
Sepertinya berbagai media di negara ini sangat senang dengan apa yang terjadi belakangan ini. Sebuah berita yang besar, akhirnya kembali muncul satu persatu dan mereka dengan cepat mencoba memberitakan berita itu dengan sangat luas kepada seluruh pihak, karena beritanya sangatlah menghebohkan.
Tentu, semua media saat ini berlomba-lomba untuk memberitakan kabar tersebut, hingga mereka ingin menjadi yang terdepan untuk menguak semua permasalahannya. Maka dari itu, pemberitaan itu semakin masif dan membuat semua pihak di negara ini pasti mengetahui pemberitaan tersebut.
Dengan berlomba-lomba mencari fakta, tentu berbagai media menggunakan berbagai cara untuk menjadi yang terdepan. Salah satunya menghampiri sosok yang menjadi bahan pembicaraan publik saat ini, atas kasus yang menghebohkan dan sedang terjadi kepada mereka.
Maka dari itu, pihak yang menjadi dalang keributan yang terjadi di negeri ini mulai ketakutan dengan apa yang terjadi kepada mereka, karena mereka saat ini seakan menjadi buronan dari beberapa pihak, dalam mencoba mengorek secuil informasi saja dari mereka.
"Apa yang kamu lakukan?!" dan begitulah suara teriakan yang terdengar pada sebuah kediaman, disaat seorang wanita saat ini terlihat sangat emosi kepada pasangannya.
Tentu dirinya marah, karena dirinya tidak menyangka bahwa pria yang mempunyai hubungan dengan dirinya itu, berani-beraninya menyebarkan video kegiatan panas mereka pada internet dan membuat dirinya semakin terkenal dibuatnya.
Karena bisa dikatakan, sang wanita yang pemberitaannya sangat heboh dimana-mana, mengira bahwa pria yang saat ini berada dihadapannya yang membuat dirinya semakin populer dimata semua pihak. Maka dari itu, dirinya terlihat sangat amat emosi dengan pria tersebut.
Memang bisa dikatakan dirinya semakin diketahui namanya dihadapan seluruh pihak atau bisa dikatakan dirinya semakin populer dimata mereka. Namun sayangnya, kepopulerannya itu bisa dikatakan bukan hasil kerja kerasnya selama ini, melainkan dirinya populer karena sebuah skandal yang bisa dikatakan sangat amat besar dan mungkin bisa sepenuhnya menghancurkan dirinya.
"Sudah kubilang, bukan aku yang melakukannya" ucap sang pria yang saat ini juga tampaknya sangat lesu, karena tersebarnya seluruh video mesumnya bersama selingkuhannya.
Ya, mereka berdua merupakan Tina dan adik dari Daniel, Dilan. Seperti yang diketahui, mereka merupakan pasangan selingkuh yang sudah bermain dibelakang Daniel selama ini. Hingga akhirnya, hubungan mereka itu mulai terkuak dikarenakan tersebarnya video mereka yang sedang ramai diperbincangkan saat ini.
"Lalu, mengapa rekaman hubungan kita bisa tersebar saat ini?" tanya Tina yang merasa sangat marah, karena reputasi yang selama ini dirinya sudah bangun sedemikian rupa dan sangat sudah payah dipastikan akan hancur sepenuhnya.
"Sudah kubilang, yang menyebarkan semua video itu merupakan orang yang sama yang mengancam diriku dengan video kita yang sudah tersebar itu" ucap Pria bernama Dilan yang juga mulai merasa kesal dengan perkataan yang menyudutkan dari kekasih gelapnya itu.
Memang Dilan sudah muak dengan tuduhan yang dirinya terima dari selingkuhannya itu. Karena dirinya sudah menjelaskan semuanya, tetapi tetap saja wanita itu tidak mempercayai dirinya. Namun, ada satu lagi yang membuat dirinya muak dengan tersebarnya video tersebut pada khalayak umum tersebut.
Tentu dirinya sangat kebingungan, karena bisa dikatakan dirinya sudah mengikuti semua perkataan dari pria yang menyuruhnya untuk melakukan berbagai hal, agar video tentangnya itu tidak tersebar dengan luas. Namun sayangnya, dirinya tidak tahu kesalahan apa yang dirinya perbuat, sehingga seluruh video tentang dirinya sudah tersebar dengan luas.
Bisa dikatakan, bukan hanya Tina saja yang saat ini menjadi bahan perbincangan dari berbagai pihak. Tetapi dirinya juga saat ini menjadi bulan-bulanan berbagai pihak karena dalam Video yang beredar tersebut, memang langsung menunjukan dirinya yang terang-terangan sudah berselingkuh bersama Tina, Istri dari Kakaknya.
