
Seorang pria merasa sangat bersyukur karena dirinya mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan pihak yang sangat amat penting. Walaupun dirinya tidak sengaja bisa bertemu langsung dengan dirinya, tentu membuat pria itu cukup senang.
Memang dirinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sangat besar itu, untuk dapat bercengkrama dengan pihak yang tidak sengaja dirinya temui itu, dan mungkin sekedar untuk menawarkan sebuah projek kepada mereka menggunakan namanya yang besar.
Apalagi, dirinya merasa percaya diri untuk membujuk pihak tersebut untuk setidaknya mendengarkan perkataannya. Karena dengan menggunakan nama besar yang dimiliki olehnya, tentu dirinya cukup percaya diri untuk bisa melakukannya.
“Maaf, tetapi kami sudah bekerja sama dengan perusahaan Grand Media” ucap pihak tersebut, yang saat ini mendengar proposal yang diajukan oleh pria yang memaksa untuk sekedar berbincang dengannya.
Amel memang sedang menghadiri sebuah acara mengatasnamakan perusahaan milik Zen, yang dilaksanakan pada sebuah hotel tepat di Ibukota dari Negara ini. Tentu karena acara ini cukup penting dan dirinya diundang, mau tidak mau Amel memutuskan untuk hadir didalam acara tersebut.
Namun saat dirinya mencoba menikmati acara yang sedang berlangsung, dirinya dikejutkan dengan seseorang yang saat ini menghampirinya dan memberikan sebuah proposal kepada dirinya. Memang dirinya sudah sering didatangi oleh beberapa pihak secara tiba-tiba.
Tetapi yang membuatnya muak, beberapa pihak bukan hanya ingin mencari kerja sama bisnis dengan dirinya. Bisa dikatakan mereka juga terang-terangan menunjukan tatapan hina mereka, yang mencoba merayu dirinya. Apalagi karena dirinya merupakan sosok wanita yang sukses, membuat beberapa pria akan mengejar dirinya.
Termasuk pria yang saat ini mendatangi dirinya. Tentu dirinya akan mencoba membuat negosiasi bisnis pada awalanya, namun bisa dikatakan tatapan pria itu memiliki maksud yang lain pada tatapannya, seperti mencoba merayu Amel dengan menunjukan bahwa dirinya seakan pria paling tampan dan terkenal di dunia ini.
“Tetapi, bukannya perusahaan itu terlihat sedang tidak baik saat ini, Nona Amel?” tanya pria itu kembali, yang saat ini mencoba menegosiasi kepada Amel.
Ya, pria itu merupakan Daniel yang memang sengaja langsung menghampiri sosok Amel, yang dikenal sebagai kepala cabang Darkness Company di kota ini. Tentu bertemu dengan dirinya, membuat Daniel ingin sekali mengajak kerja sama wanita tersebut, termasuk anak perusahaan mereka D Star Company.
Memang pada awalnya, Amel sudah berkata bahwa perusahannya hanya akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan saja di negara ini. Maka dari itu, Daniel mencoba menghasut pihak mereka dengan menggunakan pemberitaan negatif tentang sosok Anabelle, agar pihak mereka membatalkan kerja sama mereka dengan perusahaan milik Vero.
“Memang, apa hubungannya permasalahan perusahaan itu, dengan proposal yang anda berikan?” tanya Amel kembali, dengan nada menohok kepadanya saat ini.
“B-Bukan seperti itu, Nona Amel. Tetapi, bukankah lebih baik bekerja sama dengan pihak yang memang saat ini kondisi perusahaannya bisa dikatakan sedang baik?” kata Daniel kembali, yang mencoba menghasut Amel agar dirinya bisa mendapatkan projek dari pihak mereka.
“Bukannya perusahaan Grand Media kondisinya cukup baik?” balas Amel menjawab perkataannya.
Memang cukup salah sasaran memang Daniel mencoba menghasut Amel, yang notabennya merupakan bawahan langsung dari Zen. Apalagi, kabar yang baru saja dirinya ketahui dari Tuannya, membuatnya yakin untuk mempertahankan kerja sama perusahaannya dengan perusahaan milik Vero.
Karena memang, semua pihak yang saat ini mengetahui status Zen yang menikahi Vero karena terpaksa, sudah mendapat sebuah kabar yang mengatakan bahwa sudah ada kemajuan dari hubungan mereka. Tentu mereka tinggal menunggu tindakan tuannya dalam menyelesaikan permasalahan hubungan antara dirinya dan istrinya saja.
