Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Merangkul Lalu Meledak


__ADS_3

Dan disinilah Santi saat ini berada. Yang dimana dirinya saat ini menyaksikan sebuah tempat yang bisa dikatakan cukup kumuh, yang berada ditengah sebuah hutan dan terlihat sudah hancur sepenuhnya. Apalagi saat Santi mulai mendekat, dirinya mulai melihat beberapa mayat yang sudah berceceran diberbagai tempat dari tempat dirinya berada.


Dengan langkahnya yang mendekat secara perlahan, dirinya mulai melewati beberapa tubuh, organ tubuh, bagian tubuh dan sebagainya pada tubuh, dari beberapa pihak yang sudah tewas ditempat tersebut. Bukan hanya itu saja, jika ada pihak yang memang tewas dengan tubuhnya masih utuh, keadaan mayat mereka bisa dikatakan sangat amat mengenaskan.


Untung saja Santi sudah bisa menghilangkan rasa depresi dan trauma yang dirinya alami beberapa waktu yang lalu. Jadi dirinya sudah tidak terbawa dengan apa yang baru saja terjadi ditempat ini. Apalagi bisa dikatakan mayat yang saat ini sudah tergeletak dibawah tanah, bisa dikatakan kondisi mereka amat sangat buruk.


Untung saja, Santi mengambil keputusan tepat untuk tidak mengajak Vero tadi. Karena bisa dikatakan, wanita itu akan merasa trauma jika dirinya melihat semua kejadian ditempat ini, apalagi bisa dipastikan semua yang terjadi disini merupakan ulah dari Zen.


"Hahh.. tidak bisakah dirinya menahan diri" ucap Santi yang sudah tidak bisa lagi berbuat apapun untuk menyangkal perbuatan dari Zen, yang terkenal sangat kejam dan mulai mendekat kearah sebuah gubuk yang masih berdiri kokoh ditempat tersebut.


Santi dengan langkahnya yang perlahan, mulai mendekati tempat yang terlihat seperti sebuah gubuk yang bisa dikatakan kumuh, dan terdengar suara pertempuran dari dalamnya. Tentu mendengar hal itu, membuat Santi sudah bisa menebak bahwa Zen masih melakukan sebuah pertempuran didalam gubuk tersebut.


Bahkan dirinya sudah mengeluarkan senjata yang dimilikinya, dan bersiap untuk membantu Zen yang bisa dikatakan dirinya terus mendengar suara pertempuran dari dalam tempat tersebut. Namun anehnya, hingga saat ini dirinya tidak mendengar sebuah suara baku tembak sama sekali.


Bisa dikatakan dirinya hanya bisa mendengar suara sesuatu yang terus terbentur. Bahkan Santi bisa melihat gubuk yang sudah terlihat bapuk yang saat ini sedang dirinya dekati, terlihat terus saja mengalami goncangan yang sepertinya akan menghancurkan gubuk tersebut, jika pertarungan yang terjadi didalamnya terus berlanjut.


Tentu dirinya cukup bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi didalamnya. Karena bisa dikatakan apa yang terjadi di sana, tidak seperti terlihat seperti sebuah pertarungan biasa. Karena saat ini, bisa terlihat bahwa seluruh bagian dari gubuk itu terus saja berguncang dengan sangat intens


"Sialan, sebenarnya apa yang sedang terjadi di sana?" ucap Santi yang semakin mendekat kearah gubuk, yang dirinya yakini terdapat sosok Zen berada didalamnya.


Langkah kakinya saat ini terus melewati beberapa tubuh tak bernyawa yang saat ini mulai terbaring dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Bahkan dirinya semakin waspada saat mendekati gubuk, yang terdengar mengalami pertempuran yang sangat dahsyat dari dalamnya saat ini.


Bahkan, intuisi miliknya mengatakan agar dirinya segera meninggalkan tempat itu dengan cepat. Maka dari itu, Santi sedikit ketakutan untuk terus berjalan mendekati tempat yang terus mengalami goncangan dari dalamnya hingga saat ini.


"Cih... seharusnya aku menunggu para bawahan milikku untuk tiba saja tadi, barulah aku akan mengeledah tempat ini" ucap Santi yang mulai ragu untuk memasuki gubuk tersebut.


Memang awalnya Santi sudah membentuk sebuah tim untuk dirinya utus, agar mereka datang ketempat ini bersamanya. Namun karena bisa dikatakan lokasi tempatnya berada tadi lebih dekat dengan tempat ini, jadi Santi memutuskan untuk datang terlebih dahulu.


Namun saat dirinya tadi cukup percaya diri untuk melakukan pengrebekan sendirian, dan mungkin akan menemukan sosok Zen yang biasanya selalu sudah selesai melakukan kegiatannya. Saat ini dirinya mulai merasa ragu karena terdengar suara pertempuran yang sangat intens dari dalam gubuk yang saat ini dirinya ingin masuki.