__ADS_1
Maka dari itu, dirinya sangat panik dengan semua permasalahan yang sedang terjadi, dan dirinya tidak tahu harus berbuat apa lagi dalam menjalani kehidupannya yang dipastikan akan hancur karena perbuatannya yang bisa dikatakan sangat menyimpang tersebut.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Dan begitulah gumaman yang terdengar dari mulut Tina, disaat dirinya juga merasa tidak berdaya dengan semua kejadian yang sedang dialami oleh dirinya.
Masalahnya, bukan hanya masyarakat di negara ini saja yang mulai menyerangnya, berbagai media yang mencari berita tentang permasalahannya juga membuat Tina semakin pusing dibuatnya. Mereka seakan seperti segerombolan Zombie yang terus mencari keberadaannya, dan mencoba mendapatkan sebuah pernyataan dari dirinya.
Kalau dulu, dirinya sangat senang dikerumuni oleh berbagai media yang memang mencari keberadaannya. Namun, berbeda dengan saat ini, yang dimana media yang sedang mencari keberadaanya seakan ingin memperjelas situasinya yang bisa dikatakan sedang hancur atas skandal yang dirinya perbuat.
"Cih... ini semua salahmu. Mengapa kamu tidak menuruti pihak yang mengancam dirimu dengan baik?!" teriak Tina lagi yang akhirnya mulai kesal dengan semua kejadian yang terjadi, dan mulai meluapkannya kepada kekasih gelapnya tersebut.
Nama baiknya tidak mungkin akan bisa dikembalikan lagi. Apalagi, semua permasalahan yang sedang terjadi dan menyeret sosoknya kedalamnya, akan membuatnya berada di jurang yang sama dengan suaminya. Bahkan bisa dipastikan, dirinya tidak akan bisa bangkit lagi dari jatuhnya dirinya didalam jurang tersebut.
Kondisinya bisa dikatakan sama bahkan lebih parah dari suaminya yang saat ini sudah mendekam dipenjara. Apalagi, dirinya yang sudah merasa bahagia bahwa semua rencananya sudah berhasil untuk menjatuhkannya, tetapi dirinya malah ikut terseret dengan pria yang sudah jatuh kedalam jurang yang sangat dalam itu.
"Apa katamu? Jadi kamu menyalahkan permasalahan ini semua kepadaku?" ucap Dilan yang emosinya sudah tak bisa terbendung lagi, karena dirinya terus dipojokan oleh Tina atas permasalahan yang mereka alami.
Tiba-tiba saja tensi didalam ruangan itu mulai memanas. Karena kedua pihak yang berbuat masalah itu mulai saling menyalahkan satu sama lainnya, karena mereka tidak terima dianggap menjadi dalang dalam situasi yang sedang mereka alami saat ini.
"Apa maksudmu. Apakah kamu lupa suara kenikmatan yang kamu keluarkan disaat kita menghabiskan waktu kita bersama? Dan sekarang kamu menyalahkan diriku, setelah semua kenikmatan yang kamu dapatkan dari diriku?" balas Dilan tidak mau kalah dengan perkataan wanita yang membuatnya kesal tersebut.
Dan begitulah perdebatan mereka mulai terjadi, yang dimana mereka mulai menyalahkan permasalahan yang mereka alami kepada pasangan mereka masing-masing. Pasangan selingkuhan yang selama ini selalu harmonis itu, saat ini terlihat berubah sepenuhnya sikap mereka dengan pasangan mereka masing-masing.
Jika dulu, mereka akan melakukan apapun yang menyenangkan, hingga akhirnya berakhir dengan hubungan terlarang yang sangat nikmat bagi mereka berdua. Namun saat ini, semua kejadian yang terjadi membawa mereka kedalam sebuah perdebatan sengit yang saat ini sedang mereka lakukan.
Bahkan, perbuatan mereka itu sangat membuat senang salah satu pihak yang sedari tadi menyaksikan semua perdebatan yang mereka lakukan satu sama lainnya. Bahkan dengan senyum yang terus muncul pada wajahnya, dirinya tidak sabar untuk melihat perdebatan itu terus berlanjut dan akan semakin intens intensitasnya.
"Hmm... sabarlah ini masih awal dari penderitaan kalian" ucap Zen yang sudah menggunakan mode kamuflasenya dan menyaksikan perdebatan tersebut sedari tadi.
