Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Calon Suami


__ADS_3

Alice tentu melihat kedatangan pria yang memasuki ruangannya dengan perasaan murka. Namun tetap saja Alice tidak bisa melakukan apapun terhadapnya. Apalagi didalam benaknya, saat ini putrinya berada di tangan pria yang saat ini datang kedalam ruangan pada perusahaan miliknya saat ini.


Tentu semua pihak belum ada yang mengetahui apa yang terjadi dengan penculik yang sedang menculik Kileni saat ini. Walau memang Alice mendengar suara seperti sesuatu yang menabrak tadi, tetapi tetap saja dirinya masih percaya bahwa perbuatan mereka sengaja untuk mencoba mengancam sosok Alice.


Sedangkan pria bernama Kian yang merupakan dalang penculik Kileni dan mencoba mengancam Alice untuk menjadi istri ketiganya, tentu hanya mengetahui bahwa bawahannya berhasil melakukan tugas mereka dan saat ini dirinya mulai menakutkan rencananya untuk mengancam sosok Alice yang terlihat tidak berdaya itu.


"Jangan mimpi, pria brengsek. Cepat kembalikan Putriku sebelum aku menghubungi calon suamiku" hingga begitulah teriakan dari Alice yang seakan balik mengancam sosok tersebut.


Pria bernama Kian itu mulai tertawa mendengar perkataan dari Alice. Karena memang dirinya sama sekali tidak mendapatkan info tentang Alice yang memiliki seorang calon suami, karena memang Alice sendiri disibukan dengan semua hal yang dirinya kerjakan dan tidak akan punya waktu untuk mencari seorang sosok yang akan menjadi suaminya.


"Suami? Kalau begitu, hubungi dirinya sekarang juga. Aku ingin tahu siapa suamimu itu" Dan begitulah ucapan Kian yang percaya diri atas pernyataan dari Alice tadi.


Tentu dirinya sangat yakin bahwa Alice tidak mempunyai sosok pria yang menjadi calon suaminya. Bahkan jikapun ada, pria bernama Kian itu sangat yakin dirinya mampu menyingkirkan dirinya dan akan merebut semua yang dirinya inginkan termasuk sosok Alice.


Memang pria bernama Kian itu bukan saja ingin menikahi gadis cantik tersebut, melainkan dirinya ingin mengambil alih juga perusahaan miliknya. Tentu untuk mengembangkan bisnisnya, bisa dikatakan perusahaan dari Alice mampu membantunya untuk melakukan hal tersebut.


Karena memang, perusahaan milik Alice sudah terkenal mampu untuk melindungi aset para pebisnis bawah tanah di negara ini dengan aman, sehingga Kian sangat amat menginginkan Perusahaan ini untuk dirinya gunakan mengembangkan bisnisnya dan mengamankan kekayaannya yang harus dirinya cuci ditempat ini.


"Baiklah, tapi aku ingatkan bahwa disaat suamiku datang, bisa dipastikan dirimu akan bernasib sama dengan anak buah milikmu yang mengikuti diriku dan ditenggelamkan dengan kendaraan mereka" hingga akhirnya sebuah kalimat dari Vero tentu langsung membuat Kian menghilangkan senyuman yang terpampang pada wajahnya.

__ADS_1


Bisa dikatakan Alice hanya asal berbicara saja. Karena memang dirinya melihat berita bahwa sebuah mobil yang dikenalnya yang tercebur kedalam sebuah sungai dan penumpangnya tewas tenggelam didalamnya. Tentu Alice ingin menggunakan kejadian itu untuk mengancam semua pihak yang berada disana.


Bahkan bisa dikatakan apa yang dirinya lakukan itu berhasil, karena saat ini raut wajah mereka tiba-tiba saja berubah serius karena perkataannya itu. Memang Alice tidak mengetahui kejadian sebenarnya yang terjadi kepada anak buah mereka, namun dirinya yakin jika Zen membantunya dan mereka akan bernasib sama dengan pihak yang dirinya sebutkan itu.


"Kalau begitu, coba kamu hubungi dirinya. Aku ingin tahu, pria seperti apa calon suamimu itu" ucap Kian dengan nada emosinya itu.


Melihatnya tentu Alice merasa gemetar. Namun dirinya mulai mengambil ponselnya dan saat ini mulai menghubungi sosok Zen yang akan dirinya akui sebagai calon Suaminya. Namun naas, disaat dirinya menghubungi sosok tersebut, panggilannya bisa dikatakan tidak dijawab oleh pria tersebut.


