Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Dan Begitulah


__ADS_3

Semuanya sudah jelas sekarang, bahkan sangat amat jelas. Isi Video, dokumen dan sebagainya saat ini menunjukkan semua hal yang Zen ingin ketahui tentang apa yang sebenarnya terjadi dan membuat dirinya paham mengapa wanita yang saat ini sedang menangis dihadapannya terdapat pada penglihatan dari adiknya.


Kekacauan biasanya terjadi disekitar sosok yang dilihat oleh Mikhael dalam penglihatannya. Dan begitulah bagaimana akhirnya Zen menemukan sepenuhnya kekacauan yang akan terjadi itu, karena semuanya sudah jelas sekarang bahwa saat ini memang ada pihak yang sengaja akan membuat kekacauan tersebut.


Hingga semua benang merah yang ingin dirinya ketahui akhirnya sudah tersambung sepenuhnya dan Zen bisa dengan jelas melihat arah permasalahan yang sedang terjadi, dan akhirnya dirinya sudah mengetahui jalan mana yang akan dirinya tempuh dalam menyelesaikan permasalahan ini sepenuhnya.


"Ibu...." dan begitulah tangisan dari Ha Rin setelah dirinya menonton semua video yang ditinggalkan Ibunya untuk dirinya.


Tentu Zen juga merasa perihatin dengan keadaan wanita yang memang sebelumnya tidak mengetahui apapun tentang apa yang dialami olehnya dan Ibunya. Hingga sebuah kabar yang besar dan sangat mengejutkan tentu saja sangat membuat dirinya merasakan berbagai saat ini.


"Hahh... kalau begitu aku harus dengan segera menyelesaikan semua ini" gumam Zen, karena semuanya sudah jelas sekarang, dan dirinya sudah mempunyai target untuk dihabisi saat ini.


Masalahnya dirinya tahu bahwa saat ini sang Kaisar sendirilah yang harus dirinya habisi. Namun masalahnya, membunuh seorang kepala sebuah Negara bukankah pilihan yang bijak yang bisa dilakukan oleh Zen dengan segera.


Apalagi jika dirinya secara tiba-tiba membunuhnya, bisa dikatakan Negara dalam wujud kekaisaran ini akan kacau setelah peninggalan dirinya dan hal itu akan menimbulkan sebuah kekacauan baru yang tidak diinginkan oleh Zen untuk terjadi.


Apalagi dunia ini bukanlah di Neraka. Karena pada saat di neraka, jika Zen akan membunuh beberapa pemimpin wilayah yang berkhianat dirinya akan langsung menunjuk penggantinya, apalagi Zen adalah penguasa Neraka pada saat itu.


Namun sekarang berbeda, Zen tidak mempunyai andil apapun dalam dunia ini. Jadi jika dirinya membunuh sang Kaisar, maka Negara ini tidak akan memiliki pemimpin dan dipastikan akan kacau dibuatnya karena negara ini akan kehilangan dapuk kepemimpinan pemerintahan mereka.


"Hmm... karena aku tidak pandai permalasahan politik pada dunia ini, bagaimana jika aku menyerahkannya kepada pihak yang mampu" ucap Zen yang saat ini langsung mengirimkan semua hasil temuannya itu kepada adik-adiknya dan bawahannya


Ya, kekuasan adik-adiknya dimuka umum bisa dikatakan sangat amat terpandang. Jadi untuk urusan politik internasional bisa dikatakan bisa dengan segera mereka selesaikan, karena adik-adiknya bisa dikatakan mampu menekan semua hal yang terjadi dan mampu untuk menyelesaikan permasalahan ini.


Siapa yang di dunia ini tidak menghormati salah satu Raja dari Kerajaan tertua di dunia ini. Maka dari itu, jika dirinya bisa mendapatkan bantuan dari Adiknya, Zen bisa menjalankan rencananya dengan sangat mudah dan dapat dengan segera menyelesaikan semua permasalahan ini.


"Sekarang, aku tinggal menambahkan bumbu agar permalasahan ini bisa berjalan dengan mulus" ucap Zen yang siap beranjak dari tempatnya dan akan bersiap untuk melanjutkan rencananya.


Memang untuk menjalankan semua rencana yang akan dirinya jalankan, Zen harus melakukan beberapa hal untuk mewujudkan rencananya tersebut. Salah satunya adalah dengan menjalankan beberapa hal yang harus dirinya lakukan untuk memuluskan rencananya.

