Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Pertemuan Dengan Seorang Dewi


__ADS_3

Mobil mewah yang terlihat sangat mahal, saat ini bisa terlihat mulai membelah jalanan kota yang padat yang dilalui olehnya. Dengan kecepatan yang cukup sedang, mobil itu saat ini sedang berjalan dengan mulus menuju kesebuah tempat.


“Maafkan saya, jika menemui anda dengan cara seperti ini, Tuan Sloth” ucap Amaterasu kepada Zen yang duduk disebelahnya, dan sedang menikmati beberapa cemilan yang berada didalam mobil yang ditumpanginya.


Ya, mobil tersebut merupakan mobil yang ditumpangi oleh Zen, yang saat ini sudah menerima undangan dari seorang Dewa Shinto. Dengan menerima ajakan dari dirinya itu, akhirnya Zen saat ini sudah dibawa menuju sebuah tempat untuk mendiskusikan sesuatu.


“Hm... tidak masalah. Yang terpenting, kamu bisa menjelaskan dengan detail tentang sesuatu yang baru saja kamu sebutkan tadi” balas Zen kemudian.


Alasan Zen bersedia ikut dengan wanita yang mengajaknya tadi, memang karena dirinya mendengar sebuah informasi yang menarik dari dirinya. Tentu karena Zen membutuhkan informasi tersebut, dirinya akhirnya memutuskan untuk mengikuti dirinya.


Apalagi, wanita itu juga berkata ingin mengajaknya untuk makan. Jadi, tidak ada alasan lagi yang membuat Zen tidak menerima undangannya. Karena memang selain mendapatkan sebuah informasi tadi, dirinya juga akan mendapatkan sebuah makanan gratis nantinya.


“Akan saya pastikan, diri saya akan menjelaskan semuanya” balas Amaterasu, yang menyahuti perkataan Zen tersebut.


Mobil yang mereka kendarai saat ini memang sedang menuju kesebuah tempat, yang sudah dipersiapkan pihak Amaterasu untuk bertemu dengan Zen. Namun anehnya, tempat tersebut sepertinya merupakan tempat yang cukup terpencil dari keramaian kota dimana tempat mereka berada saat ini.


Walaupun begitu, ternyata pada tempat tersebut terdapat sebuah kediaman mewah, yang dimana terletak disebuah wilayah yang memang belum terjamah sama sekali dengan pembangunan diarea sekitarnya. Dan saat ini mereka akhirnya tiba ditempat tersebut.


Sebuah mansion yang sangat mewah saat ini mulai menyambut mereka. Bahkan Zen bisa merasakan banyak sekali antek Dewa berjaga ditempat tersebut. Karena bisa dipastikan mereka datang ketempat ini, untuk mewaspadai keberadaannya, makanya bisa terlihat banyak antek Dewa berjaga di mansion tersebut.


“Maafkan kami karena membawa anda ketempat ini, Tuan Sloth. Karena memang seharusnya keberadaan Dewi kami tidak boleh diketahui oleh siapapun” ucap seorang antek Dewa, saat Zen sudah keluar dari dalam kendaraannya.


Memang selain statusnya yang sebagai Dewa, Amaterasu dikenal sebagai putri kerajaan dari Kerajaan Jepang. Jadi, jika ada satu pihak melihat sosoknya di negara ini, tentu akan langsung membuat heboh karena seorang putri salah satu kerajaan terbesar di dunia ini bisa berada di negara ini.


Zen juga hanya mengangguk mendengar perkataan antek Dewa yang menyambutnya. Bahkan mobil Vero yang dipinjam olehnya tadi, juga sudah berada di sana. Karena memang bawahan dari Amaterasu yang meminta kunci mobilnya tadi, memang mengendarainya dan membawanya ketempat ini.


“Kalua begitu, silahkan ikuti kami Tuan Sloth” balas Amaterasu yang sudah mengambil langkahnya terlebih dahulu memasuki kediaman mewah tersebut, dan menuntun Zen untuk masuk kedalam mansion yang mewah tersebut.


Zen tentu saja mulai mengikuti langkah dari Amaterasu yang didampingi oleh para bawahannya saat ini. Apalagi sebenarnya para bawahan dari Amaterasu juga terus waspada dengan keberadaan Zen, karena takutnya dirinya mempunyai niat untuk melukai Dewa yang mereka layani tersebut.


