Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Menjadi seorang Detektif


__ADS_3

Zen yang sudah menggandeng seorang anak kecil saat ini sudah berjalan menelusuri sebuah trotoar untuk berjalan-jalan. Mereka berdua saat ini mulai berjalan dengan santai, tetapi Zen sedikit membocorkan sedikit kekuatannya untuk menyelidiki disekitar area tempatnya berjalan.


“Paman sudah menemukan sesuatu?” tanya Ana yang saat ini berjalan bersamanya.


“Hm... masih belum. Kalau begitu, ayo kita berjalan sedikit mendekat kearah tempat lokasi lelang, agar Paman bisa menyelidiki tempat itu lebih jelas” ucap Zen dan dibalas anggukan oleh Ana yang bersemangat.


Memang saat ini mereka sedang mengelilingi area yang akan menjadi tempat lelang dari barang yang harus dibeli oleh Zen. Memang mereka berdua saat ini seolah-olah sedang berjalan-jalan ditempat ini. Namun Zen dengan menggunakan kekuatannya mulai mencari sebuah barang yang menurutnya aneh dan mungkin merupakan barang yang dimaksud oleh adiknya.


“Hm.... aku tidak merasakan apapun yang aneh dari dalam tempat tersebut” gumam Zen setelah dirinya memang sudah menggunakan sedikit kekuatannya, untuk menyelidiki keseluruhan gedung yang akan dijadikan tempat berlangsungnya sebuah acara lelang.


“Apakah kita harus masuk Paman?” tanya Ana kemudian.


“Mungkin. Tetapi sepertinya percuma saja, karena Paman tidak merasakan sesuatu yang aneh dari gedung tersebut” balas Zen.


Karena tidak mendapati sesuatu yang aneh dari gedung yang diselidikinya, akhirnya Zen mulai menggandeng Ana untuk pergi dari sana dan melanjutkan jalan-jalan mereka. Karena memang, selain memeriksa tempat lelang tersebut, Zen sudah berjanji kepada keponakannya itu untuk mengajaknya jalan-jalan bersamanya.


“Lalu kita akan kemana Paman?” tanya Ana.


“Mungkin akan kembali menemui yang lai-” namun perkataan Zen terhenti setelah pandangannya saat ini tidak sengaja menatap tiga orang pria, yang saat ini entah mengapa mereka bisa berada ditempat ini.


Ana cukup bingung mengapa Pamannya menghentikan pembicaraannya. Namun saat dirinya menatap Pamannya, saat ini mata pamannya sudah berubah menjadi hitam dan sedang memperhatikan sesuatu.


“Ya... aku bisa merasakannya. Mereka dari kelompok tersebut” gumam Zen yang merasakan keberadaan Dragon Glass pada orang-orang tersebut.


“Apakah yang Mikhael suruh cari bukanlah sebuah benda, melainkan sebuah mahluk mistik?” gumam Zen kemudian.


Cukup aneh memang karena kelompok Anomanex saat ini berada ditempat yang sama dengan dirinya berada, yang sedang mencari keberadaan benda yang menurut adiknya sangat berbahaya. Karena melihat keberadaan mereka ditempat ini, Zen mulai berfikir bahwa kemungkinan besar apa yang mereka cari adalah hal yang sama dengan apa yang sedang dicarinya.

__ADS_1


Jadi Zen mulai memindai sekali lagi area tempatnya berada dan cukup terkejut dengan apa yang dia rasakan, setelah dia memfokuskan mencari keberadaan sebuah mahluk yang berada didalam area lelang tersebut.


“Cih... untung saja aku memfokuskan mencari keberadaan sebuah mahluk. Kalau tidak aku akan selalu terkecoh dengan segel yang menyegel mahluk tersebut” gumam Zen.


Zen memang akan selalu peka dengan keberadaan sebuah mahluk. Namun biasanya mahluk yang sering dia rasakan merupakan mahluk yang membocorkan auranya atau tidak sengaja bertemu dengannya.


Maka dari itu, Zen sempat tidak merasakan aura dari sebuah mahluk yang berada diarea tempat dirinya berada dan menyelidiki sesuatu menggunakan kekuatannya, karena memang keberadaan mahluk tersebut sedang berada didalam sebuah segel. Dan jika memang Zen ingin menemukan keberadaannya, dia harus benar-benar fokus untuk melakukannya.


“Yap... Paman sudah menemukannya, jadi mari kembali” kata Zen kepada Ana yang masih dengan tenang menunggu pamannya melakukan tugasnya.


“Benarkah? Memangnya benda seperti apa itu Paman?” tanya Ana yang penasaran tentang apa yang ditemukan oleh Pamannya.


“Sebuah benda berbahaya berbentuk lukisan, yang memiliki sebuah mahluk yang sangat berbahaya yang berada didalam lukisan tersebut” balas Zen sambil menuntun Ana kembali kearah tempat keluarganya berada.


Sebuah mahluk yang sangat dikenal oleh Zen, bisa dirasakan olehnya saat itu juga setelah dirinya berhasil merasakan auranya. Zen cukup terkejut dengan apa yang dia temukan itu, karena Zen tidak menyangka bahwa dirinya juga jatuh ke dunia manusia.


