
Seorang pria saat ini dengan perasaan yang cukup senang sedang menyantap makanan yang sudah tertata rapi dihadapannya. Dengan menyantap makanan itu dengan lahap, pria itu tidak menghiraukan seorang wanita yang berada dihadapannya sedang menatapnya sedari tadi.
“Mengapa kamu tidak memakan makananmu?” tanya Zen kepada Vero yang terlihat sedang melamun sambil menatap dirinya.
“A-Ah... aku masih merasa kenyang” balas Vero yang cukup terkejut karena disela-sela lamunannya, dirinya diajak berbicara oleh Zen.
Vero hingga saat ini masih merisaukan sesuatu, yaitu dirinya sangat takut kedua orang yang dengan kejam disiksa oleh Zen tadi pagi akan kembali melaporkan Zen kepada pihak kepolisian seperti tadi.
Tetapi anehnya, dirinya tidak menyangka bahwa Zen tadi berhasil membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah, dan membuat Vero cukup lega karena pria yang menyelamatkan dirinya tadi tidak harus mendekam didalam penjara.
“Bagaimana dirimu bisa mendapatkan rekaman tentang perkelahian yang terjadi tadi Zen?” tanya Vero yang saat ini sudah bersikap santai kepada Zen.
“Hmm... hanya ada orang baik yang tidak sengaja melihat perkelahian diriku tadi” ucap Zen, yang tidak ingin menjelaskan bagaimana dirinya bisa bebas dari jeratan hukum yang diterimanya.
Memang sebelumnya Zen sempat ditangkap oleh pihak kepolisian karena apa yang dirinya lakukan tadi pagi. Bahkan Vero sudah menyiapkan beberapa pengacara miliknya untuk membantu Zen agar tidak disalahkan terhadap kejadian yang terjadi tadi.
Namun saat pengacara dari Vero akan membelanya, ternyata sudah terdapat sebuah bukti rekaman video yang dimana tindakan Zen seakan sedang membela diri dari orang yang akan mengeroyoknya, dan hal itulah yang membuat dirinya bisa keluar dari kantor kepolisian.
“Untunglah kalau begitu” balas Vero yang cukup lega, karena sebenarnya dirinya tidak ingin seseorang terkena masalah diakibatkan oleh dirinya.
Vero memang sedari tadi mengikuti Zen kemanapun dirinya pergi, hingga saat ini dirinya sedang mentraktir Zen makan malam pada sebuah restoran yang cukup mewah. Entah mengapa Vero merasa aman jika dirinya berada didekat Zen.
Aneh memang, karena biasanya Vero bersikap sangat amat dingin dengan seorang pria, apalagi pria yang tidak dikenalnya. Namun berbeda dengan Zen, karena dirinya sudah menyelamatkan Vero berkali-kali, jadi Vero seakan merasa terlindungi dengan keberadaannya.
“Zen, bagaimana jika kamu bekerja menjadi bodyguard untukku?” tanya Vero yang memutuskan untuk membuat pria didepannya akan selalu berada disampingnya.
“Bodyguard?” ucap Zen yang ingin mengkonfirmasi kembali perkataan dari Vero.
“Ya... menjadi Bodyguard untuk diriku. Akan aku jamin membayar dirimu dengan bayaran yang tinggi sehingga dirimu tidak perlu memikirkan tentang permasalahan ekonomi yang mengganggumu lagi” ucap Vero.
Tentu Vero sangat ingin Zen menerima permintaannya, karena menurutnya akan sangat berguna jika pria itu bisa berada disisinya. Menurutnya akan sia-sia kemampuan Zen itu tidak dimanfaatkan, apalagi dirinya juga membutuhkan seorang bodyguard saat ini.
__ADS_1
“Hm... tidak tertarik. Pekerjaanku saat ini sudah sangat menyenangkan bagiku” balas Zen yang menolak tawaran pekerjaan yang diberikan oleh Vero.
Tentu jawaban yang diberikan oleh Zen membuat Vero terkejut, karena memang bisa dikatakan saat Zen menjadi Bodyguardnya, dirinya akan mendapatkan kesejahteraan dalam hal finansial, karena Vero bisa membayarnya jasanya dengan sangat mahal.
“Tapi aku akan membayar dirimu dengan bayaran yang sangat tinggi” kata Vero yang terus membujuk Zen agar mau bekerja dengannya.
“Maaf, tetapi aku tidak tertarik” kata Zen yang kembali menolak tawaran dari Vero.
Berbagai cara sudah dilakukan oleh Vero untuk membuat Zen menjadi bodyguard untuknya. Namun sayangnya Zen terus menolak, bahkan saat Vero menawarkan sejumlah gaji yang lebih fantastis lagi, yang tidak mungkin akan ditolak bagi orang awam pada umumnya.
Tetapi tetap saja Zen menolak semua itu, dan bersikeras bahwa dirinya sudah merasa nyaman dengan bekerja pada tempatnya bekerja saat ini. Jadi pupus sudah harapan dari Vero untuk membuatnya bekerja untuknya.
“Apakah mini market itu miliknya, sehingga dirinya tidak ingin mengubah pekerjaannya?” gumam Vero kemudian, karena menurutnya sangat aneh jika seseorang dengan tegas menolak bayaran dengan nominal yang sangat tinggi yang ditawarkan kepadanya.
