Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Keadaan Yang Diketahui


__ADS_3

Entah bagaimana keberadaan Zen bisa ketahuan pada saat dirinya sedang bersembunyi bersama Freya. Dirinya dan wanita tersebut bisa dikatakan masih menjalankan rencana awal mereka sebelum keberadaan mereka mulai terendus oleh lima mahluk yang ukurannya sangat besar dan baru saja dibangkitkan tersebut.


Memang disaat Zen dan Freya muncul dan menemukan tempat ini, bisa dikatakan Loki baru saja menyelesaikan ritualnya dan berhasil membangkitkan kelima mahluk dari rasnya yang bisa dikatakan kekuatan mereka sangatlah kuat dan bisa dikatakan mereka berdua saja tidak akan cukup untuk melawan mereka.


Walaupun bisa dikatakan Zen bisa dengan mudah mengalahkan para mahluk tersebut, tetapi dirinya harus melepaskan segel yang menyegel kekuatannya dan jika sudah dirinya berhasil lepaskan, pertarungan yang akan dilakukan oleh dirinya dengan pihak yang baru saja bangkit tersebut bisa dikatakan akan membuat hancur sepenuhnya wilayah ini.


Jadi, dirinya membutuhkan Para Dewa untuk datang dan memantu mereka dalam membuat sebuah pelindung untuk mengisolasi tempat ini, agar dirinya bisa melawan mereka dengan kekuatan penuh. Namun sayangnya, belum juga dirinya mengesekusi rencananya itu, keberadaan mereka berdua saat ini mulai ketahuan.


Entah bagaimana Zen dan Freya keberadaannya sudah diketahui saat ini oleh mereka. Hingga Zen memutuskan untuk menghalau keberadaan mereka, agar para mahluk tersebut tidak beranjak dari tempat ini dan mulai menghancurkan berbagai hal.


"Aku akan menahan mereka, jadi cepat hubungi rekan-rekanmu!" teriak Zen yang sudah mengeluarkan Ame no Ohabari dan mulai menangkis serangan yang dirinya terima saat ini.


Freya tentu merasa khawatir dengan Zen, tetapi tetap saja dirinya harus cepat menjalankan perintahnya agar Zen bisa mendapatkan sebuah bantuan. Jadi dengan kekuatan penuh, Freya mulai beranjak dari tempat itu meninggalkan Zen yang saat ini sudah masuk kedalam mode bertarung dirinya.


Ditinggalkan sendirian, Zen saat ini sudah masuk kedalam situasi yang sangat amat fokus, karena raksasa yang sangat amat besar saat ini mulai mendekat kearah Zen, yang notabennya belum siap sepenuhnya untuk melawan para mahluk yang terlihat sangat amat besar tersebut.


"Kalau begitu, datanglah! Ayo Serang aku, Raksasa busuk!" teriak Zen yang mencoba memancing para raksasa yang sudah menemukan keberadaannya itu untuk melawan dirinya, agar perhatian mereka teralihkan sepenuhnya kepada sosoknya.


Namun sepertinya Zen menyesal berkata seperti itu. Karena saat ini siluet yang sangat amat tinggi itu mulai menatap keberadaannya yang masih diam ditempatnya. Zen yang melihatnya mulai memaksakan senyumnya untuk terus muncul pada wajahnya, namun didalam hatinya dirinya mengutuk tindakannya tadi yang mencoba untuk memprovokasi mereka.


"Sialan..." dan begitulah ucapan Zen didalam hatinya, setelah salah satu raksasa tersebut sudah mulai terpancing perhatiannya kepada Zen.


Seorang Giant yang kekuatan utamanya adalah petir saat ini dengan kecepatan yang sangat cepat mulai beranjak ketempat dimana Zen berada. Namun Zen tidak gentar melihat kedatangannya, karena saat ini Zen sudah mengeratkan genggaman tangannya pada pedangnya, dan mulai mengangkatnya dan bersiap untuk bertahan dari serangannya.


