
Apa yang dilakukan Zen selama ini memang memiliki maksud yang jelas dalam tindakannya. Semua pihak yang mengetahui sifatnya itu sangat mengerti tentang apa yang sedang dirinya perbuat termasuk seluruh bawahannya yang sudah bekerja bersamanya berjuta-juta tahun lamanya.
Zen saat ini sengaja melepaskan seorang pihak yang mencari masalah dengan dirinya, yang saat ini terlihat bahwa pihak tersebut melarikan diri. Namun karena Bari sangat mengetahui sifat Tuannya yang sudah lama dirinya layani itu, dirinya hanya menatap saja pihak yang mereka lawan itu melarikan diri.
Dirinya tidak menghalangi pelarian yang dilakukan oleh musuh yang mereka lawan tadi. Bahkan Bari sama sekali tidak menanyakan maksud dan tujuan Zen melakukan semua itu, karena di masa depan semua perbuatan yang dilakukan oleh Zen itu akan terjawab sepenuhnya
Hingga akhirnya, dirinya hanya menunggu saja perintah selanjutnya yang akan diberikan oleh Tuannya itu, karena saat ini sepertinya apa yang dirinya lakukan itu berjalan dengan sangat lancar, dan saat ini dirinya sudah cukup untuk melanjutkan perkara yang terjadi ditempat dimana mereka berada yang disebabkan oleh para Kultivator.
"Sepertinya anda merencanakan sesuatu yang besar, Tuan" ucap Bari yang saat ini menghampiri atasannya tersebut, setelah semua hal yang mereka lakukan sedari tadi sudah terselesaikan sepenuhnya.
"Ya... firasat milikku berkata bahwa para Kultivator akan menjadi permalasahan di masa depan. Jadi aku melepaskannya untuk berjaga-jaga, karena aku akan mengawasinya" ucap Zen setelah dirinya melepaskan salah satu Kultivator yang menyerang kediaman Konglomerat yang tinggal di wilayah tempatnya tinggal.
Dan begitulah bagaimana pihak yang dilepaskan oleh Zen itu mulai memperhatikan wanita bertubuh polos yang sedang menindihnya, dan saat ini sudah tertusuk sebuah pedang pada sela-sela gunung menggoda miliknya dan membuatnya langsung tewas seketika ditempat tersebut.
"Terima kasih, karena keberadaan dirimu membuatku bisa menemukan tempat ini" dan begitulah ucapan Zen yang mulai mencabut Ame no Ohabari miliknya, setelah dirinya memastikan sosok yang dirinya tusuk itu tewas.
Mayat wanita dengan kondisi polos itu mulai terjatuh di atas tubuh dari pria yang menikmati tubuhnya itu. Hingga bisa dilihat tubuh terluka dari pria tersebut sudah bermandikan darah dari wanita yang menindihnya dengan kondisi yang saat ini sudah tewas di atas tubuhnya.
Teror, itulah yang saat ini sedang dirinya rasakan, apalagi pria yang membantai seluruh pihak yang bersamanya dan membuat luka yang sangat serius pada tubuhnya, saat ini muncul dihadapannya dan membunuh seseorang di didepan matanya secara langsung sehingga dirinya cukup panik melihatnya.
Apalagi melihat senyumnya saja langsung membuatnya merasa ketakutan, karena apa yang Zen tunjukan dengan ekspresi yang dirinya tunjukan itu menandakan ada sesuatu yang sangat amat buruk yang akan terjadi kepadanya, apalagi Zen sepertinya sudah siap untuk melakukan hal buruk tersebut.
Pria itu ingin berteriak atas kejadian yang dirinya alami, namun naas Ame no Ohabari milik Zen sudah terlebih dahulu menusuk mata dari pria tersebut dan menembus otak dari pria itu hingga langsung menewaskannya seketika.
Zen cukup senang melihat posisi kedua mayat itu, karena bisa dikatakan mereka seakan tewas dengan posisi masih menikmati kegiatan mereka yang baru saja mereka lakukan tadi. Jadi, Zen memutuskan membiarkan saja mayat mereka seperti itu.
"Baiklah, mari kita musnahkan tempat ini" gumam Zen yang saat ini mulai melancarkan aksinya untuk memulai mencegah sebuah kekacauan yang akan terjadi.