“Bukan. Aku hanya bekerja di sana” namun yang tidak disadari, Zen berhasil mendengar gumaman dari Vero dan malah menjawab perkataannya itu.
“Lalu, bukankah bekerja untukku akan sangat menguntungkan untukmu Zen?” balas Vero kemudian.
Akhirnya makan malam itu akhirnya sudah berakhir, yang dimana Vero sudah menggunakan kartunya untuk membayar semua tagihan makanan yang dirinya makan bersama Zen.
Walaupun tagihan makanan mereka cukup banyak karena memang Zen banyak memesan makanan, tetapi Vero tetap membayarnya, sekalian menunjukan kepada Zen bahwa dirinya bisa melakukan apapun untuknya jika dirinya bekerja dengan Vero.
Namun sayangnya, Zen hanya menganggap perbuatan Vero hanya sebagai sesuatu yang harus dirinya lakukan, dan akhirnya mereka sudah berada didepan restoran tempat mereka makan tadi dan akan berpisah.
“Kalau begitu, aku akan kembali menuju tempat diriku menginap” kata Zen yang berpamitan kepada Vero dan sudah beranjak dari sana.
Tetapi entah mengapa, Vero merasa tidak rela berpisah dengan seseorang yang menurutnya mampu melindunginya itu. Hingga sebuah ide gila muncul dan Vero mulai mengejar langkah dari Zen, lalu menyalipnya setelah itu berhenti didepannya.
“Kalau begitu, menikahlah denganku” ucap Vero sambil menatap Zen yang masih menunjukan wajah datarnya yang khas.
“Hah?”
__ADS_1
Seorang pria yang jelas-jelas tidak mencintainya, hal itu terbukti karena pria itu sangat cuek kepadanya. Lalu tidak tertarik dengan namanya harta, karena menolak bekerja dengan bayaran yang fantastis dan sangat kompeten dalam melindungi dirinya.
Bukankah sebuah ide brilian untuk mengikat dirinya yang menolak semua tawaran yang diberikan kepadanya untuk menjadi seorang suami, karena sepertinya pria tersebut tidak akan menuntut apapun kepadanya saat dirinya menikah dengannya kelak.
“Maaf tidak tertarik” ucap Zen yang kembali menolak tawaran dari Vero saat dirinya sekali lagi mengajak Zen menikah.
Tentu Vero sangat terkejut, karena bisa dibilang dirinya sangat percaya diri dengan kecantikan yang dimilikinya. Bahkan beberapa pihak dengan terang-terangan mencoba mendekatinya dari kalangan apapun, namun pria didepannya dengan tegas menolaknya.
“Apakah kamu seorang penyuka sesama jenis?” tanya Vero kemudian, yang tidak menyangka kecantikannya tidak bisa membuat pria dihadapannya tertarik.
“Tentu saja tidak” balas Zen yang mulai melanjutkan perjalanannya dengan melewati Vero yang masih berdiri dihadapannya.
Tentu mendengar dirinya ditolak seperti itu, harga diri dari Vero merasa tersakiti. Tetapi karena dirinya merasa kesal, Vero kembali mengejar langkah Zen dan mencoba sekali lagi mengajak dirinya untuk mau menikahinya.
“Menikahlah denganku!” kata Vero yang sudah berada dihadapan Zen kembali, namun tetap dihiraukan oleh Zen.
Tentu jika beberapa pihak yang mengenal sifat asli Vero dan saat ini mereka melihat Vero sedang memohon kepada pria untuk menikahi dirinya, mereka semua pastilah sangat terkejut bahkan mereka tidak akan mempercayainya.
Namun Vero tidak habis akal untuk membuat Zen menjadi suaminya. Hingga saat ini dirinya sudah berada disebuah jembatan yang dilewatinya, saat mengikuti langkah Zen yang terus menolaknya. Namun kali ini dirinya kembali memiliki sebuah ide gila.
“Kalau kamu tidak mau menikah denganku, aku akan bunuh diri kalau begitu” ucap Vero.
Vero memang mempunyai alasan tersendiri saat mengajak Zen menikah. Karena sebelumnya saat dirinya memikirkan bagaimana caranya membuat Zen menjadi Bodyguard untuk dirinya, dirinya mendapatkan sebuah ide cemerlang, agar dapat terbebas dari semua jeratan yang membelenggunya saat ini.
Apalagi Vero saat ini tidak ingin benar-benar bunuh diri, karena memang dirinya hanya berniat mengancam Zen saja. Bahkan dirinya saat ini sudah menaiki pembatas dari jembatan itu dan seakan menunjukan gesture akan melompat dari sana.
“Idiot” gumam Zen melihat tingkah dari Vero, dan tidak menghiraukan wanita yang sedang mengancamnya itu.
Tentu melihat rencananya tidak berhasil, Vero merasa kesal. Dengan menghela nafasnya dirinya memutuskan untuk menyerah saja untuk mengajak Zen menikah dan hendak turun dari tempatnya berada. Namun naasnya, entah mengapa kakinya malah terpeleset dan dirinya sudah terjatuh menuju kebawah jembatan.
“TOLONGGG!!!!!”
__ADS_1