
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Sebuah hari yang dimana sekelompok superstar saat ini akan melakukan konser terakhir mereka pada negara mereka sendiri. Tentu semua pihak saat ini menantikan konser terakhir dari kelompok tersebut yang saat ini akan terlaksana sebentar lagi.
Seluruh pihak dari berbagai penjuru negara ini sudah mempersiapkan diri mereka dalam menyaksikan konser tersebut. Bahkan beberapa orang dari luar negara ini juga berbondong-bondong datang untuk ikut menyaksikan konser terakhir dari sebuah rangkaian konser yang dilakukan oleh kelompok yang paling populer di dunia tersebut.
Bahkan tidak memperdulikan keadaan negara ini yang bisa dikatakan sedang menegang hubungannya dengan negara tetangganya, tetap tidak membuat antusiasme dari seluruh pihak menyaksikan pertunjukan itu menurun, bahkan mereka saat ini sudah mempersiapkan berbagai hal untuk menghadirinya.
Salah satunya seorang pria yang saat ini juga sedang bersiap-siap untuk ikut dalam menyaksikan konser yang akan terlaksana tersebut. Walaupun memang niat yang dirinya miliki untuk datang menuju konser tersebut bukanlah untuk menyaksikan sebuah suguhan konser seperti halnya seluruh pihak yang saat ini sudah sangat antusias untuk menantikannya.
Apalagi sebenarnya dirinya malas untuk datang ketempat tersebut, karena memang dirinya sangat membenci keramaian. Namun karena misinya untuk menjaga kestabilan Dunia, terpaksa pria itu memutuskan untuk menghadiri konser yang sudah dinantikan oleh berbagai pihak tersebut.
"Padahal aku juga ingin ikut, Zen" dan begitulah ucapan dari seorang wanita yang saat ini memang berada pada kediaman yang sama dengan Zen yang sedang bersiap-siap saat ini.
"Lalu, apakah kamu akan mengubah sebuah tempat konser menjadi sebuah acara pesta **** terbesar di dunia ini, Freya?" ucap Zen yang menanggapi perkataan dari Freya yang memang sedari tadi kerjaannya hanya mengeluh saja.
Sebenarnya Zen mengetahui kenapa wanita itu seakan terlalu sensitif sikapnya terhadapnya. Karena bisa dikatakan keinginan wanita itu hanya ingin bisa berduaan saja dengan Zen, dan menjalankan berbagai aktivitas bersama. Namun sayangnya, dirinya belum bisa melakukan semua itu.
Freya bisa dikatakan juga tinggal pada kediaman yang sama dengan Zen sejak kemarin. Bahkan mereka sudah tidur pada ranjang yang sama karena wanita itu memaksa untuk melakukan hal tersebut. Tentu mereka hanya tidur saja dan tidak melakukan hal lain di atas tempat tidur yang mereka tempati.
Dan hal itulah yang menjadi keluhan pertama Freya saat dirinya sudah berhasil membujuk Zen untuk tidur yang ranjang yang sama degannya. Karena seperti yang diketahui, Freya sangat ingin mereka melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar hanya tidur pada tempat tidur yang sama saja.
Seperti yang diketahui, birahi wanita itu bisa dikatakan terus saja meledak-meledak disaat dirinya bersama dengan Zen. Apalagi orang pertama yang tidak berpengaruh dengan auranya tersebut, membuatnya semakin yakin bahwa Zen adalah orang yang tepat untuk menjadi pendampingnya baik sebagai seorang pria maupun pendamping di atas ranjang.
Namun Zen terus saja menolaknya hingga hal itu menjadi sebuah keluhan yang terus dilontarkan oleh Freya, hingga dirinya tahu bahwa Zen akan menuju konser dari sebuah Girlband paling populer di dunia ini yang akan diselenggarakan di kota ini dan akan dihadiri oleh dirinya sendirian.
"Hahh... kalau saja si Loki itu tidak berbuat masalah, pasti aku sudah menggunakan waktuku untuk mencari seorang Elf" ucap Freya yang merasa kesal dengan keadaan yang dirinya hadapi saat ini.
Bisa dikatakan Freya ingin dengan bebas menghabiskan waktunya dengan Zen. Menghabiskan waktu berdua, makan malam berdua, menghadiri konser berdua, bahkan *** berdua dengan Zen merupakan keinginannya yang ingin dirinya penuhi.
Namun sayangnya karena apa yang saat ini dirinya miliki dan terus keluar dari dalam tubuhnya, membuat Freya tidak bisa melakukan hal tersebut. Bahkan untuk sekedar *** seperti keinginannya saja, Zen berkata bahwa mereka belum bisa melakukan hal tersebut sebelum apa yang berada didalam dirinya bisa diredam.
