
Zen cukup menemukan banyak hal dari petunjuk yang diberikan oleh Ji Shin kepadanya. Apalagi dirinya sudah mendapatkan sesuatu yang mengarahkannya kepada sebuah kekacauan yang memang sedang dicarinya atas keinginan adiknya, agar dirinya bisa menggagalkan kekacauan itu untuk menyebar.
Sebenarnya Zen tidak masalah jika kekacauan itu melanda dunia ini. Tetapi yang dirinya tidak terima, ternyata ada pihak yang memang sengaja membuat kekacauan tersebut dan bahkan berniat jahat agar menggapai apa yang mereka inginkan. Dan hal itulah yang sebenarnya sangat membuat Zen muak.
Zen merupakan sifat negatif, tidak diragukan lagi bahwa dirinya merupakan sosok yang jahat jika mengikuti sifat yang melekat pada dirinya. Namun sejahat-jahatnya Zen, dirinya tidak pernah sama sekali melakukan sebuah tindakan yang keji kepada orang yang tidak bersalah hanya untuk kepentingan pribadinya.
Maka dari itu, sifat negatif Zen seakan tercoreng saat ini, yang dimana ternyata ada pihak yang berperilaku lebih tercela dari pada dirinya, dan hal itu membuat Zen ingin membatalkan niat jahat tersebut, karena tidak ada satupun yang ada di dunia ini boleh lebih kejam dan biadab dari sosok Zen.
Apalagi Zen tidak mau reputasinya yang memang benar-benar terkenal sangat keji, harus ada yang menggantikannya karena semua itu tidaklah benar. Karena jika ada yang berperilaku lebih keji dari dirinya, bisa dikatakan reputasinya sebagi pihak paling keji di dunia ini akan tercoreng, dan dirinya tidak menginginkan hal itu terjadi.
"Namun siapa Ha Ryeong dan Ha Rin ini?" gumam Zen yang saat ini masih penasaran dengan kedua sosok itu yang tertera pada informasi yang dirinya dapatkan tersebut.
Dalam dokumen yang dirinya baca sedari tadi dan susah untuk dirinya mengerti, ada satu nama yang terus tertera pada dokumen-dokumen tersebut. Ha Ryeong merupakan nama yang tertera pada dokumen-dokumen tersebut sehingga dirinya sangat ingin tahu siapa sebenarnya dirinya dan terutama Ha Rin yang merupakan pemilik kotak penyimpanan ini.
Bisa dikatakan Ha Ryeong merupakan seorang kepala peneliti untuk pembuatan Flu Z yang akan disebarkan pada seluruh dunia. Jadi dipastikan Zen harus menemukan wanita tersebut karena dirinya dipastikan menjadi kunci jalannya kekacauan yang akan terjadi itu, karena Zen harus dengan segera membereskan semua hal yang sudah diperbuat olehnya.
Maka dari itu, dirinya mulai meneliti siapa sebenarnya kedua sosok yang tertera pada dokumen yang dirinya lihat, karena tentu saja Zen harus menemukan keberadaan mereka berdua untuk ditanyai lebih lanjut, tentang semua permasalahan yang saat ini sudah dirinya temukan buktinya dan berada pada tangannya saat ini.
"Tunggu... Ha Ryeong, Ha Rin... apakah mereka Ibu dan anak?" gumam Zen yang sekali lagi memperhatikan foto yang terlihat seperti pasangan Ibu dan Putrinya yang dirinya temukan pada kotak penyimpanan yang sedang dirinya pegang.
Jika dilihat dengan teliti, bisa dikatakan apa yang diperkirakan Zen itu merupakan kebenaran. Karena bisa dilihat nama depan mereka bisa dikatakan sama, dan saat ini ada sebuah foto yang semakin menjelaskan bahwa perkiraannya itu memang menyatakan mereka mempunyai sebuah hubungan.
Hal ini semakin diperkuat dimana dengan jelas-jelas wanita bernama Ha Ryeong itu seakan sedang mewariskan semua isi kotak itu yang berisi berbagai hal kepada wanita bernama Ha Rin tersebut. Namun masalahnya hingga saat ini tidak ada informasi apapun yang menyatakan siapa sebenarnya kedua sosok tersebut dan dimana keberadaan mereka.
