
Sudah sebulan lebih Bibi Leni meninggalkan tempat tinggal yang selama ini dirinya tinggali. Dan sudah sebulan itu juga Bibi Leni merasa puas untuk bisa menikmati kehidupannya sejenak di Kerajaan milik suami nona mudanya, apalagi dirinya bisa melakukan banyak hal ditempat ini.
Bisa dikatakan saat Vero dan Zen disibukkan dengan berbagai kegiatan mereka masing-masing, Bibi Leni bisa dikatakan mulai mempelajari berbagai hal yang baru pada kerajaan dari Zen, mulai dari mencoba belajar memasak hingga berkunjung ke berbagai tempat ditemani pelayan dari Zen.
Bibi Leni sangat senang memasak, maka dari itu saat dirinya berada di King Palace yang merupakan istana tempat tinggal Zen, Dirinya meminta diajarkan langsung oleh koki dari Istana tersebut agar dirinya bisa meningkatkan kemampuan memasaknya dan banyak mempelajari menu baru dari makanan yang sangat lezat yang selalu dihidangkan pada Istana ini.
Maka dari itu dirinya bisa dikatakan sangat senang bisa berkunjung ditempat ini dan melakukan berbagai hal, sekalian dengan melakukan liburan yang menyenangkan dan tidak pernah dirinya bayangkan bisa berada ditempat dimana dirinya berada saat ini.
"Akhirnya mereka sudah tiba" Hingga akhirnya hari ini dirinya sedang menunggu kedatangan Zen dan Vero yang bisa dikatakan menyelesaikan bulan madu mereka, pada pulau Hawaii selama beberapa minggu lamanya dan saat ini dirinya sudah menyambut kedatangan mereka yang baru tiba ditempat ini menggunakan sebuah helikopter.
Bisa dikatakan masa kebahagiaan ketiga orang tersebut akan berakhir di kerajaan ini. Dengan kembalinya Zen dan Vero dari bulan madu mereka, menjadi tanda bahwa semua yang mereka lakukan ditempat ini akan berakhir sepenuhnya.
Hari ini juga merupakan hari terakhir Bibi Leni berada ditempat ini, karena bisa dikatakan dirinya bersama Zen dan Vero akan kembali menuju Indonesia hari ini. Bisa dikatakan sudah cukup lama mereka berada di Kerajaan dari Zen, maka dari itu mereka memutuskan untuk pulang menuju tempat tinggal mereka hari ini.
"Halo Bibi!" hingga akhirnya Bibi Leni mulai mendengar teriakan dari Vero yang langsung berlari kearahnya dan langsung jatuh kedalam pelukan Bibinya, karena bisa dikatakan sudah cukup lama dirinya tidak bertemu dengan dirinya.
Semenjak Vero datang ketempat ini, memang dirinya sangat jarang untuk berinteraksi dengan Bibinya karena disibukan dengan berbagai hal. Walaupun dirinya akan selalu melihat keberadaannya, tetapi dirinya tidak punya waktu untuk sekedar menyapanya.
Apalagi semenjak kepergiannya menuju pulau Hawaii bersama suaminya untuk berbulan madu, Vero sama sekali bisa dikatakan tidak pernah bertemu dengan sosoknya. Maka dari itu dirinya saat ini merasa senang bisa kembali melihat sosoknya dan saat ini mulai memeluknya dengan erat untuk menghilangkan rasa rindu yang dirinya rasakan terhadap wanita tersebut.
"Bagaimana, apakah bulan madu kalian berjalan menyenangkan?" tanya Bibi Leni yang saat ini juga mulai membalas pelukan Nona Mudanya itu.
"Sangat menyenangkan, Bibi. Coba saja Bibi Leni Ikut dengan kami, maka Bibi Leni juga bisa mengunjungi berbagai tempat bersama kami" ucap Vero yang merasa bersemangat menceritakan kesan bulan madunya kepada Bibinya itu.
Memang pada awalnya Vero sudah mengajak Bibi Leni untuk ikut dengan mereka menuju pulau Hawaii agar dirinya tidak merasa kesepian saat ditinggalkan. Namun ternyata, Bibi Leni menolak ajakan Vero karena dirinya masih menikmati waktunya dalam belajar memasak di istana ini.
Tentu Vero sudah memaksa agar dirinya mau ikut dengan mereka, namun Bibinya tetap menolaknya. Maka dari itu, dengan terpaksa Vero hanya mengikuti perkataan dari Bibi Leni yang tidak ingin mengikuti dirinya yang akan pergi berbulan madu bersama Suaminya selama beberapa hari.
