
Seorang wanita juga sudah turun dari sebuah pesawat yang ditumpanginya dan saat ini sudah tidak sabar untuk keluar dari area bandara, karena memang cuaca pada tempat dirinya berada saat ini sangatlah panas. Didampingi asistennya, wanita itu akhirnya perlahan sampai ditempat tunggu bagasi dan sedang menunggu barang bawaannya.
“Apakah masih belum diketahui bangsawan Kerajaan Vatikan mana yang datang Kel?” tanya wanita itu kepada sahabatnya yang datang bersamanya ditempat ini.
“Pihak lelang bahkan tidak mengetahui siapa saja yang datang dari pihak kerajaan Vatikan Vero” balas Kelly kemudian.
Memang Vero dan Kelly berhasil mendapatkan undangan lelang yang akan dilakukan dua hari lagi ditempat ini. Untung saja, Vero mendapatkannya dari seorang pihak yang memang berhalangan hadir dan bisa menghindari seseorang yang terus menawarkan dirinya untuk berangkat bersamanya.
“Begitu ya... Yang terpenting aku bisa bertemu dengan bangsawan dari Vatikan dan memastikan proposal kita diterima oleh mereka” balas Vero kemudian.
Bukan masalah lelangnya yang ingin dihadiri oleh Vero, namun siapa yang akan dia temui di sana. Salah satu yang ingin dia temui tentu saja salah satu dari bangsawan kerajaan Vatikan yang mempunyai pengaruh dimana mana, dan dipastikan bangsawan yang akan dirinya temui itu akan bisa membantu perusahaannya yang diambang kehancuran saat ini.
Vero cukup percaya diri dengan pihak bangsawan yang akan datang ketempat ini untuk setuju dengan proposal yang akan ditawarkan olehnya, karena memang dirinya sudah menyiapkan semua hal agar kerja sama yang akan dirinya lakukan kelak dapat diterima oleh mereka.
“Ya... semoga saja Vero” balas sahabatnya yang setia menemaninya hingga saat ini.
Sedang berbincang-bincang sejenak, akhirnya barang yang mereka taruh di bagasi pesawat saat mereka berangkat tadi sudah tiba dihadapan mereka. Dengan mengambil barang bawaan mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dan menuju hotel tempat mereka menginap.
“Cih... coba saja pria brengsek itu tidak ada disini, maka aku dengan senang hati akan tinggal di Villa peninggalan nenekku” gumam Vero yang merasa kesal karena dirinya harus menyewa sebuah hotel untuk tinggal di tempat ini.
Memang keluarga kaya seperti Vero tentu saja mempunyai sebuah Villa pribadi di Bali yang akan dirinya tinggali jika sedang liburan di Bali. Namun karena ada seorang yang membuatnya muak dan mempunyai villa pribadi disebelah villa pribadi milik keluarganya, membuat Vero tidak ingin tinggal di sana untuk menghindari seseorang yang tidak ingin dirinya temui itu.
Setelah mereka keluar dari terminal kedatangan, akhirnya pihak hotel tempat mereka menginap sudah menjemput mereka, yang dimana saat ini Vero bisa melihat papan yang berisikan namanya sudah dipegang oleh staf hotel yang menjemputnya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan sambutan yang hangat, walaupun hanya Kelly yang menjawab dengan hangat kepada pria yang disuruh menjemput mereka, akhirnya mereka berdua mulai mengikuti pria yang menjemput mereka itu untuk menuju kendaraan yang akan mereka tumpangi.
“Hahh... aku tidak tahu Bali akan sepanas ini” ucap Vero yang mulai menyeka keringatnya.
“Wajar saja Vero, kita baru saja keluar dari bandara” ucap Kelly kepada sahabatnya itu.
Mereka akhirnya tiba di kendaraan yang akan membawa mereka menuju hotel yang mereka tinggali. Namun sebelum mereka menaiki kendaraan yang mereka tumpangi, sebuah mobil Rolls Royce berwarna putih mendekati kendaraan hotel yang saat ini akan dinaiki oleh Vero dan Kelly.
Saat mobil mewah itu sampai didekat mereka dan berhenti, kaca penumpang dari mobil tersebut mulai terbuka dan memunculkan seorang pria yang cukup tampan muncul dari baliknya. Dengan senyum yang dia tunjukan kepada Vero, membuat Vero yang melihat dirinya itu semakin jijik melihatnya.
“Naiklah, biar yang akan mengantarkan kalian menuju tempat kalian menginap” kata pria itu yang masih menunjukan senyum manisnya kepada Vero.
