Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Gagal


__ADS_3

Pada sebuah goa yang cukup gelap, saat ini sosok hitam dengan santai sedang duduk pada singgasananya. Dengan perilakunya yang santai, saat ini dirinya sedang menunggu laporan dari bawahannya yang saat ini sedang dirinya perintahkan untuk melalukan sesuatu kepadanya.


Suasana mencekam bisa dirasakan dari dalam goa tersebut yang dimana suasana tersebut bisa dikatakan disebabkan oleh aura yang sangat amat menekan, yang dikeluarkan dari sosok dengan wujud hitam tersebut. Apalagi keberadaan itu terus mengeluarkan auranya disekitar tempatnya berada, hingga membuat tempat itu cukup mencekam


Hingga seorang bawahannya yang dirinya tunggu kedatangannya, sudah tiba tepat pada goa dengan suasana mencekam itu dan akan melaporkan sesuatu kepada sosok itu. Melihatnya tentu membuat sosok itu bahagia melihatnya. Namun naas, hal itu sangat berbanding terbalik dengan ekspresi bawahannya yang mendatangi goa tersebut.


"Bagaimana hasil kerjamu, Hades?" dan begitulah perkataan sosok hitam tersebut yang saat ini menyambut kedatangan anak buahnya tersebut.


Namun bukannya menjawab, seorang pria yang dipanggil Hades itu langsung berlutut dibawah tanah seakan dirinya merasa bersalah akan sesuatu. Bahkan melihat tingkah laku bawahannya itu, langsung membuat raut wajah dari sosok hitam itu yang semula sangat bahagia itu, mulai merubah ekspresinya dengan ekspresi datar yang menyeramkan.


"Apa yang terjadi, apakah kamu gagal kembali?" ucap sosok hitam itu yang saat ini menatap dengan tajam bawahannya itu yang masih bungkam ditempatnya.


"M-Maafkan saya, T-tuan. Wanita yang merupakan k-keturunan langsung mahluk mistik dari leluhur P-Phoenix, berhasil melarikan diri" ucap Hades yang cukup ketakutan melaporkan hasil kerjanya kepada sosok berwarna hitam yang berada dihadapannya.


Hening, begitulah keadaan dari goa itu setelah Hades selesai melaporkan sesuatu. Namun beberapa saat kemudian, sebuah aura yang mencekam dari tempat ini semakin kuat intensitasnya dan membuat Hades yang awalnya sedang berlutut langsung terkapar di tanah karena aura yang sangat menekan dirinya itu.


Hades mulai menggeliat kesakitan saat ini, setelah sebuah aura menekan langsung diarahkan kepada dirinya. Dirinya merasa mengalami tekanan yang sangat besar hingga dirinya susah bernafas, akibat dari tindakan sosok hitam itu yang terlihat murka dengan apa yang dirinya laporkan tadi.


Hingga beberapa saat setelah dirinya mengalami sebuah siksaan, akhirnya aura itu perlahan-lahan mulai berkurang dan Hades mulai bisa bernafas lega dengan tekanan yang dirinya terima itu, yang saat ini akhirnya mulai menghilang dari dirinya karena sudah ditarik kembali oleh sosok hitam tersebut.


"Bukankah aku bilang bahwa kamu yang seharusnya mengurus permalasahan ini sendiri?!" teriak sosok hitam itu yang suaranya mulai menggelegar pada goa tersebut.

__ADS_1


Hades saat ini masih merasa lemas setelah dirinya merasa bebas dengan apa yang dirinya alami sebelumnya, hingga dirinya akhirnya mulai kembali menyesuaikan dirinya yang baru saja terbebas dari tekanan itu, dan saat ini kembali bangkit dan mencoba berlutut kembali sebelum menjawab perkataan pria yang dirinya layani itu.


"M-Maafkan saya, Tuan. S-saya mengira, anak buah saya cukup mampu melakukannya, s-sehingga saya tidak perlu ikut campur" ucap Hades yang sudah berlutut kembali ditempatnya.


"Dasar bodoh!" hingga sebuah teriakan mulai terdengar dan disusul dengan sebuah kekuatan besar yang menerpa sosok Hades yang masih berlutut itu.


Tubuhnya yang menerima kekuatan yang diarahkan kepadanya itu, langsung membuat Hades terpental. Hingga sebuah dinding Goa yang berada dibelakangnya langsung menghentikan dampak yang dirinya terima itu, sehingga dirinya terbentur dengan sangat amat keras dari serangan yang dirinya terima itu.


