Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Proses Kebahagiaan


__ADS_3

Seperti biasa dalam sebuah keluarga, anak-anak akan senang bercengkrama dengan Kakek mereka, sedangkan para menantu saat ini dengan riang bercengkrama dengan Ibu mertua mereka. Dan begitulah hal yang terjadi pada kediaman milik orang Tuan Zen yang dipenuhi dengan berbagai pihak.


Zen menepati janjinya kepada kedua orang tuanya dengan membawa seluruh keluarganya datang ketempat ini. Walaupun membutuhkan waktu setahun lamanya karena Zen baru bisa menggunakan kekuatannya, tetapi bisa terlihat Ibu dan Ayahnya terlihat sangat amat bahagia dengan kedatangan mereka semua ketempat ini.


Seluruh anak-anak adiknya termasuk Kileni saat ini dengan riang bercengkrama dengan Sang Kakek, dan mereka terlihat sangat amat bahagia melakukannya. Sedangkan Istri-istri Zen dan Istri adik-adiknya saat ini sedang bercengkrama bersama dengan Ibu dari Zen, walaupun sebenarnya seluruh adik-adiknya ingin sekali bercengkrama dengan dirinya.


Memang ini adalah pertemuan pertama seluruh adik Sepupunya dengan Ibu mereka. Jadi, mereka sebenarnya ingin lebih mengenal sosoknya namun disayangkan malah Istri-istri mereka yang saat ini terlihat heboh untuk bisa dekat dengan dirinya. Dan begitulah bagaimana Zen dan adik-adiknya malah melakukan pekerjaan rumah yang sedang mereka lakukan saat ini.


"Keluarkan isi perutnya terlebih dahulu!" teriak Zen kepada Uriel, karena mereka saat ini sedang memotong sebuah sapi pada ternak orang tua mereka.


Memang dengan disibukkan kedua orang tua mereka, membuat Zen dan adik-adiknya yang malah mengerjakan berbagai hal termasuk mempersiapkan berbagai bahan makanan untuk makan malam mereka nantinya. Maka dari itu, mereka mulai memotong salah satu sapi milik Ayah mereka untuk dijadikan salah satu santapan besar dalam berkumpulnya mereka ditempat ini.


"Bagus... Kalau begitu lanjutkan kerja kalian dan aku akan melihat keadaan yang lainnya" balas Zen yang sepertinya sudah memastikan adiknya mengerti tentang instruksi yang dirinya berikan kepada mereka.


Sebagai pihak yang berpengalaman karena sudah berada ditempat ini selama seminggu, Zen saat ini memimpin adik-adiknya dalam mempersiapkan berbagai hal. Saat ini bisa dilihat ada yang memotong beberapa ternak, memanen beberapa makanan yang ditanam disana, dan juga memperhatikan beberapa pihak yang saat ini sedang mengambil beberapa ikan dari kolam Ayah mereka.


Karena memang mereka tidak pernah melakukannya, membuat Zen saat ini yang menjadi pihak yang menginstruksikan keberadaan mereka untuk melakukan tugas yang pernah dirinya lakukan. Apalagi nantinya apa yang mereka kerjakan itu akan menjadi bahan untuk acara makan malam bersama mereka ditempat yang cukup sederhana ini.


"AYAH!... AYAH!" Hingga disaat Zen dengan asik menginstruksikan berbagai hal kepada Adik-adiknya, putrinya Kileni mulai berteriak kearahnya.

__ADS_1


Tentu Zen langsung menghentikan tindakannya dan saat ini melihat kearah Kileni yang terlihat panik saat ini. Dengan langkah kecilnya, gadis kecil yang terlihat panik itu langsung menarik tangan Ayahnya dan seakan membawanya menuju kesebuah tempat untuk melihat sesuatu.


"Cepat Ayah, Mama Axillia... Mama Axillia!" teriak gadis kecil itu yang semakin menarik keberadaan Zen dari sana untuk mengikuti dirinya.


Semua pihak tentu bingung dengan tingkah gadis kecil itu, namun karena Zen mendengar nama salah satu Istirnya disebutkan, membuat dirinya langsung meraih Putrinya itu dan mengangkat tubuhnya pada gendongannya dan dengan cepat memasuki kediaman orang Tuanya.


Hingga saat ini sebuah pemandangan mulai membuat Zen akhirnya ikut panik. Karena bisa dilihat Istirnya itu sedang meringis kesakitan dan saat ini sedang dipapah kesebuah ruangan oleh beberapa Istirnya yang lain dan Ibunya. Melihat itu tentu Zen saat ini menyerahkan Putrinya kearah Alice dan mulai menghampiri Istrinya itu.