Walaupun bisa dikatakan Vero selalu merasa khawatir dengan keberadaannya yang ditinggalkan sendirian, tetapi sepertinya Bibinya terlihat sangat amat bahagia saat menyambutnya dan membuat Vero sedikit lega bahwa wanita itu merasa nyaman disaat dirinya meninggalkan ditempat ini sendirian.
__ADS_1
"Hari-hari Bibi juga menyenangkan. Karena selain belajar memasak, Bibi juga mengunjungi berbagai tempat di kota ini" balas Bibi Leni yang juga antusias menceritakan hari-harinya.
Memang selain dirinya belajar memasak, memang Bibi Leni juga pergi berjalan-jalan menelusuri kota Kerajaan dari Zen. Apalagi dirinya menyempatkan diri mengunjungi beberapa restoran yang terkenal dan menuju berbagai tempat menakjubkan yang berada di Kerajaan milik Suami Nona mudanya itu.
Bahkan yang lebih membuat Bibi Leni merasa senang, bisa dikatakan seluruh penduduk asli Kerajaan ini mengenali dirinya dan selalu memperlakukan dirinya dengan sangat baik. Maka dari itu dirinya merasa cukup nyaman untuk berkeliling menelusuri kota asing yang indah ini sendirian.
Apalagi seluruh pelayan di Istana milik Zen selalu bersikap sangat baik dengan dirinya. Maka dari itu, BIbi Leni merasa cukup nyaman untuk ditinggalkan oleh kedua orang yang bersamanya datang ketempat ini, dan dirinya bisa menikmati hari-harinya yang menurutnya sangat amat menyenangkan.
"Benarkah?" tanya Vero yang juga antusias mendengarkan cerita Bibinya itu, hingga mereka mulai memasuki area dalam Istana dari Zen, dan meninggalkan sosoknya yang masih kerepotan mengurus berbagai barang bawaan dari Vero.
Akhirnya mereka berdua mulai bejalan bersama memasuki Istana dari Zen sambil saling bercerita pengalaman mereka beberapa hari ini. Bahkan mereka sampai tidak menghiraukan sosok pria yang saat ini dibantu bawahannya sedang membawa banyak sekali barang-barang dari dalam helikopter yang dirinya tumpangi tadi.
"Kalau sudah semua, ayo kita bawa kedalam" ucap Zen yang memastikan sudah membawa seluruh barang bawaan milik Istrinya.
"Baiklah, Tuan" balas bawahannya itu dan bersama Zen mulai memasuki Istana miliknya dan membawa semua barang yang di beli oleh Vero dan diserahkan kepada Zen untuk dibawa.
Saat turun dari helikopter yang ditumpanginya memang Vero sampai lupa bahwa dirinya sudah membeli berbagai hal saat dirinya berbulan madu dengan Zen, karena dirinya sangat merindukan sosok Bibinya yang hampir sebulan tidak berinteraksi dengan dirinya.
"Cih... padahal saat membelinya dirinya sangat bersemangat, tetapi sesaat sudah membelinya dirinya melupakannya" ucap Zen yang sudah berjalan beriringan dengan bawahannya untuk menyusul keberadaan Vero.
"Apakah kita memasukan saja kedalam ruang hampa untuk menyimpan semua barang ini, Tuan?" tanya bawahannya yang melihat banyaknya barang yang harus mereka bawa saat ini.
"Ruang hampa milikku sudah penuh dengan barang-barang miliknya. Aku belum sempat membuatnya lagi, jadi kamu bisa memasukan semua barang ini menuju ruang hampa milikmu" balas Zen yang menyahuti perkataan bawahannya itu.
Dan begitulah akhir dari Zen yang sangat disibukkan dengan barang bawaan milik Istrinya yang sangat amat banyak, karena bisa dikatakan selain dirinya membelikan barang-barang itu untuk keperluannya, dirinya juga tidak lupa membeli beberapa oleh-oleh untuk orang-orang terdekatnya.
"Cih... bukannya dirinya tidak mempunyai banyak teman, mengapa oleh-oleh untuk mereka banyak sekali" gumam Zen yang masih mengeluhkan dengan banyaknya barang yang harus dirinya bawa saat ini.
Waktu kembalinya mereka menuju Indonesia akhirnya tiba. Semua persiapan mereka sudah dilakukan oleh Zen, Vero dan Bibi Leni yang tinggal berangkat saja untuk kembali menuju ke kota Marlet tempat mereka tinggal beberapa saat lagi.