Hades langsung jatuh kebawah tanah setelah menabrak dinding Goa yang dirinya tabrak tadi, hingga saat ini dirinya mulai tersungkur dan dirinya mulai mengeluarkan darah dari mulutnya, akibat dampak yang dirinya terima dari perlakuan yang dirinya terima tadi yang membuat marah sosok berwarna hitam dihadapannya.


"Apa kamu bodoh. Bukankah kita sudah kehilangan sang rubah berekor sembilan, dan saat ini kita sudah kehilangan sang Phoenix, karena dirimu yang tidak bergerak secara langsung untuk menangkapnya!" begitulah teriakan yang kembali terdengar dan menggelegar didalam Goa tersebut.


Murka, itulah yang saat ini dirasakan oleh sosok hitam tersebut, yang dimana dirinya sangat amat marah dengan keputusan yang diambil oleh bawahannya. Karena rencana yang sudah dirinya susun itu, seakan gagal dan saat ini dirinya mulai bingung harus melakukan apa untuk melanjutkan rencananya.


Apalagi cukup memakan waktu cukup lama untuk menemukan sosok-sosok tersebut, namun kesempatan yang sudah mereka dapatkan seakan dibuang dengan percuma oleh pihak yang saat ini tidak becus dalam mengurus permasalahan penangkapan mereka, yang bisa dikatakan kembali gagal.


"Maafkan saya, T-tuan" hingga begitulah ucapan Hades yang kembali berlutut dihadapan sosok hitam tersebut.


Sebelumnya disaat mereka berhasil menemukan sosok dari mahluk mistik dengan keturunan langsung dari rubah berekor sembilan, bisa dikatakan mereka gagal dalam mendapatkannya karena ada sosok yang menghalangi mereka untuk menangkapnya.


Namun disaat mereka berhasil menemukan seorang Phoenix dan tidak ada orang yang mengganggu untuk menangkapnya, malah mereka kembali gagal untuk mendapatnya dan membuat sosok itu melarikan diri dan menghilang dari pandangan mereka.

__ADS_1


Maka dari itu, sosok hitam itu sangatlah murka dengan keadaan yang membuat mereka harus mengalami kegagalan lagi, dan akan cukup kesusahan untuk menemukan sosok yang mereka incar itu kembali karena dipastikan mereka akan sembunyi kembali dan akan susah untuk ditemukan keberadaannya.


"Sialan, lalu ap-" namun belumlah sosok hitam itu menyelesaikan kalimatnya, dirinya saat ini seakan mulai merasakan sesuatu yang janggal dengan dirinya.


"A-ada apa, Tua-"


"AHHHHHHH" Hingga Hades yang ingin menanyakan keadaan sosok yang dirinya layani itu, harus membatalkan niatnya karena saat ini Sosoh hitam itu mulai berteriak kesakitan.


Sosok hitam yang berbentuk aura tersebut saat ini mulai menggeliat kesakitan. Tubuhnya yang memang hanya merupakan aura hitam, perlahan auranya mulai tersedot keluar dari tubuhnya dan seakan meninggalkan tubuhnya.


Entah apa yang sebenarnya terjadi, hingga sosok hitam itu terus menggeliat kesakitan dengan keadaanya.


"Tuan!" dan begitulah teriakan Hades yang saat ini mengkhawatirkan keadaannya.


Namun sosoknya yang awalnya cukup besar karena aura hitam yang dimilikinya sangat banyak, perlahan mulai menghilang sedikit demi sedikit hingga sosoknya yang bisa dikatakan pada awalnya besar mulai mengurus, dan tiba-tiba mengecil hingga akhirnya tubuhnya yang dipenuhi aura tersebut itu mulai terkapar tak berdaya dengan kondisi tubuhnya yang cukup berbeda dengan tubuhnya yang tadi.


"Tuan, apa yang terjadi" hingga akhirnya Hades mulai mendekat kepada sosok aura hitam yang menipis itu dan menanyakan keadaannya.


"Sial, sepertinya perkataannya adalah benar, bahwa dirinya bisa membangkitkan para Deadly Sin yang lain" ucapnya yang saat ini mulai menyadari keadaannya.


"A-Apa maksud anda, tuan?" tanya Hades yang saat ini cukup kebingungan dengan perkataan Tuannya itu.

__ADS_1


Hingga sosok aura hitam yang sosoknya seakan mengecil itu, saat ini mulai bangkit dan terlihat semakin murka dengan keadaannya. Hingga dirinya menatap bawahannya dengan tatapan yang tajam dan seakan cukup menyeramkan, sehingga membuat Hades yang melihatnya hanya menunduk saja karena dirinya tidak berani menatap mata sosok tersebut secara langsung.


"Kita akan memakai rencana lain. Mari kita gunakan para Dewa"


__ADS_2