Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Sosok Yang Dicari


__ADS_3

Tentu kedatangan Amaterasu dihadapan Zen saat ini, membuat Zen langsung menghela nafasnya. Apalagi setelah wanita itu saat ini meminta pertolongan kepada dirinya, sehingga membuat Zen hanya mulai menghela nafasnya saja, karena saat ini sepertinya apa yang dirinya inginkan akan membuat Zen sakit kepala.


Tentu jika Amaterasu sendiri yang meminta secara langsung kepada Zen untuk menolongnya, Zen dengan senang hati menerima permintaannya. Namun berbeda jika Amaterasu meminta tolong untuk menyelesaikan permalasahan orang lain, yang bisa dipastikan akan membuat Zen malas melakukannya.


Namun mau bagaimana lagi. Karena Amaterasu sudah meminta sesuatu kepada dirinya, mau tidak mau Zen akan mengikuti perkataannya itu, apalagi Zen tidak bisa menolak permintaan dari wanita yang mengeluarkan sebuah tahap awal dari sebuah berkah ikatan pada dirinya.


"Ayo, lebih baik kita berbicara pada kediamanku saja" ucap Zen yang memutuskan untuk mengajak Amaterasu menuju kediamannya terlebih dahulu, dan mendengarkan permintaannya disana.


Amaterasu tentu dengan senang hati menerima permintaan Zen itu. Hingga akhirnya mereka berdua sudah berjalan berdampingan untuk kembali menuju kediaman yang ditinggali Zen, untuk mendiskusikan permintaan yang akan dirinya minta kepada Zen nantinya.


"Aku dengar, kamu bertunangan lagi, Zen" hingga dalam perjalanan mereka, Amaterasu akhirnya mulai membuka pembicaraan.


"Tentu saja. Aku juga tidak ingin membuat calon-calon Istriku menunggu diriku tanpa kepastian dari perasaan mereka" dan begitulah jawaban dari Zen hingga membuat Amaterasu langsung menatap dirinya dengan tatapan yang sedikit tajam.


Tentu dari tatapan tersebut, bisa terlihat bahwa Amaterasu saat ini sedang mengungkapkan tentang sesuatu, yang seakan menanyakan tentang 'bagaimana dengan diriku?'. Dan hal itulah yang saat ini tertera dengan jelas pada tatapan yang diberikan oleh wanita tersebut kepada Zen.


"Sudahlah, ayo kita menuju kediamanku" hingga tatapan tajam dari Amaterasu mulai berubah dengan sebuah senyuman pada wajahnya, karena dirinya merasa bahagia dengan Zen yang sudah menggenggam tangannya.


Tidak perlu diketahui lagi perasaan dari Amaterasu. Dirinya tentu tidak perlu untuk mengungkapkan perasaannya juga, karena memang dirinya tahu bahwa Zen pasti mengetahui perasaannya. Tentu dirinya bisa merasakan sendiri berkah ikatan yang keluar dari tubuhnya karena memang Amaterasu sendiri merupakan seorang Dewa.


Walaupun awalnya dirinya tidak mengetahui tentang aura apa yang dirinya keluarkan itu, namun karena dirinya melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa aura tersebut langsung mengarah kearah Zen, wanita itu mulai menebak dengan jelas maksud dari aura yang dirinya keluarkan tersebut.

__ADS_1


"Aku tahu kamu tidak akan meninggalkanku" balas Amaterasu yang merasa bahagia, bahwa hubungannya dengan Zen mulai berkembang saat ini.


"Cih.. tapi aku harap kamu bersabar. Karena aku harus mengurus sesuatu terlebih dahulu baru memikirkan tentang hubungan kita" balas Zen.


"Baiklah, aku akan menunggu. Bahkan aku juga sudah mendiskusikan hal ini dengan Dewi Freya untuk menunggumu" Balas Amaterasu yang saat ini melenggang dengan sangat bahagia disebelah Zen.


Memang Amaterasu mulai berhubungan dengan baik dengan Freya. Walaupun memang dirinya tidak bisa dengan jelas memperhatikan sosoknya, tetapi dirinya juga merasa bahwa Dewi itu memiliki aura yang sama dengannya yang bisa dikatakan ujung aura itu menuju kearah sosok Zen.


"Ngomong-ngomong soal Freya, aku cukup kesulitan untuk menghubungi dirinya belakangan hari ini. Apakah kamu tahu alasannya?" tanya Zen yang memang beberapa hari kebelakang cukup susah menghubungi wanita tersebut.


