
Kelly bisa dikatakan sedang bertugas untuk menjemput sepasang suami istri yang sudah selesai melakukan bulan madu mereka. Walaupun memang mereka sudah dijemput oleh supir pribadi dari Vero, tetap saja Kelly memutuskan untuk ikut menjemput mereka.
Apalagi hari ini merupakan hari libur akhir pekan bagi Kelly. Maka dari itu dirinya mempunyai waktu untuk sekedar menjemput sahabat baiknya itu, yang kembali melakukan hal spesial baginya selama sebulan lebih di luar negeri dan baru kembali hari ini.
Hingga akhirnya troli yang membawa banyak sekali barang mulai muncul dan saat ini sedang didorong oleh pasangan yang sedang dirinya tunggu tersebut, yang dimana mereka baru saja keluar dari pintu keluar khusus kedatangan internasional dari bandara di kota tempat asal mereka saat ini.
“Cih... mengapa barang bawaan mereka banyak sekali?” gumam Kelly yang memperhatikan kedatangan pihak yang ditunggunya yang sudah mulai mendekat kearah dirinya.
Bisa dikatakan sepasang suami istri itu sudah mendorong troli barang pada masing-masing dari mereka. Masalahnya pada setiap troli yang mereka bawa tersebut bisa dikatakan dipenuhi oleh berbagai barang yang mereka bawa bersama mereka.
Bahkan Kelly cukup tercengang dengan barang bawaan mereka itu, karena dirinya tahu bahwa disaat mereka pergi, mereka bisa dikatakan hanya membawa sedikit barang bawaan dan saat ini disaat mereka kembali, mereka malah membawa banyak sekali barang bawaan bersama mereka.
“Kelly... aku merindukanmu” teriak Vero yang heboh, yang langsung menyerahkan troli barang bawaannya kepada Zen dan mulai berlari menghampiri sahabatnya yang sudah dirinya tidak temui selama sebulan penuh.
Bisa dikatakan Zen sudah mengutus sebuah pesawat pribadi yang dirinya gunakan untuk terbang terlebih dahulu dan kembali menuju kota Marlet. Hingga akhirnya setelah pesawat itu sudah mendarat, barulah dirinya menyuruh asisten dari Vero yang baru yang merupakan malaikat maut, untuk menteleportasi mereka menuju lokasi pesawat itu berada.
Maka dari itu, mereka saat ini bisa keluar dari bandara dengan kondisi yang sama sekali tidak mengalami kelelahan dari perjalanan yang mereka lakukan. Apalagi, mereka juga harus menyembunyikan berbagai detail tentang identitas mereka yang sebenarnya.
Bahkan Zen sudah mengeluarkan barang-barang bawaan mereka dari dalam ruang hampa miliknya dan membuat mereka seolah baru kembali dari perjalanan mereka dengan membawa barang yang banyak. Karena cukup aneh nanti jika tiba-tiba saja mereka datang tidak membawa barang bawaan, namun Vero akan membagikan beberapa oleh-oleh kepada rekannya yang jumlahnya bisa dikatakan sangatlah banyak.
“A-Aku juga merindukanmu, Ver.” Balas Kelly yang saat ini membalas pelukan sahabatnya dengan kondisi yang membingungkan, karena bisa dikatakan sosok sahabatnya itu sangat berbeda seperti biasanya.
Karena bisa dilihat, sosok Vero sedikit berubah saat dirinya kembali dari bulan madunya. Wajahnya seakan lebih cantik saat ini, dan kulitnya sangat amat mulus. Bahkan Kelly sempat mengira bahwa sahabatnya itu sempat melakukan operasi plastik sebelum dirinya kembali dari bulan madunya.
"Apakah berbulan madu akan membuat wanita semakin cantik?" dan begitulah gumaman Kelly disaat dirinya memperhatikan sosok sahabatnya tersebut.
Namun sebuah pemandangan mengejutkan kembali bisa dilihat oleh Kelly saat dirinya sedang berpelukan dengan Vero. Karena bisa dilihat, sesosok wanita ternyata juga mengikuti mereka dan membawa barang bawaan yang sama banyaknya dengan sepasang suami istri itu.
Kelly awalnya mengira pihak itu merupakan pihak yang lain yang membawa banyak barang bawaan bersamanya, yang sama seperti kedua pasangan suami istri tersebut. Tetapi sepertinya, dirinya merupakan satu kelompok dengan mereka.
Bisa dibilang hanya Bibi Leni saja yang tidak membawa troli barang dan hanya membawa barang bawaannya sendiri. Selain dirinya, bisa dilihat bahwa tiga buah troli barang yang khusus disediakan oleh pihak bandara, saat ini sudah dipenuhi dengan berbagai barang-barang.
“Bagaimana perusahaan?” tanya Vero kemudian, yang saat ini sudah melepas pelukannya itu.