Zen sebenarnya sangat tidak peduli dengan keberadaan mahluk itu. Namun karena menurut Mikhael apa yang ditemukan oleh dirinya saat ini sangat berbahaya, jadi Zen mau tidak mau harus mengurus permasalahan yang sedang dialami oleh mahluk tersebut.


“Memang. Tetapi sepertinya kita tidak perlu untuk mengambilnya saat ini. Karena memang Paman akan mendapatkannya saat lelang ditempat ini berlangsung” ucap Zen yang sudah menuntun Ana beranjak dari sana.


"Lalu, bagaimana jika mahluk berbahaya yang berada di lukisan itu lepas Paman?" tanya Ana kemudian.


"Tenang saja, tidak ada yang bisa mengeluarkan mahluk tersebut dari sana. Dan juga, walaupun dirinya terbebas dari lukisan itu, dipastikan dirinya akan langsung mencari keberadaan Paman saat dirinya sudah bebas" balas Zen yang sudah menuntun Ana meninggalkan tempat tersebut.


Ya, Zen sangat mengenal mahluk tersebut dan dipastikan mahluk itu juga mengenalnya. Jadi Zen cukup yakin mahluk tersebut akan mencarinya jika mengetahui keberadaannya, jadi Zen bisa tenang dan hanya menunggu waktu yang tepat saja untuk menjemputnya.


.

__ADS_1


.


Sebuah hutan bambu yang lebat memenuhi sebuah area, dimana ada seorang wanita sedang terbaring di atas sebuah batu yang besar, dimana batu tersebut terletak ditengah-tengah hutan bambu yang mengelilinginya itu.


Kesepian, itulah yang dirasakan oleh wanita cantik tersebut, karena memang sudah ribuan tahun dia berada disini dan tidak bisa melakukan apapun terhadap keadaanya. Kemarahan juga sering memenuhi diri wanita tersebut karena memang penghianatan demi penghianatan terus dirasakannya hingga dia bisa berada disini.


“Akan aku balas perlakuan kalian semua, jadi tunggulah” gumam wanita itu yang masih berbaring di atas batu tempatnya sedang beristirahat, karena merasa emosi setelah mengingat beberapa kejadian yang dialaminya dimasa lalu.


Anehnya, pada wanita cantik tersebut terdapat sebuah ekor pada bagian belakang pinggulnya, yang terus melambai mengikuti suasana hatinya. Lambaian gemulai dan sangat pelan dari ekornya itu menandakan bahwa saat ini dirinya sangat amat kesepian.


Dirinya sudah berusaha keluar dari tempat ini, namun hutan bambu yang mengurungnya seakan tidak memperbolehkan dirinya keluar dari sini. Sudah berbagai cara dia lakukan, seperti dengan menggunakan wujud aslinya, tetapi tetap saja apa yang di lakukan itu percuma saja.


“Hahh... dan kenapa aku sekarang berada ditempat yang gelap” balasnya.


Memang wujud asli dari tempat yang mengurungnya merupakan sebuah lukisan, yang dimana dirinya bisa sesekali melihat area luar dari tempatnya berada. Berbagai hal sering dia lihat, karena memang lukisan tempatnya berada sudah berpindah diberbagai tempat.


Termasuk sekarang saat dirinya berada ditempat yang gelap, karena lukisan tempatnya berada saat ini berada disebuah ruangan yang gelap. Setelah melihat bahwa area luar lukisan tempatnya berada masih gelap, mau tidak mau wanita cantik itu mulai menyandarkan kembali kepalanya di atas batu yang sedang dipakainya untuk berbaring dan mencoba untuk beristirahat.


“Siapa saja, tolong keluarkan aku dari sini” gumamnya dan mulai menutup matanya untuk mencoba terlelap.


Suasana ditempat itu kembali hening saat wanita itu mencoba terlelap. Namun saat dirinya akan memasuki dunia mimpinya, sebuah aura langsung mengejutkannya dan membuatnya langsung membuka matanya dengan lebar.


Wanita itu langsung bangkit dari tempatnya berada dan melihat keadaan disekelilingnya, untuk mencari tahu dari mana asal aura yang dirasakannya, karena memang dirinya sangat mengenal aura yang saat ini sedang dia rasakan tersebut.


“Apakah itu hanya perasaanku saja? Tetapi mengapa aura itu sangatlah nyata” gumamnya sambil melihat area sekelilingnya sekali lagi.


Saat mencarinya lebih detail, dirinya kembali merasakan aura tersebut dan membuatnya hanya tersenyum saja saat berhasil merasakannya kembali. Air mata mulai turun dari matanya, yang dimana pupil matanya tidaklah bulat melainkan bergaris seperti kucing.

__ADS_1


Aura yang membuatnya rindu, aura yang membuatnya sangat bersemangat untuk merasakannya dan aura yang membuatnya tidak berputus asa untuk mencoba keluar dari tempat ini, karena dirinya memutuskan untuk mencari pria yang mempunyai aura tersebut jika dirinya berhasil keluar.


“S-Suamiku”


__ADS_2