__ADS_1
Dan begitulah awal cerita dari runtuhnya sebuah perguruan terbesar dan terkuat dari Kekaisaran ini, yang dimana seluruh pihak yang bisa dikatakan para Kultivator sudah tewas sepenuhnya ditangan Zen, dan dirinya melakukan tanpa pandang bulu, karena dirinya menghabiskan seluruh pihak termasuk wanita dan anak-anak.
Tentu Zen tidak membantai tubuh anak-anak itu secara langsung seperti para Kultivator dewasa dan yang melawan keberadaan dirinya. Melainkan dirinya memang langsung mencabut nyawa mereka secara langsung dari tubuh mereka, untuk langsung menewaskan mereka tanpa ada rasa sakit dan mengalami sebuah teror.
Memang Zen melakukan semua itu karena sudah dipastikan mereka tidak bisa lagi diselamatkan dalam hal pemikiran mereka yang sudah terkontaminasi sepenuhnya dengan sebuah aliran yang sesat, sehingga Zen memutuskan untuk membunuh mereka semua sekaligus dan memusnahkan sepenuhnya seluruh pihak pada area perguruan tersebut.
Hingga lautan mayat saat ini bisa dilihat memenuhi sebuah area yang keadaannya sudah hancur, dan saat ini beberapa pihak yang memang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi ditempat ini, mulai memeriksa secara langsung kebenaran tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi.
"Siapa yang melakukan semua ini?" begitulah ucapan sosok yang merupakan pemimpin tempat ini, yang melihat apa yang sudah dirinya bangun itu sudah musnah sepenuhnya.
Namun karena tidak ada yang mengetahui dengan pasti apa yang terjadi, semua pihak mulai bungkam dengan pertanyaan yang dirinya lontarkan. Apalagi tidak ada saksi ataupun bukti yang bisa menjelaskan apa yang sebenarnya sudah terjadi ditempat ini.
"Maaf Tuan Yuan, kami sudah menemukan mayat adik anda. Dan beliau menjadi salah satu korban dari apa yang sedang terjadi." ucap salah satu orang dari bawahan pria bernama Yuan tersebut, walaupun dirinya sedikit ketakutan mengabarkan kabar tersebut apalagi kondisi mayatnya yang bisa dilihat cukup tidak enak dipandang oleh beberapa pihak yang melihatnya.
Pria itu tentu terkenal dengan menyayangi sosok adik semata wayangnya itu. Jadi mendengar bahwa dirinya juga ikut menjadi korban, membuatnya dengan bergegas memeriksa sendiri mayat adiknya tersebut. Hingga sebuah kenyataan yang menyakitkan saat ini bisa dirinya saksikan didepan matanya sendiri.
"A-Apa yang kamu lakukan istriku" namun bukan pria bernama Yuan itu yang berbicara setelah melihat kondisi mayat adiknya dan putranya yang berada di sana, melainkan sosok Suami dari adiknya yang saat ini sedang melihat apa yang terjadi ditempat itu.
bisa dilihat dengan jelas bahwa semua pihak yang berada disana bisa melihat Adik dari pemimpin perguruan ini sedang melakukan sesuatu yang tabu dengan putra kandungnya sendiri. Apalagi posisi mereka bisa dikatakan masih bersatu walaupun mereka berdua sudah tewas saat sedang asik melakukan kegiatan mereka.
Dan hal itu menjelaskan semua hal tentang apa yang terjadi ditempat ini, sebelum mereka berdua tewas ditempat ini dan bisa dikatakan semua itu cukup mengejutkan semua pihak yang bisa melihat secara langsung apa yang sebenarnya terjadi kepada kedua sosok yang sedang melakukan sesuatu yang tabu itu.
"Maafkan saya, Tuan Yuan. Saya juga menemukan mayat Istri anda" hingga bawahannya saat ini mulai melaporkan kondisi dari istrinya.
Tentu tidak ingin terbawa dengan kondisi yang berada ditempat ini, pria bernama Yuan itu memutuskan melihat kondisi mayat Istrinya yang paling dirinya cintai itu. Karena memang, dirinya sudah tidak kuat melihat kematian adiknya dan putranya dalam kondisi yang sangat sulit untuk dijelaskan itu.
Hingga disaat dirinya memeriksa kondisi Istri tersayangnya, dirinya menemukan sebuah fakta menyakitkan, bahwa Istrinya meninggal dengan posisi yang sama dengan adik kandungnya, yaitu dirinya sedang dalam posisi yang bisa dikatakan tabu dengan seorang murid dari perguruan yang sudah dirinya ciptakan.
