
Aura kegelapan yang sangat lekat saat ini menjadi bahan perhatian dari beberapa pihak yang berada di sana. Dengan bisa dirasakannya aura tersebut, semua orang bisa menebak bahwa pihak yang sedang mengeluarkan aura tersebut akan mengakhiri semua yang sudah dirinya lakukan ditempat ini dengan segera.
Lima raksasa yang sudah tidak berdaya yang sedang berada dan tersungkur ditempat mereka masing-masing, saat ini harus menghadapi akhir kehidupan mereka setelah seorang pria yang sebelumnya sangat bersenang-senang dengan menyiksa mereka, saat ini mulai mengeluarkan aura membunuhnya kepada mereka.
Merinding tentu saja disaat hampir semua pihak yang berada di sana merasakan aura tersebut. Bahkan pihak yang bisa dikatakan menciptakan peperangan ini juga sangat tidak menyangka dengan kekuatannya akan sebesar itu. Sehingga saat ini dirinya merasa sangat marah melihat semua rencananya bisa dikatakan digagalkan oleh satu orang saja yang kekuatannya sangat tidak masuk akal bagi dirinya.
Hingga akhirnya persiapan untuk membunuh kelima pihak Raksasa yang sudah sangat tersiksa tersebut telah selesai sepenuhnya, dan pihak yang akan melakukannya sudah bersiap dan akan langsung mengeksekusi pembantaian terakhir yang akan dirinya lakukan ditempat ini.
"Apakah kamu tidak tahu siapa yang menyuruhku, dasar Deadly Sin sampah!" teriak Loki yang mengumpat kearah Zen, karena dirinya melihat pria itu akan mengakhiri hasil kerja keras yang sudah dirinya lakukan tersebut.
Tentu Loki berusaha dengan keras menghalangi tindakan Zen yang akan membunuh kelima mahluk yang sudah dirinya bangkitkan tersebut. Apalagi dirinya juga mulai menggunakan pihak yang berada dibelakangnya untuk mencoba menakut-nakuti dirinya.
Namun dalam mode membunuhnya, Zen seakan tidak memperdulikan sosok yang berteriak sambil membuat pertahanan untuk dirinya, karena memang sampai saat ini dirinya, anak angkatnya, beserta ratusan Vampire yang masih tersisa di sana masih mencoba melindungi diri dari serangan para Dewa yang menyerang terus menyerang mereka.
Tentu Para Dewa tidak ingin ikut campur dengan urusan Zen yang sedari tadi sedang fokus dalam mencoba menyiksa para raksasa yang sedang dirinya lawan. Jadi mereka mulai fokus menghadapi Loki yang saat ini sudah membentuk pasukannya untuk melindungi dirinya yang sudah tak berdaya.
Apalagi Zen saat ini sepertinya benar-benar akan membunuh kelima Ras Giant yang sudah puas dirinya siksa, dan mereka mulai memfokuskan diri untuk mengalahkan musuh-musuh mereka yang lain, yaitu Loki beserta anak angkatnya dan Para Vampire yang membantunya.
Memang pihak Dewa cukup kesusahan disaat Loki mulai mengorbankan para Vampire untuk meledakkan diri mereka. Jadi saat ini para Dewa berusaha keras menggunakan kekuatan jarak jauh mereka untuk menyerang pihak Loki. Apalagi anak angkatnya juga tidak bisa diremehkan, dalam peperangan tersebut.
Kulit dari Jormungandr sangatlah keras bahkan susah ditembus oleh beberapa Dewa menggunakan kekuatan mereka. Walaupun bisa dikatakan tubuhnya sudah mulai terluka atas serangan Fenrir, tetapi bisa dikatakan para Dewa sangat susah untuk menaklukkannya.
Belum lagi Hel yang bisa dikatakan mampu memecah belah pihak Dewa yang berhasil dirinya kendalikan keberadaannya. Apalagi tidak seperti sebelumnya yang dimana dirinya harus mempengaruhi pihak Dewa dari jarak yang jauh, saat ini disaat dirinya berhadapan secara langsung.
Maka dari itu, dirinya bisa dengan mudah mengendalikan mereka, karena kekuatannya lebih efektif disaat dirinya berdekatan dengan target yang diincarnya, sehingga peperangan itu cukup susah untuk dituntaskan oleh Para Dewa yang ingin mengakhirinya.
Tetapi disisi lain, tidak memperdulikan itu semua, Zen saat ini sudah bersiap sepenuhnya memusnahkan Ras yang baru hidup beberapa waktu saja, dan akan mengembalikannya menuju alam baka dengan kondisi yang sangat mengenaskan akibat mengalami berbagai hal yang tidak mereka harapkan terjadi terhadap mereka.
"Kembalilah menuju tempat kalian berasal" dan begitulah ucapan Zen yang tidak memperdulikan ucapan Loki tadi yang memperingati dirinya, dan saat ini langsung menebaskan Ame no Ohabari miliknya kearah salah satu Ras Giant yang terlihat tidak berdaya.