Hingga Zen menyadari sesuatu bahwa bisa dipastikan wanita bernama Ha Ryeong itu sepertinya sudah meninggal. Karena sangat tidak mungkin jika dirinya masih hidup, tetapi dirinya malah mewariskan semua hal yang berharga didalam kota ini kepada wanita yang Zen perkirakan sebagai Putrinya.
__ADS_1
Memang Zen tidak tahu pasti, tetapi bisa dipastikan apa yang dirinya pikirkan itu benar adanya. Hingga dirinya memutuskan untuk mengambil beberapa berkas dari dalam kotak penyimpanan tersebut dan memutuskan untuk beranjak dari sana dan mulai mengumpulkan lagi informasi yang dirinya butuhkan untuk menyelesaikan semua urusan ini.
Apalagi berkas-berkas itu bisa dirinya gunakan untuk memulai penyelidikannya lebih lanjut, apalagi dirinya akan menggunakan dokumen-dokumen tersebut untuk menjalankan rencana yang sudah dirinya persiapkan dalam menyelesaikan semua permasalahan yang saat ini dirinya hadapi.
"Apakah anda sudah selesai, Tuan?" Dan begitulah pertanyaan dari pegawai yang memang menantikan keberadaan Zen yang dirinya berikan kebebasan untuk memeriksa barang pada penyimpanan milikinya di Bank ini.
"Ya... aku sudah mengambil sesuatu yang aku butuhkan." balas Zen ramah dan saat ini mulai beranjak dari Bank tersebut dan mulai mencari beberapa informasi lagi.
Memang Zen tidak ingin berlama-lama untuk menuntaskan kasus ini. Karena seperti yang diketahui banyak hal yang harus dirinya urus, seperti beberapa wanita yang saat ini memiliki auranya harus dengan segera diselesaikan permalasahan mereka. Apalagi Zen mendapatkan info dari Vero bahwa Angel mengalami pelecehan seksual.
Jadi, Zen memutuskan untuk dengan segera menyelesaikan semua ini dan dengan segera kembali dan akan menyelesaikan semua permasalahan tentang wanitanya. Maka dari itu, tidak heran dirinya terlihat cukup bergegas untuk mengungkapkan fakta dari semua hal yang dirinya temukan saat ini.
"Taksi!" teriak Zen yang saat ini menghentikan sebuah taksi dan mulai memasuki kendaraan tersebut setelah Zen berhasil menghentikannya.
Setelah Zen memasuki taksi tersebut, tanpa pikir panjang mereka langsung beranjak dari sana. Tentu ada yang aneh atas kejadian tersebut, karena bisa dilihat Zen belum menyatakan kemana dirinya akan pergi, tetapi pengemudi taksi tersebut sudah melakukan kendaraannya dan membawa Zen entah kemana saat ini.
"Bagaimana keadaan, Fani?" Hingga akhirnya Zen mulai bertanya sesuatu kepada supir dari taksi yang dirinya tumpangi itu.
"Keberadaan Fani bisa dikatakan masih diawasi dengan ketat gerak-geriknya oleh parah Kultivator, Tuan. Bahkan bukan hanya Fani saja, tetapi seluruh Malaikat Maut yang ada di Kekaisaran ini juga sedang diawasi dengan ketat oleh mereka" balas supir Taksi yang saat ini terus melajukan kendaraannya.
Dan hal inilah yang menjelaskan mengapa Zen bergerak tanpa didampingi oleh Malaikat Maut seperti biasanya. Karena bisa dikatakan, pergerakan seluruh malaikat maut bisa dikatakan sedang diawasi oleh pihak Kekaisaran sehingga Zen memutuskan untuk tidak bergerak bersama mereka agar kedoknya tidak ketahuan.
Tentu akan sangat aneh jika sosok Zen yang memang tidak dikenali oleh siapapun akan didampingi oleh Malaikat Maut. Maka dari itu, dirinya memutuskan untuk bergerak sendiri saat ini, karena bisa dikatakan Kekaisaran ini sangatlah ketat peraturannya tentang keberadaan pemilik kekuatan yang berada di Kekaisaran mereka.
