Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Bebas


__ADS_3

Zen mulai keluar dari kantor kepolisian dengan Santi melalui pintu belakang dari kantor kepolisian tempat mereka berada tadi. Santi juga sudah membawa barang-barang pribadinya dari ruangan kantornya tadi, karena mulai hari ini Santi juga sudah mengundurkan diri secara resmi dari instansi tempat dimana dirinya bekerja selama ini.


Dengan menghindari para wartawan yang dipastikan sudah menunggu keberadaan mereka didepan gedung kepolisan tempat mereka berada, Santi memutuskan untuk keluar melalui jalur belakang atau jalur yang dikhususkan untuk petugas kepolisian untuk meninggalkan tempat ini.


Apalagi kendaraan yang dibawa Santi saat dirinya bekerja, memang dirinya parkir pada wilayah khusus untuk para anggota kepolisian yang bekerja ditempat ini, sehingga mereka bisa keluar dengan selamat tanpa harus menemui beberapa pihak yang akan merepotkan keberadaan mereka saat akan beranjak dari tempat ini.


"Kenapa kamu tidak bilang bahwa kamu merupakan pemilik Darkness Company dan Raja Gizeweith, Zen?" hingga baru saja Zen masuk kedalam mobil milik Santi dan memasang sabuk pengamannya, dirinya dikejutkan dengan Santi yang tiba-tiba saja bertanya kepadanya.


Dengan nadanya yang sedikit membentak itu, Santi yang baru saja masuk kedalam kendaraan miliknya, memang ingin langsung mengkonfirmasi apa yang baru saja dirinya dengar dari Vero kepada dirinya, tentang identitas dari Zen yang sebenarnya, yang tentu saja bisa dikatakan sangat amat mengejutkan bagi dirinya saat mendengarnya.


Santi memang sudah mengetahui semua hal tentang status dari Zen tentu dari mulut Istri dari Zen secara langsung. Apalagi dirinya harus membela sosoknya dari kasus yang sedang dijalani oleh Zen, yang membuat sosoknya tertuduh dalam melakukan pembunuhan sekaligus pembakaran kediaman seorang konglomerat.


Maka dari itu, Santi saat ini ingin memastikan secara langsung perkataan dari Vero itu, tentang identitas sebenarnya dari Zen kepada sosoknya secara langsung. Apalagi pada awalnya sosok mafia tentu masih menjadi sosok yang diketahui oleh Santi, tentang siapa sebenarnya sosok Zen yang dirinya kenal selama ini.


"Oh... kamu sudah mengetahuinya?" hingga balasan singkat dari Zen langsung menjawab semua pertanyaan yang memenuhi kepalanya sedari tadi itu.


Zen memang masih dikenal sebagai mafia oleh Santi. Tentu dirinya pernah bertemu Bari yang notabennya merupakan pemimpin dari perusahaan cabang Darkness Company di kota ini. Pada awalnya memang dirinya sangat amat terkejut dengan kenyataan bahwa pria itu sangat menghormati sosok Zen pada saya mereka bertemu.


Hingga sebuah perkiraan dari pemikiran liarnya, menganggap bahwa Zen merupakan salah satu anggota mafia dari dunia bawah tanah di dunia ini. Apalagi pada saat itu Santi mengira bahwa mungkin Darkness Company memiliki bisnis bawah tanah dan Zen bekerja dibawah naungan salah satu bisnis tersebut.

__ADS_1


Memang pemikiran Santi itu bisa dikatakan masuk akal, walaupun apa yang dirinya perkirakan itu sangat salah. Hal tersebut tentu saja cukup wajar menurutnya, jika memang perusahaan besar itu mungkin akan membereskan urusan bisnis mereka atau melindungi jalannya bisnis mereka dengan membuat sebuah perusahaan bawah tanah.


Hingga pemikirannya itu sudah terbukti sangat salah, setelah Zen mulai mengakui dengan jelas bahwa dirinya merupakan seorang yang sosoknya tidak terbayangkan oleh Santi yang mendengar secara langsung konfirmasi dari mulut pria itu tentang kebenaran atas status dirinya.


"Lalu, apakah kita akan terus berdiam saja ditempat ini, dan dirimu terus menatapku dengan tatapan terkejut yang kamu tunjukkan kepadaku itu? Atau kita pergi dari sini dan mendiskusikan permasalahan ini pada tempat yang cocok untuk kita mendiskusikannya?" ucap Zen kemudian, yang melihat Santi masih berdiam menatap dengan tatapan tak percaya kepada Zen.


"Hahh... maafkan aku, Zen. Aku hanya terkejut saja mendengarkan apa yang baru saja kamu katakan tadi" dan begitulah ucapan Santi yang akhirnya menjalankan kendaraannya keluar dari tempat mereka berada saat ini.


