kediaman pemimpin mereka, untuk setidaknya melihat pemimpin neraka mendatangi wilayah mereka secara langsung. Termasuk keluarga dari Kana yang sangat bersemangat menyambut kedatangan dirinya pada kediaman mereka.
Namun disisi lain, Kana cukup takut atas kedatangan pemimpin neraka itu, karena memang rumor yang selalu dirinya dengar bahwa penguasa neraka sangat menyukai dengan yang namanya wanita, apalagi jika dirinya melihat seorang gadis yang cantik, dirinya tanpa pikir panjang akan langsung menikahinya.
“Selamat datang dikediaman kami Tuan Belphegor” ucap Ayah dari Kana kepada pemimpin neraka yang sudah memasuki kediaman mereka.
“Hem... terima kasih sudah menyambut kedatanganku” balas pria itu dan dibimbing oleh keluarga Kana menuju sebuah ruangan pada kediaman mereka.
__ADS_1
Pemimpin neraka itu sempat melirik Kana sebentar dan membuat Kana langsung ketakutan. Namun anehnya, tatapannya itu seperti tatapan ketidak pedulian dan hanya menatap Kana sebentar lalu menghiraukannya.
“Jadi langsung saja, aku ingin mutiara rubah dari salah satu kaummu” ucap pemimpin neraka kepada Ayah dari Kana.
Kana memang sudah tidak mendengarkan percakapan antara ayahnya dan pemimpin neraka itu lagi, karena memang dirinya disuruh meninggalkan ruangan itu saat pembahasan tentang mutiara rubah dimulai.
Kana merasa lega karena memang dirinya harus menghindar dari pria yang bisa dianggap cukup maniak kepada kaum perempuan karena memiliki banyak istri. Namun naas kelegaan dirinya saat itu berubah menjadi bahan bullyan dari para kaumnya.
Tentu rumor bahwa pemimpin neraka sangat menyukai perempuan sudah tersebar kemana-mana. Tetapi kenapa pemimpin itu tidak tertarik dengan Kana, yang kaumnya menganggap kedatangan pemimpin neraka itu ketempat ini untuk meminangnya.
“Bukan seperti itu. Tuan Belphegor datang kesini bukan untuk meminang diriku” ucap Kana membela diri dari beberapa orang yang saat ini mengejeknya.
“Jangan beralasan. Pasti darah aneh yang mendiami tubuhmu itu yang membuat pemimpin neraka membatalkan pernikahannya denganmu” ucap salah satu dari orang yang mengejek dirinya.
Kana mempunyai darah murni dari rasnya, dan bisa dikatakan dirinya merupakan perwujudan dari nenek moyang kaumnya. Tetapi naas, karena darahnya itu berbau sangat tidak enak jika dicium oleh para kaumnya yang lain, jadi dirinya sering dibully.
Puncaknya saat pemimpin neraka kembali menuju kediamannya dan Ayahnya menyembunyikan fakta dari isi pertemuannya dengan pihak pemimpin neraka, dan membuat semua kaumnya menghina dirinya karena menganggap kedatangan pemimpin neraka itu untuk membatalkan keinginannya untuk meminang Kana.
“Apakah benar anda datang untuk membatalkan pernikahan kita saat itu” gumam Kana yang melihat gambar dari Pemimpin neraka saat dirinya akan tidur karena hari sudah mulai larut.
Awalnya Kana sangat membenci pemimpin neraka itu, karena menyebabkan dirinya semakin dibully oleh kaumnya. Namun entah mengapa kebenciannya yang amat tinggi itu berubah menjadi sebuah perasaan baru yang tidak bisa dijelaskan oleh Kana.
Namun saat sedang asik menatap potretnya, Kana dikejutkan dengan suara keributan dari luar kamarnya. Tentu Kana langsung keluar dari kamarnya dan memeriksa apa yang terjadi. Namun betapa terkejutnya dirinya melihat semua pelayan dan penjaga rumahnya sudah tewas bersimbah darah.