__ADS_1
Maka dari itu, tidak heran wanita itu terus saja mengeluh karena sampai saat ini keinginannya satupun belum dikabulkan oleh Zen. Padahal Freya sudah berusaha agar Zen menuruti keinginannya yang paling mendasar itu, tetapi pria itu tetap saja menolak permintaannya.
"Cih... mengapa kamu mengeluh terus, Freya. Bukankah Permasalahan Loki yang membuat kita bisa bertemu. Dan juga, bukankah kemarin dirimu berkata bahwa kamu tidak peduli lagi dengan semua hal yang sedang terjadi?" tanya Zen yang mulai mengulang perkataan Freya yang kemarin dirinya ucapkan kepadanya.
"Hahh... ya kamu benar. Tetapi tetap saja Zen, aku juga seorang Dewa. Jadi aku harus memastikan bahwa tidak ada sesuatu yang buruk terjadi di dunia ini." balasnya dan hanya mendapatkan anggukan dari Zen atas tanggapan yang dirinya berikan.
Freya tentu sangat ingin membantu dan tidak serta merta lepas tangan dengan apa yang sedang terjadi. Karena didalam lubuk hatinya yang terdalam dirinya tidak ingin sebuah kekacauan terjadi di dunia ini, dan juga dirinya berusaha mencegah sesuatu seperti itu terjadi di dunia ini.
Walaupun dirinya sendiri bisa dikatakan sebuah kekacauan jika dirinya muncul dimuka umum, namun tetap saja dirinya merupakan seorang Dewa yang harus melindungi dan menjaga keutuhan dunia yang dirinya tinggali saat ini. Jadi, tidak heran bahwa perkataannya yang sebelumnya kepada Zen, dirinya katakan hanya sekedar candaan saja dan tidak serius.
"Baiklah, kalau begitu aku berangkat sekarang" ucap Zen yang sudah selesai bersiap dan saat ini akan berpamitan dengan Freya yang bisa terlihat ekspresinya sedikit sedih melihat kepergiannya.
Zen tentu tidak akan meninggalkan wanita itu dengan ekspresi seperti itu. Jadi sebelum dirinya pergi, Zen sempat memeluk dengan erat tubuh wanita cantik itu, sebelum dirinya benar-benar beranjak dari sana dan meninggalkan dirinya sendirian dikediaman tempat mereka menginap tersebut.
"Ya... selamat bersenang-senang, Zen" ucap wanita itu yang terpaksa melepaskan sosok yang memang sudah menghabiskan waktunya seharian dengannya kemarin, dan saat ini akan keluar dari kediaman mereka di wilayah ini.
Tentu saja Freya masih merasa sedih atas kepergian Zen, karena Zen merupakan pihak pertama yang memang menghabiskan waktu bersama dengan dirinya. Bahkan pelukan mereka tadi, cukup membuat dirinya merasa sedikit bahagia walaupun perasaan sedih didalam dirinya seakan tidak menghilang.
Jadi bisa dikatakan dirinya sudah cukup merasa bahagia, dan hanya mempersiapkan dirinya disaat memang waktu dirinya bersama Zen bisa bersama akan datang, dan dirinya akan memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin dan tidak akan menyia-nyiakannya.
"Baiklah, aku pergi" hingga akhirnya Zen benar-benar sudah menghilang dari pandangan Freya dan sudah beranjak dari tempatnya.
"Hahh... sepertinya aku sendirian lagi" dan begitu juga gumaman dari Freya yang memang sudah melepaskan kepergian Zen yang sudah beranjak dari tempatnya berada tadi.
Zen sendiri saat ini juga sudah dijemput oleh bawahannya yang akan membawanya menuju lokasi konser. Dengan kendaraan mewah yang sudah menjemputnya, saat ini dirinya mulai beranjak dari sana dan langsung menuju kearah konser dari sebuah Girlband ternama di dunia ini.
"Kamu juga akan menemaniku kedalam tempat itu?" tanya Zen kepada bawahannya, yang baru mengetahui bahwa dirinya juga akan ikut dalam menyaksikan sebuah konser yang akan dihadiri oleh Zen.
"Tentu saja, Tuan. Apalagi perusahaan anda merupakan sponsor utama dari acara konser tersebut. Jadi saya memiliki undangan khusus untuk menghadiri konser tersebut" Balas Mick yang saat ini duduk disebelah Zen.
__ADS_1
Darkness Company tentu tidak akan menyia-nyiakan eksposure besar atas nama dari Girlband terbesar itu. Maka dari itu, mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa menjadi sponsor utama, karena bisa dikatakan keuntungan yang akan mereka dapatkan juga sangat besar atas kesepakatan itu.