Masalahnya, pertempuran yang terjadi didalamnya seperti bukanlah sebuah pertempuran bagi Santi. Karena bisa dikatakan gubuk tersebut sedang mengalami sebuah bencana, yang membuat kondisinya terlihat terus saja berguncang dengan sangat hebat.

__ADS_1


"Sudahlah. Mari kita masuk" ucap Santi penuh tekad, yang memutuskan untuk memeriksa keadaan didalam kediaman itu, karena saat ini dirinya juga sudah berada didepan pintu dari gubuk yang masih terdengar suara pertempuran yang intens dari dalamnya.


Dengan tangannya yang masih waspada dan pistol milik dirinya yang sudah diarahkan terus kearah depan. Saat ini dirinya mulai memegang gagang kayu dari gubuk tersebut dan akan mendorong untuk membukanya perlahan. Namun entah mengapa, saat dirinya sudah memegang gagang kayu itu, suara pertempuran yang terjadi didalamnya tiba-tiba saja mulai terhenti.


Bahkan karena suara yang sedari tadi terdengar sangat intens itu mulai berhenti, tentu membuat Santi langsung menghentikan tindakannya. Apalagi dirinya mulai bimbang apakah dirinya akan masuk atau tidak kedalam gubuk tersebut setelah suara pertempuran yang terjadi didalamnya mulai hilang sepenuhnya.


Namun saat dirinya masih berfikir apakah dirinya akan masuk atau tidak kedalam gubuk tersebut, tiba-tiba saja pintu gubuk yang akan dirinya masuki mulai terbuka, lalu memunculkan sosok pria yang sedari tadi dirinya khawatirkan keberadaannya dan menyuruhnya untuk datang ketempat ini.


"Ze- tunggu apa yang kamu lakukan?" ucap Santi yang menghentikan niatnya untuk menyapa Zen dan malah mulai bingung dengan tingkah dari pria itu terhadapnya.


Karena apa yang dilakukan Zen kepadanya saat ini membuat Santi sangat terkejut dengan sikapnya itu. Karena bisa dibilang, Zen saat ini langsung merangkul tubuhnya dan membawa dirinya seperti sekarung beras pada pundaknya. Bahkan dengan kecepatan tinggi, Zen mulai membawanya berlari untuk menjauh dari gubuk tempat dimana mereka berada tadi.


Tentu saja Santi sangatlah terkejut dengan apa yang baru saja dirinya alami. Karena bisa dikatakan penglihatannya yang mulai berbalik saat ini, bisa melihat punggung dari Zen yang terus membawanya menjauh dengan cepat, dari area gubuk tempat dirinya baru saja keluar dari dalamnya tadi.


"Hei... turunkan aku, Zen" teriak Santi, yang merasa kesal dengan sikap Zen kepadanya. Bahkan dirinya sudah mulai berontak pada gendongan dari Zen yang terus membawanya menjauh dari tempat tersebut.


"Sudahlah diam saja dan jangan berontak, jika kamu masih mau hidup" balas Zen yang merasa cukup kesal dengan perbuatan wanita itu yang terus bergerak pada pundaknya.


Sebenarnya, Santi masih sangat bingung dengan apa yang dilakukan Zen Kepada dirinya. Namun karena dirinya bisa merasakan bahwa saat ini sepertinya sedang terjadi sesuatu yang serius sehingga Zen langsung membawanya dengan cara seperti itu, membuatnya hanya bisa mengikuti saja apa yang dilakukan oleh dirinya.


"Sudahlah di-" Namun belumlah Zen menyelesaikan kalimatnya, sebuah suara ledakan besar langsung mulai terdengar dari gubuk yang keberadaannya mulai menjauh dari mereka.


Zen tidak menyangka bahwa dirinya sangat terlambat untuk menyadari tentang apa yang sedang terjadi. Jadi, dirinya saat ini mulai mengembangkan aura pelindung miliknya dan bersiap menerima dampak dari ledakan, yang saat ini mulai mengejar keberadaan dirinya yang sedang menggendong Santi pada pundaknya.


Bahkan saat ini, Zen mulai merubah gendongan yang dilakukan olehnya kepada Santi, dan saat ini mulai merangkulnya pada bagian depan tubuhnya dan mulai mendekap dengan erat tubuh dari wanita tersebut. Bahkan tindakan itu lebih mengejutkan bagi Santi, karena bisa dikatakan dirinya tidak menyangka Zen akan bertindak seperti itu kepadanya.


Namun dirinya bisa mengerti dengan tindakan Zen, karena memang mereka belumlah sempat berlari cukup jauh dan menyebabkan dampak dari ledakan yang terjadi di sana, bisa dikatakan mulai mengenai mereka. Bahkan saat ini Santi yang berada didalam dekapan dari Zen, mulai merasa tubuhnya terpental karena ledakan yang mereka terima itu.


"Cihh... aku terlambat" ucap Zen disela-sela mereka sedang terpental, karena dampak dari ledakan yang mereka terima saat ini.


