
Seorang wanita yang awalnya sangat kesal dengan seorang pria yang berada didepannya, entah mengapa rasa kesalnya mulai berubah menjadi sebuah rasa yang bisa dikatakan merupakan sebuah keprihatinan, setelah melihat kondisi dari pria yang berada ditempat dimana dirinya berada saat ini.
Karena bisa dikatakan, sebuah rumah sakit yang berlabel rumah sakit khusus kepolisian, saat ini sudah merawat seseorang pria dengan kondisi yang sangat mengenaskan, yang ditemukan oleh beberapa pihak kepolisian yang memang sedang memburunya keberadaannya.
Dengan luka bakar yang sangat para yang dialami oleh dirinya, membuat beberapa pihak yang saat ini yang melihatnya cukup prihatin dengan keadaanya. Bahkan hingga saat ini, mereka belum mengetahui dengan pasti apa yang terjadi kepada dirinya, yang menyebabkan hampir seluruh tubuhnya bisa dikatakan gosong saat ini.
“Memangnya, apa yang terjadi kepadanya?” tanya Kelly yang saat ini menanyakan sebuah pertanyaan tentang kondisi pria tersebut, terhadap seorang anggota kepolisian yang berada di ruangan tersebut.
“Inilah yang masih kami selidiki saat ini, Nona Kelly. Karena memang, saat kami menemukan dirinya, kondisinya bisa dikatakan sudah seperti itu” balas salah satu anggota polisi yang berada di sana.
Tentu beberapa pihak akan merasakan sebuah teror melihat kondisi dari pria bernama Agus, yang ditemukan dengan keadaan yang mengenaskan pada sebuah tempat. Karena bisa terlihat, saat ini hampir seluruh tubuhnya dipenuhi dengan perban yang menutupinya.
Apalagi jika memang beberapa dari mereka melihat dengan pasti, apa yang sebenarnya terjadi kepada pria yang saat ini sedang terbaring lemah ditempatnya. Dipastikan mereka akan langsung merinding menyaksikannya, karena memang apa yang dialami pria itu tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
“Hahh... sudahlah. Yang penting dirinya sudah tertangkap” ucap Zen, yang saat ini mulai mengucapkan sesuatu dan menyahuti perkataan dari beberapa anggota kepolisian yang melaporkan keadaan dari pria tersebut.
Namun setelah Zen baru saja mengeluarkan sebuah kalimat dari mulutnya, Agus yang kondisinya sedang terbaring dengan lemas, entah mengapa mulai histeris mendengar sebuah kalimat yang berasal dari Zen. Bahkan dirinya saat ini mulai meronta setelah mendengar perkataannya itu.
Tentu, beberapa dari mereka akan menganggap bahwa saat ini pria bernama Agus itu, pasti sedang merasakan efek luka yang memenuhi seluruh tubuhnya. Namun tidak dengan seorang wanita, yang saat ini sedang menatap Zen karena dirinya tahu hal ini merupakan perbuatan dirinya.
Tidak usah dijelaskan lagi mengapa wanita itu mengetahui bahwa Zen sendirilah yang berbuat hal keji tersebut. Karena setelah Zen menyelesaikan perbuatan yang menurutnya menyenangkan itu, dipastikan Zen akan langsung menghubungi dirinya untuk membantu mengurus permasalahannya.
Jadi, wanita itu hanya mencoba menghela nafasnya saja, dan saat ini mulai mengikuti perilaku Zen yang seakan tidak mengetahui apa yang terjadi kepada pria bernama Agus itu, terlebih lagi kondisinya bisa dikatakan sangat amat parah dan menyebabkan beberapa pihak mulai mengkhawatirkan dirinya.
“Sepertinya dirinya harus diberikan sebuah obat penenang” kata seorang dokter yang memang bertugas merawat keadaan Agus, setelah dirinya melihat kondisi dari Agus yang mulai berontak tersebut.
Tetapi disisi lain, Zen yang masih berdiri dengan tenang ditempatnya, malah mulai merasakan bahwa dirinya sedang ditatap oleh seseorang. Tentu dirinya saat ini langsung menengok asal tatapan tersebut dan menemukan Santi saat ini sedang menatapnya tajam sambil menggelengkan kepalanya.
Santi memang tidak tahu lagi, harus berbuat apa untuk mencegah temannya itu berbuat seenaknya. Apalagi sudah berbagai cara dirinya lakukan untuk meyakinkan Zen, agar pria itu tidak melakukan hal tersebut. Namun seperti yang sudah diketahui, pria itu tidak mengikuti perkataannya satupun hingga saat ini.
