
Dan begitulah bagaimana Alice saat ini sudah berlutut tepat dihadapan Zen, dan berusaha meminta tolong kepada dirinya untuk menyelamatkan putrinya yang sudah diculik oleh sebuah pihak tadi. Bahkan dari cerita yang dirinya ceritakan tadi, Vero juga sangat amat terkejut mendengarkan kisahnya tersebut.
Tentu wanita itu mengetahui siapa yang menculik putrinya, karena pada kantong belanjaan yang dirinya bawa tadi saat berbelanja bersama putrinya sebelum penculikan itu terjadi, didalamnya ternyata terdapat sebuah surat yang berasal dari penculik putrinya itu yang bisa dikatakan ditujukan kepada dirinya.
Maka dari itu, dirinya dengan bergegas langsung mencari sosok Zen, karena menurutnya hanya Zen yang bisa membantunya dalam menemukan Putrinya yang saat ini diculik, dan akan digunakan oleh sebuah pihak untuk mengancam dirinya.
“Baiklah, aku akan menghubungi temanku yang merupakan kepala kepolisian, oke?” ucap Zen yang memberikan saran kepada wanita yang mengalami penculikan tersebut.
Dari ceritanya, memang wanita itu belum sama sekali menjelaskan tentang pihak siapa yang menculik dirinya. jadi, Zen hanya menganggap bahwa apa yang sedang dirinya alami hanya sebatas sebuah penculikan pada umumnya, dan seharusnya dilaporkan kepada pihak yang semestinya.
Dan juga, Wanita itu memang tidak memiliki sesuatu yang dapat membuat Zen tertarik untuk membantunya secara langsung. Jadi tentu saja, dirinya tidak akan melakukannya karena menurutnya hal tersebut sangat merepotkan bagi dirinya yang bisa dikatakan sudah sangat kelelahan karena aktivitasnya sedari tadi.
Apalagi, karena dirinya tidak tahu dengan pasti siapa yang menculik putrinya, dan bagaimana bisa wanita itu mencari keberadaannya bukan pihak kepolisian yang seharusnya dirinya hubungi untuk mencari keberadaan putrinya.
Jadi, Zen saat ini akan mengarahkan wanita itu dalam melakukan sesuatu yang seharusnya dirinya lakukan, setelah mengalami sebuah musibah. Yaitu, membuat laporkan pihak kepolisian terlebih dahulu agar keberadaan putrinya bisa ditemukan oleh mereka dengan cepat.
“T-Tapi, penculiknya merupakan pihak yang menyerang diriku tempo hari, Tuan Zen” ucapnya yang mulai mengingatkan Zen tentang kelompok yang menyerangnya, dan dirinya diselamatkan oleh Zen beberapa hari yang lalu.
Namun setelah dirinya berkata demikian, barulah Zen sedikit tertarik dengan apa yang dirinya bicarakan dari tadi. Karena memang, salah satu pihak yang sangat dibenci oleh Zen di dunia ini, adalah pihak yang baru saja disebutkan wanita itu kepada dirinya.
“Benarkah, mereka yang menculik putrimu?” tanya Zen, yang saat ini mulai berjongkok dihadapan wanita yang sedang berlutut dihadapannya itu dan menanyakan lebih detail tentang kebenarannya.
Namun bukannya menjawab, Alice saat ini langsung menunjukan Zen secarik kertas yang sedari dirinya genggam dan mulai memberikannya kepada pria tersebut. Tentu Zen langsung menerima kertas yang sudah tidak terlihat bentuknya itu dan mulai melihat isinya.
Dan terbukti, ternyata benar yang dikatakan wanita itu, karena kertas itu berisi sebuah ancaman agar wanita itu kembali membantu pihak yang menculik putrinya dalam menjalankan rencana mereka di negara ini, yang dipastikan surat tersebut berasal dari sebuah ras yang selama ini sangat membuat kesal sosok dari Zen.
“Apa isinya, Zen?” begitulah bisikan yang dilakukan oleh Vero, kepada suaminya karena dirinya tidak sempat melihat isi kertas tersebut.
Percakapan yang terjadi ditempat itu memang hanya dilakukan oleh kedua orang itu saja, karena bisa dikatakan Vero yang berdiri disebelah Zen saat ini, hanya memperhatikan saja percakapan mereka. Apalagi, sampai saat ini Vero yang berdiri di samping suaminya itu tidak mengerti mengapa wanita itu bersikeras meminta bantuan kepada Zen.
