
Lenneth memang belum pernah sekalipun bertemu dengan Pride sama sekali. Karena memang saat dirinya dilahirkan, Pride sudah meninggal dunia. Bahkan kedua orang tuannya, bahkan belum sempat sama sekali melayani orang yang harus mereka layani itu.
Karena memang, pelayanan yang mereka berikan kepada Pride hanya terhenti pada Kakek dari Lenneth atau bisa dikatakan Kakek buyut dari Kelly. Jadi, keluarga Lenneth hanya fokus dalam melayani orang yang paling dicintai oleh Tuannya itu setelah kepergiannya.
Apalagi, keluarga dari Lenneth bersumpah akan terus melayani sosok yang penting bagi orang yang mereka layani itu, dan akan melanjutkan tradisi melayani dirinya menggantikan sosok Pride yang sudah meninggal, hingga mungkin sosok yang selalu ditunggu kemunculannya oleh Pride akan muncul.
“Hm... Kerja yang bagus, Lenneth. Sebentar lagi pasti kamu akan bisa membaca buku ini secara keseluruhan” ucap gadis yang mempunyai telinga panjang yang sedang mengajari Lenneth kecil dalam membaca.
Sosok Lenneth kecil sangat bahagia bisa bercengkrama dengan orang sedang mengajari dirinya membaca saat ini. Apalagi Lenneth yang memang pertama kali baru diajari, memang cukup kesulitan untuk mengikutinya. Namun tetap saja wanita bertelinga panjang itu dengan sabar mengajarkan cara membaca yang benar kepada Lenneth kecil.
“Terima kasih, Nona Axillia” balas Lenneth kecil yang merasa sangat bahagia, karena saat ini dirinya mendapatkan sebuah pelajaran dari orang yang harusnya dirinya layani.
Memang Sang Elf yang dipanggil Axillia itu, sifatnya sangat lembut kepada orang terdekatnya. Bahkan dirinya tidak menganggap rendah status dari Lenneth beserta orang tuanya yang merupakan pelayan dari dirinya. Karena memang, dirinya tidak akan membeda-bedakan status pihak yang saat ini memang melayani dirinya hingga saat ini.
Bahkan kehidupan dari Lenneth saat masih tinggal bersama dengan orang yang harus dirinya layani itu, bisa dikatakan sangat amat tentram dan membuat dirinya bahagia. Apalagi, keluarganya tidak kekurangan apapun saat mereka tinggal bersama dengan Axillia.
Apalagi, pihak Axillia menganggap keberadaan mereka sebagai keluarga baginya. Jadi, kehidupan yang mereka jalani bersama-sama bisa dikatakan cukup hangat dan membahagiakan bagi mereka semua, termasuk Lenneth yang tidak merasa kekurangan rasa kasih sayang.
Namun semua itu tidak bertahan lama. Karena akhirnya sebuah musibah mulai menimpa kehidupan tentram mereka. Memang ada satu dan lain hal yang disembunyikan oleh Axillia kepada beberapa pihak yang berada didekatnya dan hal itulah yang membuat musibah itu akhirnya datang menyerang mereka.
Bahkan dengan mata kepalanya sendiri, Lenneth menyaksikan kedua orang tuannya dibunuh didepan matanya, karena mereka hendak melindungi sosok yang paling mereka hormati keberadaannya itu. Dengan berurai air mata, Lenneth mulai meratapi kejadian yang baru saja dirinya alami itu.
“Ayah... Ibu....” tangis Lenneth yang saat ini sudah beranjak dewasa, setelah melihat keberadaan Ayah dan Ibunya sudah tewas karena perbuatan beberapa pihak.
“Maafkan aku Lenneth. Karena mungkin apa yang aku lakukan, membuat kedua orang Tuamu terbunuh” ucap Axillia yang merasa menyesal kehilangan seseorang yang sangat dirinya sayangi.
Namun Lenneth memang sama sekali tidak menyalahkan kondisi orang tuanya yang sudah meninggal itu kepada Axillia. Karena memang, apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya merupakan pilihan mereka dan tidak bisa dihalangi oleh siapapun juga.