“A-Apa yang terjadi?” ucap Kana.
Kana langsung berlari kearah kamar orang tuanya dan cukup terkejut melihat seorang pria saat ini sudah menusuk dada ayahnya dengan sebuah pedang dan menembus hingga punggungnya. Ayahnya langsung tewas seketika dan terjatuh tepat disebelah Ibunya yang juga sudah tidak bernyawa.
“S-Siapa kalian” ucap Kana yang langsung terduduk dilantai karena memang kakinya langsung lemas melihat kejadian yang baru saja dia saksikan itu.
__ADS_1
“Hahahaha... kekuatan leluhur sebentar lagi akan menjadi milikku” ucap pria yang menusuk Ayah dari Kana tadi dan langsung mendekat kearah Kana.
“P-Paman, apa yang kamu lakukan?” ucap Kana yang saat ini air matanya terus mengalir deras turun dari matanya yang indah, setelah melihat kejadian yang keji yang terjadi tepat didepan matanya.
Pamannya tidak menghiraukannya dan sudah berubah menjadi wujud rubahnya dan bersiap menyantap gadis cantik yang masih terduduk lemas ditempatnya. Tentu Kana hanya diam saja karena dirinya tidak tahu harus berbuat apa saat ini, karena tubuhnya sudah lemas sepenuhnya.
“T-Tolong aku. Siapapun t-tolong aku.” Ucapnya memohon sambil gemetar ketakutan.
Tetapi apa yang dia ucapkan itu ternyata membuahkan hasil. Sebuah kabut hitam mulai muncul dibelakang tubuhnya yang gemetaran itu, dan tiba-tiba saja sebuah tebasan cepat langsung memutuskan kepala dari Pamannya yang masih dalam wujud rubahnya itu.
“Aku tidak menyangka, hari dimana kamu akan meminta tolong akan tiba” ucap pria berpakaian piyama hitam keluar dari balik kabut hitam yang baru muncul tersebut.
“Tuan B-Belphegor” Ucap Kana yang melihat kemunculan pria tersebut.
“Namaku sekarang Zen oke... jadi panggil aku Zen” ucap pria bernama Zen itu yang cukup kesal mendengar namanya yang lama diucapkan kembali.
Namun sebelum Kana menjawab perkataan pria bernama Zen itu, pria yang dikenal sebagai pemimpin neraka itu langsung membunuh semua orang yang menyerang kediaman keluarga Kana dengan seketika.
Pria itu cukup puas dengan hasil yang dia lakukan dan langsung menatap seorang gadis yang masih terduduk lemas didepannya, dan terlihat sangat amat kacau dengan keadaan yang sedang terjadi ditempat ini.
“Ya... karena aku sudah melaksanakan permintaan Ayahmu dulu, jadi aku akan kembali sekarang” ucap Zen yang berniat membuka portal kabut kembali dan beranjak dari sana.
Namun sebelum dirinya pergi, tangan dari Zen dipegang oleh gadis cantik tersebut dan membuat langkahnya untuk kembali menuju kediamannya harus terhenti.
“T-Tolong aku” ucap gadis itu memohon kepada Zen.
“Maafkan aku, tetapi sebuah janji yang dibuat Ayahmu dan diriku hanya sebatas menyelamatkan dirimu saja saat ini. Jadi aku tidak bisa membantumu lebih lanjut lagi.” Ucap Zen.
“Tolong aku Tuan Z-Zen” dan begitulah gadis itu kembali memohon kepada Zen, tetapi permohonannya saat ini sangatlah tulus.
__ADS_1
“Sudah kub-” namun perkataan Zen itu terhenti, setelah dirinya merasakan sebuah aura aneh yang baru pernah dirinya rasakan. Sebuah aura yang memaksanya untuk tidak menolak permintaan gadis yang meminta tolong kepadanya saat ini, dan membuat Zen sangat bingung tentang apa yang dia rasakan saat ini.
“Aura apa ini?”