
Kelly bisa dikatakan sangat dikejutkan dengan keputusan dari sahabatnya yang terkesan secara tiba-tiba dirinya kabarkan kepadanya. Bahkan dirinya masih sangat bingung, mengapa sahabatnya itu mengambil keputusan seperti itu.
Karena memang, menurutnya ini bukanlah waktu yang tepat untuk dirinya melakukan sesuatu yang dirinya beritahukan itu kepada Kelly saat ini. Karena bisa dikatakan, semua keputusan yang dirinya ambil terkesan buru-buru dan membuat Kelly cukup pusing untuk menanggapinya.
Walaupun dirinya tahu bahwa permasalahan perusahaan ini mulai stabil sepenuhnya, tetapi tetap saja keputusan yang dirinya ambil itu menurut Kelly sangat tidak pantas untuk dirinya keluarkan. Karena menurutnya, perusahaan milik Vero belum benar-benar stabil sepenuhnya.
“Walaupun beberapa permasalahan perusahaan kita sudah terselesaikan sepenuhnya, ini bukan waktu yang tepat dirimu pergi berbulan madu dengan suamimu, Ver.” Ucap Kelly yang memprotes keputusan sahabatnya itu, yang baru saja dirinya beritahukan kepada Kelly.
Saat ini, memang Vero sedang melakukan pertemuan secara pribadi dengan sahabatnya itu. Tentu, pertemuan itu akan menyangkut kepergian Vero menuju Kerajaan milik Zen, yang dimana dirinya akan menjalani berbagai kegiatan di sana.
Memang dirinya tidak memberitahukan kebenaran tentang kepergiannya, karena bisa dikatakan Zen tidak ingin beberapa pihak langsung mengetahui identitasnya. Maka dari itu, Vero memutuskan untuk menyembunyikan kenyataan kepergiannya menuju Kerajaan Gizeweith dengan mengatakan bahwa dirinya akan pergi bulan madu bersama Zen.
Dan hal itulah yang saat ini sedang diprotes oleh Kelly, karena dirinya tidak mempercayai keputusan yang baru saja dikatakan oleh sahabatnya itu, yang secara tiba-tiba mengatakan bahwa dirinya ingin berbulan madu. Maka dari itu, dirinya mulai memprotes keputusan sahabatnya tersebut.
“Memang, tetapi perjalanan ini sudah kami persiapkan jauh-jauh hari, Kel. Dan sayangnya, kepergian kami kali ini tidak bisa ditunda lagi” balas Vero yang menyahuti perkataan sahabatnya yang terlihat kesal tersebut.
Kelly bukannya cemburu mendengar kepergian sahabatnya yang akan berbulan madu dengan suaminya, karena bisa dikatakan dirinya juga memiliki perasaan kepada suami sabatnya itu. Dirinya hanya merasa kesal, karena sahabatnya itu seakan mengambil sebuah keputusan secara terburu-buru.
Karena bisa dibilang, Kelly sama sekali tidak pernah mendengar bahwa sahabatnya itu sudah membuat perencanaan akan melakukan perjalanan bulan madu bersama suaminya. Namun tiba-tiba saja, entah mengapa sahabatnya itu seakan ingin pergi dan meninggalkan semua permasalahan perusahaan kepada dirinya.
Maka dari itu, bisa terlihat bahwa Kelly sangat tidak menyetujui kepergian sahabatnya itu, karena bisa dikatakan kepergiannya yang secara tiba-tiba itu, akan sangat berdampak dengan kondisi perusahaannya kelak dan dipastikan akan sangat merepotkan dirinya.
“Tapi, Ver. Siapa yang akan menjalankan perusahaan milikmu ini? Karena aku hanya bisa menyelesaikan pekerjaan yang kamu tugaskan kepadaku saja” tanya Kelly karena sebenarnya dirinya hanya sebatas sekertaris yang hanya bisa mengikuti perintah dari atasannya, dan tidak bisa membuat keputusan apapun pada perusahaan ini.
“Maka dari itu, selain aku yang akan mengambil cuti sebagai CEO perusahaan ini, aku juga akan mengangkat posisimu sebagai wakil CEO dari perusahan milikku ini” ucap Vero yang langsung membuat terkejut Kelly yang mendengarkan pernyataannya.
Selama ini, Vero memang sama sekali belum pernah mengangkat seorang wakil CEO untuk perusahannya. Hal ini dikarenakan dirinya susah mempercayai seseorang, apalagi kasus yang pernah dirinya alami pada perusahan miliknya dahulu membuat dirinya trauma untuk melakukannya.