__ADS_1
Jadi, saat ini pasti Amel tidak akan melakukan sesuatu yang salah, yang mungkin akan menyinggung calon Istri yang sebenarnya dari Tuannya itu. Maka dari itu, dirinya saat ini menanggapi perkataan Daniel dengan setengah hati sedari tadi.
“Apakah Nona Amel tidak melihat kabar yang sedang terjadi, khususnya apa yang dilakukan oleh sutradara yang mengerjakan sebuah series yang akan tayang pada platform milik perusahan anda?” tanya Daniel kembali, yang saat ini akan menggunakan kasus Anabelle untuk membantu dirinya
“Aku mendengar kabar tersebut. Tetapi bukankah kabar tentang dirinya belum tentu benar. Apalagi, wanita itu bermasalah dengan anda bukan? Lalu jika memang perbuatannya sama seperti apa yang anda katakan, mengapa anda tidak melaporkan dirinya pada pihak kepolisian?” tanya Amel yang saat ini langsung menembakkan sebuah pertanyaan tajam kepada Daniel.
Memang jika benar apa yang dikatakan oleh Daniel tentang apa yang dilakukan Anabelle kepadanya, tentu dirinya bisa menuntut wanita tersebut keranah hukum. Apalagi Istri Daniel bisa saja langsung melaporkannya dengan tuduhan tindakan tidak menyenangkan atau mungkin perselingkuhan.
Bahkan Daniel yang ditembak dengan perkataan dari Amel itu, sempat bungkam sejenak. Namun dirinya masih berusaha untuk tenang, dan kembali menjawab perkataan wanita didepannya dengan hati-hati, dan tidak ingin terjebak dengan perkataannya yang mungkin akan menuntunnya kearah jalan buntu.
“Tentu saya akan melaporkan dirinya, bahkan kuasa hukum saya sudah mempersiapkan laporan kepada pihak kepolisian saat ini” ucap Daniel, yang saat ini langsung memberikan sebuah alasan dan membuat Amel cukup terkejut mendengar perkataannya.
Awalnya Amel mengira pria itu akan kembali mengatakan sebuah omong kosong kepada dirinya kembali. Namun sayangnya, Amel bisa merasakan keseriusan dari perkataan pria yang saat ini sedang berbicara kepadanya, apalagi menyangkut apa yang baru saja dirinya bicarakan tadi.
Tentu hal ini akan membuat permasalahan yang terjadi pada perusahaan milik Vero, bisa dikatakan semakin kacau dibuatnya. Namun Amel tentu tidak menunjukan raut wajah terkejutnya, dan membalas perkataan pria didepannya seperti biasa.
Apalagi rencana dadakan yang dikeluarkan oleh Daniel tadi, bisa dikatakan sangat amat beresiko. Karena jika benar apa yang dirinya ucapkan tadi, dipastikan dirinya akan bermain pada ranah yang tidak baik untuk memuluskan rencana yang baru saja dirinya ucapkan tersebut.
Inilah perkataan yang ditunggu oleh Daniel sedari tadi. Karena memang ini semua sudah termasuk didalam rencana jahatnya, yang ingin merebut projek yang sangat besar dari perusahaan milik Vero, dan membuat agar projek yang sangat besar itu bisa menjadi miliknya.
Tentu sudah berbagai cara dirinya gunakan untuk melakukan hal tersebut, namun sayangnya hingga saat ini apa yang dirinya lakukan belum sepenuhnya berhasil. Namun sepertinya dirinya mendapat angin segar saat ini, setelah mendengar perkataan Amel tadi.
Namun sayangnya, sebenarnya dirinya tidak mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Karena memang apapun yang terjadi kepada perusahaan milik Vero, dirinya tidak akan mendapatkan kerja sama itu. Karena memang pihak Darkness Company tidak akan melepaskan perusahan Vero dari kerja sama mereka apapun yang terjadi.
“Kalau begitu, jika tidak ada lagi yang harus kita perbincangkan, saya permisi undur diri” Ucap Amel yang memutuskan untuk pergi dari sana, karena dirinya merasa muak berbincang dengan seseorang bermuka dua seperti Daniel.
“Ah... kalau begitu, ini kartu nama saya Nona. Siapa tahu, anda membutuhkannya kelak” ucap Daniel yang mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya kepada Amel.
