Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Suara Yang Mengganggu


__ADS_3

Suara penyiksaan saat ini terus terdengar dari balik sebuah ruangan. Seorang wanita yang memang masih menunggu seseorang ditempat itu, saat ini bisa mendengarkan suara-suara kesakitan yang saat ini mulai terdengar sedari tadi dari ruangan tersebut.


Dirinya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi didalam. Namun dirinya memastikan bahwa apa yang terjadi di sana sangat amat tidak terbayangkan oleh dirinya, karena suara yang dirinya dengar hingga saat ini sudah memastikan sesuatu yang sangat amat mengerikan terjadi didalamnya.


Maka dari itu dirinya memastikan untuk tidak ingin mengetahui apa yang sedang terjadi didalam, dan mulai mengalihkan perhatiannya menuju ke hal yang lain. Namun naasnya, pemikirannya saat ini malah mengarah menuju kepada sosok seorang pria yang sedari tadi bayangan wajahnya terus muncul dibenaknya.


"Hahh... ada apa dengan diriku" Dan seperti yang sudah diketahui, bukan suara kesakitan itu yang saat ini sedang mengganggu pikiran wanita yang saat ini malah terlihat frustasi tersebut.


Karena bisa dikatakan bayangan seorang pria saat ini bisa dikatakan terus muncul di kepalanya dan sangat susah untuk dihilangkan. Entah sejak kapan dirinya terus memikirkan sosok tersebut, namun saat ini sepertinya pikirannya tidak bisa berpaling dari dirinya.


Tentu wanita itu pada awalnya memikirkan sosoknya tersebut karena memang dirinya menyelamatkan wanita itu tadi. Namun setelah sosok itu berhasil menyelamatkan dirinya, entah mengapa dirinya bisa melihat sesuatu yang berbeda pada sosoknya tersebut, seakan dirinya mulai terpukau dengan semua hal yang sudah dirinya lakukan terhadapnya.


Tentu dirinya sangat tahu dengan arti dari sesuatu yang sedang dirinya alami saat ini. Karena bisa dikatakan dirinya pernah mengalami perasaan yang sama, dan dirinya tidak menyangka bahwa dirinya bisa memiliki perasaan ini lagi kepada seorang pria, yang khususnya sudah menyelamatkan dirinya berkali-kali.


Maka dari itu, dirinya tidak tahu harus melakukan apa dengan semua perasaan yang sudah dirinya miliki itu, terlebih lagi dirinya memang mengetahui bahwa sepatutnya perasaan ini tidak boleh muncul didalam dirinya, karena sosok yang dirinya pikirkan itu bisa dikatakan sudah mempunyai pihak yang sangat penting bagi dirinya.


"Akhirnya aku sudah puas" dan begitulah ucapan dari Zen, yang saat ini sudah keluar dari tempat yang dimana suara-suara orang kesakitan yang didengar oleh Santi berasal, dan mengejutkan wanita yang masih kebingungan dengan perasaannya tersebut.


Santi memang masih berada di sana karena memang Zen tidak langsung untuk mengeluarkan dirinya dari tempat ini. Maka dari itu, Zen menyuruh wanita itu untuk tetap berada disini dan menunggunya, agar dirinya bisa mendengar teriakan kesakitan dari pihak-pihak yang sudah memperlakukan dirinya dengan sangat amat buruk.


Dan disinilah Santi berada, yang dimana saat ini dirinya mulai melihat Zen yang terlihat keluar dari ruangan tempatnya berada, dengan ekspresi yang terlihat jelas bahwa dirinya sangat amat puas dengan apa yang sudah dirinya lakukan didalam ruangan tersebut.


"Kamu sudah selesai?" Hingga akhirnya sosok Santi yang melangkah secara terpincang-pincang tersebut mulai mendekati sosok Zen yang memang saat ini mulai mendekat kearah dirinya.


Penampilan Santi saat ini bisa dikatakan sedikit membaik walaupun keadaan dirinya yang terlihat babak belur dan masih terluka bisa terlihat pada dirinya. Namun saat ini dirinya sudah mengenakan pakaian, yang dimana sebelumnya dirinya hampir telanjang sepenuhnya disaat Zen menyelamatkan dirinya tadi.


Hingga akhirnya Zen yang memang sudah puas dalam menyiksa pihak yang sudah mencari masalah dengan dirinya itu, saat ini mulai mendekati Santi dan akan membawa wanita itu keluar dari sana, dan juga mungkin akan membawanya menuju tempat perawatan agar wanita itu bisa segera dirawat atas luka-lukanya yang sedang dirinya alami itu.


"Ya.. aku baru saja menyelesaikan urusanku. Kalau begitu, ayo kembali. Aku yang akan mengantarmu pulang saat ini" ucap Zen yang memang sengaja mempercepat sesi merawat pasien yang sedang dirinya rawat tadi agar bisa mengurus sosok Santi yang terlihat sedang terluka.