"Apa yang terjadi?" ucap Zen panik.


"Tenanglah Putraku. Istrimu mengalami kontraksi dan akan melahirkan saat ini" Balas Ibunya yang saat ini membantu Axillia memasuki sebuah kamar dari kediamannya.


"Baiklah, karena semua sudah siap saat ini Ibu akan mulai membantu proses persalinan dirimu" Ucap Ibu dari Zen yang sudah bersiap di posisinya.


Axillia terlihat sedikit meringis dengan keadaanya saat ini. Dengan tangannya yang menggenggam dengan erat tangan suaminya, saat ini Proses persalinan anak-anaknya sepertinya akan berlangsung dan semua pihak yang berada di sana sudah bersiap untuk membantu prosesnya.


"Dorong!" Ucap Ibu Zen yang memerintahkan menantunya untuk memulai proses lahirannya.


Saat ini posisinya Axillia sudah siap untuk melahirkan, maka dari itu Ibu Zen mulai membantunya untuk melakukan persalinannya. Hingga sebuah kepala Putra pertama Zen bisa terlihat akan keluar hingga beberapa detik kemudian sebuah suara tangisan bayi mulai terdengar setelah Axillia berhasil mengeluarkan salah satu Putranya.

__ADS_1


"Baiklah, Putra pertama kalian merupakan Sloth. Kalau begitu mari kita lanjutkan" Ucap Ibu Zen yang saat ini menyerahkan anak pertama Zen itu kepada wanita-wanita yang ikut membantu proses tersebut.


Zen tentu sangat ingin melihat Putranya. Namun saat ini dirinya masih berusaha menguatkan keadaan Istirnya yang harus melahirkan enam orang anaknya lagi, yang saat ini mulai dibantu keluarkan oleh Ibu dari Zen, yang saat ini sudah terlihat anak kedua mereka akhirnya akan keluar.


"Baik sedikit lagi" Ucapnya yang bersemangat menyambut cucu-cucu barunya, yang saat ini muncul juga di dunia.


Dengan perlahan satu-persatu anak Zen yang berada dikandungan dari Axillia mulai keluar satu-persatu. Dengan usaha yang sangat amat berat saat prosesnya, saat ini Axillia terus berusaha untuk menuntaskan tugasnya untuk melahirkan seluruh anak-anaknya. Berbagai cairan bisa dikatakan mulai menempel pada sprei tempat tidur tempat dirinya melahirkan saat ini.


Hingga lengkap sudah tujuh orang Putra yang tampan saat ini sudah dibersihkan dan terlihat terlelap dengan nyaman pada keranjang bayi mereka masing-masing, setelah akhirnya tugas Axillia sebagai Ibu yang melahirkan mereka sudah tuntas sepenuhnya dan saat ini dengan seutas air mata yang jatuh dari matanya, dirinya mulai menatap Putra-putranya.


Namun yang terlihat lebih bersemangat tentu saja Zen yang akhirnya bisa melihat dengan jelas seluruh Putranya. Memang dirinya disibukkan dengan menemani dan menguatkan Istrinya yang menjalani proses persalinannya. Hingga setelah semuanya usai, Zen saat ini menatap seluruh Putra kandungnya sendiri yang akhirnya dimiliki oleh dirinya.


Ada perasaan bahagia melihatnya, karena akhirnya dirinya memiliki beberapa putra sekaligus. Apalagi mereka semua merupakan sosok-sosok yang penting, yang dimana di masa depan mereka akan menunaikan tugas Ayah mereka dengan paman-paman mereka yang sudah meninggal.


"Kalau begitu, kami beristirahat dulu, oke" ucap Ibu dari Zen yang memimpin beberapa menantunya untuk keluar dari sana.


"Terima kasih Ibu, Valana, Iiona" Ucap Zen kepada mereka, yang memang tadi membantu proses persalinan Istrinya.


Axillia juga berterima kasih kepada mereka, hingga disaat mereka keluar, seluruh pihak yang sebelumnya diluar saat ini secara bergantian ingin memasuki tempat dimana Zen, Axillia dan Alice berada saat ini. Tentu pihak pertama adalah Istri-istri Zen yang saat ini mulai memasuki tempat ini secara langsung.

__ADS_1


"Mereka semua terlihat sangat menggemaskan, suamiku"


__ADS_2