Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Ditolak Mentah-Mentah


__ADS_3

Jane merupakan seorang superstar ternama yang berasal dari sebuah kelompok Girlband paling terkenal di dunia ini. Apalagi bisa dikatakan dirinya merupakan anggota paling terkenal yang berada di kelompok tersebut dan membuatnya paling populer dari semua anggota kelompoknya.


Walaupun dirinya bisa dikatakan terkenal, tetapi kehidupannya bisa dikatakan tidak sebahagia kelihatannya. Tekanan industri yang digeluti oleh dirinya salah satu yang membuatnya tidak terlalu bahagia menjalani kehidupannya yang bisa dikatakan sangat amat terkenal itu.


Namun ada satu lagi yang mengganggu kehidupannya yang semakin memperburuk hari-harinya hingga saat ini, yaitu keberadaan Ayahnya. Tidak dipungkiri permasalahan tersebutlah yang semakin membuatnya pusing dan seakan ingin membuatnya menyerah saja menjalani kehidupannya.


Bayangkan saja hidup dengan bayang-bayang selalu diincar oleh sebuah pihak, yang menginginkan sesuatu yang tidak semestinya dirinya miliki. Maka dari itu dirinya selalu mencari pengawal yang bisa melindungi dirinya dari antek Ayahnya yang sampai saat ini masih mencari keberadaannya.


Walaupun saat ini dirinya bisa selalu terlepas dari cengkraman Ayahnya karena memang pengawal yang disewanya berhasil melindunginya, namun hingga saat ini bisa dikatakan tidak ada satupun pihak yang menjadi pengawalnya akan bertahan lama bekerja sama dengan dirinya dalam melindunginya.


Hal pertama karena mereka sering terbunuh oleh antek yang dikirim oleh Ayahnya untuk mengejar dirinya. Yang kedua bisa dikatakan Jane sangat tidak nyaman hidup dengan dikelilingi beberapa pihak yang menganggap diri mereka seakan sangat amat berkuasa hanya karena memiliki sebuah kekuatan.


Termasuk beberapa pengawal yang sudah dirinya bayar sangat mahal, masih saja meminta sesuatu yang lebih hanya karena mereka mempunyai kemampuan yang berbeda dari manusia biasanya. Seperti halnya ada yang meminta Jane untuk melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya dirinya lakukan kepada mereka.


"Tunggu... aku akan membayar dirimu dengan bayaran yang sangat tinggi" hingga akhirnya dirinya seakan menemukan pria yang sangat amat berbeda dari pihak yang selama ini dirinya pekerjaan sebagai pengawal dari dirinya.


Para pengawalnya yang lama, bisa dikatakan bersedia bekerja sebagai pengawalnya bukan hanya karena bayarannya yang sangat besar. Namun karena mereka juga mencari kesempatan untuk bisa berdekatan dengan dirinya, atau bahkan dalam bahasa kasarnya mereka ingin mencicipi diri Jane secara langsung.


Tidak dipungkiri jika Pamannya tidak ada bersama dengannya, mungkin pengawal-pengawal itu malah berbalik mengkhianati dirinya. Apalagi dari tampang-tampang mereka yang arogan saja, bisa terlihat dengan jelas mereka menginginkan sesuatu yang lebih disaat mereka bekerja dengan Jane yang notabennya sangat amat terkenal sosoknya.


Hingga Jane sangat susah menemukan seorang pengawal yang tepat untuk melindungi dirinya, karena hampir semua pengawal yang dirinya pekerjakan berwatak seperti itu. Apalagi beberapa dari mereka bisa dikatakan menorehkan trauma yang sangat amat dalam kepada sosok Jane.


Maka dari itu, jangan salahkan dirinya yang berperilaku agak dingin kepada sosok Zen yang mendatangi ruangannya tadi, karena memang pengalamannya yang sudah terkesan buruk dengan pihak-pihak yang memiliki kekuatan pada diri mereka.


Namun sayangnya saat dirinya menemukan pihak yang tepat untuk menjadi pengawalnya, dirinya cukup dibingungkan dengan sikap dari pria itu yang seakan menolak permintaannya tersebut. Apalagi saat mereka bertemu tadi, sikapnya sangatlah aneh dan tidak seperti tertarik dengan apa yang sedang mereka perbincangkan.