Maka dari itu, tidak heran bahwa pihak Darkness Company pada negara ini yang memang diwakili oleh Mick, akan diundang juga menuju perhelatan tersebut karena memang Darkness Company juga bisa dikatakan sebagai pihak yang menyukseskan acara tersebut.
"Hmm... baiklah. Setidaknya aku mempunyai pihak yang ikut mengawasi keadaan sekitar jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan" Balas Zen yang kembali memperhatikan area luar dari mobil yang ditumpanginya.
Saat ini masih belum ada yang mengetahui hubungan apa yang terjadi dengan bertemunya Zen dengan seorang wanita yang berada didalam penglihatan dari Mikhael. Maka dari itu dirinya harus bersiap untuk semua situasi yang akan terjadi nanti saat pertemuan mereka terjadi.
Apalagi Zen tidak tahu apakah pertemuan mereka itu hanya sebatas menemukan petunjuk atau bisa dikatakan sebagai sebuah pemicu sebuah kekacauan. Maka dari itu dirinya harus mewaspadai seluruh hal yang mungkin akan terjadi disaat pertemuannya dengan wanita tersebut terjadi.
Jadi, dengan ada pihak yang bisa membantu dirinya mengawasi keadaan sekitar disaat dirinya melakukan sebuah pertemuan, membuat Zen bisa merasa lega apalagi bisa dikatakan akan ada ribuan orang yang berada di sana, dan jika terjadi kekacauan yang terjadi di sana Mick bisa melakukan sebuah pencegahan.
"Tapi sepertinya mereka benar-benar sangat terkenal. Lihatlah, wajah mereka saat ini muncul dimana-mana" ucap Zen yang sedang memperhatikan keadaan jalan raya yang sedang dirinya lewati menuju kearah tempat venue konser yang akan dirinya hadiri.
Berbagai Billboard, Baliho, Megatron dan sebagainya saat ini menampakan rupa dari Girlband yang akan dihadiri konsernya oleh Zen. Tentu semakin dekat dirinya dengan area konser, semakin banyak atribut foto dan sebagainya yang dirinya lihat, bahkan beberapa dari mereka bisa dikatakan dibuat secara khusus oleh penggemar mereka sendiri.
Jadi hal itu sudah menjadi bukti bahwa mereka sangatlah terkenal, bahkan jalanan yang menuju area konser mereka saat ini sudah dipadati dengan padatnya kendaraan yang sepertinya juga akan menuju ke sana. Zen bisa dikatakan sama sekali belum melihat hal yang seperti ini terjadi, apalagi antusiasme dari para penggemar mereka sangatlah tidak terbayangkan oleh Zen hingga saat ini.
Bahkan menurutnya, dirinya yang merupakan sosok paling populer di neraka saja tidak akan diperlakukan seperti itu oleh semua pihak, yang memang dengan terang-terangan menunjukkan bukti kecintaan mereka dengan sosok yang mereka idolakan tersebut.
"Apakah aku dulu diperlakukan seperti ini saat masih memimpin Neraka, Mick?" tanya Zen kepada bawahannya itu, karena Zen menganggap bahwa dirinya tidak sadar bahwa sebenarnya dirinya juga diperlakukan seperti ini.
"Sepertinya tidak, Tuan. Karena sosok anda bisa dikatakan lebih dihormati oleh beberapa pihak" balas bawahannya itu yang membuat Zen hanya mengangguk mendengar perkataannya saja.
Tidak ada percakapan lagi diantara mereka, karena Zen masih memperhatikan keadaan jalan dari lokasi yang sedang mereka tuju saat ini. Hingga akhirnya mereka tiba di venue konser yang bisa dikatakan sangat amat besar yang menjadi tempat penyelenggaraan konser dari kelompok Girlband paling ternama di dunia ini.
Bisa dilihat antrian yang panjang saat ini mulai memenuhi berbagai lokasi pintu masuk dari tempat itu. Bahkan panjangnya antrian sangat tidak dibayangkan oleh siapapun termasuk Zen yang masih terpana dengan sesuatu yang sedang dirinya lihat saat ini.
Untung saja Zen memasuki Venue konser tersebut menggunakan jalur khusus. Jika tidak, Zen tidak peduli bahwa mungkin ada kekacauan yang akan terjadi ditempat ini, karena dirinya lebih memilih untuk kembali daripada mengikuti antrian yang sangat amat panjang tersebut.
__ADS_1
Hingga akhirnya Zen mulai menunjukkan tiket konsernya kepada pihak yang berada di pintu masuk dari Venue konser tersebut. Namun disaat dirinya menyerahkannya, pihak yang menerima tiketnya langsung menatap dirinya saat ini seakan sedang menyelidiki sosoknya.
"Maafkan saya, apakah anda Tuan Zen Gwillyn?"