Sosok besar yang bergerak sangat cepat itu, tentu akan membuat beberapa pihak akan panik melihat kejadian tersebut. Tetapi, Zen saat ini mulai menarik nafasnya dan langsung menghembuskan nafas yang dirinya hirup tadi untuk mulai mencoba fokus dengan serangan yang akan datang kearahnya. Dengan mengangkat pedang yang sekarang berada di genggamannya saat ini dirinya mulai bersiap untuk menantikan pertarungan itu akan terjadi.


Sebuah lesatan yang sangat cepat saat ini mulai mendekat kearah Zen. Namun sebelum serangan itu mengenai dirinya, Zen mulai menghindar dengan cepat dan mendaratkan sebuah tebasan kepada mahluk yang menyerangnya itu disaat dirinya mencoba menghindar.


Apa yang dirinya lakukan itu bisa dikatakan tidak sia-sia. Ketajaman Ame no Ohabari miliknya bisa dikatakan bekerja dengan sangat baik karena saat ini sebuah potongan telapak kaki dari mahluk yang menyerangnya sudah tergeletak di bawah tanah didekat dimana Zen berada saat ini.


Tentu Zen langsung tersenyum melihatnya, namun disaat dirinya melihat sosok yang berhasil dirinya tebas itu, senyum yang muncul pada wajahnya mulai menghilang dengan sebuah helaan nafas. Sebuah pergelangan kaki yang sudah dirinya putuskan itu seakan tumbuh kembali pada tubuh dari mahluk yang baru saja dirinya tebas tadi.

__ADS_1


Dengan memperhatikan pedang yang saat ini dirinya pegang, tentu Zen hanya menghela nafasnya saja. Karena bisa dikatakan, mereka mempunyai tehnik yang aneh yang bisa meregenerasi tubuh mereka, dan membuat serangan Zen tadi sangat sia-sia padahal dirinya memegang pedang yang dapat membunuh seorang Dewa.


Jadi, dirinya saat ini mulai merasa kesal dan bersiap untuk menerima serangan lanjutan yang sepertinya akan datang kepadanya, dan berusaha sebaik mungkin untuk mencoba bertahan dan terus mengalihkan perhatian mereka agar tidak beranjak dari tempat ini.


"Cih... pedang yang kuat ternyata tidak cukup untuk mengalahkan mereka." gumam Zen sekali lagi, sebelum dirinya menerima sedangan yang akan tiba kearahnya saat ini.


Sebuah partikel es saat ini mulai menjalar kearah tempat dimana dirinya berada. Tentu Zen mulai menghindari es yang mulai terbentuk tersebut, dan sebisa mungkin menjauh dari area serangan yang dirinya terima tersebut. Cukup dahsyat memang partikel-partikel es itu menyerang dirinya.


Namun karena lingkup partikel itu yang mulai melebar, membuat Zen yang baru saja menghindar dengan cara melompat dan sudah mendarat, malah membuat kakinya akhirnya mulai terjebak pada partikel es yang sudah membeku dan mengurung kakinya.


Zen saat ini sudah tidak bisa bergerak, hingga akhirnya sesuatu yang panas saat ini sedang mengarah kearahnya. Sebuah kilat cahaya merah saat ini mulai memasuki pandangannya, hingga Zen saat ini sudah mulai membuat sebuah pertahanan untuk menahan serangan yang akan dirinya terima tersebut.


"Sial" dan begitulah gumaman dari Zen setelah sebuah bogeman tangan yang besar dan dipadukan dengan aliran lava pada lengan tersebut mulai mengenai sosoknya.


Atas serangan tersebut tentu Zen yang menerimanya mulai terpental akibat dampak serangan yang dirinya dapatkan. Dengan menancapkan pedang yang dirinya pegang kebawah tanah, saat ini dirinya berusaha menghentikan dampak dirinya yang masih terpental dan mencoba menghentikan momentum yang dirinya terima itu.


