Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Akhir Yang Sempurna


__ADS_3

Kebahagiaan saat ini dialami oleh sebuah keluarga yang besar, karena mereka menyambut beberapa keluarga baru mereka yang sudah bertambah. Bahkan sosok pria yang sudah mendambakan hal ini sejak lama, dirinya merasa sangat bahagia melihat anak-anaknya akhirnya sudah lahir dengan sempurna di dunia ini.


Walaupun sebenarnya mereka merupakan entitas dirinya dan adik-adiknya kandungnya sendiri, tetapi tetap saja mereka merupakan sebuah keberadaan baru. Maka dari itu, sebagai orang tua mereka dalam membimbing mereka kelak, Zen merasa bahagia bahwa anak-anaknya yang pertama merupakan penerus keberadaan dirinya dan adik-adiknya.


"Lihat, semuanya sangat tampan" ucap Vero yang juga ikut serta menggendong salah satu anak dari suaminya itu.


Beberapa wanitanya memang saat ini sudah menggendong seluruh anak-anaknya yang dilahirkan oleh Axillia. Termasuk Zen yang saat ini menggendong putra pertamanya yang merupakan perwujudan dari sosoknya dahulu yaitu Sloth. Tentu dirinya merasa bahagia menggendongnya dan saat ini sedang menatap wajah putranya itu dengan perasaan bahagia.


Tentu Zen merasa sangat senang dengan kelahiran semua anaknya. Namun dirinya bisa dikatakan memiliki waktu yang sedikit untuk bisa bercengkrama dengan mereka sampai puas, karena seluruh Istrinya ikut berebutan untuk dapat menggendong mereka. Apalagi beberapa anak Zen terlihat sangat cepat kelaparan dan saat ini langsung disusui oleh Axillia.


"Ayah... aku juga mau lihat adikku" Dan tentu yang lebih heboh atas kelahiran mereka tentu saja Kileni.


Gadis kecil itu tentu saja akan menjadi Kakak dari ketujuh bayi mungil tersebut. Maka dari itu dirinya merasa bersemangat untuk melihat mereka, bahkan dirinya sering mengganggu keberadaan mereka dengan mencubit beberapa bagian tubuh adiknya, karena menurutnya mereka sangatlah menggemaskan.


Dan begitulah kondisi kebahagiaan yang dialami oleh Zen, bahkan kebahagiaan itu juga dirasakan oleh seluruh keluarganya. Apalagi kelahiran mereka sangat spesial, karena Ibu kandung Zen sendiri yang membantu proses persalinan mereka dan mereka dilahirkan pada salah satu dunia yang pertama kali diciptakan oleh Sang Pencipta pada semesta ini.


"Makanlah dengan perlahan, Axillia. Saat ini beberapa saudarimu sudah menggantikan dirimu dalam menjaga anak-anakmu" ucap Rafaela, Ibu dari Zen disaat mereka sedang menikmati makan malam bersama mereka.

__ADS_1


Memang semua keluarga Zen saat ini sedang melakukan makan malam yang besar, karena saat ini seluruh keluarganya bisa berkumpul bersama dan saat ini bisa bercengkrama bersama. Tentu kegiatan itu terlihat sangat amat membahagiakan untuk bisa dilewati, walaupun saat ini beberapa Istri dari Zen cukup kerepotan berurusan dengan anak-anak yang dilahirkan oleh Axillia.


Namun tetap saja, semua itu tidak melunturkan sebuah acara yang sangat sakral bagi mereka, karena ini merupakan pertama kalinya seluruh pihak dari keluarga Sang Pencipta berkumpul dan bercengkrama bersama di satu tempat. Maka dari itu, kebahagiaan yang hangat bisa dirasakan sangat lekat di tempat tersebut.


"Baiklah, Ibu" Dan begitulah jawaban dari Axillia disaat dirinya berusaha untuk menjadi Ibu yang baik, dengan terus menjadi Ibu yang siaga bagi anak-anaknya.


Hingga tidak terasa seminggu sudah berlalu setelah kedatangan seluruh anak-anak pencipta dan kelahiran dari Axillia ditempat ini. Saat ini keluarga besar itu sudah mulai terbiasa tinggal pada kediaman sederhana milik Sang Pencipta yang ada di dunia ini. Bahkan mereka semua saat ini sangat amat nyaman bisa berada di tempat ini.