__ADS_1


Hingga akhirnya pria yang dirinya kenal sebagai Zen itu malah menolak menjadi pengawalnya dan akan beranjak dari tempatnya berada saat ini. Tentu Jane langsung menghalangi langkahnya itu, karena bisa dilihat pria itu sangat berbeda dengan pengawal yang selama ini menjaga keberadaannya hingga saat ini.


"Kamu tidak akan mampu membayar diriku" hingga akhirnya Zen mulai membuka pintu ruangan tempat mereka berada dan mulai meninggalkan ruangan tersebut karena apa yang dirinya cari memang tidak ada di sana.


Jane tentu masih mengejar sosok Zen yang sudah keluar dari ruangannya itu. Namun sikapnya yang ingin menghalangi langkah dari Zen bisa dikatakan tidak seantusias disaat dirinya masih didalam ruangan tempat mereka mengobrol tadi.


Tindakannya bisa dikatakan mulai terhalangi oleh berbagai pihak yang seakan sedang menatap dirinya saat ini. Apalagi setelah Jane saat ini sudah berada diarea luar dari ruangan tunggu yang disediakan khusus untuknya dan dipenuhi dengan beberapa kru dan sebagainya yang berada di sana.


Tentu jika dirinya terlihat secara paksa membujuk sosok Zen yang sudah meninggalkan keberadaannya, bisa dikatakan banyak pihak akan berspekulasi liar terhadapnya. Karena bisa dikatakan, banyak rumor liar tentang dirinya yang terus saja menyebar dan mulai menjelekkan namanya.


Apalagi disaat dirinya berada didalam ruangan yang sama dengan Zen tadi, dipastikan spekulasi liar itu pasti sudah menyebar ke berapa pihak. Jadi tidak bisa terbayangkan lagi rumor apa yang menyebar, jika saat ini dirinya bersikap seakan menghalangi tindakan Zen yang akan pergi dari tempatnya tadi.


"Sial... bagaimana aku meyakinkannya? gumam Jane disaat sosok Zen sudah menjauh dari pandangannya.


Tentu dirinya ingin mengejar sosok Zen dan terus membujuk dirinya agar mau bekerja untuknya. Namun naas, saat ini dirinya lebih memilih untuk tidak memperkeruh rumor tentang dirinya. Apalagi akan percuma jika dirinya berhasil membujuk sosok Zen, tetapi dirinya tidak bisa membayar jasanya jika karirnya akan jatuh akibat rumor yang menimpa dirinya.


"Cih... dasar menjijikkan. Apakah kamu tahu, perilaku dirimu saat ini seakan seperti seorang pelacur, Jane?" hingga perkataan merendahkan seperti itu saat ini bisa didengar oleh Jane saat ini.


Jane masihlah menyaksikan kepergian Zen yang saat ini mulai menghilang dari pandangannya. Sangat disayangkan memang karena Jane tidak bisa meyakinkan dirinya, karena menurutnya Zen merupakan sosok yang menurutnya cocok menjadi pengawalnya.


Namun disaat dirinya sedikit kesal karena dirinya tidak mendapat apa yang dirinya mau, sebuah kejadian saat ini bisa dikatakan semakin membuatnya kesal. Tentu siapa yang tidak kesal dengan perkataan menghina yang diterima oleh dirinya saat ini.


Tentu dirinya semakin kesal dibuatnya, karena memang orang yang baru saja berbicara dengannya itu sering kali mencari masalah dengan dirinya, yang hingga sekarang Jane masih tidak mengerti mengapa dirinya melakukan hal tersebut kepadanya.


Apalagi bisa dikatakan sosok Jane sendirilah yang mampu mengangkat nama wanita tersebut, karena dirinya mau satu kelompok dengan dirinya dan membuat mereka menjadi populer saat ini. Maka dari itu, dirinya sangat amat kesal dengan wanita itu, yang bisa dikatakan tidak tahu berterimakasih kepada dirinya.