__ADS_1
“Tenanglah Nona Kelly. Akan kami pastikan mengusut perkara anda hingga kasus tersebut terselesaikan dan tuntas sepenuhnya.” Balas Santi, yang saat ini lebih memilih untuk berbicara kepada Kelly, karena dirinya cukup malas menasehati tindakan Zen yang memang tidak bisa dirinya cegah tersebut.
Memang karena kasus ini berhubungan dengan orang terdekat Zen, mau tidak mau Santi sendirilah yang memutuskan untuk mengerjakan kasus yang dialami oleh Kelly. Karena memang, dirinya tidak mau banyak korban jiwa kembali terjadi, jika memang dirinya membiarkan Zen menyelesaikan urusannya sendiri.
Jadi, dirinya yang saat ini sudah dipersilahkan untuk bertugas kembali, akhirnya mulai mengerjakan kasus tersebut dan mungkin akan menyelesaikannya dengan cepat, sebelum Zen akan bertindak secara impulsif dan berbuat seenaknya untuk menyelesaikan masalahnya.
Karena jika dirinya tidak segera ikut campur, mungkin korban yang jatuh karena tindakan impulsif dari Zen itu akan memakan banyak korban. Maka dari itu, jika dirinya sudah mendapatkan informasi bahwa seseorang mencari masalah dengan Zen, Santi akan langsung turun tangan untuk menyelesaikannya.
“Lalu, kapankah diriku bisa kembali menuju apartemenku. Karena memang aku harus memindahkan semua barang-barang milikku dari sana, menuju kediaman baruku” balas Kelly yang akhirnya mulai angkat bicara kembali.
“Anda sudah bisa kembali melanjutkan aktivitas anda, pada apartemen milik anda sendiri, Nona Kelly. Karena memang, pihak kami sudah memeriksa seluruh tempat tinggal anda dan menyelesaikan urusan penyelidikan kami pada kediaman anda” balas Santi kemudian.
Tentu hal inilah yang sedari tadi sangat ingin diketahui oleh Kelly. Karena memang, dirinya harus memindahkan semua barangnya menuju kediaman barunya, agar dirinya bisa tinggal bersama Ibunya pada kediaman tersebut jika Ibunya sudah diizinkan untuk pulang dari tempat dimana dirinya sedang dirawat.
Apalagi dirinya sudah merasa trauma untuk tinggal pada kediamannya yang sudah lama dirinya tinggali tersebut. Bahkan Santi sudah bersiap menjualnya, walaupun dirinya mempunyai sebuah kenangan yang cukup indah pada tempat tinggal yang sudah dirinya tinggali selama bertahun-tahun itu.
“Baiklah, terima kasih Bu Santi” balas Kelly kemudian, yang merasa sudah cukup mengetahui berbagai hal yang ingin dirinya ketahui.
Jadi, dirinya merasa lega bahwa kejadian yang dirinya alami itu, tidak menjadi komoditas dari sesuatu yang aneh, dan setidaknya privasi atas dirinya masih aman walaupun sebenarnya dirinya masih merasa takut bahwa hal itu akan terjadi kembali kepada dirinya.
“Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu, Bu Santi” ucap Vero kemudian, yang memutuskan untuk beranjak dari tempat itu, karena memang urusan mereka ditempat ini sudah terselesaikan sepenuhnya.
Memang Anabelle, Vero dan Zen juga ikut serta menuju tempat ini menemani Kelly. Karena menurut mereka, sekalian saja mereka menemani Kelly karena mereka baru saja kembali dari perusahaan Gold Rock yang melakukan sebuah kerja sama dengan mereka tadi.
“Baiklah, tetapi bisakah saya meminta waktu sebentar dengan suami anda, Nona Vero?” tanya Santi kembali, karena memang ada sesuatu yang ingin dirinya bicarakan dengan Zen.
“Tentu saja, tetapi jangan terlalu lama, oke” balas Vero kemudian, yang saat ini merasa sedikit tidak nyaman saat seorang wanita ingin berbincang empat mata dengan suaminya itu.
Karena memang, jika sebuah perasaan belum muncul didalam diri Vero, dipastikan dirinya tidak akan mempermasalahkan bahwa Zen akan berbincang dengan siapa saja. Bahkan mungkin dirinya tidak mempermasalahkan bahwa pria itu mempunyai hubungan dengan seseorang.