__ADS_1


Maka dari itu, dirinya saat ini sudah bersiap dan akan dengan segera menyelesaikan apa yang ingin dirinya lakukan itu, dalam mewujudkan rencana yang sudah dirinya persiapkan untuk memberantas sebuah kejadian yang besar yang akan terjadi dan harus dihalangi oleh dirinya.


Disisi lain, Ha Rin yang melihat kepergian Zen langsung menghalangi tindakannya itu dengan meraih tangannya. Tentu melihat hal itu Zen bingung, mengapa wanita itu melakukan hal tersebut. Hingga Zen bisa melihat dengan jelas tatapan kemarahan bisa terpampang dengan jelas pada ekspresi wajahnya yang dipenuhi dengan air mata tersebut.


Tentu Zen bingung melihat dirinya yang seperti itu, namun Zen memutuskan untuk membatalkan niatnya sejenak dan mendengarkan apa yang diinginkan oleh wanita itu yang mencoba untuk menghalangi langkahnya untuk beranjak dari sana.


"Kamu mau kemana, Zen?" tanyanya kepada Zen.


"Menyelesaikan semua ini." Balas Zen singkat atas pertanyaan yang dirinya dapatkan itu.


"Bawa aku!" dan begitulah ucapan dari Ha Rin yang terkesan memaksa agar Zen mengajaknya dalam apa yang akan dirinya lakukan itu.


Ha Rin sudah bertekad bahwa dirinya akan membalaskan dendam Ibunya dengan tangannya sendiri. Maka dari itu dirinya saat ini memaksa agar Zen membawanya untuk ikut dalam rencananya yang akan menghancurkan semua hal tentang permalasahan yang akan dirinya selesaikan.


Dirinya sudah tidak peduli lagi saat ini, apalagi yang saat ini berada di kepalanya hanya ada sebuah rasa dendam dari semua hal yang terjadi kepada Ibunya. Maka dari itu dirinya memaksa Zen untuk mengajaknya ikut serta dalam apa yang akan dirinya lakukan nantinya.


"Apakah kamu tahu, kamu tidak akan berguna jika kamu ikut denganku?" ucap Zen yang tentu saja menolak permintaan wanita tersebut.


Ha Rin sangat membenci semua hal yang sudah terjadi kepada dirinya. Sehari sebelum kematian Ibunya, ibunya berpesan kepadanya untuk melakukan apapun yang dirinya mau dan dirinya senangi tanpa harus khawatir dengan apapun yang menghalanginya.


Maka dari itu Ha Rin memutuskan menjadi penyanyi dengan nama panggung Jane karena dirinya sangat senang bernyanyi. Sempat merasakan bahagia dengan semua yang berhasil dirinya lakukan, namun dengan perlahan dirinya merasa sangat tertekan dengan semua yang dirinya hadapi selama ini.


Dalam melakukan kegiatannya itu, bisa dikatakan Ha Rin cukup bisa menenangkan dirinya dari kejamnya kehidupan yang dirinya jalani. Padahal disaat dirinya menjadi penyanyi, pasti kedoknya yang memang harus sembunyi akan dengan cepat ketahuan oleh beberapa pihak yang memang mengincarnya.


Namun karena keyakinan Ibunya yang dititipkan kepada Pamannya, membuat Ha Rin terus mengejar mimpinya itu, sehingga dirinya bisa dengan tenang menjalankan keinginan terakhir dari Ibunya yaitu bahwa dirinya harus hidup sesuai keinginan yang dirinya inginkan.


Termasuk sekarang, yang dimana dirinya ingin mewujudkan sesuatu yang sangat dirinya inginkan untuk terjadi kepadanya, yaitu balas dendam. Maka dari itu dirinya memaksa Zen agar dirinya mengajaknya, karena Ha Rin ingin menuntaskan rasa amarah tentang kejadian yang dialami oleh Ibunya dan membalaskan dendamnya dengan tangannya sendiri.


"Lalu, apakah kamu bersiap untuk kehilangan nya-"

__ADS_1


"Aku sudah siap kehilangan apapun untuk mewujudkan keinginanku termasuk Nyawaku, Zen" ucapnya yang memotong perkataan Zen.


"Maksudku kehilangan nyawaku. Apakah kamu tidak peduli dengan nyawaku, apalagi fokus diriku dalam membalas dendam nanti harus terbagi dengan melindungi dirimu" ucap Zen kepada wanita tersebut, karena memang dirinya belum sepenuhnya menyelesaikan kalimatnya tadi.