__ADS_1


Tentu karena dirinya mengeluarkan sebuah tahap awal dari sebuah berkah ikatan, membuat Zen saat ini mulai merubah sikapnya kepada wanita itu. Walaupun dirinya tidak tahu bagaimana menjelaskan permasalahan ini dengan Istrinya nanti, tetapi dirinya harus menyenangkan wanita ini terlebih dahulu.


"Tapi aku tidak kuat berjalan, Zen." ucap Santi yang memang kakinya terlihat cukup terluka dengan parah, bahkan untuk berjalan saja dirinya terpincang-pincang tadi.


Penyiksaan yang dirinya terima memang sangatlah parah. Apalagi Bari bisa dikatakan cukup terlambat memberitahukan kondisi Santi yang sudah diculik tadi, karena memang dirinya harus mengantarkan seorang jiwa dari manusia yang sudah mati sebelumnya. Maka dari itu, Zen bisa dikatakan datang terlambat untuk membantunya.


Apalagi Zen lupa memperbaharui aura kegelapan miliknya pada tubuh dari Santi, sehingga dirinya juga terlambat merespon apa yang terjadi kepada wanita yang terlihat kondisinya sangat mengenaskan tersebut. Makanya saat ini dirinya berusaha mencari cara agar dirinya bisa membawa wanita itu pergi dari sana dan segera mendapatkan perawatan.


"Kalau begitu, bagaimana jika aku gendong?" tanya Zen yang menawarkan dirinya untuk membantu membawanya keluar dari tempat ini dengan cara digendong, dan langsung mendapatkan anggukan bersemangat dari Santi setelah mendengarkan usulannya tersebut.


Santi bisa dikatakan tipe orang yang akan selalu menunjukkan apa yang sedang dirinya rasakan secara langsung. Seperti misalnya jika dirinya senang maka dirinya akan menunjukkannya, apalagi jika dirinya tidak suka akan sesuatu dipastikan dirinya juga akan menunjukkannya secara langsung.


Termasuk saat ini yang dimana bisa terlihat dirinya sangat senang sehingga membuatnya bersemangat dalam menanggapi perkataan Zen yang akan menggendongnya. Apalagi sebuah perasaan baru yang baru saja tumbuh pada dirinya, membuat Santi mulai menunjukkan rasa senangnya terhadap situasi yang dirinya alami saat ini.


Dengan melihat Zen yang sudah berjongkok didepannya, membuat Santi saat ini langsung naik ke punggungnya dan mereka langsung beranjak menuju keluar dari tempat yang sebelumnya menjadi tempat penyiksaan bagi Santi ditempat tersebut, yang dimana saat ini Zen sudah menggendongnya dan membawanya pergi dari sana.


"Lalu, bagaimana dengan temanmu, Zen?" tanya Santi karena memang saat ini sepertinya teman dari Zen masih bersenang-senang ditempat yang mereka tinggalkan itu.


"Ah... dirinya masih membereskan kekacauan yang kami buat. Jadi, aku memutuskan untuk meninggalkannya terlebih dahulu, karena aku sudah berjanji untuk mengantarmu kembali" ucap Zen yang menjawab perkataan dari Santi kepadanya itu.


Bisa dikatakan pada awalnya Zen ingin langsung mengembalikan sosok Santi menuju rumah sakit atau kediamannya, barulah dirinya akan bersenang-senang dengan Lucifer ditempat ini. Namun Santi berkata dirinya ingin menunggunya menyelesaikan semua hal yang terjadi disini, barulah dirinya meminta Zen untuk mengantarnya kembali.


Maka dari itu, Zen akhirnya hanya menuruti perkataannya dan mulai menyiksa pihak yang ingin dirinya siksa, sebelum Zen akhirnya saat ini sudah bersama Santi untuk berjalan keluar dari tempat ini dan mungkin membawa wanita itu menuju rumah sakit untuk merawat luka-luka yang dirinya alami.


Apalagi Zen juga ingin menunjukkan kepada Santi, bahwa perbuatan beberapa pihak yang memang sudah memperlakukan dirinya sangat amat buruk sudah terbalaskan sepenuhnya dan mungkin apa yang mereka alami lebih parah dari yang sudah dirinya alami tadi.


Maka dari itu, Zen langsung menyetujui perkataan Santi ingin menunggu kegiatan Zen untuk dituntaskan sepenuhnya, sebelum akhirnya Zen akan membawanya pergi dari tempat yang menjadi sebuah kenangan buruk bagi Santi yang sudah mengalami berbagai hal mengerikan ditempat ini.