Tentu Alice mulai panik saat ini. Hingga dirinya mulai mencoba menghubungi Zen kembali namun tetap saja panggilannya tetap tidak tersambung. Masalahnya, perkataannya barusan sudah membangkitkan kemarahan dari pria bernama Ian tersebut, apalagi dirinya sudah mengetahui dalang dari terbunuhnya anak buahnya.


Memang perkataan Alice merupakan sebuah karangan belaka. Namun pada nyatanya, hal itu benar terjadi karena memang Zen sendiri yang membunuh anak buah pria itu dengan menenggelamkan mereka pada sebuah sungai. Jadi, bisa dilihat Kian yang murka itu mulai mendekat kearah Alice dan langsung menamparnya.


Kian tentu sangat amat marah disaat bawahannya itu malah tewas karena tenggelam sebelumnya. Masalahnya bukan tewasnya mereka yang membuat Kian marah, tetapi apa yang mereka bawa yang membuat Kian sangat murka, disaat hal itu ditemukan oleh berbagai pihak.


Ada beberapa dokumen penting tentang bisnis bawah tanahnya bisa dikatakan berada ditangan mereka, sehingga Kian harus mengorbankan banyak hal untuk membuat informasi yang mereka bawa itu tidak bocor kehadapan publik dan akan menghancurkan namanya.


Maka dari itu, disaat dirinya mengetahui pihak yang berhasil membunuh anak buahnya dengan keadaan yang sangat mengenaskan itu, dirinya bisa dikatakan sangat marah karena selain membunuh mereka, Zen hampir saja menyebarkan informasi berharga kepada seluruh pihak.


"Cepat hubungi dirinya!" teriak Kian kembali kepada Alice yang merasa sudah tidak sabar mencabik-cabik sosok Zen.

__ADS_1


Alice yang tersungkur akibat tamparan yang dirinya terima saat ini mulai ketakutan. Rasa sakit dari tamparan yang dirinya terima, tentu membuat dirinya sangat terkejut dengan kejadian itu. Tubuhnya mulai gemetar saat ini, karena merasa takut apalagi tatapan dari Kian sangat amat menyeramkan bagi dirinya saat ini.


Maka dari itu, tubuhnya yang merasa takut itu seakan terpaku dan dirinya tidak mampu untuk melakukan apapun karena kondisinya masih merasa terkejut dengan apa yang baru saja dirinya terima, sehingga keadaannya yang terlihat sedang shock itu membuatnya terdiam dan hanya bisa gemetar ketakutan.


"Cepat panggil di-" Namun belumlah pria itu menyelesaikan teriakannya, sebuah benda padat berbentuk bulat saat ini mendarat pada kepalanya.


Tentu benda itu langsung membuatnya tersungkur karena kekuatan dari benda yang mengenai dirinya itu sangat amat kencang. Semua pihak yang berada disana sangat terkejut dengan kejadian itu, bahkan Alice saat ini semakin ketakutan karena sebuah kepala manusia saat ini mulai menggelinding kearah dirinya.


"K-kepala?" ucap Alice panik yang melihat sebuah kepala manusia yang terputus saat ini tergeletak dihadapannya.


Bisa dikatakan, potongan kepala manusia itu yang mengenai sosok Kian yang sudah tersungkur ditempatnya. Entah siapa yang melemparkan kepala itu, hingga sosok yang melakukannya saat ini mulai masuk kedalam ruangan dari Alice dengan santai dengan menggendong Putri dari Alice pada gendongannya saat ini.


Melihat sosok yang datang itu, tentu membuat Alice merasa lega. Apalagi sosok tersebutlah yang bisa dikatakan dirinya anggap sebagai calon suaminya untuk membantunya saat ini. Dan begitulah pria itu mulai memasuki tempat itu dengan santai, melewati para pengawal dari pria bernama Kian itu dan menuju kearah Alice.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Zen yang saat ini sudah berjongkok dihadapan Alice dan saat ini mencoba membantu dirinya.


Alice tentu merasa sangat senang dengan kedatangannya. Apalagi yang paling membuat dirinya bahagia bahwa Putrinya bisa kembali dengan selamat, dan saat ini berada di gendongan dari Zen. Maka dari itu, Alice merasa sangat lega dan tidak tahu harus melakukan apa untuk membalas semua perbuatan pria yang saat ini menggendong putrinya itu.


Di sisi lain, Kileni sendiri saat ini memang tidak melakukan apapun atas kejadian tersebut, padahal Ibunya berada dihadapannya. Karena memang, hal ini dikarenakan dirinya sudah dikenakan sebuah alat permainan Virtual Reality oleh Zen, dan hal itu tentu saja membuat dirinya tidak melihat apapun yang sedang Zen lakukan sedari tadi.

__ADS_1


"Terima kasih, Tuan Zen... Terima kasih"


__ADS_2