Memang Zen masih melindungi sosok dari Santi, yang memang jika dirinya terkena ledakan itu secara langsung, bisa dikatakan dirinya akan langsung tewas seketika. Bahkan untungnya dirinya datang sendirian ketempat ini, karena jika dirinya datang bersama bawahannya bisa dikatakan mereka akan menjadi korban dari ledakan tersebut.

__ADS_1


Sebenarnya Zen tidak menyangka bahwa Santi akan tiba ditempat dimana dirinya berada dengan sangat cepat. Karena memang, dirinya mengirimkan pesan setelah dirinya baru merasakan sebuah aura yang mempunyai niat jahat kepadanya.


Jadi saat dirinya bertarung tadi, dirinya masih mempertimbangkan tentang keberadaan Santi yang sudah tiba dengan cepat ditempat dimana dirinya berada. Karena bisa dikatakan, jika dirinya terlambat saja menyadari apa yang terjadi tadi, sosok Santi bisa dikatakan hanya tinggal kenangan saja.


"Aaaaaaaaaaaaaaaah...." Tetapi berbeda dengan Zen yang masih tenang saat dirinya sedang terpental, Santi yang saat ini berada di pelukannya malah berteriak dengan keras.


Karena memang bisa dikatakan dirinya saat ini merasa seperti sedang melayang didalam pelukan seorang pria. Hingga akhirnya beberapa saat kemudian, mereka berdua mulai berguling pada sebuah tanah, setelah mereka mendarat karena menerima dampak dari ledakan yang terjadi tadi.


Bisa dikatakan cukup lama mereka saat ini berguling, karena dampak ledakan yang membuat mereka terpental itu sangatlah besar. Bahkan bisa dikatakan, mereka cukup lama melayang di udara karena terpental, setelah mendapatkan sebuah dampak dari ledakan yang bisa dikatakan sangat amat besar.


Hingga akhirnya dengan perlahan tubuh mereka mulai melambat dan saat ini mulai berhenti sepenuhnya. Kondisi Santi bisa dikatakan saat ini masih menutup matanya karena ketakutan. Namun bisa dikatakan dirinya saat ini mulai tenang, karena dirinya mendengar dengan jelas detak jantung dari Zen yang masih berdetak dengan sangat normal.


"A-Apa yang terjadi, Zen?" kata Santi yang saat ini mulai membuka kelopak matanya secara perlahan, setelah merasakan tubuhnya sudah berhenti sepenuhnya.


Memang karena mereka berguling, dan mereka mulai berhenti. Saat ini Santi sudah tepat berada diatasnya dengan posisi dimana wanita itu sedang menindih tubuh dari Zen. Jadi, Zen yang berada dibawahnya mulai mencoba menahan beban dari seorang wanita yang saat ini menekan tubuhnya.


Namun setelah Santi membuka kelopak matanya tadi, entah mengapa dirinya langsung merasa terpana karena pemandangan pertama yang dirinya lihat adalah wajah tampan dari Zen, yang saat ini seakan masih mencoba melindungi dirinya.


Bahkan lengan dari Zen, saat ini masih mendekap dirinya dengan sangat erat, sehingga entah mengapa detak jantung miliknya yang pada awalnya memang tidak seirama berdetak mengikuti detak jantung dari Zen, semakin berdetak dengan sangat amat cepat.


"Tentu saja sebuah ledakan, Santi. Memangnya kamu tidak bisa melihatnya?" ucap Zen yang saat ini mulai menyadarkan lamunan dari Santi, yang saat ini masih terbawa dengan pemandangan yang sedang dirinya lihat dan perlakuan hangat yang dirinya rasakan


"A-Aku tahu itu merupakan sebuah ledakan. Tetapi aku ingin tahu, mengapa bisa ada sebuah ledakan ditempat ini?" ucap Santi yang mulai bangkit dari tubuh Zen dan dengan cepat mulai berdiri meninggalkan dekapan yang sangat nyaman yang dirinya rasakan tadi.


Tentu Santi ingin dengan segera membuang semua pemikirannya yang sedang dirinya pikirkan tadi. Jadi, dirinya langsung mencari sesuatu yang mengalihkan perhatiannya, yaitu mulai melihat bekas ledakan yang cukup besar yang terjadi ditempat dimana dirinya berada saat ini.


Memang saat ini pandangannya langsung mengarah kearah sebuah gubuk yang bisa dikatakan sudah tak terlihat lagi keberadaannya. Bahkan pohon-pohon disekitarnya juga bisa dikatakan sudah tumbang dan hancur. Jadi, dirinya cukup terkejut dengan apa yang baru saja terjadi ditempat tersebut.


Namun lamunannya yang sedang memikirkan sesuatu yang terjadi ditempat itu akhirnya mulai terhenti, karena Zen saat ini mulai berdiri tepat disampingnya dan bersama dengan dirinya mereka mulai memperhatikan pemandangan sebuah bekas ledakan yang terjadi di sana.


"Sepertinya, pihak yang menculik diriku memang menggunakan bahan peledak, untuk setidaknya mencoba membunuhku"

__ADS_1


__ADS_2