Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Dua Sisi Koin


__ADS_3

Bekas pertarungan besar saat ini bisa terlihat pada sebuah hamparan hijau. Kondisi yang sebelumnya benar-benar hijau, bisa dikatakan sedikit berubah setelah pertarungan yang besar terjadi ditempat ini dan bisa dikatakan sedikit merusak area tempat hamparan itu berada.


Dipusat tempat itu berada, dua sosok bisa dilihat sedang memperhatikan keadaan sekitar, setelah pihak yang melakukan semua ini berhasil melarikan diri. Dengan mengorbankan beberapa hal setelah pihak yang mereka lawan berhasil mereka kekang keberadaannya, bisa dikatakan saat ini sosoknya berhasil melarikan diri dari sana.


Hingga saat ini sebuah sosok entitas berwarna putih, mulai menghancurkan energi hitam dari sosok yang melarikan diri tersebut, karena dirinya mengorbankan seluruh kekuatan yang dimiliki oleh dirinya untuk dapat melarikan diri, dan saat ini keberadaannya bisa dikatakan menghilang sepenuhnya dan tidak bisa dilacak keberadaannya.


"Apa sebenarnya mahluk itu, Ayah? Mengapa dirinya sangat mirip dengan sosok Ayah?" tanya Zen yang akhirnya mempertanyakan siapa sebenarnya pihak musuh yang mereka lawan tadi.


Auranya bisa dikatakan sama, hanya perbedaannya pihak tersebut dipenuhi dengan aura negatif tidak seperti Ayahnya. Tetapi selain itu bisa dikatakan tidak ada perbedaan yang berarti dari kedua sosok tersebut bahkan mereka bisa dikatakan sama dan sangat susah dibedakan jika mereka memiliki warna aura yang sama.


"Secara harafiah bisa dikatakan dirinya Ayah" balas Sang Pencipta menjawab pertanyaan Zen.


"Apa maksud Ayah?" hingga begitulah ucapan Zen yang masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Untuk diketahui Sang Pencipta membuat seluruh ciptaannya akan seimbang. Semua mahluk hidup, dunia dan sebagainya yang dirinya ciptakan dipastikan harus seimbang satu sama lainnya agar apa yang dirinya ciptakan itu, tidak berat sebelah kepada satu sisi sebuah kehidupan dan membuat ciptaannya itu akan kacau.


Sisi baik dan jahat, hitam dan putih, bahkan hingga Heavenly dan Deadly Sins sengaja diciptakan oleh Sang Pencipta untuk menyeimbangkan semua kehidupan. Namun bagaimana jika Sang Pencipta tidak sengaja membuat sosoknya juga harus seimbang di mata seluruh ciptaannya.


Dan hal itulah yang terjadi yang dimana sosok Sang Pencipta tidak sengaja menciptakan sosoknya yang lain yang bisa dikatakan sebagai penyeimbang dirinya pada seluruh ciptaannya. Memang Sang Pencipta tidak mempermasalahkan jika dirinya memiliki sesuatu yang bisa menyeimbangkan sosoknya di muka semesta yang dirinya ciptakan ini.


Namun bagaimana jika sesuatu yang tidak sengaja tercipta itu malah membuat keadaan seluruh ciptaannya menjadi tidak seimbang, karena sifat keserakahannya mulai berkembang dengan pesat dan ingin menghilangkan entitas dirinya sendiri agar bisa menguasai sepenuhnya dunia yang sudah berhasil dirinya ciptakan.

__ADS_1


Masalahnya sosok yang menjadi penyeimbang bagi Sang Pencipta itu, ingin menguasai seluruh hasil ciptaan yang berhasil diciptakan oleh Sang Pencipta, dengan mengubah keadaannya menjadi sebuah kekacauan agar dunia ini akan sangat cocok dengan entitasnya.


Maka dari itu, Sang Pencipta berusaha menghalangi tindakannya. Karena memang perilaku sosok tersebut yang akan membawa seluruh hasil ciptaannya kearah era kegelapan, dan akan membuat keadaan dunia ini akan kacau balau dibuatnya.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan semua ini, Ayah. Ayah tahu sendiri bukan, kekuatan dirinya sekuat Ayah?" ucap Zen yang sudah mendengar semua perkataan Ayahnya.


"Maka dari itu, Ayah akan menghapus keberadaan Ayah dari seluruh entitas ayah di semesta ini" balas Ayahnya dan membuat Zen langsung membulatkan matanya.


"APA!" Hingga setelah mendengar perkataannya, Zen langsung terkejut atas perkataannya tersebut.


Siapa yang tidak terkejut mendengar dari mulut Ayahnya sendiri bahwa dirinya ingin membunuh dirinya sendiri. Maka dari itu Zen langsung menolak dengan keras usul Ayahnya itu, yang ingin mengakhiri entitasnya di seluruh semesta ciptaannya ini hanya untuk menghilangkan entitas yang tidak sengaja dirinya ciptakan itu.


"Tapi masalahnya Putraku, walaupun Ayah sudah mengorbankan hidup Ayah, dirinya dipastikan akan tetap hidup" ucap Ayahnya yang membuat Zen saat ini ingin langsung memaki sosok Ayahnya itu secara langsung atas perkataan yang dirinya lontarkan.