Cukup jauh memang saat ini dirinya terpental atas serangan yang sangat kuat yang dirinya terima. Hingga setelah dirinya berhasil menyeimbangkan tubuhnya dan saat ini berhasil menghentikan dampak dari serangan yang dirinya terima, Zen saat ini kembali berdiri dengan tegak dan kembali bersiap melawan musuh-musuhnya yang akan kembali menyerangnya.


Tubuh tegak dari Zen saat ini seakan mulai tidak seimbang kembali, karena guncangan tanah disekitar areanya semakin keras. Bahkan Zen yang berusaha untuk beranjak dari sana cukup kesulitan untuk menyeimbangkan tubuhnya karena guncangan yang dirinya rasakan itu.


Bisa terlihat juga sebuah retakan tanah yang mulai terlihat dan mulai mendekat kearah Zen. Dan tentu saja Zen ingin menghindarinya, namun naas sebuah angin yang sangat amat kencang saat ini mulai berhembus kearah dirinya, dan membuat Zen tidak mampu untuk mengelak dari serangan yang bertubi-tubi datang kearahnya tersebut.


Hingga retakan tanah yang mendekat kearahnya mulai melebar retakannya dan saat ini Zen mulai jatuh kedalam retakan yang membesar tersebut. Jatuhnya Zen memang langsung membuat retakan tanah yang terbuka itu langsung tertutup dan saat ini bisa terlihat sepertinya Zen sudah terkubur sepenuhnya di dalamnya.


Bahkan angin kencang yang berhembus dan membuat tempat itu porak-pranda karena kekuatannya, saat ini mulai menampilkan sebuah kenyataan, bahwa retakan tanah yang dimana Zen jatuh pada retakan tersebut mulai tertutup dan membuat sosoknya dipastikan sudah terjebak didalamnya.


Dan begitulah bagaimana beberapa mahluk yang besar yang menjadi lawan Zen tadi mulai mendekat kearah tempat Zen berada, karena mereka ingin melihat sendiri bagaimana nasib sosok yang berani-beraninya menyerang keberadaan mereka yang bisa dikatakan sangat kuat dan tidak akan mungkin dikalahkan menurut mereka.


Namun barulah mereka menengok kearah tempat dimana Zen terkubur, sebuah bilah tajam pedang saat ini mulai menancap kearah mata dari salah satu mahluk raksasa tersebut. Suara teriakan kesakitan mulai terdengar disaat Zen mulai menancapkan pedangnya itu.


Apalagi dengan serangan yang mendadak itu, membuat dirinya bisa kembali mengulur waktu dan membuat mereka teralihkan kepada dirinya. Karena saat ini, bisa terlihat mereka sepertinya semakin murka dengan keberadaan Zen, dan mereka memastikan untuk membunuhnya.

__ADS_1


"Cihh... Dasar Para Dewa brengsek, dimana keberadaan kalian sebenarnya?!" teriakan Zen marah, yang saat ini melesat kearah pedang yang dilemparkan olehnya dan mendarat tepat pada wajah dari raksasa yang sedang dirinya lawan tersebut.


Zen tentu langsung mencabut pedangnya itu dari bola mata mahluk tersebut. Hingga akhirnya dirinya mendaratkan sebuah tendangan kearah wajahnya dan membuat mahluk besar itu mulai terjatuh dan akan tersungkur di bawah tanah atas serangan yang dirinya terima tersebut.


Bisa dikatakan apa yang dirinya lakukan itu hanya untuk memperlambat dan mengulur waktu selama mungkin sebelum para Dewa akan datang ketempat ini. Apalagi semua serangan yang diberikan oleh Zen tidak akan dapat membunuh bahkan melukai para mahluk tersebut.