"Hal itulah yang akan aku jelaskan nanti Zen. Karena permasalahan yang dirinya alami, bisa dikatakan berhubungan dengan permintaanku nanti" balas Amaterasu kepada dirinya.


Zen memang sudah memberitahukan tentang keberadaan Axillia kepada Freya. Tentu dirinya sangat amat senang dan memutuskan untuk menunggu Axillia menyelesaikan artefak yang akan dirinya buat. Hingga setelah itu, wanita itu sangat sulit untuk dihubungi bahkan oleh Zen sekalipun.


Dan begitulah perjalanan mereka yang saat ini sudah tiba didepan pintu dari kediaman dari Zen. Hingga Zen tanpa basa-basi langsung memasuki kediamannya dan disambut dengan sosok Istri-istrinya yang masih bercengkrama dengan hangat pada ruang keluarga dari kediaman ini.


"Aku kembali" hingga begitulah ucapan Zen yang menyapa semua Istrinya yang berada disana.


Tentu dirinya disambut sangat baik oleh mereka, namun mereka semua terkejut melihat siapa sosok yang saat ini dibawa oleh Zen saat ini. Tentu mereka semua sangat mengenal sosok tersebut, karena dirinya merupakan putri dari sebuah kerajaan, jadi mereka bisa dikatakan tidak menyangka wanita itu datang pada kediaman ini.


"Perkenalkan ini Amat-" namun belumlah Zen menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja Amaterasu langsung melepaskan genggamannya.

__ADS_1


Tentu Zen bingung dengan perilaku dari wanita itu, hingga dirinya baru menyadari sesuatu setelah melihat kemana arah Dewi itu saat ini pergi, karena Zen juga sempat melupakan permalasahan itu sejenak dan baru mengingat tentang apa yang terjadi saat ini.


"Sial, aku lupa bahwa sosok yang dicari oleh Amaterasu dan seluruh faksi Dewanya, saat ini sudah menjadi Istriku" gumam Zen melihat tingkah lakunya itu.


Semua istri Zen juga cukup kebingungan dengan sikap dari Amaterasu. Apalagi saat ini dirinya mulai mendekat kearah salah satu dari mereka, hingga wanita yang merupakan Putri sebuah Kerajaan itu langsung memeluk sosok Kileni yang saat ini diam terpaku ditempatnya, karena kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Akhirnya, aku menemukan dirimu sepupu" ucap Amaterasu yang merasa senang berhasil menemukan sosok yang selama ini dicarinya.


Mendengar perkataannya, tentu langsung membuat mereka semua paham dengan apa yang terjadi. Apalagi mereka juga baru sadar bahwa Amaterasu merupakan putri dari sebuah Kerajaan yang merupakan asal dari Ayah kandung dari Kelly berada. Jadi wajar jika terlihat bahwa Amaterasu saat ini sangat amat senang bertemu dengan dirinya.


"Apakah kamu tahu, sepupu. Bahwa kami selama ini mencari keberadaan dirimu" dan begitulah ucapan Amaterasu kemudian yang tidak pernah melepaskan pelukannya dari sosok wanita yang saat ini sedang dipeluknya.


"M-mengapa kalian mencari keberadaan diriku?" hingga Kelly yang awalnya terkejut dan diam ditempatnya, mulai memberanikan diri membalas perkataan wanita tersebut.


"Tentu karena kita keluarga, makanya kami mencari keberadaan dirimu" balas Amaterasu yang mulai melepaskan pelukannya dan saat ini menatap wanita yang menjadi sepupunya itu.


Selama ini keberadaan Kelly dan Ibunya merupakan prioritas utama bagi Dewa Shinto untuk ditemukan keberadaanya. Namun naas, hingga saat ini mereka tidak berhasil menemukan keberadaannya, karena bisa dikatakan mereka seakan hilang ditelan bumi dan tidak pernah ditemukan kembali.


Awalnya mereka mengira Lenneth, atau Ibu dari Kelly sudah meninggal dunia, karena tentu saja dirinya tidak akan mampu mengandung sosok dari seorang Dewa. Namun, mereka bisa memastikan hal itu tidak benar, karena mereka bisa memastikan bahwa anak yang dikandungnya itu hidup.


Apalagi pihak Shinto memiliki sebuah artefak yang bisa memperhatikan kondisi dari seluruh pihak mereka, termasuk seorang manusia setengah Dewa yang lahir dari benih mereka. Maka dari itu, mereka sangat tahu bahwa sosok Kelly masih hidup dan berniat mencari keberadaan dirinya.

__ADS_1


"Lalu, dimana Ibumu?"


__ADS_2