Tentu nyawa Zen tidak akan terancam sama sekali dengan permasalahan ini. Namun dirinya ingin membuat wanita yang berada dihadapannya untuk menyadari posisinya, yang bisa dikatakan sama sekali tidak berguna jika dirinya ikut dengan Zen untuk melawan semua pihak yang akan dilawannya.


Apalagi bisa dikatakan jika dirinya mengikuti Zen, sama saja dengan memberikan nyawanya secara gratis kepada musuhnya. Karena sosoknya memang hanya sebatas seekor semut yang akan menghadapi langkah sepatu yang akan menginjak dirinya.


"Apa maksudmu, Zen. Aku sama sekali tidak akan mengorbankan nyawamu" ucap Ha Rin yang menyangkal perkataan dari Zen.


"Ho... benarkah. Bukankah Ibumu dan Pamanmu mati karena mereka melindungi dirimu. Jadi jika aku mengajakmu bukankah aku harus melindungi dirimu dan menyebabkan nyawaku akan terancam nantinya. Lalu, apakah ini yang kamu inginkan, mengorbankan semua hal untuk membalaskan dendam milikmu itu kepada pihak yang sangat kamu benci?" tanya Zen sekali lagi, dan saat ini bisa dikatakan perkataannya itu langsung membuat bungkam sosok wanita yang berada dihadapannya.


"Ibumu dan Pamanmu sudah mengorbankan nyawa mereka untuk keselamatan dirimu. Lalu kamu dengan entengnya ingin membalaskan dendam mereka dengan melawan musuh yang bisa membunuhmu dengan mudah? Lalu, apakah kamu akan menyia-nyiakan pengorbanan kedua orang itu?" ucap Zen sekali lagi yang melanjutkan perkataannya tadi.


Mendengar itu semua Ha Rin hanya bisa menangis dan tidak bisa menjawab perkataan dari Zen. Tekadnya bisa dikatakan langsung runtuh sepenuhnya atas perkataan yang dilontarkan oleh Zen kepadanya, karena semua perkataannya itu memanglah langsung membuat dirinya sadar sepenuhnya.


Apalagi apa yang dikatakan oleh pria itu bisa dikatakan sebuah kebenaran dan dirinya merasa tidak tahu harus melakukan apa lagi setelah mendengar perkataan dari pria yang bersamanya itu. Maka dari itu, dirinya hanya bisa bungkam dan menangis setelah mendengarkan perkataan Zen tadi.


"Tunggulah disini oke. Aku berjanji kepadamu, bahwa aku akan membalaskan semua rasa dendam milikmu itu kepada orang-orang yang sangat kamu benci" ucap Zen yang saat ini mulai berjongkok dihadapan wanita yang saat ini sudah terduduk ditempatnya karena merasa tidak berdaya dengan kondisinya.


Tatapan mereka akhirnya saling bertemu saat ini. Dengan penglihatan dari Ha Rin yang buram karena air matanya terus menumpuk pada matanya, dirinya bisa melihat dengan jelas bahwa pria dihadapannya itu sepertinya dengan tulus membantunya.


Jadi tanpa ada keraguan lagi, Ha Rin akhirnya mulai mengangguk atas perkataan yang dilontarkan oleh Zen kepadanya itu, dan memutuskan untuk tidak melanjutkan tekadnya tadi yang memang sangat ingin membalaskan dendamnya secara langsung atas apa yang dirinya alami.


"Baiklah. Kamu bisa bersantai saja untuk saat ini, sambil menantikan kehancuran orang-orang yang sudah menyakiti dirimu" ucap Zen yang mulai bangkit dari tempatnya dan bersiap untuk melakukan aksinya.


"Terima kasih, Zen. T-terima kasih" dan begitulah gumaman Ha Rin yang saat ini dengan tulus mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sosok yang saat ini selalu bersamanya itu.


Zen hanya tersenyum saja menjawab perkataan dari wanita itu. Hingga akhirnya dirinya bersiap untuk beranjak dari sana dan akan dengan segera membereskan permasalahan ini. Namun, belum juga dirinya beranjak, tangannya saat ini kembali digenggam oleh Ha Rin sebelum dirinya benar-benar beranjak dari sana.

__ADS_1


"Berhati-hatilah oke. Aku tidak akan memaafkan dirimu jika kamu tidak kembali dengan selamat"


__ADS_2