Namun Zen saat ini tetap terus berusaha, agar makhluk-makhluk itu tidak akan beranjak dari wilayah ini dan akan menghancurkan wilayah lainnya atas keberadaan mereka tersebut. Maka dari itu, dirinya yang menggunakan kekuatannya yang seadanya mulai kembali mencoba menghalangi tindakan mereka.


"Cih... akhirnya datang kalian, dasar lambat" ucap Zen yang saat ini mendarat pada perut dari Giant yang berhasil dirinya buat tersungkur itu, dan saat ini bersiap untuk menerima sebuah serangan yang akan tiba kearahnya.


Memang beberapa Dewa sudah tiba terlebih dahulu dari kelompok yang datang bersama Amaterasu yang memang datang agak belakangan. Maka dari itu, beberapa Dewa yang datang ketempat ini dengan cepat mencoba membantu sosok Zen yang sedang mencoba menahan serangan yang sedang dirinya terima.


"Selamat malam Tuan Sloth, perkenalkan saya Odin dari faks-"


"Bacot! buat saja pelindung agar aku bisa melawan mereka dengan cepat!" teriak Zen yang kesal, karena sempat-sempatnya Dewa yang mendatanginya itu memperkenalkan dirinya dalam situasi seperti ini.


Mendengar perintah Zen, tentu Dewa yang bisa dikatakan memimpin operasi ini mulai memerintahkan seluruh rekan sesama Dewa yang datang bersamanya untuk membuat pelindung. Melihat mereka mulai bekerja, saat ini tugas Zen adalah untuk terus mengalihkan para raksasa-raksasa yang sedang dirinya lawan saat ini.


Apalagi Zen juga sudah mulai memarahi beberapa Dewa yang memang datang ketempat ini hanya untuk memperhatikan pertarungannya saja, dan seakan terpana dengan perbuatannya. Hingga akhirnya sebuah pelindung yang mengisolasi tempat ini akhirnya mulai terbentuk.


Dan begitulah kejadian yang sedang terjadi, sebelum rencana para Dewa yang sudah hampir berhasil membuat sebuah kubah pelindung, malah harus gagal karena saat ini sebuah serangan mulai mengganggu kegiatan mereka yang belum tuntas sepenuhnya.


"Hahh... Bersabarlah Zen. Sabarlah." Gumam Zen yang mulai menarik nafasnya dan menghembuskanya kembali dengan perlahan, karena merasa kesal bahwa saat ini pelindung yang dirinya minta untuk dibuat harus gagal untuk tercipta.


"Baiklah. Kalau begitu, mari kita bermain sedikit lebih lama" ucap Zen yang saat ini sudah bersiap dan akan melanjutkan pertarungan yang sedang dirinya lakukan dan mencoba kembali mengulur waktu untuk para Dewa menyelesaikan tugas mereka.


Sebuah pertarungan bisa terlihat kembali terjadi. Dengan latar seorang pria melawan sekelompok raksasa yang menyerangnya, saat ini seluruh pihak Dewa juga sudah mulai kembali melakukan tugas mereka dengan membuat Pelindung untuk mengisolasi tempat yang akan menjadi tempat pertarungan tersebut.


Namun tentu saat ini mereka melakukannya tidak seperti tadi, karena saat ini mereka mulai membagi kedua kelompok. Yang dimana sebuah kelompok akan bertahan dan satunya lagi akan melanjutkan menciptakan sebuah pelindung untuk mengisolasi tempat ini.


Dengan semua kejadian yang sudah terjadi itu, akhirnya saat ini peperangan sudah resmi dimulai, karena Para Dewa juga sudah melakukan pertempuran dengan pihak dari Loki yang dimana saat ini bawahannya yang merupakan Para Vampire juga sudah mulai ikut dalam peperangan tersebut.

__ADS_1


"Pastikan pelindung itu harus jadi, karena saat ini dampak dari pertempuran yang terjadi sudah mulai meluas"


__ADS_2