Namun tepat hari ini juga, Zen yang baru saja menjadi Ayah juga harus melaksanakan tugas pertamanya sebagai entitas tertinggi pada semesta ini. Maka dari itu, Zen dan Ayahnya saat ini sudah bersiap untuk melakukan pekerjaan mereka untuk menjaga keseimbangan pada seluruh semesta yang terus berkembang dan bertumbuh ini.


"Maka dari itu, Ayah memintamu menggantikan peran Ayah, karena Ayah sudah tidak sanggup mengawasi dunia ini semua" Balas Sang Pencipta kepada Zen yang saat ini akan dipusingkan dengan seluruh dunia yang tersebar pada semesta yang luas dihadapannya.


Memang Zen tidak menyangka jumlah dunia yang akan dijaganya akan mencapai triliunan. Padahal dulu, dirinya hanya dibatasi berpindah tempat pada jutaan dunia saja oleh Ayahnya, dan itupun dibagi kepada seluruh adik-adiknya. Namun kali ini, sudah dipastikan dirinya harus mengawasi seluruh semesta yang luas ini sendirian.


Tentu dirinya akan meminta adik-adiknya membantunya, namun cakupan mereka tidak akan sebanyak Zen nantinya, dan otoritas mereka hanya sebagai pengawas saja dan tidak bisa mengambil keputusan apapun pada sebuah dunia jika terjadi sesuatu. Maka dari itu, saat ini tugas Zen sangatlah berat dan melihatnya saja sudah membuat Zen sakit kepala.


"Tapi karena kamu merupakan Sang Pencipta yang menggantikan Ayah, semua aturan semesta ini sekarang berada di tanganmu dan Ayah tidak akan ikut campur atas keputusan yang dirimu ambil" Balas Ayahnya.

__ADS_1


"Ho... jadi aku bisa berbuat sesukaku untuk membuat beberapa dunia yang terlihat kacau itu kembali seimbang?" Tanya Zen kepada Ayahnya.


Memang walaupun sudah tidak ada lagi sisi gelap dari sosok Ayahnya, beberapa dunia memang mengalami sebuah kekacauan. Memang secara alami beberapa dunia akan menjalani sebuah kekacauan. Maka dari itu, tugas Sang Pencipta untuk mencoba membuat dunia itu seimbang, sebelum benar-benar dimusnahkan jika memang tidak bisa lagi diselamatkan.


"Tentu saja. Tapi kamu tahu sendiri bukan, keberadaan dirimu sama sekali tidak boleh ikut campur secara langsung atas semua kejadian yang terjadi di setiap dunia yang berada di semesta ini. Tentu tugasmu akan menjadi pengawas dan pengadil saja bagi dunia yang akan kamu seimbangkan, apakah dunia itu layak dipertahankan atau tidak" Balas Sang Pencipta kepada Zen.


Memang Zen bisa memberikan sebuah berkat atau sesuatu yang bisa membuat beberapa dunia yang mengalami kekacauan itu untuk memulihkan diri. Namun setelah itu, jika nanti apa yang dirinya lakukan gagal, dirinya bisa memusnahkan dunia itu dan mungkin menciptakan sebuah dunia yang baru untuk menggantikannya.


Walaupun nanti Zen mungkin akan bertugas memusnahkannya saja jika dunia itu tidak layak, karena pada semesta yang luas ini beberapa dunia terus terbentuk untuk memenuhinya, karena memang hukum semesta ini memang membaut seluruh dunia yang ada di semesta ini bisa untuk terus tercipta dan berkembang memenuhi semesta yang masih sangat kosong ini.


"Hahh... baiklah. Kalau begitu, Ayah tolong kembalikan otoritas adik-adikku yang lain agar bisa membantuku." Ucap Zen yang saat ini sudah bersiap memulai pekerjaannya.


"Baiklah. Dan juga, jangan lupakan untuk menghubungkan kembali seluruh kelompok malaikat dan malaikat maut di setiap dunia. Karena sudah berjuta-juta tahun lamanya mereka bergerak tanpa Tuan mereka" Balas Sang Pencipta kepada Zen.


Bisa dikatakan pada setiap dunia tersebar seluruh malaikat dan malaikat maut yang mengawasinya. Maka dari itu, Zen tidak akan terlalu kerepotan menjaga seluruh dunia yang ada di semesta ini, karena seluruh dunia bahkan di setiap wilayah pada berbagai dunia yang ada pada semesta yang luas ini, terdapat berbagai Malaikat mau yang menjaganya.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mulai bekerja"

__ADS_1


__ADS_2