Apalagi, jika dirinya berhalangan untuk hadir dan melaksanakan tugasnya sebagai CEO, sekertaris pribadinya atau bisa dikatakan sahabatnya bisa menggantikannya sejenak dalam menjalankan perusahaannya ini, walaupun dirinya hanya mengerjakan semua hal yang diperintahkan oleh Vero.
__ADS_1
Jadi, Vero memutuskan untuk sekalian saja membuat sahabatnya itu menjadi wakil untuk menjalankan perusahaan ini, karena menurutnya Kelly mampu menjalankan tugasnya itu dengan baik dalam menjadi wakilnya dalam menjalankan perusahaan miliknya ini.
“Apa maksudmu? Kamu benar-benar akan mengangkat diriku menjadi wakil CEO perusahaan milikmu ini?” tanya Kelly yang kembali memastikan apa yang dirinya dengarkan dari sahabatnya tadi.
Cukup terkejut memang dirinya mendengarkan perkataan dari sahabatnya itu. Karena bisa dibilang, posisi sekretaris pribadi dan seorang wakil CEO memiliki wewenang yang berbeda untuk diurus oleh dirinya, jika memang Vero benar-benar memberikan kuasa itu kepada dirinya.
Apalagi, disaat dirinya menjadi wakil, bisa dikatakan dirinya bisa mengambil sebuah keputusan sendiri untuk menjalankan perusahaan milik sahabatnya itu, tidak seperti disaat dirinya masih menjadi sekretarisnya yang hanya mengikuti perintah dari Vero.
Maka dari itu, apa yang dirinya dengar itu merupakan sebuah kesempatan yang sangat amat besar, jika memang Vero sangat serius dengan perkataannya. Apalagi, Vero juga bisa dikatakan sangat senang jika memang posisinya akan dipromosikan oleh sahabatnya tersebut.
“Iya. Apakah kamu bersedia?” tanya Vero yang mengkonfirmasi pernyataannya itu.
“Tunggu... Vero. Jangan terburu-buru dengan keputusanmu itu. Apalagi, apakah kamu yakin dengan keputusan yang kamu ambil itu?” tanya Kelly kembali, karena dirinya juga tidak ingin membuat sahabatnya itu mengambil keputusan karena sebatas dirinya merupakan sahabatnya saja.
Tentu siapa yang tidak mau menempati posisi wakil CEO dari sebuah perusahaan yang cukup besar di negara ini. Kelly juga sangat senang untuk mengambil kesempatan itu dan bisa menjadi seorang yang sangat penting pada perusahaan tempat dirinya berada.
Namun, dirinya tidak mau bahwa kenaikan jabatannya itu hanya sebatas bahwa dirinya merupakan sahabat dari Vero, yang merupakan pemilik perusahaan tempat dimana dirinya berkerja saat ini. Dan karena hal itu jugalah, yang membuatnya bisa menempati posisi tersebut.
Apalagi selama ini Kelly bekerja keras bukan untuk dikasihani, tetapi dirinya ingin meraih semua hal yang dirinya inginkan dengan usahanya sendiri. Jadi, dirinya benar-benar memastikan apakah promosi yang dirinya terima itu benar-benar hasil kerja kerasnya selama ini.
“Tentu saja aku yakin. Apalagi, setelah dirimu beberapa kali menggantikan posisiku yang berhalangan hadir belakangan hari ini” ucap Vero.
Vero juga tidak akan mengambil sebuah keputusan yang bisa dibilang acak atau sembarangan mengenai jalannya perusahaannya. Karena perusahaan yang dimana saat ini merupakan perusahaan miliknya, merupakan peninggalan dari seluruh orang yang dirinya sayangi.
Tentu dirinya juga mengambil sebuah keputusan yang sangat hati-hati dalam melakukan sesuatu. Seperti halnya menunjuk seorang untuk menjadi wakilnya. Jadi, perkiraan Kelly yang menganggap bahwa Vero menaikan posisinya hanya karena dirinya sahabatnya merupakan sebuah kesalahan besar.
Apalagi hal tersebut dibuktikan disaat Kelly mampu menangani berbagai hal disaat Vero tidak bisa berada pada perusahannya. Jadi, dengan melihat hasil pekerjaannya pada saat itu, membuat Vero semakin yakin mengambil keputusan tersebut.
“Tetapi, beberapa pihak tidak akan menganggap kenaikan posisiku seperti apa yang kamu pikirkan, Ver” ucap Kelly yang masih khawatir dengan kenaikan posisinya itu.