Zen memang akan selalu memastikan semua rencana yang sudah dirinya buat untuk membuat beberapa pihak yang berani-beraninya mencari masalah dengan Istrinya akan hancur dengan semua rencananya. Walaupun dirinya tidak bertindak seperti biasanya, tetapi dirinya cukup puas dengan semua hal yang sudah terjadi atas rencana yang sudah dirinya buat dan jalankan.
__ADS_1
Bisa dikatakan, Zen akan selalu menyiksa berbagai pihak yang mengganggu ketenangannya. Namun, penyiksaan bukan hanya tentang siksaan fisik saja, tetapi Zen saat ini mulai melakukan metode siksaan yang lain, yaitu mencoba metode penyiksaan secara mental.
Hal tersebut bisa dikatakan cukup sukses. Karena seperti yang bisa dilihat, pria yang saat ini sedang berargumen dengan wanita yang berada dihadapannya, mulai mengangkat tangannya dan mulai menampar dengan keras wanita yang sedang berdebat dengan dirinya saat ini.
"K-Kamu menamparku!" teriak Tina yang saat ini mulai tersungkur, akibat tamparan keras yang dirinya terima dari kekasih gelapnya tersebut.
"Lalu, apakah kamu mau aku menyiksamu?" balas pria itu yang seluruh perbuatannya sudah dipengaruhi dengan emosi yang memenuhi dirinya.
"Dasar brengsek!" tetapi ternyata Tina tidak tinggal diam. Karena saat ini dirinya mulai bangkit dan menampar balik kekasihnya itu dengan tamparan yang cukup keras.
Mendapatkan tamparan yang cukup menyakitkan, tentu Dilan saat ini emosinya semakin meningkat. Dengan tatapan menyeramkan dari dirinya, pria itu mulai meraih rambut wanita yang menamparnya dan menyeretnya menuju tempat tidur didalam sebuah kamar dari kediaman tempat mereka tinggal.
Tentu Tina berusaha berontak, tetapi kekuatannya sangatlah berbanding terbalik dengan kekuatan dari Dilan, hingga tubuhnya dihempaskan di atas sebuah tempat tidur oleh dirinya. Tentu, Tina ingin membalas perbuatan yang dirinya terima, namun naasnya dirinya mulai terintimidasi dengan ekspresi menyeramkan dari pria yang selama ini dirinya cintai lebih dari suaminya.
"A-Apa yang akan kamu lakukan?" ucap Tina yang saat ini melihat pria itu mulai membuka ikat pinggang yang dirinya kenakan dan bersiap melanjutkan aksinya kepada wanita yang membuat dirinya kesal itu.
"Tentu saja, membuatmu merasa kenikmatan, sayang" ucapnya yang saat ini mulai mencambuk ikat pinggangnya kepada tubuh Tina.
Tina tentu langsung berteriak kesakitan dengan kelakuan dari Dilan. Apalagi, setelah dirinya mencambuk dirinya, Dilan langsung menarik celana dari Tina secara paksa dan melepaskannya dari tubuhnya termasuk pakaian dalam yang dirinya kenakan saat ini.
Tina hanya bisa berontak mengalami kejadian tersebut, namun saat dirinya melakukan hal tersebut, sebuah cambukan kembali dirinya terima dan membuatnya terpaksa menerima kekerasan yang dirinya terima saat ini. Apalagi kejadian yang mengenaskan yang dirinya alami selanjutnya, adalah dirinya mulai diperkosa oleh kekasih gelapnya sendiri.
"T-Tolong hentikan. Ampuni a-aku Dilan. Ampuni aku" ucap Tina yang mulai merasa kesakitan dari semua perbuatan yang dilakukan oleh Dilan.
Namun mendengar perkataan wanita yang sedang dirinya perlakukan dengan paksa, semakin membuat pria bernama Dilan itu melanjutkan aksinya dengan Intens. Apalagi, dirinya tidak peduli lagi dengan permasalahan yang dirinya alami, dan memutuskan untuk menikmati tubuh wanita yang sedang menangis ditempatnya.
Bahkan dengan dibarengi dengan siksaan yang tidak pernah dibayangkan oleh Tina bisa dilakukan oleh kekasih gelapnya itu kepadanya, saat ini kondisi wanita itu mulai berubah menjadi mengenaskan akibat perbuatan Dilan yang bisa dikatakan diluar nalar yang dirinya lakukan kepada dirinya.
"Sudahlah, lebih baik kamu menikmati permainan kita seperti biasanya, sayang"
__ADS_1