Apalagi, mereka mengorbankan diri mereka dalam melindungi sosok yang selama ini selalu baik dan sosok yang paling berjasa pada kehidupan mereka. Jadi, Lenneth tidak akan marah karena kedua orang tuanya melakukan apa yang menurut mereka benar, dan sangat bangga bisa melakukannya untuk orang yang paling berharga bagi mereka.
“Ayah dan Ibu saya, memilih mengorbankan diri mereka untuk melindungi Anda, Nona Axillia. Jadi, saya hanya menerima keputusan mereka, dan memutuskan untuk menggantikan posisi mereka untuk melayani anda mulai sekarang” ucap Lenneth, yang mulai membungkuk kepada Axillia.
Mendengar perkataan dari gadis yang dirinya lihat pertumbuhannya sedari kecil, membuat Axillia semakin merasa menyesal dengan pernyataan yang diberikan oleh Lenneth saat itu. Apalagi dirinya merasa tidak bisa menerima ketulusan yang diberikan Lenneth dan juga kedua orang tuannya kepada dirinya.
Karena memang, bisa dikatakan kejadian yang mereka alami saat ini, adalah mungkin merupakan kesalahan yang dirinya perbuat sehingga kedua orang pelayannya bisa dikatakan sudah meregang nyawa mereka. Maka dari itu, Axillia sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi kepada mereka.
__ADS_1
Jadi, dirinya sudah memutuskan sesuatu dan tidak ingin orang yang sangat tulus melayani dirinya akan menjadi korban dari perbuatannya lagi untuk kedepannya. Apalagi, sudah dipastikan keberadaannya akan terus diburu oleh beberapa pihak, karena dirinya memang sedang menyembunyikan sesuatu pada dirinya.
“Maafkan aku Lenneth. Tetapi, keberadaan dirimu yang merupakan pelayanku sepertinya tidak aku butuhkan lagi” ucap Axillia dengan nada lembut miliknya.
“K-Kenapa Nona?” ucap Lenneth yang terkejut, seakan dirinya mulai dibuang oleh orang yang sangat dirinya hormati itu.
“Aku ingin kamu hidup dengan bebas mulai saat ini Lenneth. Aku ingin, kamu menemukan kebahagiaanmu sendiri. Karena memang dirimu tidak akan bahagia jika kamu terus mengikuti diriku” balas Axillia yang mulai mengelus dengan lembut rambut dari Lenneth.
“Tapi, saya akan bahagia jika melayani anda, Nona Axillia.” ucap Lenneth yang menolak pernyataan yang dilontarkan oleh Axillian itu kepada dirinya.
“Seperti apa yang aku katakan tadi, Lenneth. Kamu tidak akan bahagia jika terus bersamaku. Jadi, lebih baik kamu harus mengikhlaskan untuk meninggalkan diriku” ucap Axillia kembali dan mencoba meyakinkan orang yang paling dirinya sayangi itu.
Memang Axillia merasa berat jika dirinya harus berpisah dengan sosok yang memang dirinya rawat sedari kecil. Namun keputusannya sudah bulat, karena memang dirinya ingin melindungi keberadaannya yang tidak akan terkena berbagai permasalahan, jika Lenneth terus bersama dengan dirinya.
Tentu Lenneth terus menolak dan ingin terus bersama dengan Axillia. Namun karena keputusan sosok Elf itu sudah bulat, membuat akhirnya Lenneth hanya menerima keputusan dirinya saja. Apalagi memang Axillia berjanji akan menjemput keberadaan dirinya dimasa depan.
Hingga akhirnya hari dimana mereka berpisah akhirnya tiba. Setelah Axillia membantu Lenneth menguburkan jasad kedua orang tuanya pada pemakaman keluarga khusus dari keluarga Lenneth, akhirnya Axillia memutuskan untuk meninggalkan Lenneth agar dirinya bisa hidup dengan bebas mulai sekarang.
“Jaga dirimu baik-baik, Lenneth.” Ucap Axillia yang akan beranjak dari tempatnya, dan sedang berpamitan kepada wanita tersebut.
