
Ruangan yang sebelumnya diisi oleh beberapa orang dan terlihat sangat penuh, saat ini mulai sepi dan hanya menyisakan beberapa orang saja berada didalamnya. Tentu jumlah orang yang berada di ruangan tersebut cukup berbeda jumlahnya, saat Vero dan rombongannya baru tiba ditempat ini tadi.
Orang-orang yang masih berada didalam ruangan ini, merupakan petinggi perusahaan yang menjalankan pekerjaan mereka dengan baik dan masih setia kepada perusahaan tempat mereka bekerja. Hingga mereka tidak melakukan sesuatu yang sangat buruk, untuk perusahaan ini.
Memang tidak semua pegawai milik Vero merupakan orang yang sangat kotor. Karena terbukti, bahwa masih ada orang-orang yang benar-benar bekerja di perusahaan miliknya dengan jujur dan bekerja secara maksimal. Jadi Vero sangat berterima kasih kepada mereka, karena mereka mengabdikan diri mereka di perusahaan ini dengan sangat tulus.
“Terima kasih kepada kalian yang masih bekerja dengan baik pada perusahaan ini” ucap Vero membuka perkataannya, setelah semua orang yang diringkus oleh pihak kepolisian tadi, sudah sepenuhnya beranjak dari sana.
Dengan perasaan yang bisa dikatakan campur aduk, akhirnya dirinya menyadari bahwa beberapa pihak dari dalam perusahaannya, merupakan sebuah kanker yang sangat amat akut, sehingga membuatnya terus memutar otak untuk mencoba menyembuhkannya.
Setelah cukup lama mencari, akhirnya dirinya menemukan mengapa perusahaan yang dipimpin olehnya bisa berada diujung tanduk. Karena mereka benar-benar menggerogoti seluruh sektor yang dapat menghasilkan uang untuk ketamakan mereka, dan digunakan oleh mereka untuk disalah gunakan menjadi keuntungan pribadi.
Apalagi, apa yang mereka lakukan selama ini, membuat perusahaan yang sudah sangat susah payah dirinya kelola, hampir saja hancur akibat ulah mereka. Jadi menurutnya ini adalah saat yang tepat untuk memulai dari awal lagi mengelola perusahaannya.
“Karena ketidak kompetennya diri saya dalam melihat permasalahan yang terjadi. Saya sebagai pemimpin meminta maaf kepada kalian semua yang masih setia untuk berjuang bersama saya kedepannya, dan saya memastikan membawa perusahaan ini akan beranjak menjadi lebih baik lagi dimasa depan” ucap Vero kemudian dengan penuh tekad, kepada sisa-sisa bawahannya yang masih berada didalam ruangan pertemuan tersebut.
Memang semua tindakan ilegal yang terjadi pada seluruh unit perusahaannya, yang dilakukan oleh beberapa pihak sudah tercium olehnya. Namun sayang, saat dirinya mencoba mencari asal baunya, selalu saja ada yang menghalangi perbuatannya hingga akhirnya sudah terjadi sesuatu yang sangat parah seperti saat ini.
Jadi tugasnya sekarang adalah untuk membangun kembali semua yang sudah hancur, agar perusahaannya saat ini bisa kembali bangkit. Apalagi, Vero bisa mengawasi seluruh tindakan yang diambil oleh perusahaannya sendiri saat ini, karena pengawasan perusahaan yang dipimpin olehnya sekarang, sudah dikuasai penuh oleh dirinya sendiri.
“Kalau begitu, tugas pertama yang akan kita lakukan yait-” namun sebelum dirinya menyelesaikan kalimatnya, yang akan menjelaskan tentang resolusi perusahaan yang dipimpinnya untuk kedepannya. Tatapannya malah tidak sengaja melihat seorang pria yang saat ini dengan nyaman sedang tertidur ditempatnya.
Tentu karena Vero menghentikan kalimatnya dan tatapannya saat ini menuju kearah seseorang. Semua mata yang berada di ruangan tersebut saat ini langsung melihat arah dimana tatapan Vero mengarah. Apalagi setelah mereka mulai melihat seorang pria sedang tertidur, diantara mereka saat ini mulai berdoa, agar pria itu bisa selamat saat keluar dari perusahaan ini.