Apalagi dengan sebuah negara yang dipimpin secara langsung oleh pemilik kekuatan, membuat apa yang mereka lakukan itu sangatlah wajar, sehingga saat ini Zen hanya bisa bergerak secara berhati-hati dan tidak menunjukkan sesuatu yang mencurigakan, yang akan membuat dirinya menjadi sasaran pengintaian dari beberapa pihak.
__ADS_1
"Lalu, apakah kamu benar-benar bekerja sebagai supir Taksi?" tanya Zen kembali dan mendapatkan anggukan dari pria tersebut
"Lebih tepatnya saya pemilik perusahaan Taksi ini, Tuan. Tetapi saya sering menyamar sebagai pengemudi taksi dari perusahaan saya untuk menyembunyikan identitas saya" ucapnya merendah.
Zen hanya mengangguk saja mendengar jawabannya, apalagi dirinya sama sekali tidak mempermasalahkan status pria itu jika memang dirinya hanya sebatas supir taksi belaka. Maka dari itu, Zen hanya memastikan lagi identitasnya karena memang dirinya sangat penasaran dengan sosok supir taksi tersebut.
"Tetapi kamu tahu bukan, bahwa gerak-gerik dirimu juga sudah dipantau oleh Para Kultivator. Karena aku bisa merasakannya mereka sedari tadi mengikuti dirimu?" tanya Zen kembali dan mendapatkan anggukan dari pria tersebut.
"Saya tahu, Tuan. Anggap saja perbuatan saya ini merupakan resiko yang harus saya tanggung disaat menjalin sebuah hubungan dengan Fani" ucapnya yang menjawab perkataan dari Zen.
Bisa dikatakan pria yang saat ini menjadi supir taksi yang sedang ditumpangi oleh Zen merupakan kekasih bawahannya yang merupakan malaikat maut. Jadi untuk berhubungan dengan bawahannya itu bisa dikatakan Zen akan menghubunginya melalui kekasihnya ini.
Maka dari itu, dirinya bisa dikatakan cukup mengenal supir taksi yang saat ini sedang mengantar dirinya menuju kesebuah tempat, dan saat ini keberadaannya akan Zen gunakan untuk memberikan pesan kepada bawahannya bernama Fani yang merupakan malaikat maut yang mengawasi wilayah ini.
"Ya... kamu juga harus berhati-hatilah dalam bertindak, karena mereka sepertinya juga mengawasi gerak-gerik dari pihak yang menjalin hubungan dengan target yang mereka awasi" balas Zen yang saat ini menasehati kekasih bawahannya itu.
Zen sebenarnya cukup bahagia mendengar beberapa bawahannya memiliki seorang yang sangat mereka cintai. Apalagi seperti Fani yang memang sudah jatuh cinta dengan seorang manusia yang saat ini terlihat juga sangat mencintainya. Maka dari itu, Zen berharap bahwa mereka akan terus bahagia bersama-sama kedepannya.
"Saya akan mengingatnya, Tuan" balas kekasih bawahannya itu.
Zen hanya tersenyum saja mendengar perkataannya hingga saat ini dirinya mulai fokus memikirkan berbagai hal. Tentu dirinya saat ini harus memikirkan langkah-langkah yang harus dirinya dahulukan dari semua rencana besar yang sudah dirinya persiapkan.
Apalagi dirinya harus mencari dan membatalkan semua hal yang berkaitan dengan terjadinya kekacauan yang sedang direncanakan oleh sebuah pihak, karena hal tersebut akan menyebabkan permalasahan yang serius nantinya jika dirinya tidak bergerak dengan cepat.
Hingga Zen saat ini kembali menatap beberapa dokumen yang tadi dirinya ambil dan mulai kembali mencari sebuah informasi didalamnya. Apalagi dipastikan ada sebuah informasi penting yang dirinya lewatkan dari semua yang dirinya dapatkan itu, untuk membantunya dalam menguak semua permasalahan ini.
__ADS_1
Namun saat sedang asik memperhatikan dokumen yang memang benar-benar susah untuk dicerna isinya itu, Zen mulai menyadari sesuatu. Dengan bergegas, Zen saat ini langsung mengambil sebuah foto yang juga dirinya bawa bersama dokumen yang dirinya pegang itu, dan saat ini menatap dengan lekat foto seorang gadis kecil yang terdapat dalam foto tersebut.
"Tunggu... jangan-jangan Ha Rin adalah....."