
Seorang gadis kecil saat ini harus menerima kenyataan, bahwa orang yang sepatutnya merawat dirinya, tidak bisa lagi melakukan hal tersebut untuk dirinya. Bahkan sejak kecil, gadis tersebut cukup bingung akan keadaannya, untuk setidaknya memikirkan cara agar dirinya bisa melanjutkan kehidupannya kelak.
Ya, orang tua adalah yang dirinya butuhkan saat ini, yang dimana kedua orang tuanya dipastikan tidak akan bisa lagi merawat dirinya. Sejak kecil, memang dirinya sudah hidup bersama Ibu kandungnya seorang diri, karena keberadaan Ayahnya yang tidak pernah dirinya ketahui.
Hingga akhirnya, Ibunya mengidap penyakit yang hingga saat ini belum diketahui oleh dirinya dan membuat tidak ada seseorang lagi yang dapat merawatnya. Bahkan setelah kejadian tersebut, dirinya saat ini cukup bingung untuk setidaknya memikirkan cara untuk mengisi perutnya keesokan harinya.
“Kel...” namun seorang gadis kecil seumurannya, saat ini mulai datang menjenguk keadaan Ibunya dan melihat apakah keadaan dirinya sendiri baik-baik saja.
Tentu gadis kecil seumurannya itu memanglah sahabat baiknya. Bahkan saat gadis kecil yang merupakan Kelly itu tidak bisa menghadiri sekolah tempatnya menuntut ilmu, sahabatnya itu tentu mencari keberadaannya dan berhasil menemukannya.
Cukup senang memang sang Kelly kecil melihat keberadaan sahabatnya, dan membuatnya sedikit terhibur dengan keadaan yang dirinya alami saat ini. Bahkan, dirinya bisa melupakan sedikit kesedihannya setelah kedatangan sahabat baiknya tersebut.
“Halo Vero...” balas Kelly yang menyambut kedatangan dari sahabatnya tersebut.
Namun ternyata Vero datang ketempat ini tidak sendirian, melainkan dirinya ditemani oleh seorang wanita paru baya, yang sangat senang melihat interaksi kedua gadis kecil tersebut. Wanita paru baya itu memang sengaja menemani cucunya, yang berkata ingin menjenguk sahabat baiknya.
Hingga, disinilah dirinya berada dan sedang memperhatikan cucu kesayangannya, yang sedang mencoba menguatkan seseorang yang menurut dirinya merupakan orang yang sangat penting bagi sahabatnya tersebut. Apalagi terlihat mereka cukup terlihat sangat dekat dan dapat menguatkan satu sama lainnya.
“Ah... ini Nenekku Kel” ucap Vero kecil yang mulai mengenalkan neneknya kepada Kelly.
“Halo Nenek, nama saya Kelly sahabat dari Vero” ucap Kelly kemudian yang menyapa wanita paru baya itu, dan dibalas dengan senyuman dan belaian kepala dari dirinya.
Tentu sebagai Nenek dari Vero, wanita itu cukup bingung mengapa gadis kecil itu berada ditempat ini sendirian. Dirinya memang mengetahui bahwa Ibu dari gadis kecil itu sedang sakit, namun seharusnya Ayahnya berada disini juga bukan.
Jadi, dirinya sempat melihat keadaan sekeliling dan mencari sosok yang merupakan ayah dari gadis kecil tersebut, yang saat ini sedang berada didepan ruangan tempat Ibunya dirawat, untuk setidaknya menemukan sosok Ayahnya saat ini.
“Hm... mungkin Ayahnya sedang sibuk bekerja untuk mencari biaya rumah sakit dari Ibunya” begitulah pemikiran awal dari Nenek dari Vero.
Hingga dirinya akhirnya menyadari bahwa Ibu dari Kelly merupakan Ibu tunggal dan membesarkan Kelly sendirian hingga saat ini. Tentu kabar tersebut membuat dirinya tercengang, karena dirinya cukup kasihan dengan keadaan Kelly kecil, karena Ibunya saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
Bahkan sebuah kabar kembali membuatnya tercengang, karena dokter tidak bisa mengidentifikasi penyakit yang dialami oleh Ibunya. Jadi, dipastikan Ibunya akan berada ditempat ini cukup lama, dan mungkin tidak akan bisa mencukupi kebutuhan dari Kelly saat dirinya berada ditempat ini.
“Lalu Kelly, apakah kamu sudah makan?” tanya Nenek dari Vero, setelah dirinya ikut mendengarkan penjelasan dokter tentang kondisi Ibunya tadi.
Memang karena Kelly belum bisa mengerti dengan apa yang akan didiskusikan oleh dokter yang merawat Ibunya, terpaksa Nenek dari Vero berinisiatif untuk menjadi walinya, agar dirinya bisa paham dengan kondisi yang dialami oleh Ibunya tadi.
“B-Belum Nek” balas Kelly sambil menggelengkan kepalanya, setelah menyelesaikan perbincangannya dengan dokter yang merawat kondisi Ibunya tadi.