__ADS_1
Tercengang tentu saja melihat semua itu. Tentu bukan karena dirinya melihat mereka semua tewas ditempat ini yang membuat pria bernama Yuan itu terkejut, tetapi sebuah fakta yang baru dirinya lihat itu membuat dirinya semakin terkejut karena apa yang terjadi ditempat ini ternyata juga menunjukan sebuah fakta baru.
Posisi tewas Istrinya bisa dikatakan cukup sama dengan kondisi adik dan putranya tadi, walaupun bisa dikatakan saat ini sang pria yang memang sedang menindih tubuh Istrinya dan hal itulah yang membuatnya merasa terkejut sekaligus merasa dikhianati melihat pemandangan tersebut.
"Hahh... hubungan aneh yang rumit" dan begitulah ucapan dari sosok yang melakukan itu semua yang saat ini sedang memperhatikan apa yang sudah dirinya lakukan itu dari jarak jauh.
Zen juga sangat terkejut melihat bahwa orang-orang yang sedang menikmati waktu mereka tadi, ternyata melakukan sebuah skandal tabu yang membuat semua pihak yang berada di sana terkejut. Apalagi kedua orang pria yang melihat secara langsung penghianatan Istri mereka masing-masing ditempat tersebut.
Tentu sebagai pihak yang sangat menjunjung tinggi sebuah kejujuran, Zen cukup senang bahwa dirinya bisa memberitahukan sebuah fakta kepada beberapa pihak yang memang membutuhkan sebuah kejujuran dalam kehidupan yang mereka alami.
Jadi, dengan rasa yang sangat bertanggung jawab atas apa yang dirinya junjung selama ini, membuat Zen akhirnya merasa bangga bahwa dirinya mampu mengungkapkan sesuatu hal yang menunjukan sebuah kejujuran yang tersembunyi dan saat ini sudah terungkap sepenuhnya.
"Walaupun kalian sangat berat menyaksikannya, tetapi setidaknya kebenaran sudah terungkap" hingga begitulah perkataan bijak dari Zen yang saat ini memberikan pesan moralnya dari jarak jauh setelah melihat kejadian yang terjadi disana.
Hingga setelah dirinya sudah cukup puas melihat itu semua, akhirnya Zen saat ini memutuskan untuk kembali menuju kediaman tempat dirinya akan tinggal di negara ini, apalagi tahap awal rencananya sudah dirinya laksanakan dan tinggal menunggu pergerakan adik-adiknya untuk melanjutkan rencana mereka.
Apalagi mereka akan menyingkirkan seorang Kaisar, sehingga mereka membutuhkan sebuah rencana yang matang agar negara yang saat ini dipimpin oleh pihak yang jahat tidak akan kacau. Karena hilangnya seorang Kaisar sebuah negara secara tiba-tiba dapat membuat seluruh pihak di negara ini tidak siap dengan semua kejadian yang akan terjadi itu.
"Baiklah, mari kembali. Karena aku sudah lelah dan butuh istirahat saat ini" gumam Zen yang memutuskan untuk beranjak dari tempatnya saat ini.
Tentu apa yang dirinya lakukan itu akan menimbulkan luka yang besar pada Negara ini khususnya para Kultivator. Karena bisa dilihat Zen membantai beberapa Kultivator dengan kekuatan yang kuat pada tempat tersebut, sehingga sang Kaisar akan kehilangan beberapa bawahannya yang berharga atas kejadian yang dilakukan oleh Zen.
Apalagi Zen memang sengaja akan melemahkan pihak dari Kaisar agar dirinya mudah dijatuhkan oleh dirinya, dan tidak akan ada halangan yang akan menghalangi semua rencana yang sudah dirinya rencanakan untuk menghancurkan sosoknya tersebut.
Dan juga, dengan semua ini pergerakan politik yang akan dilakukan oleh adiknya nanti, juga bisa terlihat akan mudah berdampak pada sang Kaisar. Apalagi tidak akan ada lagi yang mampu untuk menjadi tameng sang Kaisar untuk mencoba melindungi dirinya atau mencoba menghalangi semua rencana yang sudah Zen persiapkan.
"Kalau begitu, mari kita menantikan semua rencana ku mulai berjalan"
__ADS_1