Walaupun keberadaan dan tindakannya sebenarnya tidak menganggu jalannya pertemuan yang sedang dirinya lakukan, tetapi tetap saja pria itu saat ini sedang terlelap ditengah-tengah sebuah pertemuan yang bisa dikatakan sangat penting.
Jadi, semua orang yang berada di sana saat ini mulai mengkhawatirkan pria yang sedang terlelap itu, karena dipastikan atasan mereka yang sedang menatapnya, akan mulai meledak atas perilaku dari pria yang saat ini dengan santainya terlelap ditempatnya.
__ADS_1
“Ssstttt... bangun Zen... bangun” ucap Kelly yang memang duduk disebelahnya, dan mencoba membangunkan suami sahabatnya itu, yang saat ini dengan nyaman terlelap ditempatnya.
Tentu karena merasa terganggu dengan perbuatan Kelly, Zen akhirnya mulai tersadar dari tidurnya. Dengan menatap sekelilingnya setelah dirinya terbangun, dirinya mulai menyadari bahwa saat ini dirinya menjadi pusat perhatian dari seluruh orang yang berada ditempat dirinya berada saat ini.
Untung saja, sebagian besar sifatnya sudah menghilang dari dalam dirinya saat ini. Jika tidak, mungkin seluruh orang yang berada di sana saat ini sudah tewas, karena berani-beraninya membangunkan seorang yang mempunyai sifat dasar yang sangat malas itu.
“Ah... maafkan aku. Karena apa yang kalian lakukan sedari tadi sangat membosankan, membuat kelopak mataku sangat berat dan akhirnya membuatku tertidur.” ucap Zen yang tidak merasa bersalah dengan apa yang diperbuatnya.
Tentu melihat seorang pria yang datang bersama pemimpin perusahaan mereka tadi, membuat mereka cukup penasaran dengan siapa sebenarnya pria tersebut. Karena memang pemimpin mereka selama ini tidak pernah sekalipun akan didampingi oleh seorang pria.
Apalagi pemimpin mereka sangat terkenal dengan tidak menyukai keberadaan sosok yang bisa dikatakan para pria, karena sampai saat ini seluruh petinggi perusahaannya bisa dikatakan tidak ada yang pria, bahkan sebagian besar karyawan perusahaan ini adalah seorang wanita.
Jadi, cukup aneh memang jika pemimpin mereka berdekatan dengan namanya pria saat ini. Karena memang didalam ruangan tersebut, hanya Zen saja yang merupakan pria, karena pria-pria yang ikut dalam pertemuan ini sudah ditangkap oleh pihak berwajib tadi.
“Hahh... baiklah mari kita lanjutkan” ucap Vero kemudian, yang memutuskan untuk membiarkan saja perilaku dari pria yang merupakan suami bayarannya itu, karena memang Vero mengetahui bahwa sifat pria itu memang seperti itu.
Tentu apa yang dilakukan Vero yang membiarkan tindakan Zen, membuat semua pihak yang berada di ruangan tersebut langsung tercengang. Bahkan Kelly juga cukup terkejut, karena sahabatnya itu tidak memarahi suaminya itu. Jadi, dirinya semakin yakin bahwa Vero benar-benar menyukai pria yang sudah menjadi suaminya saat ini.
Semua orang yang sebelumnya masih menunjukan ekspresi tercengang dengan sikap dari Vero itu, akhirnya mulai mengembalikan ekspresi mereka menjadi serius, karena pertemuan akhirnya terus dilanjutkan.
Saat ini Vero mulai menjelaskan bahwa dirinya akan merubah keseluruhan sistem perusahaannya, yang dulunya sangat susah dirinya kendalikan, karena dewan direksi dan Ayah tirinya selalu menghalanginya.
Namun karena pemilik mayoritas saham dari perusahaannya mendukungnya saat ini, jadi dirinya bisa melakukan apa yang dirinya ingin lakukan pada perusahaannya, tanpa khawatir lagi ada orang yang menghalangi semua keputusannya.
“Apakah kalian sudah paham?” tanya Vero kepada seluruh orang yang bisa dikatakan orang-orang yang bekerja sangat baik didalam perusahaannya, setelah dirinya sudah selesai menjelaskan semua rencananya kepada mereka.