"Hahh... begitu ya... Sepertinya aku memang selalu saja merepotkan dirimu, Zen" ucap Santi yang saat ini mulai mengeratkan pelukannya pada gendongan dari Zen, setelah dirinya mendengar jawaban yang dilontarkan oleh dirinya tadi.

__ADS_1


Memang selama ini sosok Santi yang tidak pernah mendengarkan seluruh peringatan dari Zen, membuat dirinya selalu terkena masalah dan merepotkan sosok Zen karena pria itu harus membereskan seluruh permasalahan yang diakibatkan oleh dirinya tersebut.


Seperti yang diketahui, Zen selalu saja membantu dirinya untuk keluar dari berbagai masalah, hingga akhirnya dirinya menyelamatkannya dari kondisi seperti tadi. Tentu melihat hal tersebut akhirnya Santi menyadari bahwa sosok seperti Zen selama ini sangatlah amat berjasa kepada dirinya sampai saat ini.


Jadi sangat wajar menurutnya saat ini sebuah perasaan baru mulai muncul kepada sosok yang saat ini sudah menggendongnya itu. Namun masalahnya, dirinya bingung bagaimana caranya dirinya akan menindaklanjuti perasaan yang sedang dirinya rasakan saat ini kepada sosok tersebut.


"Ya... kamu memang sangat merepotkan. Apalagi keras kepalanya dirimu itu sering membuatku pusing menanggapinya" balas Zen jujur, karena bisa dikatakan dirinya juga cukup kesal dengan sikap dari Santi yang sangat keras kepala.


Semua permasalahan yang dirinya alami bisa dikatakan disebabkan oleh keras kepala dirinya dalam menanggapi sesuatu. Apalagi Zen selalu menasehati dirinya namun wanita itu tetap keras kepala dengan tidak mendengar nasehatnya sehingga sering kali dirinya terkena masalah karena itu.


Dengan perasaannya yang merasa mampu untuk melakukan semuanya sendirian, membuat wanita itu terus saja mengalami sesuatu yang buruk terhadap dirinya. Maka dari itu, tidak heran Zen sangat kesal dengan tingkahnya, dan coba untuk diubah oleh dirinya karena memang wanita itu saat ini sudah memiliki perasaan untuk dirinya.


Tentu karena dirinya memiliki sesuatu yang sangat berharga bagi Zen, pria itu tidak akan lagi membuat wanita itu terkena masalah seperti ini lagi. Makanya dirinya saat ini akan bertindak secara langsung untuk mencegah wanita yang saat ini sedang digendongnya itu, agar dirinya tidak akan lagi mengalami situasi yang seperti tadi.


"Tapi kamu bisa tenang. Karena aku sangat senang bisa membantu dirimu" ucap Zen yang mengakhiri perkataannya itu, agar membuat wanita itu tidak terlalu merasa bersalah atas perbuatannya tersebut.


Mendengar perkataan Zen tentu saja membuat sesuatu didalam diri Santi merasa aneh. Jantungnya bisa dikatakan detakkannya semakin cepat saat ini, hingga yang bisa Santi lakukan adalah memeluk tubuh Zen semakin erat dan erat lagi, seakan sedang mencari kenyamanan dalam dekapan yang sedang dirinya lakukan itu.


Zen hanya tersenyum saja bahwa saat ini wanita itu sudah merasa lebih baik. Apalagi sepertinya dirinya sudah melupakan sejenak dengan permasalahan yang dirinya alami tadi, setelah Zen sedikit membuatnya tersipu dengan kata-katanya tadi.


"Terima kasih, Zen. Terima kasih" dan begitulah ucapan dari Santi yang saat ini suaranya bisa terdengar cukup teredam pada bagian punggung dari Zen, karena dirinya menenggelamkan wajahnya di sana.


Zen masih tersenyum saja mendengar perkataan wanita yang saat ini berada di gendongannya itu. Hingga akhirnya hanya suara kaki Zen saja yang saat ini mulai terdengar oleh mereka berdua, yang saat ini memang masih berjalan menuju kesebuah kendaraan dari Zen yang terparkir tidak jauh dari sana.


Dengan sampainya mereka di sana, akhirnya dengan perlahan Zen mulai memindahkan wanita yang terlihat tidak berdaya itu untuk memasuki kendaraannya, dan memastikan dirinya sudah duduk dengan nyaman ditempatnya, lalu barulah dirinya memasangkan sabuk pengaman untuknya.


Santi hanya diam memperhatikan saja sikap pria itu kepadanya. Karena bisa dikatakan mendiang mantan tunangannya saja tidak memperlakukan dirinya seperti ini. Maka dari itu dirinya merasa sangat bahagia, bahwa pria yang saat ini sangat disukainya memperlakukan dirinya seperti itu.


"Baiklah, kalau begitu aku akan membawa dirimu menuju rumah sakit untuk merawat kondisimu"

__ADS_1


__ADS_2