__ADS_1
“Hmm... perkataan dirimu ada benarnya. Tetapi biar aku menanyakan sesuatu kepadamu, yang menjadi atasanmu aku atau mereka?” tanya Vero balik yang membuat Kelly mulai terdiam dengan perkataan sahabatnya itu.
Yang dikhawatirkan oleh Kelly, tentu saja kecemburuan beberapa pihak yang memang sudah bekerja di perusahaan ini yang sudah sangat lama. Tentu kenaikan posisi Kelly ditakutkan akan membuat mereka akan kesal dan tidak menerima keputusan tersebut.
Apalagi, ada beberapa pihak yang memang sebenarnya cukup pantas jika mereka menempati posisi yang akan diserahkan kepada Kelly oleh Vero saat ini. Dan juga, mereka bisa dikatakan akan mengungkit perkiraan Kelly yang menganggap bahwa Vero mengambil keputusan itu hanya karena Kelly merupakan sahabatnya.
Namun, benar kata Vero kepadanya tadi. Bukan merekalah yang bisa memutuskan hal seperti itu, karena bisa dibilang Vero yang didukung sepenuhnya oleh seluruh pemegang saham perusahannya, bisa mengambil keputusan apapun tanpa harus meminta persetujuan beberapa pihak lagi.
Jadi yang harus dilakukan oleh Kelly, adalah untuk membuktikan bahwa dirinya mampu dan dapat mengemban kewajiban yang diberikan kepadanya oleh Vero yang merupakan atasan dan juga sahabatnya, kepada seluruh pihak yang mungkin akan meremehkan dirinya.
“Lalu, apa jawabanmu? Apakah kamu mau menerimanya atau tidak?” tanya Vero kembali, yang seakan menekan sahabatnya itu untuk segera mengambil keputusannya.
Bisa dikatakan, Kelly sangat senang bahwa dirinya akhirnya bisa mencapai posisi yang akan dirinya ingin capai tersebut. Karena selain dirinya bekerja keras menggapainya, dirinya juga ingin membuktikan bahwa dirinya mampu untuk melakukannya.
Maka dari itu, disaat sahabatnya itu memberikan dirinya sebuah kesempatan besar, saat ini Kelly langsung mulai menatap mata sahabatnya itu dengan tatapan yang penuh tekat, dan mulai menganggukkan kepalanya menandakan bahwa dirinya menyetujui keputusan yang diambil Vero terhadapnya.
“Hahh.. baguslah kalau begitu. Aku bisa tenang menghabiskan bulan maduku kalau begitu” ucap Vero yang merasa senang sahabatnya menerima keputusannya.
“Memangnya, kamu sangat amat ingin berbulan madu dengan suamimu, sehingga kamu dengan segera langsung menunjuk diriku sebagai wakilmu?” tanya Kelly yang mulai mempertanyakan keputusan sahabatnya itu.
“Memang bisa dikatakan seperti itu. Namun, posisi tersebut juga sudah lama kosong. Jadi, disaat aku menemukan sosok yang tepat mengisinya, aku langsung melakukannya” ucap Vero dan membuat Kelly hanya menghela nafasnya saja.
“Cih... bilang saja dirimu ingin cepat-cepat berbulan madu, dan membuatku menggantikan posisimu ditempat ini” ucap Kelly yang membuat sahabatnya itu hanya tersenyum mendengar perkataannya.
Disaat Kelly diangkat sebagai wakil CEO, dipastikan dirinya akan langsung disibukan dengan menggantikan posisi sahabatnya yang akan berencana pergi bulan madu tersebut. Apalagi, sahabatnya itu tidak memberikan waktu yang pasti kapan dirinya akan pergi.
Karena bisa dibilang, Vero juga tidak tahu akan berapa lama dirinya berada pada kerajaan suaminya. Apalagi, bukan saja dirinya akan menjalani berbagai acara yang akan diselenggarakan di sana, dirinya juga akan mengalami berbagai pelatihan dari saudara iparnya di sana seperti apa yang diberitahukan Alfred kepada dirinya.
Dan juga, kesempatan dirinya menuju Kerajaan Suaminya bisa dikatakan juga akan dirinya gunakan untuk berbulan madu dengannya. Karena bisa dikatakan, dirinya sama sekali belum pernah melakukan itu sepanjang jalannya pernikahan mereka selama ini.
__ADS_1
Maka dari itu, sebenarnya alasan bulan madu dari Vero bukanlah sebuah kebohongan, tetapi dirinya hanya memberitahukan sebagain kecil rencananya pergi menuju Kerajaan milik suaminya itu, kepada sahabatnya yang saat ini akan diangkat menjadi Wakil dari perusahaan miliknya.
“Tenanglah. Aku yakin kamu mampu melakukannya”