__ADS_1


"Ya... Setidaknya aku memang bukankah seorang pelacur. Apalagi aku memang dikenal dengan karya yang aku bawakan, bukan dengan menjajakan tubuhku kepada orang lain seperti dirimu" hingga balasan pedas saat ini keluar dari mulut Jane, dan saat ini mulai meninggalkan pihak yang menghinanya itu ditempatnya.


Balasan yang menohok tersebut tentu membuat wanita yang mencoba menghinanya murka. Karena memang, dirinya seakan tidak mampu menjatuhkan sosok Jane yang namanya semakin terkenal menjauhi dirinya, apalagi mencoba untuk menghinanya saja dirinya seakan tidak akan mampu untuk melakukannya, karena Jane dipastikan akan langsung membalas perbuatannya.


"A-Apa maksud perkataan mu itu, Jane!" dan begitulah suara kemarahan yang terdengar oleh Jane disaat dirinya memutuskan untuk kembali menuju ruangan miliknya untuk bersiap.


Akhirnya pergelaran konser dari sebuah Girlband ternama di dunia ini akan segera dimulai. Seluruh penonton yang hadir ditempat ini mulai berteriak histeris saat idola yang mereka kagumi akhirnya muncul di atas panggung yang sangat besar dan bersiap memulai aksi mereka.


Dengan lantunan musik yang sangat amat dikenal oleh beberapa pihak, saat ini Venue tersebut sudah berubah sepenuhnya menjadi sangat amat meriah, dengan seluruh penonton mulai saling melompat dan menyanyikan bait lagu yang sama yang sedang dinyanyikan oleh idola mereka saat ini.


Suguhan panggung, lampu, layar LED besar, dan kemampuan bernyanyi dan menari dari idola mereka, seakan membuat tempat itu semakin riuh. Bahkan disaat bait lagunya mencapai nada yang *******, saat ini sebuah kembang api yang menambah kemeriahan konser tersebut semakin membuat orang bersemangat menikmati suguhan tersebut.


Namun ada satu pihak yang saat ini hanya bersikap biasa saja dengan itu semua. Irama musik yang sedang dibawakan saat ini seakan tidak mempengaruhi dirinya yang bisa dikatakan sedang memikirkan berbagai hal yang sedang terjadi saat ini.


Walaupun tatapan matanya seakan menatap kearah sosok wanita yang paling populer dari kelompok yang sedang menampilkan penampilan mereka itu, tidak serta merta membuat pria itu menikmati suguhan yang meriah tersebut, karena dirinya lebih memilih mencari tahu sesuatu atas keberadaan wanita tersebut.


"Jadi, tidak ada satu petunjuk apapun setelah anda bertemu dengan dirinya, Tuan?" hingga suara bawahan Zen saat ini seakan menghentikan tindakan dari Zen yang masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.


"Ya... bahkan pertemuan kami tadi seakan tidak memicu sesuatu akan terjadi" balas Zen yang mulai merasa aneh dengan semua kejadian yang sudah terjadi saat ini.


Penglihatan dari Mikhael tentu tidak akan menunjukkan sesuatu yang acak. Semua penglihatan yang dirinya lihat pastilah menuju atau menunjukkan sesuatu akan sebuah kekacauan yang akan terjadi. Walaupun bisa dikatakan sering kali apa yang dirinya lihat merupakan penglihatan acak, tetapi tetap saja hal itu akan menjerumus kearah sesuatu.


Namun penglihatan Mikhael kali ini cukuplah membingungkan bagi Zen. Karena seperti yang diketahui dari percakapan yang dilakukan oleh Zen tadi, bisa dikatakan semuanya sangat tidak masuk akal dari apa yang mereka perkirakan tentang sebuah kekacauan yang akan terjadi.


Karena seperti yang diketahui, setelah pertemuan yang terjadi tadi, Zen hanya mendapati sebuah informasi tentang sesuatu yang berbeda dan bisa dikatakan tidak mengarahkan menuju kearah sebuah kekacauan yang akan terjadi, seperti apa yang dilihat oleh Mikhael pertama kali saat itu.

__ADS_1


"Namun, sepertinya ada sesuatu yang lain yang sedang anda pusingkan saat ini, Tuan Zen"


__ADS_2