Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Menyaksikan Konser


__ADS_3

Hampir seluruh penonton yang hadir dalam sebuah konser kelompok penyanyi terbesar di dunia saat ini, sangat puas dengan penampilan yang sudah mereka suguhkan pada konser yang baru saja selesai perhelatannya dan membuat beberapa pihak mulai membubarkan diri dari sana.


Keriuhan bisa dikatakan masih bisa dirasakan dari pihak-pihak yang mulai meninggalkan venue konser yang berlangsung itu, padahal konser tersebut sudah rampung beberapa saat yang lalu. Bahkan tidak ada satu orangpun yang menunjukkan sebuah raut wajah kelelahan, padahal konser itu berjalan cukup lama durasinya.


Maka dari itu, suasana konser yang sangat mengagumkan tadi, masih terbawa suasananya oleh seluruh pihak yang menikmati penampilan dari Girlband tersebut. Dan hal tersebutlah yang semakin membuat penggemar kelompok tersebut sangatlah puas dengan semua hal yang mereka suguhkan pada konser tersebut.


Namun sepertinya ada satu orang yang terlihat tidak puas dengan semua yang terjadi pada konser yang sudah berlangsung sedari tadi itu. Apalagi dirinya memang tidak mendapatkan apapun yang ingin dirinya dapatkan saat hadir pada perhelatan konser yang megah itu.


Maka dari itu, dengan raut wajahnya yang terlihat sudah kelelahan, saat ini pria itu hanya menatap bagian luar jendela dari kendaraan yang ditumpanginya bersama bawahannya saja. Apalagi dirinya sudah merasa kelelahan dalam memikirkan semua hal yang memusingkan kepalanya itu sedari tadi.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan?" tanya bawahannya Mick yang membawa kendaraan yang ditumpangi Zen dan saat ini mulai beranjak dari venue tersebut.


Bisa dikatakan Zen sudah keluar terlebih dahulu bersama Mick meninggalkan Venue yang penuh sesak tersebut. Apalagi jika mereka ikut keluar bersama dengan seluruh pihak yang menghadiri konser tersebut pada saat konser itu berakhir, bisa dipastikan mereka akan terjebak dengan keramaian dari seluruh pihak yang juga keluar dari sana.


Maka dari itu, bisa terlihat perjalanan mereka untuk meninggalkan tempat tersebut bisa dikatakan sangat amat mulus dan tidak terhalangi apapun, dan saat ini mereka memutuskan untuk kembali menuju tempat yang dimana akan digunakan oleh Zen untuk bermalam sehari lagi di wilayah ini.


"Besok aku akan menyelidiki secara menyeluruh wilayah ini. Karena dari seorang Dewa yang aku temui kemarin, bisa dikatakan mereka memperkirakan bahwa Loki ada di wilayah ini" ucap Zen yang menjawab perkataan bawahannya itu.


Ya, Zen harus memastikan bahwa permasalahan kekacauan yang terjadi itu benar-benar tuntas sepenuhnya. Maka dari itu, setelah dirinya tidak menemukan apapun dalam pertemuan dirinya dengan wanita bernama Jane tadi, Zen memutuskan untuk menyelidiki secara langsung wilayah ini.


Maka dari itu, dengan sebuah informasi yang dirinya peroleh dari Freya tentang kemungkinan keberatan Dewa yang merepotkan itu, membuat Zen memutuskan untuk turun langsung dan memastikan sendiri apakah informasi tersebut benar adanya.


"Dewa? Apakah Tuan bertemu dengan seorang Dewa kemarin?" tanya Mick yang memang cukup terkejut mendengar perkataan Zen, karena setahunya Tuannya tersebut tidak keluar dari kediaman yang ditinggalinya sama sekali.


Tentu Mick sama sekali tidak mengetahui bahwa Zen sudah bertemu bahkan bermalam dengan seorang Dewi tadi malam. Jadi sangat wajar bahwa saat ini dirinya cukup terkejut bahwa Zen mengatakan sesuatu yang sama sekali dirinya tidak ketahui kemarin.


Apalagi sebenarnya dirinya mempunyai tugas khusus yang diperintahkan untuknya, untuk mengawasi keberadaan Zen. Jadi setelah mendengar fakta dari Tuannya tersebut, membuat Mick merasa gagal dalam mengerjakan sesuatu yang diperintahkan kepadanya itu.