__ADS_1
Namun berbeda dengan sekarang, karena pria itu saat ini berhasil mencuri sesuatu yang berharga dari dalam hatinya, dan membuat Vero sedikit tidak rela jika pria itu berdekatan dengan seseorang yang menurutnya dapat menandingi dirinya, apalagi dalam bidang paras wajah.
Karena bisa dibilang, keunggulan Vero atas sosok dari Santi merupakan sebuah kekayaan. Karena bisa dikatakan, jika dibandingkan dengan berbagai aspek, mereka bisa dikatakan setara. Apalagi dalam hal paras wajah yang bisa dikatakan sama-sama terlihat sangat cantik.
Begitulah apa yang dipikirkan oleh Vero, yang membuat dirinya sangat mewaspadai sosok dari Santi, yang mungkin akan merebut suaminya itu dari dirinya. Apalagi, status dirinya dan Zen yang belum jelas hingga saat ini, langsung membuat Vero cukup risau dengan hubungannya dengan Zen.
“Baiklah, saya hanya meminjam dirinya sebentar saja” balas Santi yang mengiyakan perkataan dari Vero tersebut.
Vero yang merasa berat hati, bersama dengan Anabelle dan Kelly saat ini mulai beranjak dari tempatnya dan memutuskan untuk menunggu Zen pada kendaraan yang membawa mereka ketempat ini. Namun Vero baru menyadari sesuatu saat ini.
“Tunggu, aku baru menyadari bahwa memang Zen sangat dekat dengan seorang kepala kepolisian. Lalu, apakah apa yang aku pikirkan selama ini, tentang dirinya merupakan agen rahasia merupakan sebuah kebenaran?” gumam Vero, yang kembali mengembangkan imajinasi asalnya itu.
Disisi lain, Santi juga sudah mengajak Zen menuju sebuah ruangan untuk mendiskusikan sesuatu, setelah memang keberadaan Vero dan rombongannya sudah beranjak dari tempat, dimana seorang yang disiksa Zen berada dan sedang terbaring dengan lemas ditempatnya.
“Bisakah kamu menghentikan tindakan mengerikan yang kamu lakukan itu, Zen?” kata Santi yang mulai membuka percakapan mereka.
“Cih.. mengapa kamu terus mengungkit permasalahan ini lagi. Bukankah sudah aku buktikan, bahwa hukum yang kamu gunakan itu sangat amat cacat” balas Zen.
Namun berbeda seperti biasanya yang dimana Santi akan berdebat dengan Zen atas sebuah permasalahan yang sedang mereka diskusikan itu. Saat ini dirinya hanya langsung bungkam karena memang dirinya juga bingung dengan kondisinya sendiri.
Karena dirinya juga tidak bisa mengelak, bahwa apa yang dikatakan oleh Zen selama ini kepadanya bisa dikatakan merupakan sebuah kebenaran. Karena setelah dirinya menyelidiki sendiri perkataan Zen itu, dirinya bisa memastikan bahwa beberapa pihak yang bekerja dengan dirinya tidak sepenuhnya menjalankan kewajiban mereka dengan benar.
“Heh... sepertinya kamu sendiri sudah menganggap perkataan dariku itu benar, bukan?” ucap Zen setelah melihat ekspresi rumit dari Santi atas perkataannya yang baru saja dirinya lontarkan itu.
“Bukan seperti itu Zen, tetapi tetap saja apa yang kamu lakukan itu tidak bisa dibenarkan” balas Santi kemudian, yang masih mencoba memperdebatkan permasalahan mereka.
“Aku tahu. Tetapi perbuatan beberapa orang yang seharusnya terjerat hukum yang kamu junjung tinggi itu dan bisa terlepas dari jeratannya, bukankah bisa dikatakan tidak bisa dibenarkan juga?” tanya Zen kembali.
Dan saat ini, Santi akhirnya mulai bungkam sepenuhnya. Bahkan awalnya dirinya yang ingin menasehati Zen, sepertinya dirinya tidak bisa melakukannya, karena memang dirinya baru menyadari sebuah hal yang terjadi pada organisasi yang dibanggakan oleh dirinya.
__ADS_1
Bahkan dirinya yang merupakan pemimpin dari kepolisian dari wilayahnya sendiri, seakan tidak mampu untuk mengusut tuntas apa yang sedang dirinya curigai itu. Karena memang, pergerakan mereka bisa dikatakan sangat rapi, hingga mereka tidak bisa dijerat oleh Santi hingga saat ini.
“Hahh... aku tahu Zen. Apalagi setelah aku mengetahui bahwa aku tidak bisa mempercayai seluruh bawahan ku sepenuhnya.”