__ADS_1
“Tentu saja aman. Tetapi, sepertinya kamu selalu saja membuatku repot dengan apa yang terjadi pada perusahan milikmu beberapa hari ini, Ver” ucap Kelly yang membalas perkataan sahabatnya itu.
Tentu perkataannya itu merujuk kearah seluruh akuisisi yang dilakukan oleh sahabatnya itu kepada sahamnya sendiri dan beberapa perusahaan baru yang sekarang dimilikinya. Maka dari itu, Kelly merasa direpotkan dengan semua itu, karena dirinya harus mengurus semua itu sendirian.
Apalagi seluruh kepemimpinan semua perusahaan itu belum ditentukan oleh Vero sama sekali. Jadi, dirinya sendirilah yang beberapa hari ini berusaha untuk memimpin semua perusahaan itu, sehingga bisa dikatakan dirinya sangat kerepotan melakukannya.
“Ah... masalah itu. Sepertinya Perusahaan Grand Media milikku akan semakin besar kedepannya, Kel” ucap Vero yang memang sengaja memasukkan beberapa perusahaan itu kedalam management perusahaan miliknya.
Kelly hanya menghela nafasnya setelah mendengar perkataan sahabatnya itu, dan akhirnya mulai memindahkan perhatiannya kearah Bibi Leni yang juga sudah mendekat kearah dirinya berada saat ini. Tetapi bisa dilihat, wajah dari wanita tersebut juga cukup berubah setelah dirinya kembali menemani mereka bulan madu saat ini.
Walaupun perubahannya tidak seperti Vero yang perubahannya sangat amat drastis, tetapi tetap saja raut wajah Bibi Leni terlihat lebih baik dan bisa menunjukkan bahwa dirinya sangat senang setelah kembali dari liburan yang dirinya alami, dengan ikut serta dalam rencana bulan madu dari kedua orang yang ditemani oleh dirinya.
Tentu Kelly juga mulai menyambut sosok itu dengan sangat hangat, karena bisa dikatakan dirinya juga merindukan sosok yang bisa dikatakan menjadi pengganti orang tuannya itu selama ini. Apalagi, sepertinya perjalanan mereka juga membuat wanita yang saat ini dipeluknya itu terlihat sangat bahagia dan dirinya ikut senang melihat sosoknya yang saat ini juga mulai menyambut sapaan yang dirinya berikan kepadanya.
“Sepertinya Bibi sangat senang diajak liburan olehmu, Ver” ucap Kelly yang melepaskan pelukan Bibi Leni dan langsung menatap vero yang berada disisinya.
“Tentu saja Bibi merasa senang bisa liburan Nona Kelly. Apalagi Bibi bisa jalan-jalan keluar negeri” tetapi sepertinya malah Bibi Leni yang menyahuti perkataanya, dan mulai menunjukkan betapa bahagianya dirinya saat ini.
Kelly merasa senang jika wanita itu bahagia, hingga akhirnya tatapannya sudah menuju kepada seorang pria yang saat ini sedang menunjukan senyumnya kepada dirinya. Jantung Kelly tentu saja langsung berdebar kencang saat dirinya menatap dirinya.
“Wah... sepertinya kehadiranku tidak diharapkan oleh sahabatmu, Vero” ucap Zen yang dimana Kelly seakan kaku saat ingin menyapanya.
Mendengar perkataan suaminya, tentu Vero langsung menatap sosok sahabatnya itu yang terkesan mulai salah tingkah saat ini. Tentu melihatnya membuat Vero hanya menghela nafasnya saja, karena dirinya sangat mengetahui mengapa sahabatnya itu bisa bersikap seperti itu kepada suaminya.
“B-Bukan seperti itu, Zen. Aku hanya penasaran dengan sosok yang berada di sampingmu” Namun Kelly langsung buru-buru dan dengan cepat menyembunyikan sikapnya disaat dirinya memandang Zen tadi, agar apa yang dirinya lakukan tadi tidak disalah artikan oleh mereka.
“Ah... wanita ini. Perkenalkan namanya Loa” ucap Zen memperkenalkan malaikat maut yang bersamanya itu, yang dimana Kelly berusaha mengalihkan semua perhatiannya kepada dirinya.
Memang Loa bisa dikatakan akan selalu berada disisi Vero mulai sekarang. Bahkan bisa dipastikan dirinya akan tinggal bersama mereka pada kediaman dari Vero, karena mulai saat ini wanita itu merupakan pelindung langsung dari sosok Istri dari Zen tersebut.
“Halo Nona Kelly, nama saya Loa Darkin. Jadi, Salam kenal” ucapnya dan membuat Kelly langsung membulatkan matanya saat mendengarkan namanya.