__ADS_1
Tidak seperti tadi yang dimana apapun yang dilakukan oleh Zen akan membuat mereka beregenerasi. Namun kali ini, setelah Zen memutuskan kepala dari pihak yang dirinya ingin bunuh tersebut, raksasa itu langsung berubah menjadi abu sepenuhnya dan mulai menghilang dari pandangan beberapa pihak yang berada di sana.
Tentu hal ini karena Zen menggunakan kemampuannya yang bisa memusnahkan kejanggalan dan membuat kejanggalan yang saat ini membuat Para Ras Giant itu seakan hidup dengan abadi dan tidak bisa dibunuh, akhirnya dihilangkan dan Zen bisa memusnahkan mereka saat ini.
"Baiklah, tinggal empat lagi. Ingat, jika kalian masih ingin melawan, mungkin aku tidak akan memberikan kesempatan lagi untuk kalian agar bisa tewas di tanganku" dan begitulah peringatan yang Zen berikan kepada sisa keempat Ras Giant yang masih tersisa.
Hingga setelah mendengar perkataan Zen, mereka berempat mulai berbaris dengan sejajar dan rapi, lalu mulai berlutut ditempat mereka masing-masing dan bersiap menerima kematian yang mereka inginkan dari pihak yang sudah menyiksa mereka sedari tadi.
Apalagi mereka sama sekali tidak ingin mengulang kejadian yang mereka alami sebelumnya. Maka dari itu mereka berharap bahwa Zen dengan segera membunuh mereka, karena mereka tidak ingin merasakan lagi penyiksaan yang sangat brutal yang dilakukan oleh dirinya.
"Pilihan yang bijak" ucapan Zen yang mulai mengambil langkahnya menuju kearah para raksasa itu berada dan akan mengakhiri kehidupan mereka saat itu juga.
Namun disisi lain, Loki yang masih bertahan dengan serangan yang terus mengarah kearahnya, juga mulai melihat keempat sosok yang terlihat menyerahkan diri itu, dan saat ini seakan pasrah untuk dibunuh oleh Zen. Tentu melihat hal itu dirinya sangat kesal, karena dirinya tidak menyangka kerja kerasnya akan menjadi seperti itu.
"Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian tidak tahu pengorbanan apa yang aku lakukan untuk membangkitkan kalian!" hingga teriakan Loki kembali terdengar disaat dirinya melihat adegan tersebut, karena merasa frustasi dengan semua kejadian yang sudah terjadi ditempat ini.
Bagi Ras Giant yang sudah dibangkitkan oleh Loki, tentu mereka sangat berterima kasih atas usahanya dalam membangkitkan keberadaan mereka. Namun setelah bertemu dengan Zen, mereka berharap tidak akan lagi dibangkitkan bahkan sudah memohon kepada dirinya untuk dibunuh secara langsung dan tidak melanjutkan siksaannya kepada mereka.
Maka dari itu, sangat wajar jika Loki saat ini terlihat sagat frustasi, karena semua yang dirinya lakukan itu ternyata langsung gagal sepenuhnya, dan bisa dikatakan semuanya kacau hanya karena sosok seorang pria yang dirinya tidak sangka bahwa dirinya akan sangat amat kuat kekuatannya.
"Mati" Dan begitulah Zen mulai menebaskan pedangnya dan mulai membunuh satu persatu Ras Giant yang menjadi harapan Loki untuk menguasai dunia ini.
Bekas kekacauan yang sangat amat tidak terbayangkan saat ini mulai terlihat setelah para sosok bertumbuh raksasa itu sudah kalah dan menghilang sepenuhnya. Apalagi tubuh mereka yang besar bisa dikatakan menutupi beberapa area yang terlihat sangat amat hancur keadaannya ditempat ini.
Bahkan tidak memperdulikan teriak-teriakan Loki yang berharap bahwa Para Giant itu untuk melawan, Zen saat ini bisa dikatakan sudah memusnahkan semua Ras Giant yang tadi menyerahkan diri mereka kepadanya, dan Zen akhirnya memberikan mereka sebuah kematian yang sudah mereka idam-idamkan sedari tadi.
Namun bisa dikatakan pertempuran masihlah belum usai. Dengan Zen yang mulai memasukkan pedangnya menuju sarungnya, saat ini dirinya mulai mencari sebuah batu yang cukup besar untuk duduk dan menikmati pertarungan yang masih terjadi antara para Dewa dan pihak Loki yang juga sebentar lagi akan kalah sepenuhnya.
"Baiklah, aku sudah menyelesaikan tugasku. Sekarang giliran kalian untuk menyelesaikannya sepenuhnya" ucap Zen yang dimana sudah duduk ditempatnya, dan akan memperhatikan saja pertempuran yang tersisa karena dirinya sudah sangat kelelahan menyiksa dan membunuh Para Ras Giant tadi.