"Ya... Seorang Dewi kenalanku bertemu denganku kemarin. Bahkan kami tinggal pada kediaman yang dirimu sediakan untukku dan bahkan kami bermalam bersama di sana" balas Zen yang langsung mengungkapkan kejadian yang dirinya lakukan tadi malam kepada bawahannya tersebut.


Tentu jika masih di Neraka, Mick akan sangat maklum dengan kelakuan tuannya tersebut. Namun berbeda dengan saat ini yang dimana Mick mempunyai tugas khusus dari Istri Tuannya itu yang memang ditugaskan olehnya untuk mengawasi gerak-gerik Zen disaat dirinya berada ditempat ini.


Karena dirinya bingung harus melaporkan apa kepada Istri Tuannya tersebut. Tentu dirinya sangat setia kepada Tuannya, dan tidak mungkin akan mengkhianatinya. Namun Vero juga Istri Tuannya yang sangat dirinya hormati, jadi dirinya bingung harus melakukan apa untuk menyelesaikan permasalahan ini.


"Lalu, apa yang harus saya laporkan kepada Nyonya Vero, Tuan. Karena seperti yang anda ketahui, bahwa saya ditugaskan oleh beliau untuk melaporkan seluruh kegiatan anda ditempat ini kepada dirinya" balas bawahannya yang tentu saja akan menjaga rahasia yang baru saja dirinya dengar itu, jika memang Tuannya menginginkannya.


"Katakanlah yang sejujurnya. Dirinya akan mengerti" balas Zen yang masih bersikap tenang dalam menanggapi permasalahan yang dianggap besar oleh bawahannya tersebut.

__ADS_1


Zen tidak masalah jika Vero tahu kelakuannya ditempat ini. Apalagi memang dirinya tidak melakukan apapun dengan wanita yang tinggal bersamanya tadi malam. Jadi menurutnya untuk apa dirinya takut untuk memberitahukan kebenaran tentang kegiatannya tadi malam kepada Istrinya.


Apalagi dirinya juga harus terbuka kepada Istrinya, dan Zen tidak akan menyembunyikan sesuatu terhadapnya, kecuali memang sesuatu yang memang belum saatnya dirinya ketahui. Seperti beberapa rahasia Zen bersama adik-adik kandungnya yang bahkan sampai saat ini saudara sepupunya saja juga belum mengetahui sepenuhnya.


Maka dari itu, Zen mempersilahkan bawahannya itu untuk menjelaskan dengan detail apa yang dilakukan oleh Zen ditempat ini kepada Istrinya. Karena memang hal itu tidak akan merubah hubungan mereka, apalagi jika Zen tidak menyembunyikan apapun dalam hubungan yang mereka jalani saat ini.


"Dan katakanlah kepada Istriku, bahwa malam ini juga aku dan dirinya mungkin akan tinggal dikediaman yang sama" balas Zen kepada bawahannya tersebut.


"Baiklah, Tuan. Saya akan melaporkan ini semua kepada Istri anda" ucap Mick yang sudah mengerti perintah Tuannya.


Mendengar bawahannya sudah mengerti, Zen hanya mengangguk saja dan kembali menatap bagian luar jendela dari kendaraan yang dirinya tumpangi. Apalagi, dirinya ingin menikmati pemandangan malam kota yang sangat maju itu, dan mungkin akan menceritakan kenangan ini kepada Istrinya nanti.


Hingga akhirnya perjalanan mereka kembali yang mulus itu, membuat Zen sudah tiba pada sebuah kediaman tempat dimana dirinya tinggal di wilayah ini. Dengan berpamitan kepada bawahannya, akhirnya Zen akan memasuki kediaman tersebut dan ingin segera beristirahat di sana.


"Kalau begitu, sampai jumpa besok, Tuan" dan begitulah Mick mulai berpamitan kepada Zen, dan mulai meninggalkan keberadaan Tuannya yang juga mulai berjalan memasuki kediamannya.


Sebenarnya Mick ingin menemani Zen untuk masuk kedalam kediamannya, namun karena Zen merasakan bahwa keberadaan Freya berada didalam kediamannya, maka dari itu dirinya melarang bawahannya itu untuk ikut masuk dengan dirinya menuju kediamannya.