Siapa yang tidak mengenal nama kelurga Darkin. Nama keluarga yang dikhususkan untuk semua pihak yang berasal dan mengurus seluruh perusahaan milik Darkness Company di seluruh dunia. Maka dari itu, dirinya cukup terkejut mendengar nama lengkap dari Loa.
__ADS_1
“Darkin?” tanya Kelly yang memastikan kembali namanya.
“Benar. Dirinya berasal dari Keluarga besar Darkin, Kel” ucap Vero membenarkan perkiraan sahabatnya itu, atas keraguan yang dirinya dengar tersebut.
Mendengar perkataan sahabatnya tentu saja membuat Kelly semakin kebingungan dibuatnya. Karena dirinya tidak mengetahui, mengapa wanita yang berasal dari sebuah keluarga yang sangat penting itu bisa bersama sahabatnya bahkan mereka seakan datang secara bersamaan saat ini.
Karena bisa dikatakan sosok dari keluarga tersebut sangat jarang untuk berkeliaran dengan bebas, dan biasanya mereka akan meneruskan seluruh dapuk kepemimpinan seluruh perusahaan cabang pada masing-masing perusahaan cabang dari Darkness Company di seluruh dunia.
“Lalu, mengapa dirinya bisa bersama kalian?” tanya Kelly kembali karena masih kebingungan dengan keberadaannya.
“Ah... aku lupa memberitahu dirimu. Bahwa perusahaan milikku sudah masuk kedalam naungan Darkness Company mulai saat ini” ucap Vero yang langsung membuat Kelly sangat terkejut mendengarnya.
Seluruh Darkness Company bisa dikatakan sepenuhnya milik Zen saat ini. Jadi, Vero memutuskan seluruh perusahaan yang dirinya punya, untuk dirinya masukkan kedalam naungan perusahaan terbesar di dunia ini, dan menjadi salah satu anak perusahaan dibawahnya.
Tentu Vero belum memberitahukan hal ini kepada siapapun, karena proses tersebut akan terlaksana beberapa hari lagi pada perusahaan Darkness Company cabang kota Marlet dan akan langsung diumumkan pada seluruh pihak saat semua hal tentang proses tersebut sudah selesai sepenuhnya.
Maka dari itu sangat wajar jika Kelly sangat terkejut, karena Vero sama sekali belum memberitahukan apapun tentang permasalahan itu kepada dirinya. Apalagi, bisa dikatakan kabar ini sangatlah amat mengejutkan bagi Kelly, yang bisa dikatakan semakin kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi kepada sahabatnya tersebut.
“Makanya, wanita ini sekarang akan menjadi asistenku mulai sekarang” ucap Vero yang melanjutkan perkataannya, atas pemberitahuan yang dirinya katakan kepada Kelly tadi.
Mendengar perkataannya, tentu Kelly langsung menatap dengan intens mata sahabatnya itu, karena sepertinya banyak hal sudah terjadi kepadanya disaat dirinya sedang berbulan madu dengan suaminya. Maka dari itu, arti tatapannya itu seakan menuntut jawaban dari dirinya.
Vero tentu langsung mengetahui arti tatapan tersebut dan saat ini mulai menenangkan sahabatnya itu yang terlihat sangat menuntut jawaban dari dirinya. Apalagi, dirinya bisa maklum karena semua hal yang terjadi kepada dirinya sangat tidak masuk akal bagi sahabatnya tersebut.
“Nanti akan aku jelaskan lebih detail. Lebih baik, kita harus keluar dari tempat ini terlebih dahulu bukan?” ucap Vero yang dimana memang mereka sama sekali masih belum beranjak dari tempat mereka berada sedari tadi.
Kelly hanya menghela nafasnya setelah mendengar sahabatnya berkata seperti itu. Hingga akhirnya mereka sudah mulai beranjak dari tempat mereka menuju kearah kendaraan yang menjemput mereka dan akan membawa mereka pulang.
Apalagi, sepertinya niat Kelly yang ingin menyapa suami sahabatnya tadi bisa dikatakan dibatalkan, karena perhatiannya sudah dialihkan dengan berbagai pemberitaan yang mengejutkan yang dirinya ketahui dari sahabatnya tadi.
“Tetapi, Tuan. Apakah anda merasakannya?” namun kedua sosok yang ditinggalkan oleh pihak-pihak yang sudah berjalan terlebih dahulu itu, saat ini seakan mulai berbincang.
Bisa dikatakan saat ini beberapa pihak terlihat sedang mengawasi gerak-gerik mereka ditempat ini. Tentu Zen bisa mengetahui dari mana mereka berasal, karena kelompok yang saat ini menyelidiki mereka itu berasal dari pihak yang keberadaannya masih diawasi dengan ketat oleh Zen.
__ADS_1
“Ya. Aku merasakannya. Sepertinya ada sebuah sampah yang sudah harus aku bersihkan nanti.”