Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Terbebas


__ADS_3

Kana saat ini sudah menenangkan dirinya, setelah meluapkan seluruh perasaannya karena bisa merasakan aura suaminya kembali. Dirinya saat ini sudah duduk disebuah batu besar ditempatnya berada, dan sudah tidak sabar untuk menantikan pertemuan dirinya kembali dengan suaminya.


“Sial... aku tidak bisa melihat rupaku saat ini. Aku tidak tahu apakah penampilanku ini akan terlihat bagus atau tidak jika bertemu dengannya kembali” ucap Kana yang sudah tidak sabaran dengan pertemuannya kembali dengan Zen.


Memang pada saat di neraka, bisa dikatakan dirinya dianggap sebagai istri kesayangan Zen, karena memang dirinyalah yang terlihat paling dekat dengannya. Maka dari itu, hampir semua istri yang dimiliki oleh Zen sangat membencinya karena mereka iri karena statusnya tersebut.


Dan hal tersebut jugalah yang membuat Kana bisa terkurung ditempat ini selama ratusan hingga ribuan tahun, karena plot yang dilakukan oleh beberapa istri dari Zen beserta kaumnya yang sangat membencinya.


“Ya... kali ini akan aku pastikan tidak ada yang akan bisa memisahkan kembali diriku dengan suamiku” ucap Kana dengan tekad yang teguh.


Kana yang merasa senang mulai bangkit dari duduknya, dan mulai menari ditempatnya dengan perasaan bahagia, setelah apa yang barus saja dia rasakan. Setiap gerakan tariannya yang dia lakukan saat ini bisa menunjukan bahwa dirinya sangat bahagia.


Kana terus menari di atas batu besar tempatnya berada, sampai tidak terasa waktu dirinya melakukan kegiatannya itu sudah berlangsung hampir beberapa jam, atau bisa dikatakan dirinya sudah menari seharian.


Dirinya tidak merasa lelah, namun dirinya merasa bahagia dan membuatnya terus menari. Hingga, sebuah retakan dibeberapa tempat pada tempatnya berada mulai muncul ditengah-tengah dirinya sedang menari.


“Tunggu... apa yang terjadi? Apakah ini perbuatan suamiku?” ucap Kana yang melihat beberapa segel yang menyegel dirinya mulai terlepas sedikit demi sedikit.


Hutan bambu yang awalnya menghalangi jalannya untuk keluar dari area tempatnya berada, saat ini mulai menunjukan jalan keluar dan membuat Kana ingin dengan segera beranjak dari tempat tersebut.


Namun sebelum dirinya melangkah, Kana akhirnya menyadari sesuatu. Lukisan yang menyegelnya saat ini sedang dibuka dengan paksa oleh seseorang. Memang dirinya akan bisa keluar walaupun segel yang menyegelnya dilepaskan secara paksa.


Tetapi saat segel tersebut dibuka secara paksa, maka akan memiliki efek samping kepada Kana. Apalagi jika segel itu tidak dibuka sesuai prosedur yang seharusnya dilakukan untuk membuka segel yang mengekangnya.


“I-Ini buka perbuatan suamiku. Pasti in- Arhghhhhhhh”

__ADS_1


Namun sepertinya Kana tidak bisa menyelesaikan kalimatnya atas apa yang dirinya pahami, karena saat ini kekuatannya mulai tersedot oleh segel yang terpaksa dibuka oleh seseorang. Kekuatannya mulai terkuras sedikit demi sedikit dan Kana tidak bisa mencegahnya.


Sedikit demi sedikit wujudnya yang berwujud seorang manusia perlahan mulai mengecil, dan beberapa bagian tubuhnya sudah memunculkan beberapa bulu berwana putih. Dengan secara masif kekuatannya terhisap, akhirnya saat segel itu sudah terlepas sepenuhnya, Kana sudah berubah menjadi seekor rubah berwarna putih dan tergeletak lemas pada sebuah lantai.


“Hahahaha... kita berhasil mendapatkannya” ucap seorang berambut pirang, setelah dirinya berhasil melepaskan sebuah segel yang menyegel mahluk yang harus dia tangkap itu.


“Kerja bagus. Lalu cepat masukan dirinya kedalam kandang ini” ucap seorang lagi, yang menyerahkan sebuah kandang anjing untuk tempat dari rubah berwarna putih yang baru saja mereka lepaskan dari segelnya.


Kana saat ini tidak bisa melakukan apa-apa, karena memang tubuhnya sudah sangat lemah. Apalagi seluruh kekuatannya musnah mengikuti segel yang menyegelnya tadi yang juga ikut musnah setelah dibuka secara paksa. Tetapi Kana tidak putus asa, karena dirinya saat ini mulai menatap tiga orang yang saat ini hendak menangkapnya.


Sebuah ruangan hotel yang sederhana bisa dilihat oleh Kana saat dirinya sedang menatap ketiga orang tersebut. Dengan tatapan yang menunjukan kemarahan dan tekad, dengan sisa kekuatannya Kana mulai membuka mulutnya dan mulai berucap sesuatu.