Zen yang sudah memasuki area tempat tinggalnya mulai membuka pintu dari kediamannya itu. Hingga sosok wanita cantik dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagia mulai menyambut kedatangannya. Tentu dengan langsung menggandeng lengan Zen, wanita itu langsung memeluk lengannya itu dengan sangat erat disaat mereka akan masuk kedalam kediaman tersebut.


"Cih... bukankah hubungan kita belumlah resmi, mengapa kamu sudah mengubah panggilanku?" balas Zen yang mulai berjalan berdampingan dengan wanita cantik tersebut, dan mereka mulai duduk pada sofa dari ruang tamu kediaman tersebut.


"Ah... tentu saja karena aku sudah menganggap bahwa kita saat ini sudah resmi pacaran" ucapnya yang membuat Zen hanya menghela nafasnya saja mendengar perkataannya.


Zen bisa dikatakan cukup kelelahan menanggapi itu semua, apalagi kegiatannya tadi memanglah sangat melelahkan menurutnya. Mencari informasi dan berada di keramaian yang sangat berisik, tentu membuat Zen sangat kelelahan menghadapi itu semua.


Jadi saat ini lebih baik Zen hanya mengiyakan saja sosok yang terlihat sedang bersikap manja kepada dirinya, apalagi Zen mulai berusaha untuk menghiraukan dirinya yang hanya memakai pakaian longgar yang mampu menunjukan lekuk tubuhnya yang berada dibaliknya secara terbuka kepada Zen.


"....ni Menyatakan bahwa kami akan mendeklarasikan perang dengan Korea Selatan, dan memastikan membuat Korea akan bersatu kembali" hingga sebuah suara pemberitaan saat ini mulai didengar oleh Zen, yang berusaha untuk bersantai di tempatnya berada.


Mendengar beritanya membuat Zen akhirnya mulai memperhatikan pemberitaan tersebut. Apalagi berita tersebut menyangkut deklarasi perang yang akan dilakukan oleh pihak Korea Utara kepada Korea Selatan yang dipastikan akan terjadi.


Pemberitaan itu dengan jelas mulai memberitakan tentang pengumuman dari pemimpin tertinggi negara tersebut, yang bisa dikatakan sudah bersiap untuk melakukan perang kepada pihak negara tetangganya, dengan niat menyatukan kembali wilayah mereka.


Dengan tenggat waktu yang juga bisa dikatakan sudah diumumkan yaitu keesokan harinya, bisa dipastikan peperangan itu akan berlangsung besok dan membuat semua pihak yang berada di negara ini sudah mempersiapkan berbagai hal untuk menanggapi situasi tersebut.


Pemberitaan itu sangat aneh memang, karena ketegangan yang terjadi pada kedua negara itu belumlah sampai harus mendeklarasikan sebuah peperangan. Maka dari itu, pemberitaan itu mulai menarik minat Zen untuk menyaksikan pemberitaan itu lebih lanjut.

__ADS_1


"Apa lagi in-" namun belumlah Zen menyelesaikan kalimatnya, suara ponselnya saat ini mulai berdering yang menandakan bahwa ada sebuah pihak yang sedang menghubunginya.


Tentu Zen langsung mengangkatnya panggilan tersebut karena dirinya mengenal siapa yang sedang menghubungi dirinya. Apalagi bisa dipastikan dirinya dihubungi oleh pihak tersebut karena pemberitaan yang sedang terjadi saat ini tentang deklarasi perang dari sebuah pihak.


"Ada apa Mikhael, apakah kamu mendapatkan sebuah penglihatan kembali?" tanya Zen yang sudah menjawab panggilannya.


"Bukan masalah itu, Kak. Tetapi apakah Kakak sudah melihat pemberitaan yang sedang terjadi?" tanya Mikhael dan langsung dijawab oleh Zen dengan tanggapan yang menyatakan bahwa dirinya sudah melihatnya.


"Lalu, apakah ada cara untuk mencegahnya, Kak?" ucap Mikhael yang membuat Zen mulai menghela nafasnya mendengar perkataannya, karena dirinya tahu akan menjadi seperti ini.