Tentu melihat kondisi dari gadis kecil yang malang itu, membuat Nenek dari Vero sangat iba dengannya. Jadi karena dari penjelasan yang didengarnya bahwa Ibunya dipastikan susah untuk sembuh, jadi Nenek dari Vero berinisiatif untuk mengadopsinya.
__ADS_1
Dan begitulah dirinya bisa mendapatkan nama Safira dibelakang namanya. Nama yang menyatakan bahwa dirinya merupakan anggota keluarga Safira, sama seperti Vero. Jadi, mereka bisa dikatakan saudara jika dilihat dari hukum yang ada di negara ini.
“Bagaimana kondisi Ibu saya Dok?” tanya Kelly kemudian yang sudah tiba rumah sakit tempat Ibunya dirawat.
Tentu dirinya langsung bergegas dari perusahaan dari Vero, setelah dirinya diijinkan untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat tadi. Dengan nafasnya yang tidak beraturan, disinilah dirinya berada saat ini, di rumah sakit tempat dimana Ibunya sedang dirawat.
“Maafkan saya Nona Kelly, tetapi saya hanya bisa memindahkan Ibu anda menuju ruang ICU, karena kondisinya mulai menurun sedari tadi” ucap dokter yang memang bertugas untuk merawat keadaan Ibunya, yang saat ini sedang menjelaskan tentang kondisinya.
“Lalu, apakah dirinya akan baik-baik saja saat ini?” tanya Kelly kemudian yang mulai cukup panik saat ini, mendengar kondisi dari Ibunya.
“Karena dirinya langsung dipindahkan menuju ruang ICU, jadi dipastikan saat ini kondisinya mulai membaik” ucap dokter yang merawat Ibunya dan membuat Kelly merasa cukup lega saat ini.
Memang setelah beberapa tahun berjuang dengan penyakit yang tidak bisa diidentifikasi tersebut, Ibu kandung dari Kelly akhirnya masuk kedalam kondisi koma. Sudah 5 tahun Ibunya berada didalam kondisi tersebut, dan membuat Kelly semakin khawatir dengan keadaannya.
Sudah berbagai cara digunakan olehnya, untuk membuat kondisi dari Ibunya agar membaik. Tetapi hingga saat ini, semua yang dirinya lakukan tidak membuahkan hasil. Bahkan dirinya sudah menggunakan berbagai metode seperti non-medis untuk pengobatan Ibunya, namun tetap saja tidak berhasil.
"Syukurlah kalau begitu Dok" ucap Kelly kemudian, yang saat ini bisa sedikit meredakan kekhawatiran yang sedang dialaminya.
Sebenarnya bisa dikatakan Kelly mencoba untuk tidak memikirkan permasalahannya dan berusaha dengan keras untuk melewati semua keadaan yang dialaminya. Jadi bisa dikatakan Kelly berusaha untuk tetap terlihat kuat, walaupun sebenarnya wanita itu sangatlah rapuh.
Jadi sosok wanita yang terlihat kuat itu, sebenarnya menyembunyikan sesuatu yang sangat amat berat didalam dirinya. Walaupun dirinya bisa menyembunyikan beban berat itu dengan baik, tetapi bisa dikatakan wanita itu saat ini sudah merasa tidak kuat memikul beban itu sendirian.
Setelah itu, Kelly memutuskan untuk menjenguk keadaan Ibunya didalam ruangan ICU. Tentu saat melihat kondisi Ibunya saat ini, membuatnya kembali sedih dengan keadaannya, yang dimana berbagai alat yang membantu Ibunya tetap hidup masih menempel di seluruh tubuhnya yang sangat kurus itu.
Siapa yang tidak terlihat sangat terluka melihat kondisi orang yang sangat dicintainya, saat ini sedang terbaring lemas seperti itu. Bahkan kakinya saja saat ini seakan tidak mampu untuk menopang lagi berat tubuhnya, setelah melihat kondisi dari Ibunya itu.
“Maafkan Kelly Ibu, maafkan aku...” ucap Kelly yang mulai menangis setelah melihat kondisi Ibunya.
Tentu karena tidak boleh berisik didalam ruangan tersebut, Kelly hanya bisa menangis dalam diam ditempatnya saat ini. Hingga akhirnya dirinya memutuskan keluar dari sana, untuk membiarkan Ibunya beristirahat dengan tenang didalam.
Apalagi dari yang dirinya tahu, seorang yang sedang dalam kondisi koma bisa mengetahui keadaan sekitarnya. Jadi dirinya tidak mau bahwa Ibunya mengetahui bahwa dirinya sedang menangis dan memperparah kondisinya jika berada di sana cukup lama.
Kelly akhirnya memutuskan untuk duduk pada sebuah ruang tunggu yang disediakan ditempat itu setelah keluar dari ruang ICU, sambil menjaga keberadaan Ibunya yang saat ini kondisinya mulai membaik. Namun beberapa saat kemudian, suara ponselnya mulai berbunyi dan dirinya mulai mengangkatnya.
“Bagaimana kondisi Bibi Kel?” tanya Vero yang menghubunginya melalui sambungan telfon.