Amel dengan senang hati menerima kartu nama tersebut, dan akhirnya beranjak dari sana. Namun saat dirinya memastikan bahwa pria bernama Daniel itu sudah menghilang dari pandangannya, Amel langsung membuang kartu nama itu ketempat sampah.
“Cihh... aku tidak tahu apa yang akan diperbuat Tuanku, kepada dirimu manusia rendahan” ucap Amel kemudian, yang memutuskan untuk beranjak dari tempatnya.
__ADS_1
Disisi lain, Daniel memutuskan untuk menggunakan cara kotor kembali untuk menekan pihak Vero, terutama Anabelle. Maka dari itu, dirinya langsung menghubungi Istrinya dan saat ini dirinya menceritakan pembicaraan dirinya dengan Amel tadi kepadanya.
Tentu setelah itu, mereka mulai berdiskusi untuk menjalankan rencana mereka selanjutnya agar mereka bisa semakin memperburuk kondisi perusahaan Vero. Hingga akhirnya sebuah rencana sudah terbentuk dan mereka ingin segera mengeksekusi rencana tersebut.
"Tetapi, mengapa aku merasakan bahwa wanita tadi seakan tidak memperdulikan semua perkataan diriku?" gumam Daniel setelah dirinya selesai melakukan panggilan dengan Istrinya tadi.
Memang Daniel cukup bingung dengan perilaku dari Amel. Walaupun wanita itu bisa dikatakan sangat kaya, tetapi dirinya tidak menyangka bahwa wanita itu terlihat sama sekali tidak tertarik dengan keberadaannya. Tentu sebagai seorang pebisnis, menggunakan nama dari sosok yang terkenal akan mendongkrak nama perusahan tersebut.
Tetapi, sosok Daniel dimata Amel seakan seperti seekor semut yang tidak berarti bagi dirinya. Bahkan saat dirinya mencoba menggunakan status dan ketampanannya dalam berbicara dengan wanita itu, Amel seakan tidak terpengaruh sedikitpun dengan tindakannya tersebut.
“Cih.. yang terpenting rencana untuk memulai merebut projek tersebut, bisa terlaksana” ucap Daniel, yang tidak sabar untuk melihat keberhasilan rencananya.
Dengan senyum yang mulai terukir kembali diwajahnya, saat ini Daniel akhirnya mulai kembali berbaur pada acara yang sedang terselenggara tersebut. Karena memang, dirinya saat ini juga ingin mencoba mencari muka dihadapan beberapa pihak yang bisa dikatakan sukses pada tempat tersebut.
.
.
Beberapa hari akhirnya sudah berlalu, yang dimana tidak ada kejadian istimewa pada keseharian Anabelle. Apalagi dirinya masih disibukan dengan proses syuting yang dipimpin oleh dirinya dan mencoba menyelesaikan tugasnya dengan profesional.
Walaupun memang pemberitaan tentang dirinya semakin panas pada berbagai media. Dirinya memutuskan untuk tidak ambil pusing dan memilih melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan semua hal yang saat ini mengganggu dirinya.
Apalagi, pada layar monitor yang terhubung pada sebuah kamera yang sedang merekam sebuah adegan, saat ini dirinya sedang melihat teman dari Zen seakan sedang mengejar para aktor yang sedang berlari ketakutan, disaat mereka melihat kedatangan segerombolan pihak yang harus mereka hindari.
“Cut!” teriak Anabelle, yang sudah menyelesaikan pengambilan gambar pada sebuah scene, setelah dirinya merasa puas dengan hasil tangkapan gambarnya itu.
“Baiklah, kita tinggal ubah setnya, dan bersiap untuk pengambilan gambar selanjutnya” ucap Anabelle, yang sudah merasa puas dengan gambar pengejaran yang dirinya ambil tadi, dan mulai menyuruh semua kru miliknya untuk bersiap melanjutkan proses syuting tersebut.
Namun disela-sela pengambilan gambar yang sedang dirinya lakukan, lokasi tempat dimana Anabelle berada saat ini sudah didatangi oleh dua orang pihak kepolisian, yang langsung menghampiri tempat dimana Anabelle berada saat ini.
Tentu Anabelle tidak menyadari kedatangan mereka pada awalnya, karena dirinya masih sangat fokus melakukan pekerjaannya dengan teliti. Hingga akhirnya pihak kepolisian itu memanggil dirinya dan akan mengatakan maksud kedatangan mereka ketempat ini.
__ADS_1
“Maaf Nona Anabelle, tetapi kami membutuhkan keberadaan anda untuk ikut dengan kami”