Karena seperti pemikiran Zen pada awalnya, seharusnya wanita itu menghubungi pihak kepolisian bukan suaminya. Namun, Vero langsung menyadari, bahwa mungkin wanita itu mencari keberadaan suaminya, karena dirinya mungkin tahu bahwa Zen mempunyai kenalan seorang kepala kepolisian.
“Hahh..... bisa dikatakan putrinya diculik oleh pihak yang merepotkan” ucap Zen, yang saat ini membuat Vero cukup terkejut mendengarkan perkataan suaminya itu.
__ADS_1
"Apa maksudmu, Zen?" tanya Vero yang masih kebingungan dengan perkataan suaminya tersebut.
Tentu dirinya masih tidak mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi, karena Zen belumlah menceritakan tentang beberapa mahluk yang tinggal dunia ini selain manusia kepada Vero. Apalagi, Alice juga tidak menjelaskan secara gamblang tentang pihak yang menculik putrinya.
Karena seperti yang dirinya pikirkan sedari tadi, bisa dipastikan dirinya mengira bahwa Alice meminta pertolongan kepada suaminya, hanya karena pria itu mengenal sosok Santi sang kepala kepolisian. Jadi, hal tersebutlah yang membuat Vero kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Seperti yang aku bilang, ada pihak yang susah untuk dibereskan keberadaan mereka bahkan para penegak hukum, dan saat ini mereka menculik putrinya" ucap Zen, yang saat ini mengedipkan salah satu matanya, seolah-olah memberi kode kepada Vero agar dirinya bisa dikelabui.
Alasan Zen melakukan hal seperti itu, bisa dikatakan dirinya ingin menunjukan bahwa orang yang menculik putri dari Alice merupakan pihak yang bisa dikatakan statusnya susah disentuh oleh pihak apapun. Maka dari itu, kedipan mata dari Zen yang seakan dirinya sengaja tunjukan itu langsung dengan cepat dipahami oleh Vero.
Karena didalam benak Vero saat ini bisa dikatakan dirinya paham Zen bisa membantu pihak Alice, karena status Zen sendiri merupakan pihak yang sangat amat penting. Tetapi ada yang membuat Vero kesal saat ini, karena sepertinya wanita yang sedang berlutut didepannya mengetahui identitas dari suaminya.
"Jadi, aku akan mengerahkan orang-orang suruhan ku untuk membantu dirinya" ucap Zen kepada Vero yang sudah paham dengan maksudnya itu.
“Hahh.. Kalau begitu, cepat bantu selamatkan putrinya, Zen” ucap Vero yang mendesak Zen untuk segera membantu wanita yang meminta bantuan kepada dirinya, karena bisa dikatakan Vero juga ikut prihatin dengan keadaannya jika memang apa yang dikatakan oleh Zen merupakan sebuah kebenaran.
Bisa dikatakan, hubungan Vero dan wanita bernama Alice itu bisa dikatakan seperti kucing dan anjing. Namun tetap saja, jika dirinya bisa membantu keadaannya, Vero akan dengan senang hati membantu dirinya yang terlihat sedang kesusahan saat ini.
Jadi, dirinya langsung menyuruh Zen untuk membantu situasi yang dirinya hadapi itu, karena dirinya tahu bahwa mungkin suaminya mampu melakukannya. Apalagi, jika dirinya menggunakan status pemilik Darkness Company yang selama ini dirinya sembunyikan kepada khalayak umum.
Sebenarnya, bukannya Zen mengabulkan keinginan wanita itu dikarenakan Istrinya yang memintanya, tetapi karena memang para Vampire yang sangat membuatnya dendam tersebut ingin dirinya musnahkan jika dirinya bisa bertemu dengan mereka.
Maka dari itu, disaat wanita yang saat ini memohon kepadanya dan berkata mungkin pihak yang menculik putrinya merupakan para Vampire, membuat Zen mendapatkan sebuah kesempatan bagus untuk melacak keberadaan mereka yang tersembunyi selama ini.
Karena seperti yang diketahui, seluruh Vampire yang saat ini sedang melakukan masalah diberbagai belahan dunia, menyembunyikan keberadaan dari pihak-pihak yang memang akan memburu mereka atas permasalahan yang mereka sebabkan di dunia ini.
“B-Benarkah?” ucap Alice yang tidak percaya, akhirnya sosok Zen ingin membantu dirinya.
“Iya. Cepatlah bangkit sebelum aku berubah pikiran” ucap Zen yang saat ini mulai mendekat kearah Istrinya.
Tentu mendengar perkataan Zen, membuat wanita itu langsung bangkit berdiri dan langsung mengikuti langkah Zen. Namun sebelum itu, ternyata pria itu saat ini akan berpamitan dulu kepada Istrinya sebelum dirinya akan membantu Alice.