__ADS_1
Zen juga akhirnya mulai berpamitan kepada beberapa bawahannya saat ini. Yang dimana dirinya saat ini sudah berada di ruangan milik Alfred untuk menyelesaikan beberapa urusan dengan dirinya dan sekalian berpamitan kepada dirinya dan beberapa bawahannya yang berada di sana.
"Ini Loa, Tuan. Dirinya merupakan malaikat maut yang akan menjadi asisten sekaligus penjaga Nyonya Vero" ucap Alfred yang memperkenalkan seorang malaikat maut kepada Zen.
"Salam kenal, Tuan Zen. Nama saya Loa Darkin. Walaupun saya merupakan malaikat maut yang baru, saya akan bekerja dengan sangat keras untuk menjadi penjaga sekaligus asisten yang baik bagi Nyonya Vero" ucapnya bersemangat saat menyapa Zen.
Seperti yang diketahui, Vero akan mendapatkan seorang penjaga untuk dirinya, yaitu seorang malaikat maut. Maka dari itu, Alfred dan petinggi malaikat maut yang lain sudah mempersiapkan seseorang yang menurut mereka pantas untuk mengemban tugas tersebut.
Apalagi, dirinya bukan saja akan menjadi penjaga dari sosok Istri dari pihak yang paling mereka hormati di dunia ini, tetapi juga merangkap menjadi asisten pribadinya untuk mengurus semua hal yang akan dilakukan oleh Vero dalam kesehariannya nanti.
Sehingga saat ini malaikat maut tersebutlah yang akan menjadi pelindung sekaligus asisten dari Vero, dan dirinya akan selalu berada di samping wanita itu untuk melayani, melindungi dan sebagainya agar membuat keberadaan Vero tetap aman dari berbagai hal.
"Hmm.. baiklah. Lalu kamu sudah berpamitan kepada orang Tuamu?" tanya Zen kepada malaikat maut itu, karena bisa dikatakan dirinya masih tergolong sangat muda dari Malaikat Maut pada umumnya.
"Sudah Tuan Zen. Bahkan orang tua saya sangat bangga kepada saya, karena berhasil mendapatkan posisi penting dalam tugas pertama saya sebagai malaikat maut" ucapnya dengan bangga.
Memang untuk lolos seleksi menjadi malaikat maut pribadi dari Vero, beberapa malaikat maut bisa dikatakan ikut diseleksi. Hingga akhirnya malaikat maut yang bernama Loa itu yang dinyatakan sangat cocok untuk menjalankan tugasnya dalam menjadi malaikat maut pribadi bagi Vero.
"Baiklah. Dan ingat, kamu tidak perlu terlalu formal kepadaku dan Istriku. Karena kami tidak menyukainya" ucap Zen dan mendapatkan anggukan bersemangat dari malaikat maut bernama Loa tersebut.
Zen akhirnya hanya perlu menunggu saja Vero dan Bibi Leni menyelesaikan urusan mereka yang mulai berpamitan kepada berbagai pihak yang berada di Istana ini. Termasuk Bibi Leni mengucapkan terima kasih kepada para koki yang dengan sabar mengajari dirinya berbagai hal.
Hingga akhirnya kedua orang itu sudah tiba ditempat dimana Zen dan Loa menunggu mereka dan bersiap akan berangkat dari sana untuk langsung pulang menuju kota Marlet, yang merupakan kota tempat tinggal dari mereka di dunia ini dan sudah mereka tinggalkan selama sebulan lebih.
"Baiklah, kalau begitu kami berangkat" ucap Zen yang akhirnya mulai berpamitan kepada seluruh bawahannya yang mengantar kepergiannya dari tempat ini.
Vero dan Bibi Leni juga mulai melambaikan tangan mereka kepada seluruh pihak yang mengantar mereka, hingga akhirnya mereka mulai memasuki portal kabut yang sudah dibuat oleh Loa dan akan langsung berpindah menuju kota Marlet menggunakan kabut hitam tersebut.
Suasana akhirnya mulai berubah sepenuhnya, karena saat ini mereka sudah berpindah tempat dengan sangat cepat. Namun ketiga orang tersebut akhirnya bisa menghirup lagi suasana kota asal mereka, yang memang sudah mereka tinggalkan beberapa minggu belakangan ini.
__ADS_1
"Hahh... Akhirnya kita kembali"