“Tidak usah. Kami sudah dijemput” balas Vero ketus dan tidak menghiraukan pria itu dan mulai memasuki mobil yang digunakan staf dari hotel tempatnya menginap untuk menjemputnya.
“Cepat jalan pak” perintah Vero yang mendesak agar sopir yang membawa kendaraan yang menjemputnya itu cepat melaju meninggalkan tempat ini.
“Baik Bu...” balas staf hotel yang mengendarai mobil yang ditumpangi oleh Vero dan mulai melajukan mobil tersebut menjauh dari mobil mewah yang ditumpangi oleh seorang pria yang masih melihat kepergian dari mobil yang membawa Vero pergi.
Pria yang berada didalam mobil Rolls Royce putih itu masih tersenyum saja melihat kepergian dari Vero dan mulai menaikan kembali kaca mobilnya dan menyuruh supir yang mengendarai kendaraan yang dia tumpangi untuk pergi dari sana.
“Ya... nikmatilah waktumu yang bebas itu dengan sepuas hati Vero. Lagipula sebentar lagi kamu akan menjadi milikku” gumam pria itu sambil tersenyum dan menikmati perjalanannya menuju Villa pribadinya.
Disisi lain, sebuah mobil Rolls Royce berwana hitam saat ini sudah melaju membelah jalanan yang padat dengan santai, untuk mengantarkan beberapa orang yang menumpangi mobil mewah tersebut kesebuah tempat.
__ADS_1
Hingga akhirnya mobil mewah tersebut saat ini sudah berada pada sebuah wilayah dekat pantai. Khususnya sebuah pelabuhan khusus, yang dimana pelabuhan itu hanya dikhususkan untuk membawa beberapa pihak menuju kesebuah pulau pribadi yang dimiliki salah satu orang yang menumpangi mobil mewah tersebut.
“Kita harus naik kapal lagi?” ucap Zen setelah mereka menginjakkan kaki di pelabuhan tempat mereka berada.
Memang pelabuhan ini merupakan pelabuhan khusus yang hanya akan digunakan oleh keluarga Darkness, karena memang pelabuhan ini khusus dibuat untuk mengantarkan keluarga mereka menuju kesebuah pulau pribadi.
“Tentu saja Tuan. Apalagi tempat tinggal adik-adik tuan jika ingin berlibur di Bali memang harus menggunakan perahu cepat untuk menuju ke sana” balas Mira.
Adik dari Zen khususnya Pride memang mempunyai sebuah pulau pribadi di Bali. Walaupun semua adik dari Zen sudah meninggal, tetap saja tempat itu dirawat dengan baik oleh Mira karena memang dirinya bertugas di wilayah ini.
Selain itu, kadang-kadang keluarga sepupu dari Zen juga akan tinggal di sana jika sedang berlibur, dan saat ini menjadikan pulau itu terkenal menjadi pulau milik dari adik-adik sepupunya atau milik keluarga kerajaan Vatikan, walaupun kepemilikan asli pulau tersebut milik keluarga Darkness yang dipimpin oleh Alfred.
“Hahh... baiklah. Kalau begitu ayo berangkat” ucap Zen dan mulai menaiki sebuah Yacth mewah yang sudah terparkir di sana dan siap menjemput Zen dan membawanya menuju pulau pribadi yang sebenarnya adalah miliknya.
Saat dirinya naik, Zen disambut oleh beberapa pelayan dari kapal mewah itu dan ternyata Zen sepertinya mengenal mereka.
“Kami merupakan orang-orang yang anda selamatkan dulu dari pria mesum yang anda bakar rumahnya Tuan” balas salah satu wanita kepada Zen.
Ternyata saat Zen menyerahkan semua keputusan tentang para wanita yang dikurung oleh pria yang ingin memperkosa Angel dulu kepada Bari, ternyata Bari juga memindahkan mereka menuju pulau pribadi tuannya agar mereka bekerja di sana.
Menurut Bari, karena saat ini salah satu tuannya masih hidup, jadi kediaman tuannya haruslah selalu siap untuk ditinggali. Jadi Bari memutuskan untuk mengirimkan para wanita itu menuju kediaman tuannya yang berada di Bali untuk menjadi pelayan di sana.
Setelah memberitahukan idenya kepada Alfred dan disetujui, wanita-wanita itu akhirnya diajarkan menjadi seorang pelayan yang baik, dan akhirnya mereka sudah bekerja dengan baik di pulau pribadi milik tuannya saat ini.
__ADS_1
“Baiklah, kalau begitu berkerja keraslah”