“Kamu beristirahatlah, oke. Dan jangan menungguku pulang, karena mungkin apa yang akan aku lakukan akan memakan waktu lama” ucap Zen yang akan berpamitan kepada istrinya saat ini, dan mulai mencium keningnya sebelum dirinya mulai beranjak dari sana.
__ADS_1
“Baiklah dan berhati-hatilah. Ingat, kamu hanya membantu dirinya dengan meminta bantuan dari para anak buah milikmu saja. jadi, jangan pernah ikut campur permasalahan itu secara langsung oke“ ucap Vero yang mengiyakan perkataan suaminya itu.
"Baiklah. Kalau begitu aku berangkat" ucap Zen yang akhirnya benar-benar beranjak dari tempatnya bersama Alice.
Dengan sudah selesai berpamitan kepada istrinya, Zen dan Alice saat ini mulai keluar dari kediaman Vero lalu menuju kediaman dari Alice, dan akan memulai penyelidikan mereka dari sana untuk menemukan putri dari Alice, Kileni.
Vero sendiri yang melihat kepergian Zen yang akan membantu Alice dari pandangannya. Akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam kediamannya, dan membiarkan suaminya menyelesaikan urusannya yang sedang membantu menyelamatkan putri dari wanita yang dikenali olehnya.
Apalagi, karena dirinya sudah tahu identitas dari Zen yang sebenarnya, membuat Vero merasa bisa untuk tenang karena bisa dipastikan tidak ada yang bisa mencari masalah dengan sosok Zen yang bisa dikatakan pihak paling berpengaruh di dunia ini.
“Aku pulang!” ucap Vero yang saat ini mulai memasuki kediamannya.
“Selamat datang.” Ucap Bibi Leni yang menyambut kedatangan Nona Mudanya itu.
“Tunggu, dimana suamimu, Ver?” tanya Kelly yang tidak melihat keberadaan suami dari sahabatnya itu, karena dirinya melihat bahwa Vero hanya masuk sendirian menuju kediamannya.
Bisa dikatakan Kelly dan Lenneth masihlah berada dikediaman dari Vero, karena mereka masih menemani keberadaan Bibi Leni yang ditinggalkan oleh kedua pasangan suami istri yang tinggal ditempat ini, untuk menuju kesebuah acara yang sangat bergengsi berdua.
Jadi wajar jika mereka berdua masih berada ditempat tinggalnya dan saat ini menyambut kedatangan Vero pada kediamannya bersama Bibi Leni, karena mereka belumlah kembali menuju kediaman mereka sebelum kedua pasangan itu pulang.
“Ah... dirinya sedang menyelesaikan urusannya sejenak” ucap Vero yang sengaja tidak memberitahukan tentang apa yang terjadi didepan kediaman mereka tadi.
Untung saja, beberapa pihak yang berada dikediaman ini tidak mendengar keributan yang terjadi pada bagian luar kediaman mereka berada. Karena memang, saat Vero masuk kedalam kediamannya, dirinya malah melihat ketiga orang tersebut sedang fokus menonton sesuatu pada layar televisi yang sedang mereka tonton.
Jadi, Vero memutuskan untuk membiarkan saja mereka untuk tidak mengetahui apa yang terjadi, dan mulai menyembunyikannya dari hadapan mereka. Apalagi, ada sesuatu yang memang lebih menghebohkan untuk diceritakan kepada mereka dari pada kejadian yang baru saja dirinya alami tadi.
“Bagaimana pertemuannya, Ver?” tanya Kelly yang ingin tahu jalannya acara yang dihadiri sahabatnya.
“Wah... kamu tidak akan menyangka apa yang terjadi tadi, Kel. Karena bisa dikatakan, Tuan Alfred Darkness hadir dalam acara tersebut” ucap Vero yang mengejutkan seluruh pihak yang berada dikediamannya.
Siapa yang tidak terkejut setelah mendengar perkataannya. karena menurut dua orang yang berada di sana, pihak sepenting itu yang datang pada acara tersebut, pastilah membuat heboh. Namun tidak dengan Lenneth yang mulai menebak maksud kedatangan dari sosok yang penting tersebut.
Vero tentu langsung menjelaskan dengan detail tentang kejadian yang terjadi, tetapi tetap saja dirinya tidak memberitahukan secara detail, bahwa kedatangan Alfred adalah untuk menemui keberadaannya. Karena semua itu adalah rahasia tentang suaminya yang tidak boleh disebarkan secara sembarangan kepada siapapun.
__ADS_1
“Dan juga... aku akan memberitahukan sesuatu yang sangat mengejutkan kepada Bibi, nanti”