Dengan jalannya kendaraan dari Santi saat ini, sudah sangat dipastikan bahwa Santi sudah melepaskan sepenuhnya apa yang dirinya perjuangkan selama ini, pada tempat yang selama ini menjadi tempat yang dirinya harapkan bisa mewujudkan keinginannya untuk membantu beberapa pihak untuk menjalani kehidupan yang adil.


Namun nyatanya, instansi yang seharusnya menjadi instansi yang akan mengayomi masyarakat itu, ternyata merupakan sebuah apel segar dengan sebuah sisi yang sangat busuk. Sehingga selain dirinya harus membasmi sebuah kejahatan pada wilayah tempat dimana dirinya berada, dirinya juga harus melawan orang-orang yang berada didalam instansinya sendiri.


Apalagi saat ini menurutnya apa yang dirinya lakukan itu sudah menuju kearah yang benar, apalagi dibelakangnya dirinya mendapatkan dukungan yang sangat besar dan hal tersebut dapat membantunya untuk mewujudkan mimpinya dalam membela sebuah keadilan.


"Tapi diantara semua wanita yang mengetahui identitas asli dari diriku, kamu termasuk wanita yang tidak terlalu terkejut dengan semua hal tentang kebenaran diriku, Santi" dan begitulah Zen yang mulai melanjutkan percakapan mereka saat ini.


"Bukankah disaat aku mengira dirimu merupakan seorang Mafia, aku sangat terkejut pada saat itu. Jadi, disaat aku mengetahui kebenarannya dari jari dirimu yang sebenarnya, aku sudah tidak terlalu terkejut lagi." Balas Santi yang masih fokus mengemudikan kendaraan yang dibawa olehnya.


Siapa yang tidak terkejut mengetahui jati diri dari pihak yang sangat dirinya cintai merupakan orang yang tidak terbayangkan sosoknya. Namun karena Santi sudah dikejutkan oleh perilaku Zen berkali-kali, jadi rasa terkejut yang dirinya rasakan saat ini, tidak terlalu membuatnya sangat terkejut dengan kenyataan tersebut.

__ADS_1


"Jadi, hubungan apa yang sedang kita jalani saat ini kalau begitu?" ucap Zen kembali, namun kali ini Santi tidak langsung menjawab perkataannya itu.


Santi masih melakukan kendaraannya dengan perlahan, hingga sebuah lampu merah yang menyala dan memaksanya untuk menghentikan mobilnya mulai membuat mobil yang dibawa oleh Santi itu berhenti, dan setelah dirinya menghentikan mobilnya, Santi laku menatap sosok Zen yang saat ini sedang menatapnya juga.


"Kamu tentu saja sudah mengerti perasaanku Zen. Aku sangat mencintaimu, jadi aku ingin agar kamu menjadi Suamiku" hingga akhirnya, apa yang ditunggu-tunggu oleh Zen mulai diucapkan oleh Santi kepadanya.


Zen memang sengaja memancing agar wanita itu mengungkapkan perasaannya secara langsung, agar Zen bisa dengan segera membalas perasaan tulusnya dan melanjutkan tahap selanjutnya dari berkah sebuah ikatan. Maka dari itu, Zen yang saat ini mulai tersenyum mulai bersiap untuk membalas perkataannya.


"Aku juga mencintaimu, Santi" dan begitulah ucapan Zen yang membuat Santi menjadi wanita ketiga yang saat ini sudah resmi meningkatkan berkah ikatan dirinya dengan Zen.


Kedua pasangan yang masih saling memandang itu, saat ini mulai tersenyum untuk menunjukkan perasaan mereka saat ini. Bahkan warna lampu yang mengharuskan mobil yang dikendarai oleh Santi untuk melaju itu, malah tidak dipedulikan oleh mereka hingga kendaraan yang berada dibelakang mereka mulai mengganggu kegiatan mereka saat ini.


"Sial, aku malah terbawa suasana dan saat ini membuat beberapa pihak yang berada dibelakang kita sepertinya cukup marah" ucap Santi yang saat ini akhirnya mulai melanjutkan kendaraannya, setelah suara bising dari suara klakson mulai terdengar dengan sangat berisik tadi.


Tentu dengan senyum yang terus muncul pada wajahnya yang terlihat senang itu, Santi saat ini sudah berhasil mewujudkan keinginannya dengan berhasil mengejar cintanya terhadap sosok Zen. Apalagi Zen yang sosoknya notabennya sangat amat penting dan sangat besar itu mau menerima sosoknya yang bisa dikatakan bukan siapa-siapa bagi dirinya.


Maka dari itu, menurutnya perjuangan cintanya itu sangatlah berhasil, padahal dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa apa yang dirinya perjuangkan itu malah membuahkan hasil yang sangat membahagiakan bagi dirinya, dan saat ini membuat dirinya tidak tahu lagi mengekspresikan perasaan bahagianya seperti apa.


"Lalu, kita akan kemana saat ini?"

__ADS_1


__ADS_2