__ADS_1
Fenrir yang membantu para Dewa tadi juga mulai menyusutkan kembali tubuhnya dan duduk disebelah Zen. Apalagi, dirinya juga sudah cukup malas melawan Para mantan Saudara angkatnya karena dirinya bisa dikatakan sudah memenangkan pertarungan tersebut, dengan memberikan sebuah luka besar kepada musuhnya
Pihak Dewa juga tinggal menyelesaikan saja pertarungan mereka saat ini. Karena kartu as Loki yang menggunakan Vampire yang bisa meledak dan sangat berbahaya itu hanya tinggal ratusan saja setelah sebelumnya ribuan Ras tersebut ikut dalam peperangan yang sedang terjadi itu.
Jadi, Zen saat ini memutuskan agar memberikan panggung kepada Para Dewa yang sudah berada di sana, karena memang dirinya tidak mau keberadaan mereka dalam peperangan ini hanya dianggap sebagai sosok yang tidak berguna dalam peperangan yang sedang terjadi itu.
"Menyerah saja Loki. Kalau tidak, kami akan membunuhmu saat ini juga" Dan begitulah ucapan Odin yang saat ini membujuk salah satu Dewa dari faksinya itu untuk menyerah dan tidak melanjutkan lagi pertempuran ini.
Memang Odin bisa dikatakan tidak ingin membunuhnya. Namun jika Dewa sesat itu menolak permintaannya, mau tidak mau saat ini semua pihak akan langsung membunuhnya ditempat ini. Jadi pilihannya hanya satu, yaitu akan menghabiskan waktunya terkurung didalam penjara super ketat milik Dewa, atau mati ditangan mereka saat ini.
Namun sepertinya Loki sudah memilih keputusannya, dan saat ini bisa dikatakan keputusannya itu bukanlah keputusan yang diinginkan oleh Odin kepada Dewa sesat tersebut, karena sepertinya dirinya lebih memilih untuk tetap bertarung dalam peperangan ini dan tidak akan pernah menyerah.
"Cih... lebih baik aku mati dalam pertarungan ini" Teriak Loki, yang saat ini juga ingin habis-habisan dalam peperangan tersebut, dan tidak memperdulikan lagi dengan keadaannya saat ini.
Dam begitulah pertempuran pamungkas antara Loki dan Para Dewa akhirnya dimulai kembali. Apalagi Loki yang sedari tadi hanya bersikap pasif dalam peperangan ini, mulai memutuskan untuk ikut turun tangan dalam bertarung secara langsung dengan para musuh-musuhnya.
"Kalau begitu, jangan salahkan kami atas nasib yang akan kamu jalani nanti" dan begitulah perkataan Odin yang sudah mengisyaratkan kepada rekan-rekan Dewanya yang lain untuk mulai menyerang pihak Loki.
Zeus, Apolo, Ares, Poseidon dan beberapa pihak Olimpus saat ini mulai menggunakan kekuatan penuhnya untuk menyerang anak angkatnya yang berbentuk ular raksasa tersebut. Dengan luka-luka yang dirinya terima atas serangan dari Fenrir, akhirnya serangan mereka itu langsung menewaskan dirinya.
Para Vampire juga sudah bertumbangan satu persatu. Apalagi saat ini Para Dewa sudah memiliki cara untuk melawan mereka, walaupun tubuh mereka akan meledak nantinya. Dan begitulah bagaimana jalannya peperangan itu yang sepertinya akan berakhir sebentar lagi.
Sudah terlihat Pihak Loki sudah terpojok saat ini, yang dimana anak angkatnya Hel saat ini juga mulai tumbang ditangan beberapa Dewa yang memutuskan kepalanya dan membuatnya tergeletak tak berdaya ditempatnya. Hingga satu-satunya pertahanan Loki saat ini tinggal beberapa Vampire saja, yang perlahan mulai tumbang satu persatu.
"Menyerahkan Loki. Karena kami akan membunuhm-" Namun belumlah Odin menyelesaikan perkataannya, riba-tiba sesuatu yang aneh mulai terjadi saat ini disaat Loki sudah benar-benar terpojok dari semua serangan yang mengarah kepadanya.
Perasaan akrab saat ini kembali mereka rasakan, padahal apa yang mereka rasakan ini baru saja mereka rasakan dari sosok Zen yang memang sudah menyelesaikan tugasnya dalam peperangan yang sedang terjadi ditempat ini. Namun anehnya, bisa dikatakan bukan Zen yang saat ini mengeluarkan perasaan yang menindas tersebut.
Hingga semua mata saat ini mulai tertuju kearah Loki yang bisa dikatakan sikapnya mulai berubah sepenuhnya. Pupil matanya yang hitam dan bulat pada bola matanya, saat ini seakan mulai melebar dan mulai membuat bola matanya menghitam sepenuhnya.
__ADS_1
Senyumnya mulai muncul dari wajahnya saat ini, hingga tatapannya yang menyeramkan itu mulai menatap secara langsung kearah sosok Zen yang juga menatapnya dengan tatapan yang cukup terkejut. Apalagi, Zen tidak menyangka, bahwa saat ini dirinya malah bertemu dengan sosok yang sangat dirinya benci ditempat ini.
"Hahahaha... ternyata kamu semakin kuat, Putraku.