Memang sudah menjadi rahasia umum dari perbuatan yang dilakukan Zen sebelumnya, yang dimana dirinya mempunyai sebuah senjata pembunuh yang bisa melenyapkan seorang Dewa. Jadi, saat ini bawahan Amaterasu terus memperhatikan gerak-geriknya untuk mencegah sesuatu yang tidak mereka inginkan bisa terjadi.

__ADS_1


Namun Zen hanya menghiraukan mereka saja, dan fokus dalam mengikuti langkah dari Amaterasu. Karena memang dirinya paham dengan apa yang mereka lakukan, hanya semata untuk melindungi atasan mereka. Jadi, Zen tidak terlalu mempermasalahkan sikap mereka terhadapnya itu.


“Silahkan duduk, Tuan Sloth” ucap Amaterasu yang mempersilahkan Zen untuk duduk, saat mereka sudah masuk kedalam sebuah ruangan saat ini.


Zen hanya mengangguk saja dengan perkataan dari Amaterasu dan mulai duduk pada tempat duduk yang disediakan untuknya. Yang dimana Amaterasu saat ini juga sudah mulai duduk dihadapannya dan jarak mereka berdua hanya terhalangi oleh sebuah meja saja saat ini.


“Kalian bisa meninggalkan kami berdua saat ini” ucap Amaterasu kepada seluruh bawahannya, yang saat ini mengikuti langkahnya hingga mereka sudah berada di ruangan tersebut.


“Maaf Nona Amaterasu, tetapi kami ditugaskan un-”


“Keluarlah. Jangan membuat diriku mengucapkan sebuah perintah yang sama, untuk kedua kalinya” ucap Amaterasu yang memotong perkataan bawahannya. Agar mereka bisa keluar dari ruangan tersebut meninggalkan dirinya dengan Zen.


Memang mereka sangat khawatir apabila Dewa yang mereka sedang jaga keberadaannya itu, saat ini sedang berada pada ruangan yang sama dengan seseorang yang bisa membunuhnya kapan saja. Tetapi karena perintah tersebut sudah diperintahkan kepada mereka, akhirnya mereka mulai meninggalkan tempat tersebut.


Apalagi dengan perasaan yang terpaksa, saat ini beberapa bawahan dari Amaterasu sudah mulai meninggalkan ruangan tersebut secara perlahan. Dengan meninggalkan Zen dan Amaterasu yang masih diam ditempatnya, sambil menunggu mereka semua beranjak dari sana.


“Maafkan atas kegaduhan yang dilakukan oleh para bawahan yang bersamaku, Tuan Sloth” ucap Amaterasu kemudian, yang meminta maaf atas kejadian yang terjadi didepan matanya itu.


“Ah... ternyata anda bisa mengetahuinya Tuan Sloth” balas Amaterasu kemudian.


Memang antek-antek Dewa yang sedang bersama Amaterasu saat ini, merupakan antek dari beberapa Dewa yang mereka layani dan ditugaskan secara khusus untuk melindungi Amaterasu, saat dirinya berencana membuat pertemuan dengan Zen.


Apalagi memang beberapa Dewa yang mengirim para bawahannya itu, sangat khawatir dengan keadaan Amaterasu yang saat ini berkeras untuk bertemu dengan pihak yang bisa menjadi seorang musuh, dan mungkin akan langsung membunuhnya jika wanita itu mengambil sebuah langkah yang salah.


“Lalu, apa yang dibutuhkan oleh Pihak Dewa Shinto dari diriku ini?” ucap Zen kemudian yang membuka percakapan mereka.


“Anda pasti sudah menebaknya, Tuan Sloth. Tetapi untuk melanjutkan perbincangan kita lebih lanjut, bagaimana jika kita menuggu pelayan rumah ini membawakan kita makanan pembuka terlebih dahulu, sebelum kita melanjutkan percakapan kita.” balas Amaterasu kemudian.


Tentu Amaterasu saat ini ingin membuat suasana percakapan mereka akan menjadi cukup baik. Apalagi walaupun dirinya mempercayai sepenuhnya bahwa Zen tidak memiliki sentimen dengan pihaknya, tetapi dirinya tetap harus waspada dan menunjukan sikap yang baik kepada pria tersebut.