Untung saja yang dihadapan Zen saat ini adalah sosok yang paling dirinya sayangi dan hormati di seluruh semesta ini. Jika tidak, dirinya sudah memaki dirinya bahkan Zen langsung menamparnya karena berkata sesuatu yang membuat dirinya marah karena sama sekali tidak masuk akal perkataannya.


"Untuk melemahkan dirinya Putraku. Jika Ayah masih hidup, kekuatan dan otoritas dirinya di dunia ini bisa dikatakan sama. Jadi, jika Ayah tidak menghilang, bisa dikatakan sosoknya akan membahayakan seluruh semesta hasil ciptaan Ayah" balas Sang Pencipta kepada Zen.


"Lalu, kenapa dirinya tidak bisa mati?" tanya Zen kembali karena tentu saja dirinya sangat tidak rela Ayahnya harus mati.


"Karena dirinya merupakan sesuatu yang tidak seimbang. Kematian Ayah merupakan sesuatu yang akan membuat dunia ini tidak seimbang, sehingga sosoknya akan terus ada. Namun karena dirinya merupakan sosok yang menyeimbangkan sosok Ayah, kekuatannya tidak akan membahayakan lagi karena Ayah sudah tidak ada lagi pada semesta ini." balas Sang Pencipta membalas perkataan dari Zen.

__ADS_1


Tentu hanya itulah pilihan yang yang bisa dilakukan Sang Pencipta untuk menyelamatkan seluruh semesta hasil ciptaan yang sudah dirinya ciptakan dan sangat disayangi. Maka dari itu, Sang Pencipta memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan itu semua, termasuk meninggalkan seluruh anak-anaknya yang paling dirinya cintai.


"Tapi ayah, pasti ada sesuatu yang lain untuk menghalangi dirinya?" tanya Zen kembali, karena dirinya benar-benar tidak rela Ayahnya akan mati dan meninggalkannya.


"Maafkan Ayah Putraku. Tapi hanya ini yang Ayah bisa lakukan. Karena jika Ayah tidak tidak melakukannya, sosoknya akan semakin kuat, apalagi jika dirinya berhasil membunuh salah satu dari kalian" ucap Ayahnya yang saat ini mulai menjelaskan tentang keputusannya.


Entitas berwarna hitam tadi kekuatannya akan semakin bertambah kuat jika dunia ini menjadi tidak seimbang. Tentu ini adalah kebalikan dari kekuatan Sang Pencipta yang dimana kekuatannya semakin kuat jika dunia ini seimbang.


Maka dari itu, jika sosok itu terus melakukan sesuatu yang membuat keadaan semesta ini tidak seimbang, kekuatannya akan semakin besar dan akan sudah dikalahkan. Bahkan bisa dipastikan kekuatannya akan melebihi Sang Pencipta jika tidak dengan segera dihalangi perbuatannya.


Apalagi jika sosok itu membunuh anak-anak Sang Pencipta yang merupakan entitas penyeimbang paling sempurna di semesta ini. Jadi, jika Sang Pencipta masih keras kepala untuk tetap hidup, kekuatan dirinya dan entitas itu akan sama, dan jika entitas itu berhasil membuat sesuatu tidak seimbang seperti membunuh salah satu anaknya, bisa dipastikan kekuatannya akan langsung melebihi dirinya.


"Kamu tahu sendiri Putraku, kalian para Deadly Sins memiliki siklus kehidupan yang bisa membuat seluruh semesta bisa seimbang. Jadi, jika dirinya melumpuhkan salah satu dari kalian saja, hal tersebut akan membuat semua semesta akan hancur karena entitas itu semakin kuat" balas Ayahnya yang mulai meyakinkan Zen atas keputusannya.


"Tapi Ayah, aku belum siap kehilangan dirimu. Apalagi aku baru saja menjalani setengah siklus The Trap Of Darkness. Jadi, jika Ayah meninggal, apa yang harus aku lakukan?" ucap Zen yang saat ini berusaha meyakinkan lagi sosok Ayahnya itu untuk tidak mengambil keputusan untuk melenyapkan dirinya sendiri.


Namun sepertinya keputusan Ayahnya itu sudah sangat bulat. Apalagi Zen juga sudah memahami tentang apa yang sebenarnya terjadi dan dirinya tidak memiliki solusi lain selain apa yang akan dilakukan Ayahnya itu. Tapi tetap saja dirinya sangat tidak rela, karena dirinya akan kehilangan Ayahnya sendiri.


"Zen, Putraku yang paling Tua. Ayah percaya bahwa dirimu akan bisa membimbing seluruh adikmu kejalan yang benar. Jika Ayah pergi nanti, kamulah yang akan menjadi pemimpin mereka. Jadi sayangi mereka dan seluruh keluarga mereka kelak, dan gantikan sosok Ayah bagi mereka dan pastikan mereka tidak mengalami sesuatu yang sangat menyusahkan bagi mereka." ucap Ayahnya itu.


Zen hanya bisa diam saja mendengar perkataannya. Air matanya juga mulai menetes dari matanya saat ini setelah keputusan Ayahnya untuk menghilangkan entitasnya itu bisa dikatakan sudah bulat dan tidak bisa dihalangi. Maka dari itu, Zen saat ini hanya berusaha mendengarkan kata-kata terakhirnya saja saat ini.

__ADS_1


"Baiklah Ayah..."


__ADS_2