Seorang Heavenly Sins bisa dikatakan sangat amat menyayangi sebuah kehidupan. Jadi peperangan, wabah dan sebagainya yang bisa merenggut banyak nyawa, bisa dikatakan sangat tidak diinginkan oleh mereka untuk terjadi di dunia ini.


Memang mereka juga tidak bisa melakukan apapun untuk menghalanginya, kecuali memang seorang yang berasal dari kematian ikut campur dengan permalasahan tersebut. Namun masalah kali ini benar-benar berbeda, karena Zen sepertinya juga tidak bisa melakukan apapun untuk menghalanginya.


"Aku hanya bisa menghalangi jika penyebab sebuah kekacauan disebabkan oleh kejadian yang tidak masuk akal, atau disebabkan oleh pemilik kekuatan. Sedangkan peperangan yang akan terjadi nanti adalah kejadian yang masuk akal dan disebabkan oleh manusia secara langsung. Jadi, jika aku menghalanginya kekacauan yang sudah terjadi itu, hukum dunia akan langsung menghukum diriku, Mikhael" ucap Zen yang membalas perkataannya.


"Tapi, Kakak bisa merasakan sendiri bukan, bahwa peperangan ini ada sesuatu yang janggal?" ucap Mikhael yang bersikeras bahwa Kakaknya harus menghalangi tindakan tersebut.


"Memang, peperangan ini sangatlah janggal. Tetapi aku hanya bisa menyingkirkan kejanggalannya saja, tidak dengan peperangan yang akan terjadi, Mikhael." balas Zen yang dengan berat hati harus menolak permintaan salah satu adik kesayangannya itu.


Memang semua perbuatan yang disebabkan dan dilakukan oleh manusia sama sekali tidak boleh diintervensi oleh pemilik kekuatan. Hal ini dikarenakan memang mereka tidak boleh ikut campur secara langsung dengan jalannya tatanan sebuah kehidupan di dunia ini yang sudah ditetapkan oleh hukum dunia.


Walaupun memang Zen bisa saja ikut campur karena dirinya mempunyai sebuah cela untuk melanggar hukum tersebut agar tidak menghukum dirinya. Tetapi menghalangi sebuah kekacauan besar yang sudah terjadi seperti saat ini, tidak akan mampu dilakukan oleh Zen bagaimanapun caranya.


Bahkan jika hal itu disebabkan oleh pemilik kekuatan, para pemilik kekuatan yang lainnya hanya bisa menghalangi pemilik kekuatan tersebut untuk menghalangi tindakannya. Namun peperangan yang disebabkan oleh dirinya, tidak boleh untuk dihalangi oleh siapapun.


Wabah dari tubuh Vero juga salah satunya. Zen bisa menghalanginya karena memang kekacauan didalam dirinya memang belum menyebar dan menjadi sebuah wabah. Tetapi jika pada saat itu dirinya mati, dan menyebarkan sebuah wabah seperti apa yang sudah ditakdirkan, bisa dikatakan Zen tidak akan mampu untuk menghalanginya.


Memang Zen yang notabennya merupakan Deadly Sins bisa mengintervensi semua permasalahan tentang kejadian yang sudah ditakdirkan oleh hukum dunia. Namun jika hal yang sudah terjadi itu murni perbuatan manusia, Zen juga tidak bisa melakukan apapun untuk menghalanginya.


Jadi Zen dipastikan tidak akan bisa menuruti permintaan adiknya itu, jika hal tersebut disebabkan oleh para manusia sendiri. Dan juga jika memang kejanggalan itu benar adanya, Zen hanya mampu menyingkirkan seorang yang menyebabkan kejanggalan tersebut, dan peperangan itu juga akan tetap terjadi.


"Tapi Kak, apakah tidak ada cara menghalanginya?" ucap Mikhael yang terus saja memohon agar Kakaknya itu menemukan sebuah cara untuk menghalangi peperangan tersebut.


Inilah yang membuat Zen sakit kepala jika mempunyai saudara yang terlalu berbelas kasih dan sangat baik hati. Karena mereka akan akan meminta sesuatu yang bisa dikatakan bersebrangan dengan keyakinan dari Zen yang notabennya sangat suka kekacauan yang akan terjadi.


"Aku tidak tahu. Apalagi pihak Korea Utara sudah mendeklarasikan per- Tunggu... jika mereka memulainya, mungkin...."

__ADS_1


__ADS_2