Jadi, dirinya ingin membuat suasana yang terlihat seperti sebuah persahabatan antara pihaknya dengan Zen saat ini, agar apa yang dirinya inginkan dan perbincangkan dengan Zen nanti, mendapatkan sebuah kesepakatan yang baik antara mereka berdua.

__ADS_1


“Ah... dan akhirnya mereka datang” ucap Amaterasu yang melihat beberapa pelayan sudah membawakan makanan, sudah memasuki ruangan tempat dimana Zen dan Amaterasu berada.


Pelayan yang baru saja memasuki ruangan tersebut, saat ini mulai menghidangkan sebuah makanan pembuka kepada Zen dan Amaterasu saat ini, sebelum akhirnya mereka membungkuk kepada mereka berdua dan mulai beranjak dari sana.


Tentu melihat sebuah hidangan yang sangat lezat, membuat Zen langsung tersenyum karena saat ini dirinya dihidangkan makanan yang dipastikan sangat lezat. Apalagi dirinya cukup senang, karena pihak didepannya sudah menepati janjinya tadi.


“Silahkan dinikmati, Tuan Sloth” ucap Amaterasu kemudian.


Zen yang memang sangat menyukai dengan namanya makanan, tentu saja mulai menyantap makanan yang sudah dihidangkan dihadapannya. Apalagi Amaterasu juga mulai ikut menyantap makanannya dan saat ini mereka mulai menikmati makanan yang sedang mereka santap.


“Jadi begini, Tuan Sloth. Pihak kami ingin meminta anda mengembalikan pedang yang saat ini berada ditangan anda saat ini” ucap Amaterasu disela-sela acara makan mereka saat ini.


“Hm... Bagaimana jika aku tidak ingin memberikannya?” tanya Zen kemudian.


Tentu jawaban itu sudah diprediksi oleh Amaterasu, jadi dirinya tidak terkejut dengan pernyataan yang dikatakan oleh Zen itu. Apalagi, siapa yang ingin menyerahkan sebuah senjata yang sangat amat hebat kepada seseorang secara Cuma-Cuma.


“Tentu kami akan menawarkan anda, sesuatu yang cukup pantas untuk dijadikan alat tukar dari senjata tersebut. Apalagi, kami siap untuk menerima permintaan anda, jika hal itu dijadikan sebagai alat tukar juga” kata Amaterasu yang saat ini mencoba bernegosiasi.


“Hm.. tetapi tidak ada satupun yang aku inginkan dari kalian” balas Zen kemudian, karena memang dirinya tidak menginginkan apapun saat ini.


Dan sekali lagi, Amaterasu sudah memprediksi jawaban tersebut. Walaupun memang jika saudara dari Zen yang menerima perkataan tersebut, mereka dipastikan akan meminta sesuatu. Tetapi berbeda dengan Zen, yang memang hidupnya hingga saat ini merasa sudah sangat berkecukupan.


Tidak seperti saudaranya yang mungkin menginginkan harta, wilayah, ataupun mungkin wanita yang berada dihadapannya. Zen sendiri memang tidak menginginkan semuanya itu, karena memang sifat dasarnya saja cukup malas untuk melakukan hal tersebut.


“Jadi begitu ya...” balas Amaterasu kemudian.


“Yap... dan sepertinya kamu sudah memprediksi apa yang aku katakan saat ini, bukan?” balas Zen yang sudah meletakan sendok dan garpu yang dirinya gunakan, karena memang makanan yang dirinya santap itu sudah habis.


Amaterasu juga mulai mengangguk saja mendengar perkataan Zen, karena memang apa yang dikatakan olehnya merupakan sebuah kebenaran. Sebenarnya apa yang akan dirinya diskusikan bukan permasalahan Ame no Ohabari saja, tetapi ada sesuatu yang lain yang ingin dirinya diskusikan juga dengan Zen.


“Kalau begitu mari tinggalkan permasalahan pedang tersebut. Saat ini, apa yang ingin anda ketahui dengan pergerakan para Vampire?”

__ADS_1


__ADS_2