“Melayani kalian berdua merupakan kebanggan bagi saya, Nona Axillia, Nona Ottavia” ucap Lenneth yang melepaskan kepergian mereka berdua. Walaupun sangat berat melepaskan mereka, namun mau tidak mau Lenneth harus menerima keputusan mereka.
Ternyata, kepergian kedua orang itu tidak serta merta membuat keadaan dari Lenneth mulai membaik. Karena memang, pihak yang mencoba mencari keberadaan Axillia berhasil menangkap Lenneth, untuk mencari tahu keberadaan kedua orang yang keberadaannya menghilang tersebut.
Tentu Lenneth bersikukuh tidak mengetahui keberadaan mereka karena memang dirinya tidak mengetahuinya. Bahkan jika memang dirinya mengetahuinya, Lenneth tidak akan memberitahukan kepada mereka, karena memang dirinya tidak akan menjual orang yang berjasa kepada dirinya dan keluarganya.
“Silahkan kalian bunuh saja diriku, karena aku tidak akan memberitahu keberadaan mereka kepada kalian” ucap Lenneth yang merasa inilah perbuatan terakhirnya, untuk melayani kedua orang yang paling dirinya hormati di dunia ini selain kedua orang tuannya.
Tentu orang yang menangkapnya cukup geram dengan sikap Lenneth yang sangat keras kepala. Bahkan mereka hendak membunuh dirinya saat itu juga. Namun sebelum itu, ternyata tempat dimana Lenneth berada saat ini mulai diserbu oleh sebuah pihak.
Ternyata kelompok yang menangkap Lenneth, juga mempunyai masalah dengan pihak Dewa Shinto. Maka dari itu, saat ini seorang Dewa dari Dewa Shinto sudah datang bersama beberapa bawahan miliknya ketempat ini, untuk memusnahkan seluruh pihak yang menjadi musuh mereka yang berada disana.
Dan inilah pertama kalinya Lenneth bertemu dengan seorang Dewa, dan Dewa itulah yang memutuskan menyelamatkan dirinya dan memberikan tempat tinggal sementara untuk dirinya. Karena memang, kondisi Lenneth saat itu merupakan seseorang yang tidak mempunyai sebuah tujuan dan tempat untuk bernaung.
“Ini tempat tinggal dirimu mulai sekarang” ucap Dewa itu, kepada Lenneth yang membawanya menuju wilayahnya.
__ADS_1
“Terima kasih, Tuan Ebisu” ucap Lenneth kemudian, yang merasa bersyukur bahwa dirinya akan mempunyai kehidupan baru.
Kehidupan Lenneth memang mulai berubah setelah dirinya diselamatkan oleh Dewa Ebisu beberapa tahun yang lalu. Karena memang, dirinya saat ini sudah menjadi kepala pelayan rumah dari kediaman Dewa Ebisu pada area Dewa Shinto di Kerajaan Jepang.
Namun naas, ketentraman yang sudah dirinya dapatkan itu tidak bertahan lama. Karena pada suatu malam, Lenneth yang sedang terlelap didalam kamarnya, didatangi oleh orang yang menjadi atasan barunya dan mulai melakukan hal yang keji kepada dirinya.
Karena memang Dewa Ebisu saat itu sedang mabuk dan sedikit tidak sadar, dan malah masuk kedalam sebuah kamar dari kepala pelayannya. Tentu melihat sosok Lenneth yang saat itu sedang terlelap dengan nyaman ditempatnya, membuat Dewa yang tidak sadar itu langsung mulai membuat sebuah tindakan yang tidak akan pernah dilupakan oleh Lenneth.
“Aku harus melarikan diri dari sini” ucap Lenneth yang merasa trauma atas kejadian yang terjadi kepada dirinya, setelah dirinya terbangun keesokan harinya dan terbaring dengan pria yang membuat hal keji kepada dirinya.
Lenneth saat itu juga langsung memutuskan melarikan diri dari sana, karena dirinya sudah merasa apa yang dialaminya merupakan sebuah hal yang sangat melukai dirinya. Tentu dirinya tidak mau mengalami sesuatu yang seperti itu lagi dan memutuskan untuk melarikan diri.