“Kondisinya sudah mulai membaik Kel. Jadi kamu tidak usah khawatir” balas Kelly, yang saat ini membalas panggilan yang dirinya terima itu.
Dan inilah yang membuat Kelly bisa bertahan dari beban berat yang harus dirinya pikul. Seorang yang selama ini selalu berada disisinya di manapun dirinya berada, membuatnya cukup membantu permasalahan beban didalam dirinya hingga saat ini.
__ADS_1
Bisa dikatakan jika tidak ada Vero di kehidupan dari Kelly, wanita itu dipastikan mungkin akan sangat depresi dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menjalani kehidupannya. Jadi, dirinya merasa sangat berhutang budi kepada sahabatnya itu yang masih setia berada disisinya hingga saat ini.
“Syukurlah” ucap Vero yang merasa lega dengan keadaan Ibu Kelly, yang bisa dikatakan sudah tidak gawat lagi.
“Lalu, apakah kamu sudah menyelesaikan pekerjaanmu?” tanya Kelly kemudian, yang ingin mengalihkan pembicaraannya agar tidak membicarakan lagi tentang kondisi dari Ibunya.
“Tentu saja belum. Karena saat ini, ada seorang pria brengsek yang memaksaku untuk menghentikan sejenak pekerjaanku” ucap Vero yang bisa terdengar nada kesalnya setelah dirinya berkata seperti itu.
“Memangnya, apalagi yang diperbuat oleh Suamimu itu?” tanya Kelly yang sangat penasaran apa yang membuat sahabatnya itu terlihat kesal saat ini.
Tentu Vero menjelaskan bahwa Zen saat ini memperlakukannya seperti seorang anak kecil. Yang dimana, saat Zen menyuruh Vero untuk makan, wanita itu menolaknya dan mengatakan bahwa dirinya akan makan nanti.
Namun karena Zen sudah berjanji dengan Bibi Leni pagi tadi, membuat Zen benar-benar melakukan apa yang dirinya katakan kepadanya. Yaitu dirinya mulai menyuapi Vero untuk makan, karena dirinya menolak melakukannya.
“Hahahaha” tentu mendengar hal itu, membuat Kelly mulai tertawa karena tindakan suami sahabatnya itu sangat lucu menurutnya.
Tentu Vero yang melihat sahabatnya itu bisa tertawa dengan lepas seperti itu merasa cukup lega, karena dirinya tahu perasaan Kelly sebenarnya. Mereka sudah bersahabat dan sudah bersama sedari kecil, jadi dirinya sudah tahu sifat sahabatnya itu sebenarnya.
Jadi, saat dirinya mendengar sahabatnya itu bisa tertawa dengan lepas, membuatnya sangat senang dan memutuskan untuk terus menghiburnya, agar dirinya bisa membuang semua pemikirannya sejenak tentang keadaan yang dirinya alami saat ini.
“Kalau begitu, aku akan menjenguk kondisi Ibumu saat semua pekerjaanku selesai, Kel” ucap Vero.
“Baiklah. Dan terima kasih sekali lagi, Ver” ucap Kelly yang merasa sangat bersyukur punya sahabat seperti Vero.
Walaupun memang kadang-kadang sifatnya membuat Kelly kesal, tetapi tetap saja wanita itu akan selalu berada disisinya jika dirinya mengalami sesuatu yang membuatnya terpuruk. Jadi, dirinya sangat senang mempunyai sahabat seperti Vero yang selalu mengkhawatirkan keadaannya.
Dan hal itu jugalah yang membuat Kelly saat ini akan terus mengabdikan dirinya, dalam membantu berbagai hal yang akan dilakukan oleh sahabatnya itu. Karena memang, sudah berbagai hal sahabatnya itu berikan kepadanya, walaupun sebenarnya Vero tidak akan menuntut Kelly untuk mengembalikan semua hal yang pernah dirinya berikan kepadanya.
“Vero, cepat habiskan makananmu atau aku akan menyuapkan lagi makanan kedalam mulutmu” Namun sebuah suara terdengar disela-sela panggilan mereka, membuat Kelly mulai tersenyum mendengar suara tersebut.
“Sudahlah, lebih baik kamu mendengar perkataan Suamimu itu” ucap Kelly kemudian.
“Hahh... baiklah. Kalau begitu sampai jumpa nanti Kel” ucap Vero yang menutup panggilannya.
Tentu Kelly mulai menutup panggilan sahabatnya itu dengan perasaan yang cukup membaik saat ini. Walaupun masih ada perasaan khawatir dari dalam dirinya, tetapi perasaan itu sedikit terkikis saat sahabatnya tadi menghubunginya.
Tetapi ada satu hal yang sebenarnya dirinya inginkan setelah dirinya menerima panggilan dari sahabatnya itu. Sebuah harapan yang selama ini dirinya impikan, namun sampai saat ini dirinya belum bisa melakukannya, yaitu hidup dengan bahagia seperti yang dialami oleh sahabatnya saat ini.
“Lalu, kapankah aku bisa menikmati kehidupan seperti dirimu Vero”
__ADS_1