“Tentu kami sudah paham Nona Vero” ucap salah satu dari mereka, dan dibarengi dengan anggukan oleh seluruh orang yang menghadiri pertemuan tersebut.
__ADS_1
Semua orang yang berada di sana saat ini mulai bertekad, untuk menjalankan semua rencana yang sudah dipaparkan kepada mereka oleh Vero. Namun, ada satu pria yang bertindak sangat berbeda dengan orang-orang yang berada didalam ruangan tersebut.
Bahkan setelah Vero menyelesaikan perkataannya tadi, dirinya kembali menghela nafasnya setelah melihat pria tersebut, yang saat ini kembali terlelap dengan nyaman ditempatnya, karena memang pria tersebut merasa bosan dengan kegiatan orang-orang yang berada di ruangan ini.
“Kalau begitu, mari kita akhiri pertemuan ini, dan sebisa mungkin kerjakanlah seluruh perintahku secepat mungkin. Terutama pihak personalia, untuk memastikan segera mencari orang yang cocok untuk mengisi kekosongan tempat pada perusahaan ini” ucap Vero kemudian, dan mendapat anggukan dari seluruh pihak yang berada di sana.
Mendengar bahwa pertemuan itu sudah diakhiri, akhirnya hampir seluruh orang yang berada didalam ruangan tersebut mulai meninggalkan ruangan itu dan kembali menuju ruangan mereka masing-masing.
Apalagi saat ini mereka harus bergegas untuk menyebarkan informasi yang mereka terima dari pertemuan tersebut, kepada bawahan mereka dan dengan sesegera mungkin langsung memulai mengerjakan semua tugas yang baru saja diberikan oleh atasan mereka dalam pertemuan tadi.
Hingga akhirnya pada ruangan itu hanya menyisakan Vero dan Zen saja yang berada didalamnya, yang dimana Vero sengaja untuk tidak kembali menuju ruangannya, karena dirinya ingin menyelesaikan permasalahan tentang sikap suami bayarannya itu.
Tentu Kelly sudah diberi sebuah tugas oleh Vero dan dirinya juga sudah meninggalkan tempat itu terlebih dahulu. Sedangkan Vero saat ini memutuskan untuk menyelesaikan urusannya, dengan pria yang sedari tadi tertidur pada ruang pertemuan ini terlebih dahulu.
“Bangunlah tukang tidur!” teriak Vero, yang menendang tempat duduk dari Zen untuk membangunkannya.
Tentu Zen yang sekali lagi tertidur, dan sekali lagi diganggu aktivitasnya itu mulai membuka matanya. Dengan kelopak matanya yang terbuka sedikit demi sedikit, saat ini dirinya melihat bahwa tempat tersebut sudah mulai kosong dan hanya menyisakan dirinya dan Vero saja didalam ruangan tersebut.
“Ah... apakah sudah selesai?” tanya Zen kepada Vero, yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.
“Bisakah kamu mengubah sikapmu menjadi sesuatu yang serius Zen” ucap Vero yang saat ini masih menatap pria yang merupakan suami bayarannya itu.
“Memangnya apa yang salah dari sikapku? Apa yang kalian lakukan tadi, membuat diriku mengantuk karena aku tidak mengerti apa yang sedari tadi kalian lakukan” ucap Zen jujur.
“Hahh... tetapi bukannya kamu bisa bertingkah untuk tidak melakukan hal tersebut Zen. Karena walaupun hubungan kita masih rahasia saat ini, tetapi dimasa depan pasti akan ketahuan juga. Jadi aku mohon ubahlah sedikit sikapmu itu” ucap Vero yang terkesan sambil memohon itu.
Nasehat yang diberikan oleh Vero saat ini, bukan saja untuk kebaikan dirinya sendiri, melainkan untuk kebaikan Zen juga. Tentu dimasa depan dirinya mungkin tidak melanjutkan hubungan yang dirinya lakukan bersama Zen untuk berlanjut.
__ADS_1
Namun, dirinya ingin melihat Zen untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Bukan dalam segi ekonomi saja dirinya ingin Zen berubah, tetapi sikapnya. Jadi memang saat dirinya lepas dari dirinya kelak, Vero tidak memiliki penyesalan saat bertemu dengannya kembali, karena melihat keadaannya yang sangat mengenaskan itu.
“Baiklah... Baiklah. Akan aku usahakan”