Karena memang, perbuatan yang dirinya alami dan secara terpaksa dilakukan kepadanya, membuat wanita itu seakan trauma dengan kejadian tersebut. Bahkan dirinya merasa menjadi wanita yang sangat kotor setelah mengalami sebuah tragedi keji, yang dilakukan oleh seseorang yang perilakunya dianggap sangat keji oleh Lenneth.
Hingga beberapa bulan sudah berlalu semenjak pelarian yang dilakukan oleh Lenneth, dari wilayah tempat tinggal dari Dewa Shinto. Trauma yang dirinya terima bahkan hingga saat ini belum juga hilang dari dirinya sepenuhnya, bahkan hal itu diperparah saat dirinya mengetahui bahwa hasil tragedi yang dialaminya menyebabkan dirinya hamil.
Awalnya dirinya bahkan merasa anak yang dikandungnya merupakan sebuah kutukan yang diberikan kepadanya, akibat kejadian masa lalu yang membuatnya trauma itu. Bahkan dirinya hendak mengugurkan kandungannya itu, karena dirinya menganggap janin yang berada diperutnya merupakan sebuah hal yang sangat amat salah.
Tetapi untung saja, dirinya berhasil bertemu kembali dengan sosok orang yang paling dirinya hormati sekali lagi, saat dirinya berada pada kondisi yang bisa dikatakan sangat amat terpuruk.
“Aku tidak tahu kehidupanmu akan menjadi seperti ini, Lenneth” ucap Axillia yang merasa sangat amat bersalah dengan keadaan Lenneth saat ini.
Memang Axillia bisa merasakan bahwa keadaan Lenneth memang tidak baik-baik saja. Jadi, dirinya memutuskan untuk mencari keberadaan wanita tersebut dan mencoba untuk membantunya keluar dari permalasahan yang dirinya sedang alami. Namun, apa yang dirinya temui membuatnya tak kuasa menahan sedih.
Orang yang harusnya akan bahagia jika meninggalkan keberadaannya, malah saat ini menjalani kehidupan yang tidak bisa dibayangkan oleh dirinya. Bahkan Axillia sempat menyesal untuk meninggalkan wanita itu, apalagi setelah dirinya melihat trauma yang dialami oleh Lenneth yang bisa dikatakan sangat amat parah.
Axillia akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama dengan Lenneth kembali untuk membantu penyembuhan rasa trauma dari dirinya. Bahkan dirinya memutuskan untuk selalu berada disisinya untuk sementara, agar kondisi dari Lenneth bisa cepat untuk sembuh dan dirinya bisa kembali seperti Lenneth yang dirinya kenal.
"Cih... mengapa mereka dengan cepat menemukan keberadaan kita?" Kata Axiliia, setelah dirinya sudah beberapa bulan merawat kondisi dari Lenneth.
Bisa dikatakan Lenneth saat ini sudah sembuh dari trauma yang dirinya alami sepenuhnya. Apalagi Axillia merawatnya dengan serius dan memastikan bahwa wanita itu harus sembuh sepenuhnya. Namun sepertinya kebahagiaan yang dirinya rasakan setelah melihat Lenenth sembuh tidak bertahan lama.
Beberapa pihak yang mengejar dirinya, dan seorang wanita yang bersamanya bisa dikatakan sudah mengetahui keberadaannya saat ini. Maka dari itu, mereka harus melarikan diri secepatnya dari tempat mereka berada saat ini. Tetapi, hal tersebut malah membuat Axillia kembali bimbang dengan keputusan yang akan dirinya ambil.
Karena memang, Axillia kembali tidak bisa mengajak Lenneth untuk ikut dengannya. Karena dirinya tahu, bahwa apa yang dirinya lakukan saat itu akan membuat Lenneth mungkin terbunuh, apalagi dirinya tidak bisa secara langsung melindungi dirinya jika memang wanita itu akan berpergian bersamanya.
__ADS_1
“Saya mengerti Nona Axillia. Anda tidak perlu membawa saya. Karena saya berjanji, kehidupan saya dan putri saya kelak, akan menjadi kehidupan yang bisa membuat saya bahagia”