“Suamiku tolong aku!”


Begitulah sebuah suara yang keluar dari mulut rubah kecil yang sudah tergeletak lemas kembali, setelah menggunakan seluruh sisa tenaganya untuk berteriak memanggil suaminya dan membuat ketiga orang yang akan menangkapnya hanya menengok sejenak kearah rubah tersebut.


“Ya... kalau begitu mana suamimu itu saat ini? apakah dirinya bisa membantumu saat ini?” balas salah satu dari mereka kembali.


“Hahaha... Biarkan saja. Sepertinya itu adalah teriakan putus asa darinya. Lagipula jika suaminya disini, bukankah kita bisa menangkap dua mahluk mistik sekaligus” ucap seorang yang ingin meraih rubah yang tergeletak lemas itu, dan akan memasukannya kedalam sebuah kandang anjing.


“Benarkah?” namun sebuah suara tiba-tiba terdengar oleh mereka, setelah mereka sedang mengejek rubah yang sudah tergeletak lemah ditempatnya.


Pria yang baru saja mengejek rubah yang berteriak tadi, ingin menengok arah asal suara yang didengarnya. Namun sebelum dirinya melihat rupa orang yang mengeluarkan sebuah kalimat tadi, tiba-tiba saja kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya dan membuat kedua rekannya sangat terkejut.


“Siapa kamu!” teriak salah satu dari mereka yang mengeluarkan sebuah senjata yang terbuat dari Dragon Glass, dan menodongkannya kearah pria yang tiba-tiba muncul pada kamar hotel yang mereka sewa.

__ADS_1


“Jawab pertanyaanku, siapa yang mengajarkan kalian melepaskan segel kehidupan secara paksa” ucap seorang pria yang matanya sudah berubah menjadi hitam menyala, dan terlihat sangat menyeramkan saat ini.


“Dasar sampah. Apakah dirimu berharap kami akan menjawab pertanyaanmu itu” teriak salah satu dari mereka dan mulai menyerang pria yang mengeluarkan aura hitam tersebut.


Pria itu hanya tenang ditempatnya dan menunggu datangnya serangan yang akan diterimanya. Namun sebelum ujung dager itu menyentuh pria tersebut, ujung dari dager itu tiba-tiba saja terhenti tepat saat ujungnya siap menusuk tubuh dari pria yang masih dengan tenang berdiri ditempatnya itu.


“Kalau begitu matilah” ucap pria yang tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang dia lontarkan, dan mulai menggunakan aura hitam miliknya untuk meledakan seluruh tubuh dari pria yang akan menyerangnya itu.


Sebuah kamar hotel tempat mereka berada saat ini sudah dipenuhi dengan bercak darah, setelah darah dari pria yang di ledakan tubuhnya itu menyebar kemana-mana. Tentu pria yang melakukan itu semua masih tenang, dan saat ini langkahnya sudah berjalan kearah seorang pria yang terlihat gemetaran.


“Jawab aku, siapa yang mengajarkan kalian melepaskan segel kehidupan?” tanya pria itu sekali lagi, namun saat ini dirinya sudah mencengkram leher dari pria yang gemetar ketakutan itu dan mengangkatnya keatas.


“Cepat jawab” ucapnya kembali.


Namun yang pria itu tidak ketahui, ternyata pria yang sedang dicekiknya itu sudah menelan sebuah racun yang dia sembunyikan didalam giginya dan saat ini sudah tewas, karena racun yang dia telan itu sudah bereaksi pada tubuhnya.


“Cih... Apakah kamu mengganggap kematian bisa membuatmu melarikan diri dariku?” ucap pria itu yang melepaskan genggamannya, dan membuat tubuh tak bernyawa itu jatuh kelantai.


Pria yang ternyata merupakan Zen itu saat ini tidak menghiraukan ketiga orang yang sudah tewas itu, namun mulai berjalan menuju sebuah rubah kecil yang terlihat sangat lemah. Setelah mendekati tubuhnya, Zen mulai memberikan sedikit kekuatannya kepada rubah itu, agar kekuatannya bisa kembali.


“Terima kasih suamiku” ucap Rubah yang menerima kekuatan dari Zen, setelah tubuhnya mendapatkan sedikit kekuatan darinya.


“Berapa lama kamu bisa pulih seperti semula?” tanya Zen, karena memang kekuatan yang diberikan Zen saat ini hanya sebatas untuk memulihkan kondisi tubuh rubahnya saja agar tidak melemah.


“Aku tidak tahu suamiku, karena kekuatan kegelapan yang berada di dunia ini sangat sedikit. Jadi, mungkin butuh ratusan hingga ribuan tahun untuk diriku pulih sepenuhnya” ucap Kana yang merasa sedih bahwa wujud manusianya akan bisa kembali beberapa ratus tahun lagi.

__ADS_1


“Lalu, bagaimana jika aku membawamu menuju Neraka?”


__ADS_2